10 Cara Hidup Yesus Yang Patut Diteladani

Artikel ini membahas tentang 10 cara hidup Yesus yang patut diteladani.

Yesus Kristus adalah manusia paling agung yang pernah hidup di bumi.

Dan cara hidupNya telah menginspirasi banyak orang di sepanjang sejarah, khususnya orang-orang percaya atau para pengikutNya.

Bagi orang Kristen, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Dialah pusat iman Kristen.

Karena itu sudah selayaknya orang percaya meneladani cara hidup Tuhan Yesus selama Ia ada di bumi.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Yesus Menurut Alkitab

Dalam kapasitasNya sebagai manusia, hidup di antara manusia, Tuhan Yesus memiliki cara hidup tertentu yang patut untuk diselidiki dan diteladani/dicontoh oleh kita umatNya.

Kita dapat melihat cara hidup Tuhan Yesus tersebut di dalam Alkitab, khususnya di kitab-kitab Injil, yakni Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes.

Baca juga: 10 Perumpamaan Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

Cara hidup Yesus ini menyangkut kebiasaanNya, sifatNya, sikapNya, prinsip hidupNya, atau ciri-ciri hidupNya.

Dan cara hidup Yesus tersebut sangat perlu untuk kita pelajari sehingga kita dapat meneladaninya dalam kehidupan kita.

Baca juga: 10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan menyajikan 10 cara hidup Yesus yang patut untuk diteladani.

Apa saja kesepuluh cara hidup Yesus yang patut diteladani tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Hidup Sederhana

Cara hidup Yesus yang patut diteladani yang pertama adalah hidup sederhana.

Jika membaca kisah hidup Tuhan Yesus di kitab-kitab Injil, maka kita akan menemukan fakta bahwa Ia adalah orang yang sangat sederhana/bersahaja.

Kesederhanaan Tuhan Yesus sudah terlihat sejak Ia datang ke dunia sebagai manusia.

Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia, Ia lahir di kota kecil Betlehem, di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Tuhan Yesus juga lahir di kandang hewan dan dibaringkan di dalam palungan, atau di tempat makan ternak (Lukas 2:1-7).

Tuhan Yesus sendiri mengakui bahwa Dia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya (Matius 8:20).

Hal ini berarti bahwa Ia tidak mempunyai tempat yang tetap. Ia tidak mempunyai rumah yang mewah dan nyaman untuk ditinggali.

Ia hidup mengembara, berkeliling dari desa ke desa, dari kota ke kota untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah (Matius 9:35; Markus 1:38-39; Kisah Para Rasul 10:37-39).

Kesederhanaan Tuhan Yesus juga tampak dari keuangan mereka yang harus ditopang oleh murid-muridNya perempuan yang memang cukup kaya (Lukas 8:1-3).

Tuhan Yesus dan murid-muridNya tidak mempunyai sumber dana sendiri yang mencukupi untuk perjalanan pelayanan mereka.

Lagipula, sebagian besar dari murid-muridNya adalah orang-orang yang  sederhana, seperti para nelayan.

Dan selama pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus lebih banyak melayani orang-orang sederhana, miskin, dan terpinggirkan, seperti para janda, wanita sundal, dan pemungut cukai.

 

2. Rendah Hati

Cara hidup Yesus yang patut diteladani yang kedua adalah rendah hati.

Fakta bahwa Yesus, yang adalah Tuhan, rela datang ke dunia untuk melayani dan menderita, adalah bukti nyata kerendahan hatiNya.

Tuhan Yesus meninggalkan istanaNya yang paling mewah di surga dan datang ke bumi untuk melayani dan mengorbankan diriNya bagi umatNya.

Padahal Yesus adalah Tuhan, yang telah ada sejak kekekalan bersama Bapa (Yohanes 1:1,14).

Dia adalah Anak Allah, yang pada hakekatnya setara dengan Allah Bapa, namun Ia rela mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang manusia/hamba agar bisa mati bagi dosa-dosa dunia (Filipi 2:5-8).

Kerendahan hati Tuhan Yesus lebih nyata lagi tatkala Ia melayani murid-muridNya serta membasuh kaki mereka, yang dilakukanNya sebagai teladan bagi umatNya (Lukas 22:27; Yohanes 13:4-5)

Kerendahan hati Tuhan Yesus juga tampak dari perkataanNya sendiri.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29).

Hanya Tuhan Yesus yang bisa mengatakan seperti itu tanpa menjadi sombong, karena memang Ia rendah hati dan Ia tidak mungkin berbohong.

Jika ada manusia yang mengaku bahwa ia rendah hati, justru itulah kesombongannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!