10 Cara Yesus Mengatakan Dia Adalah Tuhan

what-is-religion-of-jesus-christ

Pernahkah Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan?

Banyak orang yang mempertanyakan keilahian Yesus. Mereka meragukan bahwa Yesus adalah Tuhan. Mereka terutama berasal dari agama lain, tetapi ada juga dari kalangan Kristen sendiri.

Yang disebut terakhir ini biasanya adalah kaum liberal atau kelompok yang tidak mengakui Ajaran Allah Tritunggal yang umumnya diterima oleh berbagai denominasi gereja Kristen.

Alasan utama kelompok-kelompok ini menolak keilahian Yesus adalah karena menurut mereka tidak ada satu pun ayat di Alkitab yang menyebutkan bahwa Yesus mengatakan Dia adalah Tuhan. Ia tidak pernah berkata, “Akulah Tuhan”, atau “Aku adalah Tuhan”, atau “Aku adalah Allah.”

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Mereka juga mengatakan bahwa klaim keilahian atau ketuhanan Yesus berasal dari para muridNya kemudian, bukan dari diriNya sendiri.

Apakah benar demikian? Pernahkah Yesus mengatakan Dia adalah Tuhan?

Ada dua hal yang perlu diperhatikan di sini. Pertama, apakah Yesus sendiri pernah mengklaim diriNya sebagai Tuhan dengan berkata, “Akulah Tuhan”, “Aku adalah Tuhan”, atau “Aku adalah Allah” ?

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Mesias

Kedua, jika tidak pernah, apakah hal itu berarti bahwa Ia bukan Tuhan?

Untuk jawaban pertanyaan pertama, jika arti mengklaim diartikan bahwa Yesus secara verbal berkata “Akulah Tuhan”, “Aku adalah Tuhan”, atau “Aku adalah Allah” , maka dapat dikatakan bahwa hal itu memang hampir tidak pernah.

Hanya satu kali Yesus pernah mengklaim seperti itu, yakni dalam Yohanes 13:13,

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”

Namun makna kata Tuhan di sini tidak dapat dipastikan, apakah dalam arti yang ilahi atau dalam arti manusia biasa, yakni tuan.

Baca juga: 7 Pengakuan Yesus Di Alkitab Bahwa Dia Adalah Mesias

Sebab dalam bahasa Yunani, kata “Tuhan” (Kurios) bisa berarti baik “Tuhan” atau yang ilahi, maupun “tuan”, yang insani.

Lalu untuk pertanyaan kedua, jawabannya adalah jelas: Tidak.

Mengapa? Karena untuk menegaskan keilahianNya, Yesus tidak harus mengatakan kata-kata, “Akulah Tuhan”, “Aku adalah Tuhan”, atau “Aku adalah Allah”.

Baca juga: 7 Bukti Alkitab Bahwa Mesias Adalah Tuhan

(Jokowi tidak harus berkata, “Aku adalah presiden” baru orang percaya bahwa ia adalah presiden, bukan?)

Dia punya cara tersendiri dalam menyatakan keilahianNya. Untuk itu kita perlu memeriksa kata-kataNya, apakah memang di situ ada pengakuan akan keilahianNya atau tidak.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab

Ada banyak kata-kata Yesus sendiri yang, jika kita cermati, sebenarnya merupakan klaimNya terhadap keilahianNya, itu adalah cara Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan.

Di sini telah dicantumkan 10 di antaranya dan akan diberikan penjelasannya secara singkat.

Berikut kesepuluh perkataanNya tersebut.

 

1. Yesus Menyatakan Bahwa Dia Punya Kuasa Untuk Mengampuni Dosa

“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:5)

Ketika menyembuhkan orang lumpuh, Yesus berkata kepadanya bahwa dosanya telah diampuni.

Para ahli Taurat yang mendengar perkataan Yesus tersebut sangat terkejut. Sebab mereka tahu bahwa tidak ada orang yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri.

Dan mereka menganggap Yesus telah menghujat Allah (Markus 2:6-7).

Tetapi Yesus kembali menegaskan kepada mereka bahwa “di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” (Markus 2:10a).

Jadi jelas, melalui tindakanNya dalam mengampuni dosa manusia serta melalui perkataanNya sendiri yang menegaskan bahwa Ia punya kuasa dalam mengampuni dosa, Yesus secara tidak langsung mengklaim bahwa diriNya adalah Tuhan atau Allah yang sejajar dengan Allah Bapa.

Sebab, siapakah yang berkuasa mengampuni dosa manusia selain Allah?

 

2. Yesus Mengakui DiriNya Sebagai Anak Allah

“Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak. Jawab Yesus: Engkau telah mengatakannya….” (Matius 26:63b-64a).

Ketika Yesus diadili oleh para pemimpin Yahudi, sesaat setelah Ia ditangkap, Ia tidak banyak berbicara, Ia lebih banyak diam. Karena Ia tahu bahwa tidak ada gunanya Ia berbicara kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya dan hanya membenciNya.

Namun ketika Ia ditanya oleh Imam Besar perihal keilahianNya, maka Ia pun menjawabnya.

Dalam menjawab pertanyaan Imam Besar Yahudi, Yesus mengakui bahwa diriNya adalah Anak Allah.

Istilah Anak Allah dipahami sebagai hubungan yang unik dengan Allah. Dalam pemahaman orang Yahudi, mengakui diri sebagai Anak Allah berarti menyamakan diri dengan Allah, yang berarti menghujat Allah, dan akibatnya adalah hukuman mati.

Itulah sebabnya para pemimpin Yahudi menganggap Yesus telah menghujat Allah dan layak dihukum mati (Matius 26:65-66).

Jadi dengan mengakui diriNya sebagai Anak Allah, Yesus ingin menyatakan bahwa Ia adalah Allah (Allah Anak, Oknum kedua dari Tritunggal Allah) yang datang ke dunia menjadi manusia.

Tidak ada seorang pun di antara orang Yahudi yang berani berkata bahwa ia adalah Anak Allah, sebab mereka tahu bahwa hal tersebut sama saja dengan menyamakan dirinya dengan Allah. Dan itu merupakan penghujatan kepada Allah, yang layak diganjar dengan hukuman mati.

Yesus berani mengatakan bahwa Ia adalah Anak Allah (dengan kesadaran penuh bahwa dengan berkata demikian Ia menyamakan diriNya dengan Allah Bapa). Mengapa? Karena Ia memang Anak Allah, yang sejajar dengan Allah (Bapa).

 

3. Yesus Mengatakan Bahwa Ia Berkuasa Atas Sorga Dan Bumi

“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18)

Yesus berkata bahwa otoritas atas sorga dan bumi telah diberikan Bapa kepadaNya. Hal ini dikatakanNya setelah Ia bangkit dari kematian.

Tidak ada nabi, rasul, pemimpin agama ataupun pemimpin politik yang pernah diberi oleh Bapa kuasa sebesar itu. Tidak mungkin juga ada manusia yang mampu memimpin secara adil dan benar atas sorga dan bumi.

Hanya Tuhanlah yang mampu memerintah sorga dan bumi. Karena itu Yesus pastilah Tuhan.

Dan karena Ia berkuasa atas sorga dan bumi, maka semua bangsa harus dijadikan muridNya (Matius 28:19).

Kekuasaan Yesus atas seluruh sorga dan bumi akan tergenapi secara penuh pada akhir zaman (1 Korintus 15:24-28).

18 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!