10 Cara Untuk Sukses Menurut Alkitab

success-pic

Artikel ini membahas tentang 10 cara untuk sukses menurut Alkitab.

Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang sukses atau berhasil di dalam hidupnya. Dan itu adalah hal yang wajar, tak terkecuali bagi setiap orang percaya. Sukses bukanlah hal yang salah. Tuhan tidak pernah melarang kita untuk sukses. Tuhan malah ingin agar kita menjadi orang yang sukses dalam hidup ini, bukan saja dalam hal materi, tetapi dalam segala aspek kehidupan.

Baca juga: 7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

Bahkan Tuhan tidak hanya ingin agar kita menjadi manusia yang sukses, Ia juga telah memberikan cara atau jalan bagi kita untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan tersebut.

Dalam Alkitab, khususnya kitab Amsal, banyak dibahas tentang kesuksesan hidup, serta cara-cara untuk memperolehnya. Berikut ini akan diberikan 10 cara untuk sukses menurut Alkitab, khususnya diambil dari kitab Amsal.

 

1. Meyakini Bahwa Berkat Itu Asalnya Dari Tuhan

Cara untuk sukses menurut Alkitab yang pertama adalah dengan meyakini terlebih dahulu bahwa berkat itu sesungguhnya asalnya dari Tuhan.

Di dalam Amsal 10:22 dikatakan,

“Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”

Apa arti ayat ini? Hal ini tidak berarti bahwa kita hanya percaya kepada Tuhan saja tanpa kita berusaha. Tetapi maksudnya adalah, tanpa perkenanan Tuhan maka segala jerih payah kita untuk meraih kesuksesan adalah sia-sia.

Jadi bagi orang percaya, hal pertama yang dibutuhkan dalam meraih kesuksesan adalah campur tangan Tuhan, bukan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kemampuan manusiawi kita.

Kita harus tahu bahwa segala sesuatu asalnya dari Tuhan. Dialah yang memberi kita kesehatan, kekuatan, kemampuan, dan hikmat dalam mengerjakan setiap pekerjaan dan usaha kita sehingga pekerjaan dan usaha tersebut berhasil.

Di sisi lain, kita hanyalah manusia yang terbatas. Tetapi jika kita selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek hidup kita, maka kita akan dapat mencapai keberhasilan hidup.

 

2. Takut Akan Tuhan

Takut akan Tuhan artinya adalah membenci kejahatan atau dosa (Amsal 8:13). Jika hal ini kita lakukan maka Tuhan akan mengganjar kita dengan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan, yakni kesuksesan yang seutuhnya.

Dalam Amsal 22:4 disebutkan,

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”

Sikap takut akan Tuhan adalah hal lain yang perlu kita miliki jika kita ingin mencapai kesuksesan hidup. Kita tidak cukup hanya sekadar melibatkan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kita juga harus mempunyai sikap hidup yang mengasihi Tuhan serta membenci dosa.

Tuhan itu tidak senang dengan dosa, karena itu Dia tidak akan memberkati usaha orang-orang yang masih hidup di dalam dosa.

 

3. Mempersembahkan Harta Kita Kepada Tuhan

Cara untuk sukses menurut Alkitab yang kedua adalah mempersembahkan harta kita kepada Tuhan.

Jika kita mempersembahkan harta kita kepada Tuhan, maka kita akan diberkatiNya secara berlimpah-limpah. Amsal 3:9-10 berkata,

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Banyak orang yang berpikir bahwa memberi persembahan kepada Tuhan hanya dapat kita lakukan setelah kita menjadi kaya atau berhasil. Tetapi justru sebaliknya, kita harus melakukannya terlebih dahulu; maka Tuhan akan memberkati hidup kita. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak butuh harta kita, karena Ia tidak kekurangan suatu apa pun.

Ia hanya ingin menguji hati kita, sejauh mana kita mengasihi Dia dan terpaut pada harta kita. Jadi tujuan kita memberi persembahan kepadaNya adalah demi kebaikan kita sendiri, yakni agar kita diberkatiNya dan segala usaha kita dibuatNya berhasil.

 

4. Mempunyai Perencanaan

Di dalam Amsal 24:6 dikatakan,

“Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

Ini menggambarkan pentingnya perencanaan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Hidup tanpa rencana yang jelas tidak akan mungkin bisa menghasilkan kesuksesan.
Kita tidak boleh punya prinsip, “Mengalir sajalah, nanti Tuhan akan tolong.” Dalam kasus tertentu memang kita boleh saja berkata demikian; tetapi dalam keseluruhan aspek hidup kita, kita tidak sepatutnya mempunyai prinsip seperti itu, jika kita ingin maju dan sukses.

Membuat perencanaan bukanlah sikap mengabaikan Tuhan. Di Alkitab tidak pernah dipertentangkan antara perencanaan dengan iman. Orang beriman harus punya rencana tentang masa depannya. Dan jika perencanaan sudah dibuat dengan jelas, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang, maka kita akan lebih mudah untuk meraih keberhasilan.

Misalnya, apa yang akan kita lakukan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan seterusnya. Tetapi tentu saja semua rencana tersebut harus kita serahkan kepada Tuhan sehingga bisa terwujud (Amsal 16:3).

 

5. Rajin Dan Kerja Keras

Tuhan ingin agar setiap kita rajin dan bekerja keras. Dengan kerajinan maka kita bisa mendapatkan kesuksesan dalam hidup ini. Inilah syarat penting lainnya untuk bisa sukses.

Di dalam Amsal 10:4 dikatakan,

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

Siapa saja yang rajin pasti akan berhasil. Bahkan orang yang tidak berbakat sekalipun akan berhasil, sejauh ia bekerja dengan rajin. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang tidak rajin walaupun ia berbakat maka ia juga tidak akan mungkin mencapai keberhasilan dalam hidupnya.

Tidak semua manusia itu cerdas, berbakat, atau dari keluarga yang kaya. Namun setiap orang bisa menjadi orang yang sukses, asalkan ia rajin bekerja. Sebaliknya, jika seseorang malas bekerja, maka ia tidak akan mungkin mencapai kesuksesan (Amsal 13:4).

 

6. Bertekun

Ketekunan sangat dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Di dalam Amsal 13:11 dikatakan,

“Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”

Dalam ayat ini disebutkan istilah “sedikit demi sedikit”. Artinya ada proses waktu yang harus dilalui, yang tentu saja membutuhkan kerja keras dan kesabaran. Mungkin kita sudah sering mendengar kata-kata Thomas Alva Edison, “Kesuksesan adalah 1 % bakat dan 99 % ketekunan.” Dan itu adalah benar!

Biasanya ketekunan berhubungan dengan sikap dan waktu. Jika seseorang bekerja dengan rajin, tetapi tidak sabar dalam menunggu keberhasilan, atau ketika menghadapi suatu masalah ia berhenti, maka ia tidak akan berhasil. Kerajinan dalam waktu yang singkat, tanpa berkesinambungan, akan membuat kita gagal mencapai keberhasilan.

Kerajinan adalah sesuatu yang dibutuhkan, tetapi ketekunan juga adalah sesuatu yang perlu untuk mencapai keberhasilan. Tidak ada kesuksesan tanpa ketekunan.

 

7. Mempergunakan Cara-Cara Yang Benar

Ada banyak cara untuk meraih kesuksesan, termasuk cara-cara yang tidak benar dan dibenci Tuhan. Tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kesuksesan. Namun bagi kita orang percaya, meraih kesuksesan haruslah dengan cara-cara yang benar, yang sesuai dengan firman Tuhan.

Di dalam Amsal 28:19 disebutkan,

“Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.”

“Barang yang sia-sia” dalam ayat di atas adalah cara-cara yang tidak benar dalam meraih kesuksesan.

Di dalam kitab Amsal disebutkan beberapa cara yang tidak benar dalam mencari keuntungan atau kesuksesan, antara lain: dengan tipuan (Amsal 20:17), lidah dusta (Amsal 21:6), dan menindas orang yang lemah (Amsal 22:16).

Kita hanya akan mendapatkan “kemiskinan” jika kita memakai cara-cara yang tidak benar dalam meraih kesuksesan. Bagi kita orang percaya, kesuksesan yang sejati hanya bisa diraih dengan cara-cara yang benar dan alkitabiah.

 

8. Tidak Hidup Boros

Orang yang hidup boros akan gagal dan berkekurangan. Amsal 21:17 berkata,

“Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.”

Ini berbicara tentang pola hidup berhemat dan mengelola keuangan secara benar. Ada banyak kisah tentang orang-orang yang sudah mulai berhasil, bahkan mendapat banyak harta warisan dari orang tua, tetapi akhirnya jatuh miskin karena tidak bisa mengelola keuangannya dengan benar.

Di Alkitab tentu kita masih ingat perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak yang hilang, yang memboroskan harta kekayaan yang dia dapatkan sebagai warisan dari orang tuanya (Lukas 15:11-32).

Jadi ketika kita sudah mulai sukses, kita harus mengelola harta kita secara benar. Terlebih lagi jika kita belum sukses, kita harus pintar-pintar mengelola harta kita, seberapa kecil pun itu. Jika tidak, maka kesuksesan tidak akan pernah kita capai.

 

9. Dapat Dipercaya

Di dalam Amsal 28:20 disebutkan,

“Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”

Jika seseorang dapat dipercaya oleh orang lain, maka ia akan mendapat banyak keuntungan dan manfaat, ia akan mendapat penghasilan yang lebih tinggi. Dengan demikian terbukalah jalan baginya untuk meraih kesuksesan.

Misalnya, seorang karyawan perusahaan yang dapat dipercaya akan dipromosikan oleh atasannya ke jenjang jabatan yang lebih tinggi dan, tentu saja, dengan gaji yang lebih besar. Demikian juga seseorang yang berbisnis, ia akan dijadikan partner bisnis bagi banyak orang atau akan mempunyai banyak pelanggan, sehingga akan menambah penghasilannya.

Dan hal sebaliknya juga akan terjadi jika kita tidak bisa dipercaya oleh orang lain. Bagi karyawan perusahaan mungkin kariernya akan “mentok”, atau untuk kasus yang lebih parah, ia akan dipecat. Bagi seorang usahawan atau bisnisman, ia akan dijauhi oleh partner bisnis dan para pelanggan.

Sifat “dapat dipercaya” ini terutama berkaitan dengan dua hal, yakni: kompetensi (kemampuan) dan integritas (kejujuran). Jika kita punya kemampuan dan kejujuran, maka pintu sukses terbuka lebar bagi kita.

 

10. Menolong Sesama

Berbagi dengan orang lain adalah salah satu cara untuk beroleh kesuksesan. Di dalam Amsal 11:24 dikatakan,

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”

Yang dimaksud dengan “menyebar harta” dalam ayat di atas bukanlah dalam arti negatif (boros), melainkan berbagi dengan orang lain. Demikian juga dengan “menghemat secara luar biasa”, bukanlah dalam pengertian positif (hemat), tapi dalam pengertian pelit, dan tidak mau berbagi dengan orang lain.

Ketika kita berbagi dengan sesama, maka kita akan mendapatkan balasannya sehingga kita tidak akan pernah berkekurangan, malahan “bertambah kaya”. Mungkin kita tidak mendapat balasannya dari orang yang kita bantu, tetapi kita pasti akan mendapatkannya dari orang lain dalam waktu dan cara tertentu.

Dalam Amsal 11:25 dikatakan bahwa orang yang suka menolong orang lain akan mendapatkan pertolongan juga. Menolong orang yang dimaksud di sini tentu tidak terbatas pada bantuan materi saja, namun dalam segala hal, seperti bantuan tenaga, pemikiran, nasihat, dan lain sebagainya.

 

Itulah 10 cara untuk sukses menurut Alkitab.

 

Perhatian:
Artikel ini aslinya adalah tulisan saya dan merupakan bagian dari artikel yang lebih lengkap dengan judul “Sukses Menurut Kitab Amsal”, yang sudah pernah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!