Banyak bukti bahwa Injil Barnabas adalah injil palsu.

Apakah Injil Barnabas asli atau palsu?

Tidak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Sebab dari bukti internal Injil Barnabas itu sendiri kita dengan mudah menyimpulkan bahwa Injil Barnabas tidak asli alias palsu.

Melalui pembacaan seksama dari Injil Barnabas ditemukan fakta bahwa Injil Barnabas adalah injil palsu.

Ada banyak bukti bahwa Injil Barnabas adalah injil palsu.

Baca juga: 10 Perbedaan Agama Islam Dengan Agama Kristen

Sebagai informasi, Injil Barnabas adalah salah satu Injil palsu yang terbit pada abad 16 Masehi di Eropa.

Injil Barnabas diklaim oleh banyak orang Muslim sebagai Injil asli, yang mengoreksi 4 Injil Kristen saat ini, yakni Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes.

Injil Barnabas diklaim sebagai tulisan Barnabas, salah satu rasul Tuhan Yesus yang hidup pada abad 1 Masehi.

Baca juga: 10 Perbedaan Isa Dengan Yesus

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa Injil Barnabas adalah Injil palsu yang ditulis pada abad 16 Masehi di Eropa.

Hal ini terbukti dari usia karbon naskah Injil Barnabas yang jauh lebih muda dari abad 1 Masehi.

Selain itu ada banyak kejanggalan yang terdapat dalam “Injil” tersebut, seperti kesalahan geografis dan ketidak-akuratan peristiwa.

Injil Barnabas sangat mirip dengan ajaran Al Quran, kitab suci agama Islam. Salah satunya adalah bahwa Tuhan Yesus tidak disalibkan tetapi digantikan oleh orang lain yang mirip denganNya.

Baca juga: 10 Perbedaan Agama Yahudi Dengan Agama Kristen

Karena itulah banyak orang Kristen yang menyebut Injil Barnabas sebagai Injil Islam, yang ditulis oleh seorang Muslim. Dugaannya adalah Mustafa de Arande, mualaf asal Spanyol.

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 10 bukti bahwa Injil Barnabas adalah injil palsu.

Apa sajakah 10 bukti tersebut?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya.

1. Bertentangan Dengan Perjanjian Lama

Injil Barnabas banyak yang bertentangan dengan Perjanjian Lama.

Misalnya dalam Injil Barnabas dicatat, “Kitab Musa yang sebenarnya … (itu) tertulis bahwa Ismail adalah bapa dari Mesias, dan Ishak adalah bapa dari utusan Mesias”

Jelas hal ini bertentangan dengan Perjanjian Lama bahkan di seluruh Alkitab. Karena di seluruh Alkitab nenek moyang Mesias adalah Ishak, bukan Ismail.

Tidak mungkin Barnabas yang adalah seorang rasul tidak mengetahui hal ini.

 

2. Bertentangan Dengan Fakta Sejarah

Injil Barnabas juga bertentangan dengan fakta sejarah.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Menurut Injil Barnabas, Yesus lahir ketika Pilatus menjadi gubernur Romawi.

Padahal sejarah mencatat bahwa Pilatus menjadi gubernur Romawi di Palestina antara tahun 26 dan 27 Masehi, pada saat Yesus diadili.

 

3. Banyak Terdapat Anakronisme

Dalam Injil Barnabas juga mengandung banyak anakronisme atau ketidak-sesuaian waktu terjadinya peristiwa.

Misalnya, Injil Barnabas berkata bahwa Yesus dan murid-murid-Nya merayakan masa “40 hari”.

Konteksnya dengan jelas mengacu pada periode masa Prapaskah sebelum Hari Paskah yang dirayakan oleh gereja, tetapi dari periode yang jauh lebih belakangan daripada hari-hari gereja mula-mula.

Injil Barnabas juga mengatakan bahwa Yesus dan murid-murid-Nya melakukan puasa Pra Paskah selama 40 hari ke Gunung Sinai, yang berjarak sekitar 400 km dari Yerusalem.

Padahal Masa Prapaskah baru dirayakan sejak abad keempat Masehi dan seterusnya. Karena itu tidak ada ditulis dalam kempat Injil Kristen.

Dalam Injil Barnabas juga dikatakan bahwa kelahiran Kristus digambarkan tanpa rasa sakit. Keyakinan seperti ini tidak berlaku di Gereja sebelum Thomas Aquinas (meninggal 1278) tetapi disebutkan dalam Al Quran Sura 19:23.

Demikian juga dengan gelar “Perawan” yang diberikan kepada Maria, yang muncul dalam Injil Barnabas, belum ada sebelum Abad Keempat Masehi, sekalipun Maria disebut perawan dalam Injil Matius.

Selain itu, dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa Gunung Transfigurasi adalah Gunung Moria.

Padahal Tradisi Kristen yang menyebut bahwa Gunung Transfigurasi adalah Gunung Moria yang baru dimulai pada Abad Ketiga Masehi.

Keempat Kitab Injil tidak menyebut nama gunung Transfigurasi di mana Yesus dimuliakan.

Menurut Injil Barnabas, ada tiga orang Majus atau orang bijak yang datang dari Timur.

Sebenarnya Perjanjian Baru tidak menyebutkan jumlahnya, tetapi memberikan daftar tiga pemberian yang dibawa oleh orang Majus, yaitu emas, mur, dan kemenyan.

Hal ini kemudian memunculkan anggapan bahwa ada tiga orang bijak dari Timur. Tetapi kepercayaan ini jelas tidak berasal dari Injil Kristen tetapi dari tradisi.

 

4. Banyak Terdapat Kesalahan Geografis

Dalam Injil Barnabas ditemukan banyak kesalahan geografis.

Misalnya, dalam Injil Barnabas dikatakan bahwa Nazaret terletak di tepi Danau Galilea.

Padahal faktanya Nazaret adalah kota yang berkilo-kilo meter jauhnya dari Danau dan dikelilingi oleh pegunungan.

Dalam Injil Barnabas juga disebutkan bahwa Yesus “naik” ke Kapernaum, padahal faktanya Kapernaum terletak tepat di tepi Danau.

Bukan hanya itu. Injil Barnabas juga secara salah menyebut bahwa Yesus naik kapal (dari Nazaret?) dan selanjutnya kita membaca bahwa Dia tiba di Yerusalem.

Padahal faktanya Yerusalem tidak terletak di tepi pantai sehingga orang tidak mungkin naik kapal ke kota tersebut.

 

5. Terdapat Kontradiksi

Dalam Injil Barnabas terdapat kontradiksi.

Injil Barnabas menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi dalam bagian Pendahuluannya, Injil Barnabas  menyebut Yesus sebagai Kristus.

Sebenarnya Mesias dan Kristus punya arti yang sama, yakni yang diurapi.

Mesias adalah bahasa Ibrani (Masyiakh), sedangkan Kristus bahasa Yunani (Christos).

 

Tinggalkan Balasan