10 Budayawan Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Karya musiknya telah dipergelar di Jerman, Belanda, Polandia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hongkong, Jepang, Srilangka, Bangladesh, Kenya, Aljazair, Spanyol, Hungaria, Austria dan berbagai siaran radio dan televisi.

Bersama Aylawati Sarwono, pada tahun 2009 Jaya mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Seni Pertunjukan “Jaya Suprana School of Performing Arts”, yang banyak memberikan kontribusi dan beasiswa untuk mengembangkan seni musik, seni tari, seni teater dan kesenian tradisional.

Jaya Suprana lulus dengan predikat terbaik di bidang pianoforte dari musik Hochschule, Muenster, Jerman pada tahun 1970 dan menjadi orang Asia pertama di Jerman yang diangkat menjadi Kepala Sekolah Musik.

 

4. Muji Sutrisno

Budayawan Indonesia terpopuler berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Muji Sutrisno.

Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954.

Romo Muji adalah budayawan Indonesia sekaligus rohaniawan Katolik.

Pendidikannya ia tempuh di Seminari Mertoyudan, Jawa Tengah (1972), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta (1977), Universitas Gregoriana, Roma, Italia (1986), dan Summer Course Religion and Art Ichigaya Sophia University of Tokyo, Jepang (1990).

Romo Muji adalah dosen Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan di Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Muji Sutrisno pernah menjabat sebagai Wakil Press dan Anggota PEN (Perhimpunan Penulis, Novelis, Esais, Penyair Indonesia).

Ia juga pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film, anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan (2005-2006), dan anggota Komite Pemilihan Umum (2001-2003).

Romo Muji telah menghasilkan banyak karya tulis, khususnya yang berkaitan dengan budaya, filsafat, dan agama.

 

5. Arswendo Atmowiloto

Budayawan Indonesia terpopuler selanjutnya beragama Kristen/Katolik adalah Arswendo Atmowiloto.

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 26 November 1948.

Arswendo menempuh pendidikannya di IKIP Solo (tidak lulus) dan di International Writing Program, Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.

Arswendo pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo (1972), wartawan Kompas dan pemimpin redaksi tabloid “Hai” dan tabloid “Monitor”.

Pada tahun 1990, ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor, ia ditahan dan dipenjara selama 5 tahun karena dianggap menista agama lewat jajak pendapat di media yang dipimpinnya.

Namun selama dalam tahanan, Arswendo menghasilkan tujuh buah novel, puluhan artikel, tiga naskah skenario dan sejumlah cerita bersambung. Sebagian dikirimkannya ke berbagai surat kabar, seperti KOMPAS, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia. Semuanya dengan menggunakan nama samaran.

Selain menulis novel, ia juga telah membintangi banyak film.

Saat ini selain masih aktif menulis Arswendo juga memiliki sebuah rumah produksi sinetron.

Arswendo mulanya beragama Islam, namun berpindah agama menjadi Katholik mengikuti agama sang istri. (Baca: 25 Artis Indonesia Yang Berpindah Ke Agama Kristen)

 

6. Djaduk Ferianto

Budayawan Indonesia terpopuler lainnya beragama Kristen/Katolik adalah Djaduk Ferianto.

Gregorius Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta, pada 19 Juli 1964.

Djaduk Ferianto adalah seorang aktor, sutradara dan musikus berkebangsaan Indonesia.

Dalam bermusik, dia lebih berkonsentrasi pada penggalian musik-musik tradisi. Selain bermusik, dia juga menyutradarai beberapa pertunjukan teater.

Sejak tahun 1972, Djaduk sering menggarap illustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Ia bersama kelompoknya terkenal dengan eksplorasi berbagai alat dan benda sebagai instrumen musiknya.

Djaduk pernah mendirikan Kelompok Rheze yang tahun 1978 dinobatkan sebagai Juara I Musik Humor tingkat Nasional. Ia juga pendiri Kelompok Musik Kreatif Wathathitha, pendiri Orkes Sinten Remen, dan salah satu pendiri kelompok Kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan pendekatan modern.

Djaduk Ferianto merupakan adik kandung dari Butet Kartaredjasa (lihat poin 1 di atas).

 

7. Sindhunata

Budayawan Indonesia terpopuler berikutnya beragama Kristen/Katolik adalah Sindhunata.

Gabriel Possenti Sindhunata, S.J., atau lebih dikenal dengan nama Sindhunata, lahir di Kota Batu, Jawa Timur,  pada 12 Mei 1952.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!