10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

 

3. Keilahian Yesus Dalam Injil Yohanes

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yohanes 1:1-3).

Inilah ayat Alkitab lainnya yang mendukung keilahian Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Dalam ayat di atas, Yesus disebut sebagai Firman atau “Logos” dalam Bahasa Yunani. Dia disebut sudah ada pada mulanya bersama-sama dengan Allah Bapa, yang berarti Yesus sudah ada sejak kekekalan.

Yesus sebagai Logos juga disebut sebagai Allah, yang dibedakan dengan Allah Bapa, namun setara denganNya.

Selain itu, Yesus juga disebut sebagai pencipta segala sesuatu. Hal ini berarti bahwa Yesus sebagai Firman Allah terlibat dalam proses penciptaan alam semesta dan segala isinya, bersama-sama dengan Allah Bapa.

Keterlibatan Yesus dalam mencipta tersirat dalam Kejadian 1:1-3, yakni ayat-ayat pertama dari Alkitab, di mana di situ dijelaskan bahwa Allah mencipta dengan Firman (Logos).

 

4. Keilahian Yesus Dalam Kitab Roma

“Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!” (Roma 9:5).

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus menjelaskan tentang keilahian Yesus, bahwa Mesias, yakni Yesus, adalah Allah.

Inilah satu-satunya ayat di Perjanjian Baru yang secara eksplisit menyebut Yesus sebagai Allah, bukan Tuhan.

Kata “Allah” dalam ayat ini merupakan terjemahan kata Yunani (Bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru) “Theos”, sebuah kata Yunani yang biasanya dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani (Bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama) “El/Elohim” di Perjanjian Lama.

Sedangkan kata “Tuhan” merupakan terjemahan kata Yunani “Kurios”, yang biasanya dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani “Jehovah/Yahwe” atau “Adonai” di Perjanian Lama.

Dengan demikian Yesus dalam ayat ini disamakan dengan Allah Bapa, yang biasanya disebut sebagai “Theos”.

 

5. Keilahian Yesus Dalam Kitab 1 Korintus

“Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” (1 Korintus 8:6).

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, rasul Paulus menjelaskan tentang keilahian Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Kepercayaan orang Kristen adalah: hanya ada satu Allah, yaitu Allah Bapa, dan hanya ada satu Tuhan, yakni Tuhan Yesus Kristus.

Penjelasan yang Paulus berikan tentang Pribadi Allah Bapa sejajar dengan Pribadi Yesus Kristus.

Dikatakan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu dan untukNya kita hidup. Sedangkan Yesus adalah Pencipta segala sesuatu dan karenaNya kita hidup.

Jadi ayat ini mengajarkan bahwa Yesus terlibat dalam penciptaan segala sesuatu, seperti halnya dalam Injil Yohanes (lihat poin 3 di atas).

Maksud ayat ini adalah bahwa Allah Bapa dan Tuhan Yesus itu setara, sama-sama sebagai Pencipta segala sesuatu, Penopang segala sesuatu, dan menjadi tujuan segala sesuatu.

 

6. Keilahian Yesus Dalam Kitab Filipi

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:5-8).

Dalam kitab Filipi yang ditulis oleh rasul Paulus, terdapat juga ayat Alkitab yang mencatat tentang keilahian Yesus, yang mendukung ajaran bahwa Yesus adalah Tuhan, yang ilahi.

Dalam ayat di atas, dicatat tentang Yesus Kristus yang pada dasarnya adalah dalam rupa Allah Bapa, yang setara dengan Allah Bapa.

Namun kesetaraan dengan Allah Bapa ini tidak membuat Yesus menganggapnya sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya, Yesus telah mengosongkan diriNya sendiri dan menjadi manusia agar Ia bisa menderita dan mati bagi manusia untuk menebus dosa-dosa mereka.

Jadi Yesus pada dasarnya adalah Alah, yang derajatNya setara dengan Allah Bapa, namun Ia rela merendahkan diriNya sendiri dengan mengambil rupa manusia, berinkarnasi, datang ke bumi sebagai manusia, sehingga Ia dapat mengorbankan diriNya bagi manusia.

36 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!