10 Bukti Alkitab Bahwa Roh Kudus Adalah Allah

Keilahian Roh Kudus, yakni bahwa Roh Kudus adalah Allah, adalah suatu doktrin atau ajaran yang sangat penting dalam iman Kristen.

Bagi orang Kristen, Roh Kudus adalah Allah, yang ilahi. Roh Kudus bukan hanya suatu kuasa, suasana, atau pengaruh yang tidak berpribadi. Roh Kudus itu adalah suatu Pribadi. Dan Dia adalah Pribadi yang ilahi, Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal.

Sekalipun ada juga sekelompok kecil orang Kristen yang tidak mengakui keilahian Roh Kudus, atau bahwa Roh Kudus adalah “bagian” dari Allah Tritunggal, namun pandangan yang umum bagi umat kristiani di seluruh dunia adalah bahwa Roh Kudus itu adalah Allah, pribadi ketiga dari Allah Tritunggal.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Yang Mendukung Doktrin Allah Tritunggal

Sebab memang Alkitab sendiri yang mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah Allah, pribadi ketiga dari Allah tritunggal, selain Allah Bapa dan Allah Anak (Yesus Kristus).

Jadi ajaran tentang keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah, bukanlah ajaran manusia, yang diciptakan oleh para rasul atau gereja mula-mula; keilahian Roh Kudus adalah ajaran Alkitab sendiri.

Sejatinya ajaran tentang keilahian Roh Kudus sudah muncul bahkan di Perjanjian Lama, walau baru pada zaman Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.

Melalui istilah “Roh Allah” kita dapat mengetahui bahwa Roh Kudus sudah hadir di Perjanjian Lama, sekalipun istilah itu baru dapat kita pahami dalam konsep Perjanjian Baru yang menunjuk pada pribadi Roh Kudus.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Artikel kali ini akan menyajikan 10 bukti dari Alkitab Perjanjian Baru yang mengajarkan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Bukti-bukti ini terdiri dari banyak ayat Alkitab dan muncul di berbagai kitab di Perjanjian Baru, bukan hanya dari satu atau dua kitab saja.

Juga berasal dari ajaran banyak rasul/penulis Alkitab, bukan hanya dari satu rasul saja, misalnya rasul Paulus, yang sering “didakwa” oleh banyak orang telah membelokkan ajaran Yesus tentang penyembahan kepada Allah yang Esa menjadi penyembahan kepada Allah Tritunggal!

Baca juga: 9 Karunia Supranatural Roh Kudus

Semua ayat Alkitab yang disajikan di sini menyebut keilahian Roh Kudus secara eksplisit maupun secara implisit.

Secara implisit (secara tersirat), Roh Kudus di Perjanjian Baru dapat diketahui karena Dia melakukan hal-hal yang hanya mungkin dilakukan oleh Allah sendiri. Juga karena Dia disejajarkan dengan Allah, dan diberikan penghormatan yang sangat tinggi, suatu penghormatan yang hanya mungkin diberikan kepada Allah sendiri.

Lalu ayat-ayat mana sajakah di Alkitab Perjanjian Baru yang mengajarkan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah?

Berikut daftarnya dan sedikit ulasan atas ayat-ayat tersebut.

 

1. Keilahian Roh Kudus Dalam Injil Matius

“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.” (Matius 12:31-32).

Inilah salah satu bukti di Alkitab yang mencatat keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Ayat-ayat ini menceritakan tentang “keunggulan” pribadi Roh Kudus, pribadi ketiga dari Allah Tritunggal.

Tuhan Yesus berkata bahwa segala hujat manusia, termasuk hujat terhadap Yesus sendiri dalam kapasitasNya sebagai manusia, dapat diampuni. Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni, baik di dunia ini maupun di surga nanti.

Hujat seseorang kepada Tuhan Yesus dapat diampuni melalui karyaNya di kayu salib, asal orang tersebut bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi hujat kepada Roh Kudus tidak dapat diampuni sampai kapan pun.

Mengapa? Karena hujat kepada Roh Kudus adalah kekerasan hati yang terus-menerus menolakNya, sehingga orang yang melakukannya tidak mungkin lagi bertobat, karena itu tidak mungkin juga diampuni.

Jadi jika Roh Kudus yang menginsyafkan seseorang atas dosanya (Yohanes 16:8) terus-menerus ditolak, maka tidak mungkin ada pengampunan bagi orang tersebut. Inilah dosa menghujat Roh Kudus atau dosa kekal yang tak terampuni.

Dari hal ini dapat kita tahu bahwa Roh Kudus adalah Allah. Sebab, siapakah Dia, yang hujat terhadapNya tidak akan diampuni, jika Dia bukan Allah sendiri?

 

2. Keilahian Roh Kudus Dalam Injil Markus

“Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.” (Markus 12:35-36).

Ayat-ayat ini adalah salah satu bukti utama di Alkitab Perjanjian Baru yang mencatat keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Salah satu bukti keallahan Roh Kudus menurut ayat di atas adalah bahwa Ia menginspirasi Daud di Perjanjian Lama tentang nubuat kemenangan Mesias, yakni Yesus sendiri, atas musuh-musuhNya.

Apa yang dikatakan oleh Daud, adalah sebuah nubuat atau firman Tuhan. Itu tidak berasal dari pikiran Daud sendiri, tetapi berasal dari Roh Kudus.

Hal ini tentu tidak kita ketahui dari Perjanjian Lama, sebab di situ (Mazmur 110:1) tidak disebut tentang Roh Kudus atau Roh Allah.

Hal ini baru kita ketahui dari Perjanjian Baru, ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa kata-kata Daud tentang kemenangan Mesias berasal dari Roh Kudus.

Jika Roh Kudus menginspirasi Daud mengucapkan firman Tuhan, yang menjadi bagian Alkitab, maka tentu Roh Kudus adalah Allah.

Sebab, siapakah yang dapat menginspirasi para nabi di Perjanjian Lama atau mereka yang bernubuat, selain daripada Allah sendiri?

 

3. Keilahian Roh Kudus Dalam Injil Lukas

“Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.” (Lukas  4:1-2).

Inilah ayat Alkitab lainnya yang mendukung keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa sesudah Yesus dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan, maka Roh Kudus “membawa” Yesus ke padang gurun, di mana Ia berpuasa selama 40 hari dan dicobai oleh iblis.

Jelas di sini bahwa Roh Kudus merupakan suatu Pribadi, yang mempunyai kuasa dan kehendak sendiri.

Dan kekuasaanNya dalam “memimpin” Yesus dari sungai Yordan ke padang gurun jelas menunjukkan keilahianNya.

Pimpinan Roh Kudus terhadap Yesus ini merupakan awal dari pelayanan Yesus yang penuh kuasa di bumi.

 

4. Keilahian Roh Kudus Dalam Injil Yohanes

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:16-17).

Sebelum Yesus wafat, lalu bangkit dan naik ke surga, Ia menjanjikan seorang Penolong bagi murid-muridNya, yang akan menyertai mereka selamaNya.

Penolong ini akan meneruskan misi Yesus di bumi. Yesus akan berkarya di bumi melalui Penolong ini.

Penolong ini tak lain adalah Roh Kudus sendiri atau Roh Kebenaran.

Karena Roh Kudus akan meneruskan misi Tuhan Yesus di bumi, dan akan menyertai orang percaya sampai selamanya, maka Roh Kudus itu pastilah yang ilahi, Allah sendiri.

Sebab tidak ada orang yang mampu menggantikan pelayanan Tuhan Yesus di bumi dan menyertai orang-orang percaya selamanya, selain dari Pribadi Allah sendiri.

Jelas ayat ini mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah, yang ilahi.

 

5. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab Kisah Para Rasul

“Tetapi Petrus berkata: Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kisah Para Rasul 5:3-4)

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus.

Hal ini membuat Petrus marah. Sebab Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus atau Allah. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus!

Perhatikan ayat di atas, dalam ayat 3 disebut bahwa Ananias mendustai Roh Kudus, tetapi dalam ayat 4 disebut bahwa Ananias mendustai Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah, yang ilahi. Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal, yang dibedakan dari Allah (Bapa).

 

6. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab Roma

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.” (Roma 8:14-16).

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus menjelaskan tentang keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus itu adalah Allah.

Rasul Paulus mengatakan bahwa orang yang percaya kepada Yesus, dijadikan sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1:12).

Orang percaya menjadi anak-anak Allah merupakan karya Roh Kudus. Hal ini berarti bahwa Roh Kudus terlibat dalam proses penyelamatan manusia, bersama Allah Bapa dan Allah Anak (Yesus Kristus).

Perhatikanlah, bahwa Roh Allah (Roh Kudus) dan Allah (Bapa) dalam ayat di atas jelas dibedakan. Mereka adalah dua Pribadi yang berbeda, yang merupakan dua Pribadi Allah sendiri.

Karena Roh Kudus turut berkarya dalam keselamatan manusia dengan mengangkat kita menjadi anak-anak Allah, maka tentu Roh Kudus itu adalah Allah.

Jadi ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Roh Kudus adalah Allah, yang ilahi.

 

7. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab 1 Korintus

“Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” (1 Korintus 2:10-11).

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, rasul Paulus juga menjelaskan tentang keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Dalam ayat di atas, jelas dibedakan antara Roh atau Roh Allah dengan Allah (Bapa) sendiri.

Roh Allah menyelidiki hal-hal tersembunyi dalam diri Allah. Roh Kudus mengetahui apa yang terdapat di dalam diri Allah, dan hanya Roh Kudus yang mengetahui hal itu.

Jelas hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah yang ilahi, Dia adalah Allah yang maha kuasa. Sebab siapakah yang dapat menyelidiki hal-hal tersembunyi dalam diri Allah selain Allah itu sendiri?

Jadi ayat ini pasti membuktikan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus itu adalah Allah.

 

8. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab Titus

“Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.” (Titus 3:5).

Inilah ayat Alkitab berikutnya yang mencatat keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Dalam ayat di atas, dicatat tentang karya Roh Kudus yang melahirkan kembali orang-orang yang percaya kepada Yesus serta membaharui hidup mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan itu juga merupakan karya Roh Kudus.

Dan karena itu Roh Kudus itu pastilah Allah, yang ilahi. Sebab hanya Allah yang mampu melahirkan kembali manusia berdosa dan membaharui hidup mereka.

 

9. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab Ibrani

“Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.” (Ibrani 3:7-9).

Penulis Kitab Ibrani mengutip Mazmur 95 untuk mendorong para pengikut Kristus agar tidak mengeraskan hati mereka terhadap suara Roh Kudus.

Dalam Perjanjian Lama, yakni dalam Mazmur 95, tidak ada disebut tentang Roh Kudus, tetapi Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah.

Jadi yang berbicara dalam Mazmur 95 itu adalah Roh Kudus, bukan Allah Bapa. Atau, Allah tritunggal, yakni Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus sekaligus.

Jelas ayat-ayat dalam Surat Ibrani ini membuktikan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

 

10. Keilahian Roh Kudus Dalam Kitab 2 Petrus

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Petrus 1:20-21).

Rasul Petrus juga mencatat ayat-ayat Alkitab yang membuktikan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Rasul Petrus berkata bahwa para nabi yang bernubuat di Perjanjian Lama, ataupun para penulis Alkitab, tidak menghasilkan nubuat/firman Allah itu atas kehendak mereka sendiri, melainkan oleh Roh Kudus.

Jadi semua bagian Kitab Suci kita, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tidak berasal dari pikiran manusia, melainkan berasal dari Roh Kudus.

Karena itu, Roh Kudus pastilah Allah. Sebab siapakah yang mampu menghasilkan Kitab Suci yang begitu agung, saling menyatu dan terjalin satu sama lain, selain Allah sendiri?

Jelas ini adalah ayat-ayat yang membuktikan keilahian Roh Kudus, bahwa Roh Kudus adalah Allah.

 

Itulah 10 bukti ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Allah, yang ilahi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!