10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Agama Kristen Protestan

 

6. Mormon (Anggota Jemaat: 16 Juta Jiwa)

Mormon adalah aliran gereja yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1820-an,  dipelopori oleh John Smith.

Nama formalnya adalah: The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (LDS Church atau Mormon Church), yang diklaim sebagai gereja yang dipulihkan oleh Tuhan Yesus.

Secara umum Mormon memiliki banyak kesamaan doktrin dengan aliran-aliran gereja Protestan lainnya. Itulah sebabnya Mormon dikategorikan sebagai aliran Protestan.

Kendati demikian, gereja Mormon juga mempunyai beberapa perbedaan yang mencolok dengan aliran-aliran gereja Protestan lainnya.

Bahkan ajaran Mormon tersebut sudah dianggap sesat dan menyimpang dari Alkitab.

Misalnya ajaran tentang poligami yang dipraktekkan oleh sebagian anggota jemaat Mormon (yang diajarkan dan dipraktekkan oleh John Smith sendiri), yang tidak sesuai dengan pandangan Alkitab dan pandangan Kristen pada umumnya.

Selain itu gereja Mormon juga mempunyai “kitab suci” tambahan, yakni kitab Mormon, sehingga bertentangan dengan prinsip gereja-gereja Protestan yang hanya menerima Alkitab sebagai satu-satunya Kitab Suci yang berwibawa (Sola Scriptura).

Kitab Mormon (The Book of Mormon) diyakini oleh John Smith dan para pengikutnya sebagai tulisan para nabi kuno yang tersembunyi dan diperintahkan oleh seorang malaikat untuk diterjemahkan oleh John Smith.

Kitab Mormon banyak berisi hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab serta hal-hal yang tidak disebut di Alkitab.

Aliran Mormon tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dan jumlah anggotanya diklaim oleh gereja Mormon sebanyak 16.118.169 jiwa (data tahun 2017).

 

7. Advent (Anggota Jemaat: 20,7 Juta Jiwa)

Advent atau adventis, atau Gereja Advent Hari Ketujuh, adalah aliran gereja yang berdiri pada tahun 1863 di Amerika Serikat.

Aliran Advent dalam beberapa hal berbeda dari aliran-aliran gereja Protestan lainnya.

Advent artinya adalah kedatangan Kristus (bandingkan istilah minggu advent dalam gereja-gereja Protestan mainstream untuk menunjuk pada minggu-minggu menjelang natal).

Jadi gereja ini (awalnya) adalah aliran gereja yang sangat concern dengan kedatangan Kristus kembali atau akhir zaman.

Kendati demikian, pada masa kini ciri utama Advent adalah kepeduliannya pada aturan-aturan Perjanjian Lama, terutama ibadah pada hari Sabat/Sabtu, bukan pada hari Minggu sebagaimana umumnya gereja Kristen.

Selain itu Advent juga masih mengikuti aturan makanan halal dan haram; berbeda dengan aliran gereja-gereja Kristen lainnya, yang menganggap aturan-aturan Perjanjian Lama itu tidak lagi mengikat orang Kristen di Perjanjian Baru.

Menurut data dari General Conference of Seventh-day Adventists, jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Advent di seluruh dunia tahun 2017 adalah 20.727.347 jiwa, yang tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

 

8. Saksi Jehova (Anggota Jemaat: 8,58 Juta Jiwa)

Aliran Saksi Jehova (Inggris: Jehovah’s Witnesses) lahir pada tahun 1870-an atas prakarsa Charles Taze Russell.

Saksi Jehova adalah aliran gereja protestan yang secara umum mempunyai kesamaan doktrin/ajaran dengan aliran-aliran gereja Protestan lainnya.

Meski demikian, seperti halnya gereja Mormon, Saksi Jehova juga mempunyai beberapa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan ajaran-ajaran gereja Protestan lainnya.

Salah satu doktrin Saksi Jehova yang menonjol, yang berbeda dengan ajaran gereja-gereja Protestan lainnya adalah dalam hal keilahian Tuhan Yesus.

Jika gereja-gereja Protestan umumnya mengakui/meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, yang ilahi, maka Saksi Jehova menolak keilahian Yesus, dan menganggapNya lebih rendah daripada Allah Bapa, bahkan diciptakan oleh Allah (Bapa).

Mereka juga tidak menyembah Yesus, karena bagi mereka Dia bukan Tuhan.

Dengan demikian Saksi Jehova menolak doktrin Allah Tritunggal, yakni ajaran bahwa Allah adalah satu dalam tiga pribadi.

Kendati demikian, dalam pandangan aliran Saksi Jehova, Yesus tetap “makluk” yang tinggi derajatnya, yang perlu mati bagi dosa-dosa manusia.

Selain itu, Saksi Jehova mempunyai Alkitabnya sendiri, yang diterjemahkan mengikuti ajaran yang mereka anut. Dengan demikian, sebagai konsekwensinya, ayat-ayat yang merujuk pada keilahian Yesus diterjemahkan secara lain.

Saksi Jehova juga tidak percaya dengan penghukuman kekal di neraka. Menurut mereka, hukuman bagi orang berdosa adalah kematian kekal, bukan hukuman/penyiksaan kekal di neraka, karena tidak sesuai dengan sifat Allah yang maha kasih.

Saksi Jehova dikenal sebagai kelompok Kristen yang rajin dalam ”menginjil”, yakni mempengaruhi orang-orang Kristen untuk percaya pada ajaran mereka, yang biasa mereka lakukan dari rumah-ke rumah.

Saksi Jehova sendiri mengklaim jumlah anggotanya sekitar 8,58 juta jiwa, yang tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

 

9. Pentakosta (Anggota Jemaat: 279 Juta Jiwa)

Aliran Pentakosta adalah aliran gereja yang berdasar pada baptisan Roh Kudus, yang khususnya disertai dengan bahasa roh/bahasa lidah sebagai bukti nyatanya.

Istilah Pentakosta, yang merupakan salah satu hari raya Israel, merujuk pada pencurahan Roh Kudus yang disertai dengan bahasa roh, yang terjadi dalam gereja mula-mula pada Hari Pentakosta, seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 2.

Aliran Pentakosta muncul pada awal abad ke-20 di Amerika Serilkat, ketika Charles Parham, seorang penginjil, mengajarkan bahwa berbicara dalam bahasa roh adalah bukti alkitabiah dari baptisan Roh Kudus.

Juga ketika William J. Seymour, seorang pengkhotbah yang dipengaruhi oleh ajaran Wesley tentang pengudusan (lihat poin 4 di atas), memimpin “Azusa Street” revival selama tiga tahun di Los Angeles (yang disertai baptisan Roh).

Aliran Pentakosta terdapat di seluruh dunia, dan sangat berpengaruh di Amerika Serikat (tempat lahirnya aliran ini), di beberapa negara Asia, di Afrika, dan Brazil, negara mayoritas Katolik.

Di Indonesia aliran Pentakosta merupakan salah satu aliran gereja terbesar, yang tersebar di seluruh Indonesia dan tergabung ke dalam berbagai sinode, seperti GPdI, GPPS, GGP, GUP, dll.

 

10. Kharismatik (Anggota Jemaat: 300 Juta Jiwa)

Aliran Kharismatik adalah suatu aliran gereja yang “menghidupkan” kembali berbagai karunia Roh Kudus, sebagaimana dicatat di Alkitab, khususnya karunia-karunia supranatural Roh Kudus yang terdapat dalam 1 Korintus 12.

Istilah kharismatik berasal dari bahasa Yunani “Charisma” (jamak: “Charismata”), yang artinya “karunia”, yakni karunia Rohani atau karunia Roh Kudus yang terdapat di Alkitab.

Aliran kharismatik lahir pada tahun 1960 di antara gereja-gereja Protestan arus utama (mainstream), dan di gereja Katolik pada tahun 1967.

Sejak itu aliran kharismatik telah menyebar ke seluruh dunia, dan sangat berpengauh di Amerika Serikat, Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia. Aliran ini telah banyak melahirkan gereja raksasa dengan jumlah anggota jemaat puluhan ribu orang di wilayah-wilayah tersebut.

Secara umum tidak ada perbedaan antara aliran kharismatik dengan Pentakosta, (orang Pentakosta juga meyakini masih adanya semua karunia-karunia Roh Kudus tersebut).

Hanya saja dalam aliran kharismatik, umumnya bahasa roh tidak dilihat sebagai suatu keharusan sebagaimana dalam ajaran Pentakosta (lihat poin 5 diatas), bahkan tidak lebih penting dari karunia-karunia lainnya, seperti bernubuat, menyembuhkan, melakukan mujizat, dll.

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran kharismatik di seluruh dunia menurut Pew Forum tahun 2010, adalah sekitar 300 juta jiwa.

 

Itulah 10 aliran gereja terbesar dalam agama Kristen Protestan.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 komentar untuk “10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Agama Kristen Protestan”

    1. Who says that Jesus is religion? He never came with any religion. Jesus is always against religion because it’s a business, not serving God. No church will save you. You’ll not be catolic, protestant or ortodok, it doesn’t matter, so who care? Being a true christian is what will save you. It’s what you believe in and follow who, what matter !

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!