10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal

 

Ajaran Allah Tritunggal atau Trinitas adalah suatu doktrin atau ajaran yang sangat penting dalam iman Kristen. Allah tritunggal adalah doktrin unik Kristen yang membedakan agama Kristen dengan agama-agama/kepercayaan-kepercayaan lainnya.

Pada umumnya berbagai denominasi gereja Kristen menerima ajaran Allah tritunggal ini – hanya ada sebagian kecil denominasi gereja yang menolaknya – sekalipun pemahaman doktrin Allah tritunggal gereja-gereja tersebut tidak seragam.

Doktrin Allah tritunggal adalah ajaran yang merumuskan bahwa Allah itu adalah esa atau satu, namun memiliki tiga Pribadi atau tiga Oknum.

Ketiga Pribadi Allah ini adalah sederajat, tidak terpisahkan, tetapi dapat dibedakan. Ketiga Pribadi atau Oknum Allah tersebut adalah Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus.

Baca juga: 10 Cara Yesus Menyatakan Dia Adalah Tuhan

Ajaran Allah tritunggal bukanlah politeisme, seolah-olah orang Kristen mengakui bahwa Allah itu tiga. Doktrin Allah tritunggal tetaplah menganut monoteisme, percaya hanya pada satu Allah. Hanya saja Allah tersebut terdiri dari tiga Pribadi atau tiga Oknum yang menyatu sedemikian rupa.

Ajaran Allah tritunggal bukanlah buatan manusia, yang diciptakan oleh gereja; doktrin Allah tritunggal adalah merupakan ajaran Alkitab sendiri.

Memang, doktrin ini baru dirumuskan pada abad keempat Masehi/pada saat Konsili Nicea untuk menentang bidat atau ajaran sesat yang menyerang ajaran Kristen pada masa itu.

Baca juga: 10 Gelar Yesus Terpopuler Di Alkitab

Kendati demikian, gereja tidak menciptakan ajaran Allah Tritunggal, sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang, baik oleh orang Kristen sendiri yang tidak mengakui doktrin tritunggal maupun oleh mereka yang berasal dari agama lain di luar Kristen.

Gereja, melalui para Bapa Gereja atau teolog Kristen pada masa itu, hanya merumuskan Ajaran Allah Tritunggal berdasarkan ajaran Alkitab sendiri sehingga orang Kristen lebih mudah memahaminya serta dapat menangkal ajaran sesat yang menyerangnya.

Sejatinya ajaran tentang Allah tritunggal sudah muncul di Alkitab, bahkan di Perjanjian Lama sekalipun, walau baru pada zaman Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.

Baca juga: 10 Mujizat Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

Tentu saja istilah “tritunggal” atau “trinitas” dan istilah-istilah lain yang sejenis, tidak pernah muncul satu kali pun di Alkitab. Tetapi konsep itu ada, bahkan sangat banyak.

Jadi sekali lagi, doktrin Allah tritunggal bukanlah ciptaan gereja pada abad keempat atau buatan para bapa gereja atau teolog/pemimpin Kristen pada masa itu, melainkan kesaksian Alkitab itu sendiri sebagai firman Allah, khususnya Alkitab Perjanjian Baru.

Artikel kali ini akan menyajikan 10 bukti dari Alkitab Perjanjian Baru yang mengajarkan atau mendukung doktrin/ajaran Allah tritunggal, yang terdiri dari banyak ayat Alkitab.

Ayat-ayat pendukung Ajaran Allah Tritunggal ini muncul dari berbagai kitab di Perjanjian Baru, bukan hanya dari satu atau dua kitab saja.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu

Ayat-ayat yang mencatat doktrin tritunggal ini juga berasal dari ajaran banyak rasul/penulis Alkitab, bukan hanya dari satu rasul saja, misalnya rasul Paulus, yang sering “didakwa” oleh banyak orang telah membelokkan ajaran Yesus tentang Allah yang esa menjadi Allah dwitunggal atau Allah tritunggal!

Bahkan ayat tersebut juga ada yang berasal dari perkataan Tuhan Yesus sendiri! Jelas ajaran Allah tritunggal juga diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri, bukan hanya oleh para rasulNya, atau para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru.

Semua ayat Alkitab yang disajikan di sini menyebut ketiga Pribadi Allah – Bapa, Anak (Yesus Kristus), dan Roh Kudus – secara bersamaan. Dengan demikian konsep tritunggalnya terlihat lebih nyata. Sebab Allah tidak pernah disebut secara sejajar seperti itu dengan “makluk” lain, misalnya dengan malaikat-malaikat dan manusia.

Lalu ayat-ayat mana sajakah di Alkitab Perjanjian Baru yang mengajarkan Ajaran Allah Tritunggal? Berikut daftarnya dan sedikit ulasan atas ayat-ayat tersebut.

 

1. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Injil Matius

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Matius 28:19).

Ayat-ayat ini adalah salah satu bukti utama di Alkitab Perjanjian Baru yang mendukung doktrin Allah Tritunggal.

Ayat ini adalah perintah Tuhan Yesus kepada murid-murdNya untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa, yang dikatakanNya setelah Ia bangkit dari kematian.

Ayat ini dikenal sebagai Amanat Agung (biasanya disertai dengan ayat 20 yang merupakan janji penyertaan Yesus kepada murid-muridNya yang memberitakan Injil), dan sudah tidak asing lagi bagi banyak orang Kristen.

Dalam ayat ini disebutkan tentang rumusan baptisan yang baku bagi orang percaya, yakni dibaptis dalam nama Allah Bapa, dalam nama Allah Anak (Yesus Kristus), dan dalam nama Roh Kudus.

Penyebutan ketiga Oknum Allah ini secara bersamaan tidak diragukan lagi menunjuk pada sifat ketritunggalan Allah, satu Allah namun tiga Pribadi atau Oknum, yang setara atau sederajat.

 

2. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Injil Yohanes

“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26).

Inilah ayat Alkitab lainnya yang mendukung doktrin Allah Tritunggal.

Dalam Injil Yohanes Tuhan Yesus banyak menyebut pribadi Allah yang lain, Pribdai yang ketiga, selain Allah Bapa dan Allah Anak atau diri Yesus sendiri.

Dalam Injil Yohanes inilah kita lebih banyak mendapat keterangan yang lebih jelas dan lebih lengkap tentang pribadi Roh Kudus, disbanding dari Injil-Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas).

Dan hal ini dikatakan Yesus dalam pengajaran panjang lebar kepada murid-muridNya sesaat sebelum kematianNya.

Jika selama pelayananNya Yesus lebih banyak berbicara tentang Pribadi Allah Bapa dan PribadiNya sendiri, serta hubungan diriNya dengan Allah Bapa, maka menjelang akhir pelayananNya di bumi ini, Yesus lebih banyak berbicara tentang Pribadi Roh Kudus.

Pribadi Roh Kudus – jatidiri, sifat, tugas, dan karyaNya – Tuhan jelaskan dalam Yohanes 14-16.

Dalam satu ayat dari Injil Yohanes yang telah dikutip di atas, kita dapat melihat ketiga Pribadi Allah yang disebut secara bersamaan.

Dikatakan bahwa Roh Kudus atau juga disebut sebagai Penghibur, akan diutus oleh Allah Bapa kepada murid-muridNya ketika Yesus (Allah Anak) telah pergi ke surga.

Roh Kudus tersebut “bertugas” untuk mengingatkan murid-muridNya akan semua yang telah Tuhan Yesus ajarkan kepada mereka.

 

3. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab Roma

“Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” (Roma 1:2-4).

Rasul Paulus, salah satu rasul terbesar Tuhan Yesus di luar 12 murid pertamaNya, juga banyak berbicara tentang ketritunggalan Allah.

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus menjelaskan tentang Injil (Kabar Baik) yang telah disampaikan Allah melalui perantaraan para nabiNya dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, tentang Yesus (Allah Anak) yang secara manusia merupakan keturunan Daud yang mengalami kematian, tetapi dibangkitkan oleh Roh Kudus.

Jadi rasul Paulus di sini menyebut tiga Pribadi Allah sekaligus, Allah Bapa yang telah menubuatkan kedatangan Yesus (Allah Anak) secara manusia ke dunia serta kematianNya, dan Allah Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari kematian.

 

4. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab 1 Korintus

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” (1 Korintus 12:4-6).

Demikian juga dengan suratnya kepada jemaat di kota Korintus, rasul Paulus menjelaskan tentang tiga Pribadi Allah secara bersamaan.

Dalam ayat-ayat yang sudah dikutip di atas, rasul Paulus menyebut tentang Allah Bapa, Allah Anak atau Yesus Kristus, yang disebutnya “Tuhan”, dan Roh Kudus.

Bahwa “Tuhan” yang dimaksud dalam ayat di atas adalah Yesus nyata dari konteks, yakni ayat sebelumnya (ayat 3).

Di sini rasul Paulus menulis tentang banyaknya rupa-rupa karunia rohani, rupa-rupa pelayanan, dan rupa-rupa perbuatan ajaib.

Kendati demikian, menurut Paulus, semuanya itu berasal dari atau dikerjakan oleh satu Allah (Bapa), satu Tuhan (Yesus Kristus) dan satu Roh (Roh Kudus).

Maksudnya, hal-hal itu semua dikerjakan oleh hanya satu Allah dengan tiga pribadiNya.

 

5. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab 2 Korintus

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13).

Masih dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, rasul Paulus memberi rumusan doa berkat dengan menyebut ketiga Pribadi Allah secara bersamaan.

Rasul Paulus menyebut tentang Allah (Allah Bapa), Tuhan Yesus Kristus (Allah Anak) dan Roh Kudus (Allah Roh).

Ayat ini menjadi rumusan doa berkat yang dipakai diberbagai ibadah gereja di segala zaman dan tempat.

Doa berkat ini bisa dibandingkan dengan doa berkat orang Israel yang terdapat dalam Bilangan 6:22-27.

Di sini Paulus, yang juga seorang Yahudi/Israel, menjabarkan Allah yang esa itu sebagai terdiri dari tiga Pribadi.

(sebagian orang melihat bahwa penyebutan nama Tuhan sebanyak tiga kali mengacu pada tiga Pribadi Allah!)

Hal ini tidak berarti bertentangan, hanya saja Allah yang “seolah-olah” satu Pribadi (padahal tidak) di Perjanjian Lama Paulus terangkan dengan ketiga PribadiNya.

Menarik, bahwa di sini, berbeda dengan di ayat-ayat lainnya di Alkitab Perjanjian Baru, nama Tuhan Yesus lebih dahulu disebut dari nama Allah Bapa.

Hal ini tampaknya punya makna bahwa ketiga Pribadi ke-Allahan tersebut adalah setara dan sejajar, tidak ada yang lebih tinggi dan yang lebih rendah (inilah pandangan umum yang dianut oleh sebagian besar denominasi gereja Kristen).

16 komentar untuk “10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal”

  1. Shalom,
    Menurut sy, doktrin yg mengatakan Yesus 100% manusia dan 100% Allah tidak relevan.

    Menurut sy, Yesus adalah Firman Allah dan bukan Allah, krn firman Allah memiliki sifat Ilahi spt Allah dlm koridor apa yg Allah perintahkan.

    Firman Allah memiliki otoritas tertinggi namun tunduk pd Allah dan apa yg Allah kehendaki. Firman Allah dpt bekerja sendiri sesuai dgn kehendak Allah tanpa diikuti oleh Allah, walaupun kita juga tahu bhw Allah itu maha hadir, namun Allah juga tdk selalu mengikuti ke mana firman-Nya diperintahkan (Yes 55:11, Ibr 4:12 ).

    Demikianlah sedikit tanggapan sy, semoga dpt berguna. Sy menunggu responnya. Terima kasih. Salam dalam Kristus.

    1. Shalom pak Titus Sudiono. Istilah bahwa Yesus 100 persen Allah dan 100 persen manusia adalah kesimpulan logis dari data-data Alkitab.

      Jika Yesus bukan Allah maka Dia tidak layak menebus dosa manusia. Dan jika Dia bukan manusia maka Dia tidak bisa mati.

      Yesus bukan hanya firman Allah tapi Dia juga adalah Allah, yakni Allah Anak, yang sudah ada sejak kekekalan bersama Allah Bapa (Yohanes 1:1).

      Yesus datang ke dunia dengan mengosongkan diriNya, walau sebenarnya Dia setara dengan Allah Bapa (Filipi 2:5-8), sehingga seolah lebih rendah dari Bapa, tetapi pada hakekatnya tidak.

      Demikian penjelasan kami, terima kasih. Gbu.

    1. Ayat itu menjelaskan dua pribadi Allah, Bapa dan Anak. Ayat itu juga bisa membuktikan kejamakan pribadi Allah, tapi bukan ketritunggalanNya, sebab tidak menyebut Roh Kudus.

      Ayat itu tidak membuktikan imperioritas Anak (Yesus) terhadap Bapa. Ini adalah dalam konteks inkarnasi Anak di bumi, yang jelas telah “mengosongkan diriNya” walau pada hakekatnya Ia setara dengan Bapa (Filipi 2:5-8).

      Artinya, dengan kesadaran penuh Sang Anak membatasi diriNya akan otoritas yang dimilikiNya.

  2. Untuk menjawab komentar teman-teman semua, sebenarnya agama dan iman itu tidak bisa dikaitkan dengan logika. Kisten itu harus hidup berdasarkan Alkitab, itu adalah dasar hidup orang kristen.

  3. Kalau yang saya tahu tentang Konsep Trinitas, 1 Tuhan dengan 3 peranan, bukan 1 Tuhan dengan 3 Pribadi. Karena kalau sudah 3 Pribadi artinya 3 Oknum.

    Jadi lebih tepat 3 peranan sesuai dengan peranan Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus. Terima Kasih.

    1. Menurut penjelasan Alkitab, Tuhan itu tiga pribadi atau tiga oknum, bukan tiga peranan.

      Jika tiga peranan berarti hanya satu pribadi/oknum, padahal bukti-bukti Alkitab menunjukkan kejamakan pribadi Tuhan.

      Jika Tuhan hanya satu pribadi, bagaimana Anda, misalnya, menjelaskan tentang peristiwa pembaptisan Yesus, di mana Roh Kudus hadir dalam bentuk merpati dan suara Allah Bapa terdengar dari surga?

      Dan bagaimana menjelaskan Yesus yang berdoa kepada Allah Bapa? Apakah Tuhan berdoa kepada diriNya sendiri?

      Namun demikian, kami menghormati pandangan Anda, juga pandangan banyak orang Kristen lainnya yang sama dengan Anda. Terima kasih, Gbu.

  4. Kenapa ketika disalib Yesus bilang, Ya Allah kenapa Kau tinggalkan aku? (Matius 27:46). Padahal Yesus dan Allah satu.

    Dan Yesus sudah rela disalib untuk menebus dosa. Tetapi Yesus seperti ingin ditolong Allah ketika disalib.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!