Loading...
Loading...

10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Agama Kristen Protestan

Artikel ini membahas tentang 10 Aliran gereja terbesar dalam agama Kristen Protestan.

Ada banyak denominasi atau aliran gereja dalam agama Kristen Protestan. Aliran-aliran gereja tersebut mempunyai beberapa ajaran/doktrin yang berbeda satu sama lain.

Aliran-aliran gereja Protestan menyatu dalam berbagai organisasi atau sinode gereja, tersebar di seluruh dunia, dan jumlahnya diperkirakan mencapai 900 juta jiwa.

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Agama/gereja Kristen Protestan merupakan salah satu cabang agama Kristen/gereja Kristen terbesar, yang lahir sebagai hasil reformasi (protes) terhadap gereja Katolik Roma.

Gereja Protestan atau Agama Kristen Protestan dimulai pada tahun 1517, saat Martin Luther, seorang tokoh gereja asal Jerman, melakukan protes terhadap gereja Katolik yang pada masa itu berada pada masa-masa kegelapan.

Baca juga: 17 Gereja Dengan Jumlah Jemaat Terbanyak Di Indonesia

Sejak saat itu, ada banyak aliran gereja yang lahir, baik sebagai hasil pecahan dari Gereja Katolik Roma, maupun pecahan dari gereja Lutheran, yakni gereja yang mengikuti ajaran Martin Luther.

Gereja tersebut mempunyai seorang atau sejumlah pemimpin dengan ajaran/doktrin, liturgi/tata ibadah, dan sistem kepemimpinan/organisasi gereja yang berbeda-beda satu sama lain.

Baca juga: 20 Negara Di Dunia Dengan Populasi Kristen Terbesar

Artikel kali ini akan membahas tentang 10 aliran gereja terbesar dalam agama Kristen Protestan, berdasarkan besarnya jumlah pengikut atau anggota jemaat dari aliran-aliran tersebut.

Data yang dipakai untuk jumlah anggota jemaat dari aliran-aliran gereja ini berasal dari berbagai sumber, dan banyak merupakan angka perkiraan saja, bukan angka mutlak, selain juga merupakan data lama yang belum diperbaharui.

Baca juga: 10 Ciri Gereja Yang Ideal Menurut Alkitab

Lalu, aliran gereja mana sajakah yang termasuk ke dalam 10 aliran gereja terbesar dalam agama Kristen Protestan?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya, yang diurutkan secara kronologis, bukan berdasarkan besarnya jumlah penganut atau banyaknya anggota jemaatnya.

 

1. Lutheran (Anggota Jemaat: 80 Juta Jiwa)

Lutheran adalah sebuah aliran gereja yang berakar pada ajaran-ajaran Martin Luther, reformator utama gereja pada abad ke-16 yang berasal dari Jerman.

Luther melakukan protes (akar kata protestan), terhadap gereja Katolik yang pada saat itu dianggap telah jauh menyimpang dari Alkitab.

Jadi Luther menolak keselamatan sebagai hasil perbuatan/amal baik manusia, menolak tradisi di luar Alkitab, menolak supremasi Paus, menolak sebagian besar Sakramen Katolik, kecuali sakramen Baptisan air dan Perjamuan Kudus.

Hal ini kemudian menjadi ajaran dasar dari para pengikut Luther (gereja-gereja Lutheran).

Luthreran adalah kelompok agama terbesar di Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Eslandia, Latvia, Kepulauan Faroe, Greenland, dan Namibia.

Selain itu, Lutheran juga menjadi aliran gereja Kristen yang sifnifikan di banyak negara, seperti di Amerika Serikat dan Australia.

Di Indonesia gereja-gereja aliran Lutheran umumnya adalah gereja yang berasal dari misi Jerman yang dipengaruhi Lutheran, terutama yang berada di Sumatera Utara, yakni HKBP, HKI, GKPI, GKPS, BNKP, dll.

Menurut data dari The Lutheran World Federation (LWF), jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Lutheran di seluruh dunia, khususnya yang tergabung dengan organisasi tersebut, adalah 75,5 juta jiwa.

Sedangkan gereja Lutheran Selandia Baru menyebut jumlah anggota gereja-gereja Lutheran di seluruh dunia mencapai 80 juta jiwa.

 

2. Calvinist/Reformed (Anggota Jemaat: 100 Juta Jiwa)

Calvinist atau biasa juga disebut Reformed, meruapakan aliran gereja yang berakar pada ajaran-ajaran John Calvin, salah satu reformator gereja terbesar yang berasal dari Perancis dan melakukan reformasinya di Swiss.

Tidak ada perbedaan mendasar antara gereja-gereja Lutheran dengan Calvinist. Perbedaannya hanya menyangkut bentuk organisasi gereja, kehadiran Kristus dalam Perjamuan Kudus, pemakaian gambar-gambar dalam ritual serta hari-hari orang kudus.

Dua yang disebut terakhir diterima oleh Luther dan sebagian besar Lutheran tetapi ditolak oleh Calvin dan para Calvinist.

John Calvin, yang dipengaruhi oeh Martin Luther, memang melakukan reformasi lebih jauh dari Luther, baik dalam hal doktrin, liturgi, dan organisasi gereja. Namun secara umum ajaran Luther dan Calvin mempunyai kesamaan.

Gereja Calvinist terutama berpengaruh di Inggris, Skotlandia, Belanda dan Amerika Serikat.

Sebagai bangsa yang lama dijajah oleh Belanda yang notabene sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran Calvin, maka di Indonesia sangat banyak gereja yang termasuk aliran Calvinist.

Di antaranya, GKI, GKJ, GKJW, GBKP, GKP, GPIB, GPM, GMIM, GMIT, GKS, dll.

Menurut The World Communion of Reformed Churches (WCRC), jumlah anggota aliran Reformed, khususnya yang bergabung dengan organisasi ini, diperkirakan sekitar 100 juta jiwa.

 

3. Baptis (Anggota Jemaat: 41 Juta Jiwa)

Baptis adalah denominasi gereja yang lahir dari kaum separatis Inggris, yakni mereka yang memisahkan diri dari Gereja Inggris (Church of England/Anglikan, yang memisahkan diri dari gereja Katolik) pada abad 17.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!