10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal

 

6. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab Galatia

“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ya Abba, ya Bapa!” (Galatia 4:6).

Dalam kitab Galatia yang ditulis oleh rasul Paulus, terdapat juga ayat Alkitab yang mencatat tentang doktrin Allah tritunggal.

Dalam ayat di atas, dicatat tentang Allah Bapa, Allah Anak (“Anak-Nya”), dan Roh atau Roh Kudus.

Jelas ini adalah ayat yang mendukung ajaran Allah tritunggal.

 

7. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab Efesus

“Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, …. Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” (Efesus 1:5, 13).

Dalam kitab Efesus, rasul Paulus juga mencatat ayat-ayat yang mendukung ajaran tritunggal.

Seperti dikutip di atas, rasul Paulus menyebut tentang Allah Bapa (“Ia”), Allah Anak atau Tuhan Yesus, dan Roh Kudus.

Ketiga Oknum atau Pribadi Allah ini bekerjasama dalam menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan menjadikan mereka menjadi anak-anakNya.

 

8. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab 1 Petrus

Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.” (1 Petrus 1:1-2).

Bukan hanya rasul Paulus, rasul Petrus juga mencatat ayat-ayat Alkitab yang mendukung doktrin atau ajaran tritunggal.

Dalam ayat-ayat yang telah dikutip di atas, rasul Petrus mencatat ketiga pribadi Allah yang sama-sama terlibat dalam keselamatan manusia, yakni Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

 

9. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab Yudas

“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Yudas 1:20-21).

Ayat Alkitab selanjutnya yang mendukung doktrin atau ajaran tritunggal adalah tulisan rasul Yudas, yakni saudara Tuhan Yesus, bukan Yudas Iskariot.

Dalam ayat-ayat yang dikutip di atas, jelas rasul Yudas juga mencatat ketiga pribadi Allah, yakni Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus.

Rasul Yudas sepakat dengan rasul Paulus dan rasul Petrus dalam hal ketritunggalan Allah.

 

10. Ajaran Allah Tritunggal Dalam Kitab Wahyu

“Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini….” (Wahyu 1:4-5a).

Ayat Alkitab yang mendukung doktrin Allah tritunggal terdapat juga dalam kitab Wahyu, yang dicatat oleh rasul Yohanes.

Dalam ayat di atas, rasul Yohanes jelas menyebut tentang Allah, yang disebutnya sebagai “Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,” suatu sebutan yang umum kepada Allah Bapa.

Yohanes juga menyebut Roh Kudus, yang ada di hadapan tahta, dan Tuhan Yesus, yang disebutnya sebagai Saksi yang setia.

Sebutan “ketujuh roh” dalam ayat di atas bukanlah mengacu pada roh-roh lain, melainkan pada Roh Kudus. Disebutnya angka tujuh, yakni angka sempurna yang sering muncul dalam kitab Wahyu, menunjuk pada kepenuhan atau kesempurnaan, bukan pada kuantitas atau jumlah.

 

Hal ini dapat dibandingkan dengan Zakharia 4:10, yang menyebut tujuh mata Tuhan, yang menjelajah seluruh bumi.

 

Itulah 10 bukti ayat-ayat Alkitab yang mendukung Ajaran Allah Tritunggal.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

19 komentar untuk “10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal”

  1. Kenapa ketika disalib Yesus bilang, Ya Allah kenapa Kau tinggalkan aku? (Matius 27:46). Padahal Yesus dan Allah satu.

    Dan Yesus sudah rela disalib untuk menebus dosa. Tetapi Yesus seperti ingin ditolong Allah ketika disalib.

  2. Kalau yang saya tahu tentang Konsep Trinitas, 1 Tuhan dengan 3 peranan, bukan 1 Tuhan dengan 3 Pribadi. Karena kalau sudah 3 Pribadi artinya 3 Oknum.

    Jadi lebih tepat 3 peranan sesuai dengan peranan Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus. Terima Kasih.

    1. Menurut penjelasan Alkitab, Tuhan itu tiga pribadi atau tiga oknum, bukan tiga peranan.

      Jika tiga peranan berarti hanya satu pribadi/oknum, padahal bukti-bukti Alkitab menunjukkan kejamakan pribadi Tuhan.

      Jika Tuhan hanya satu pribadi, bagaimana Anda, misalnya, menjelaskan tentang peristiwa pembaptisan Yesus, di mana Roh Kudus hadir dalam bentuk merpati dan suara Allah Bapa terdengar dari surga?

      Dan bagaimana menjelaskan Yesus yang berdoa kepada Allah Bapa? Apakah Tuhan berdoa kepada diriNya sendiri?

      Namun demikian, kami menghormati pandangan Anda, juga pandangan banyak orang Kristen lainnya yang sama dengan Anda. Terima kasih, Gbu.

  3. Untuk menjawab komentar teman-teman semua, sebenarnya agama dan iman itu tidak bisa dikaitkan dengan logika. Kisten itu harus hidup berdasarkan Alkitab, itu adalah dasar hidup orang kristen.

    1. Dalam Hal Kecil. Mengatasi Demam. Kita tidak bisa hanya iman /percaya kata orang. Harus dicari solusinya pakai ilmu dan nalar logika. Baru diamalkan. Jika hasilnya benar maka semakin bertambah iman kita.

      Apalagi masalah agama. Jelas harus ilmu dulu dicari kebenarannya. Lalu diimani. Diamalkan.

      Jika ada Informasi Allah adalah Tritunggal.

      Maka kita harus bertanya.

      Apakah sifat dan syarat entitas bisa dipercayai sebagai Tuhan secara Logis?

      Lalu dicari datanya dalam Alkitab.

      Kemudian kita simpulkan.

      Bukankah Tuhan memberikan kita akal untuk berpikir secara logis?

      Jika Tuhan Maha Tahu dan Kuasa, tidak bisakah Dia menjelaskan Eksistensi dan Sifatnya, ajaran agamnua kepada kita yang dibekali akal untuk berpikir dg logika?

      Pastinya Agama Tuhan itu harus logis, Karena Dia Sumber Kebenaran. Jika agama mengajarkan ketidak logisan yang menimbulkan kebingungan, bisa jadi kita salah memahami alkitab itu sendiri.

  4. “Allah itu Esa” Esa artinya: unsur+unsur=Senyawa.

    Jadi tidak ada unsur yang satu yang berkata bahwa dia lebih utama, karena jika demikian maka unsur yabg itu tidak akan dapat disenyawakan dengan unsur yang lain.

    Kenapa? Karena semua unsur yang disenyawakan sama2 penting berdasarkan fungsi masing2 unsur.

    Maka di sinilh kita dapat mengerti makna ke-Esa-an dalam pengertian TRITUNGGAL dalam doktrin Kristen.

    1. Ya boleh juga seperti itu walau tidak persis. Karena senyawa sudah menyatu sedemikian sehingga unsur2nya tidak begitu terlihat. Sedangkan “unsur2” keAllah-an masing2 tetap eksis dan punya Pribadi yang berbeda (tiga Pribadi).

    1. Ayat itu menjelaskan dua pribadi Allah, Bapa dan Anak. Ayat itu juga bisa membuktikan kejamakan pribadi Allah, tapi bukan ketritunggalanNya, sebab tidak menyebut Roh Kudus.

      Ayat itu tidak membuktikan imperioritas Anak (Yesus) terhadap Bapa. Ini adalah dalam konteks inkarnasi Anak di bumi, yang jelas telah “mengosongkan diriNya” walau pada hakekatnya Ia setara dengan Bapa (Filipi 2:5-8).

      Artinya, dengan kesadaran penuh Sang Anak membatasi diriNya akan otoritas yang dimilikiNya.

  5. Shalom,
    Menurut sy, doktrin yg mengatakan Yesus 100% manusia dan 100% Allah tidak relevan.

    Menurut sy, Yesus adalah Firman Allah dan bukan Allah, krn firman Allah memiliki sifat Ilahi spt Allah dlm koridor apa yg Allah perintahkan.

    Firman Allah memiliki otoritas tertinggi namun tunduk pd Allah dan apa yg Allah kehendaki. Firman Allah dpt bekerja sendiri sesuai dgn kehendak Allah tanpa diikuti oleh Allah, walaupun kita juga tahu bhw Allah itu maha hadir, namun Allah juga tdk selalu mengikuti ke mana firman-Nya diperintahkan (Yes 55:11, Ibr 4:12 ).

    Demikianlah sedikit tanggapan sy, semoga dpt berguna. Sy menunggu responnya. Terima kasih. Salam dalam Kristus.

    1. Shalom pak Titus Sudiono. Istilah bahwa Yesus 100 persen Allah dan 100 persen manusia adalah kesimpulan logis dari data-data Alkitab.

      Jika Yesus bukan Allah maka Dia tidak layak menebus dosa manusia. Dan jika Dia bukan manusia maka Dia tidak bisa mati.

      Yesus bukan hanya firman Allah tapi Dia juga adalah Allah, yakni Allah Anak, yang sudah ada sejak kekekalan bersama Allah Bapa (Yohanes 1:1).

      Yesus datang ke dunia dengan mengosongkan diriNya, walau sebenarnya Dia setara dengan Allah Bapa (Filipi 2:5-8), sehingga seolah lebih rendah dari Bapa, tetapi pada hakekatnya tidak.

      Demikian penjelasan kami, terima kasih. Gbu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!