Categories: FAKTA ALKITAB

10 Cara Untuk Sukses Menurut Alkitab

Artikel ini membahas tentang 10 cara untuk sukses menurut Alkitab dan pandangan Kristen.

Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang sukses atau berhasil di dalam hidupnya. Dan itu adalah hal yang wajar, tak terkecuali bagi setiap orang Kristen. Sukses bukanlah hal yang salah.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Telah Sukses Di Usia Muda

Tuhan tidak pernah melarang kita untuk sukses.

Tuhan malah ingin agar kita orang Kristen menjadi orang yang sukses dalam hidup ini, bukan saja dalam hal materi, tetapi dalam segala aspek kehidupan.

Baca juga: 10 Tokoh Minoritas Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas

Bahkan Tuhan tidak hanya ingin agar kita menjadi manusia yang sukses, Ia juga telah memberikan cara atau jalan bagi kita untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan tersebut.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya

Dalam Alkitab, khususnya kitab Amsal, banyak dibahas tentang kesuksesan hidup, serta cara-cara untuk memperolehnya.

Berikut ini akan diberikan 10 cara untuk sukses menurut Alkitab atau menurut pandangan Kristen, khususnya yang diambil dari kitab Amsal.

 

1. Meyakini Bahwa Berkat Itu Asalnya Dari Tuhan

Cara untuk sukses menurut Alkitab yang pertama adalah dengan meyakini terlebih dahulu bahwa berkat itu sesungguhnya asalnya dari Tuhan.

Di dalam Amsal 10:22 dikatakan,

“Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”

Apa arti ayat ini? Hal ini tidak berarti bahwa kita hanya percaya kepada Tuhan saja tanpa kita berusaha. Tetapi maksudnya adalah, tanpa perkenanan Tuhan maka segala jerih payah kita untuk meraih kesuksesan adalah sia-sia.

Jadi bagi orang percaya, hal pertama yang dibutuhkan dalam meraih kesuksesan adalah campur tangan Tuhan, bukan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kemampuan manusiawi kita.

Kita harus tahu bahwa segala sesuatu asalnya dari Tuhan. Dialah yang memberi kita kesehatan, kekuatan, kemampuan, dan hikmat dalam mengerjakan setiap pekerjaan dan usaha kita sehingga pekerjaan dan usaha tersebut berhasil.

Di sisi lain, kita hanyalah manusia yang terbatas. Tetapi jika kita selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek hidup kita, maka kita akan dapat mencapai keberhasilan hidup.

 

2. Takut Akan Tuhan

Takut akan Tuhan artinya adalah membenci kejahatan atau dosa (Amsal 8:13). Jika hal ini kita lakukan maka Tuhan akan mengganjar kita dengan kekayaan, kehormatan, dan kehidupan, yakni kesuksesan yang seutuhnya.

Dalam Amsal 22:4 disebutkan,

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”

Sikap takut akan Tuhan adalah hal lain yang perlu kita miliki jika kita ingin mencapai kesuksesan hidup. Kita tidak cukup hanya sekadar melibatkan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kita juga harus mempunyai sikap hidup yang mengasihi Tuhan serta membenci dosa.

Tuhan itu tidak senang dengan dosa, karena itu Dia tidak akan memberkati usaha orang-orang yang masih hidup di dalam dosa.

 

3. Mempersembahkan Harta Kita Kepada Tuhan

Cara untuk sukses menurut Alkitab yang kedua adalah mempersembahkan harta kita kepada Tuhan.

Jika kita mempersembahkan harta kita kepada Tuhan, maka kita akan diberkatiNya secara berlimpah-limpah. Amsal 3:9-10 berkata,

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Banyak orang yang berpikir bahwa memberi persembahan kepada Tuhan hanya dapat kita lakukan setelah kita menjadi kaya atau berhasil. Tetapi justru sebaliknya, kita harus melakukannya terlebih dahulu; maka Tuhan akan memberkati hidup kita. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak butuh harta kita, karena Ia tidak kekurangan suatu apa pun.

Ia hanya ingin menguji hati kita, sejauh mana kita mengasihi Dia dan terpaut pada harta kita. Jadi tujuan kita memberi persembahan kepadaNya adalah demi kebaikan kita sendiri, yakni agar kita diberkatiNya dan segala usaha kita dibuatNya berhasil.

 

4. Mempunyai Perencanaan

Di dalam Amsal 24:6 dikatakan,

“Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

Ini menggambarkan pentingnya perencanaan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Hidup tanpa rencana yang jelas tidak akan mungkin bisa menghasilkan kesuksesan.
Kita tidak boleh punya prinsip, “Mengalir sajalah, nanti Tuhan akan tolong.” Dalam kasus tertentu memang kita boleh saja berkata demikian; tetapi dalam keseluruhan aspek hidup kita, kita tidak sepatutnya mempunyai prinsip seperti itu, jika kita ingin maju dan sukses.

Membuat perencanaan bukanlah sikap mengabaikan Tuhan. Di Alkitab tidak pernah dipertentangkan antara perencanaan dengan iman. Orang beriman harus punya rencana tentang masa depannya. Dan jika perencanaan sudah dibuat dengan jelas, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang, maka kita akan lebih mudah untuk meraih keberhasilan.

Misalnya, apa yang akan kita lakukan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan seterusnya. Tetapi tentu saja semua rencana tersebut harus kita serahkan kepada Tuhan sehingga bisa terwujud (Amsal 16:3).

 

5. Rajin Dan Kerja Keras

Tuhan ingin agar setiap kita rajin dan bekerja keras. Dengan kerajinan maka kita bisa mendapatkan kesuksesan dalam hidup ini. Inilah syarat penting lainnya untuk bisa sukses.

Di dalam Amsal 10:4 dikatakan,

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

Siapa saja yang rajin pasti akan berhasil. Bahkan orang yang tidak berbakat sekalipun akan berhasil, sejauh ia bekerja dengan rajin. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang tidak rajin walaupun ia berbakat maka ia juga tidak akan mungkin mencapai keberhasilan dalam hidupnya.

Tidak semua manusia itu cerdas, berbakat, atau dari keluarga yang kaya. Namun setiap orang bisa menjadi orang yang sukses, asalkan ia rajin bekerja. Sebaliknya, jika seseorang malas bekerja, maka ia tidak akan mungkin mencapai kesuksesan (Amsal 13:4).

Page: 1 2

View Comments

  • Secara umum saya menilai bagus.
    Namun sukses rohani yang dikupas di atas hanya berpatok kepada mereka yang mendapatkan berkat harta berlimpah.
    Belum dikupas tentang mereka yang tidak disertai dengan perolehan harta berlimpah.
    Mereka yang ternyata secara duniawi dalam keadaan miskin, namun memiliki kesetiaan kepada Allah yang tiada taranya berarti tidak dalam kategori sukses rohani. Apalagi para martir Tuhan, para rasul juga secara dunia tidak termasuk sukses. Bagaimana dengan hal ini?

    • Seperti dijelaskan di pendahuluan artikel, sukses itu artinya luas, bukan hanya menyangkut materi, tetapi juga dalam segala hal. Jadi di mata Tuhan, orang-orang yang miskin secara materi juga bisa disebut sukses jika dia melakukan kehendak Allah di dalam hidupnya, seperti para nabi atau rasulNya.

      Tetapi itu hal lain lagi, di luar pembahasan artikel ini. Seperti judulnya, artikel ini hanya membahas tentang keberhasilan menurut Kitab Amsal. Terima kasih, GBU.