10 Cara Yesus Mengatakan Dia Adalah Tuhan

 

6. Yesus Mengatakan Pada Akhir Zaman Banyak Orang Yang Berseru KepadaNya Sebagai Tuhan

“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” (Matius 7:22).

Tuhan Yesus berkata bahwa pada akhir zaman akan banyak orang yang berseru kepadaNya dengan memanggilnya Tuhan.

Mereka mengaku telah bernubuat demi nama Yesus, mengusir setan demi namaNya, dan mengadakan banyak mujizat demi namaNya.

Namun Tuhan Yesus akan menolak mereka, bukan karena Ia bukan Tuhan seperti yang mereka panggil, tetapi karena mereka melakukan kejahatan (Matius 7:23).

Perlu diperhatikan, konteks perkataan Yesus ini adalah akhir zaman, maka tentu “Tuhan” (Kurios) yang dimaksud adalah dalam pengertian ilahi, sebab hanya Tuhanlah yang berhak menghakimi manusia pada akhir zaman (lihat poin 5 di atas).

 

7. Yesus Mengatakan Bahwa Hidup-Mati Semua Orang Tergantung Pada DiriNya

“Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya….” (Yohanes 11:25-26a).

Siapakah manusia di dunia ini, apakah ia nabi, rasul, pemimpin agama, atau pemimpin politik dan pemerintahan, yang berkuasa menentukan nasib akhir manusia? Tidak ada! Hanya Tuhan yang berkuasa menentukannya.

Dan Tuhan Yesus melakukan hal itu. Nasib akhir manusia, apakah ia kelak pergi ke sorga atau ke neraka, ditentukan oleh imannya kepada Tuhan Yesus.

Jika nasib akhir seluruh umat manusia tergantung pada pribadi Yesus, maka hal itu berarti bahwa Ia pastilah bukan manusia biasa, tetapi Dia adalah Tuhan, yang ilahi.

 

8. Yesus Menyatakan Bahwa PerkataanNya Kekal Adanya

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Markus 13:31)

Tuhan Yesus mengatakan bahwa perkataanNya kekal dan tidak akan berlalu. Tidak ada seorang manusia pun yang mempunyai perkataan yang kekal, yang tidak akan berlalu.

Di sisi lain, hanya Allah Bapa yang mengatakan bahwa perkataanNya atau firmanNya tidak akan berlalu.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” (Yesaya 40:8).

Jadi Yesus juga pasti Tuhan, seperti halnya Bapa, yang perkataanNya kekal.

 

9. Yesus Berkata Bahwa Dia Dengan Allah Adalah Satu

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)

Tuhan Yesus memiliki hubungan yang unik dengan Allah Bapa, yang tidak dimiliki oleh siapa pun di antara manusia, bahkan di antara para malaikat.

Mengatakan diriNya dan Allah Bapa adalah satu, berarti Yesus menyamakan diriNya sendiri dengan Allah Bapa. Dan hal itu telah dianggap oleh orang-orang Yahudi sebagai sebuah penghujatan.

Itulah sebabnya orang-orang Yahudi tersebut berusaha melempari Tuhan Yesus
dengan batu (Yohanes 10:31-33).

Memang, tidak ada orang Yahudi yang pernah berkata bahwa dia dengan Allah adalah satu. Karena orang tersebut dianggap menyejajarkan diriNya dengan Allah. dan itu adalah penghujatan dan pantas dihukum mati.

Tetapi Yesus mengatakan bahwa Ia dan Allah Bapa adalah satu, dan tak terpisahkan. Itu artinya bahwa Ia menganggap diriNya sendiri sebagai Tuhan atau Allah (Anak) yang sejajar dengan Allah Bapa.

 

10. Yesus Berkata Bahwa Ia Berasal Dari Sorga

“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 6:38)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” (Yohanes 8:23)

Yesus lahir ke dunia sebagai manusia, lahir dari rahim seorang wanita, yakni Maria. Namun Dia bukanlah hasil persetubuhan antara Yusuf dengan Maria, sebab Maria mengandung karena Roh Kudus. Jadi Ia bukanlah dari dunia ini, tetapi dari Sorga.

Hal ini adalah pengakuan Yesus secara tidak langsung bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia, dari sorga turun ke bumi. Sebab tidak ada manusia yang berasal dari sorga.

Di sorga, selain Tuhan, yang ada hanyalah para malaikat. Karena Yesus bukan malaikat, maka tentu Ia adalah Tuhan.

 

Itulah 10 cara Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan.

 

Dari perkataan-perkataan Yesus di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus mengakui dan mengklaim diriNya sebagai Allah atau Tuhan.

Dia memang tidak berkata secara langsung, “Akulah Tuhan/Allah”, atau “Aku adalah Tuhan/Allah”, tetapi dari pernyataan-pernyataanNya yang disebut di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Ia bermaksud mengatakan demikian.

Mengapa Yesus tidak berbicara secara terang-terangan, “Akulah Tuhan/Allah”, atau “Aku adalah Tuhan/Allah”? Tentu karena Ia datang ke dunia bukan untuk mendeklarasikan diri sebagai Tuhan, tetapi dengan berinkarnasi, mengambil rupa seorang hamba, lalu menderita dan mati untuk menebus manusia dari dosa (Markus 10:45).

 

Perhatian:
Artikel ini merupakan bagian dari artikel yang lebih lengkap dengan judul “Apakah Yesus Pernah Menyebut Bahwa Ia Adalah Tuhan Yang Harus Disembah?”, aslinya adalah tulisan saya dan sudah pernah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

23 komentar untuk “10 Cara Yesus Mengatakan Dia Adalah Tuhan”

  1. Melalui Tuhan Yesus, aku mengenal Allah, dan melalui pengajaran Tuhan Yesus aku mengetahui kehendak Allah, melalui Tuhan Yesus aku merasakan kasih dan kedamaian, berkat dan kuasaNya.
    Melalui Tuhan Yesus aku menerima keselamatan juga😇😇, GBU.
    Tidak ada seorang pun yang datang kepada Allah tanpa melalui Tuhan Yesus.

  2. Salah Kaprah Dalam Pertanyaan “Apakah Yesus Pernah Mengatakan Ia Adalah Tuhan?”

    Dalam perdebatan mengenai ketuhanan Yesus Kristus, umat Muslim kerap mengajukan tantangan berikut: Apakah Yesus pernah berkata, “Akulah Tuhan, sembahlah Aku!”?. Mereka meminta bukti ayat dalam Alkitab yang menunjukan bahwa Yesus pernah mengatakan hal tersebut, tentunya dengan maksud untuk menyerang keyakinan iman Kristen yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang harus disembah. Jika tidak ada ayatnya, maka tidak ada asalan untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

    Tanpa bermaksud mengulang begitu banyaknya jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh umat Kristen terhadap tantangan tersebut, dalam ulasan singkat ini saya ingin menekankan bahwa kelemahan paling mendasar dari tantangan tersebut adalah asumsi pemikirannya yang sepenuhnya keliru. Akibatnya, pertanyaan yang diajukan juga menjadi salah kaprah.
    Asumsi dibalik pertanyaan tersebut adalah bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk menyatakan diriNya sebagai Tuhan. Jika tujuannya adalah itu, maka konsekuensi logisnya Yesus akan terang-terangan mendeklarasikan diriNya sebagai Tuhan dan semua orang harus menyembah Dia.

    Padahal, Alkitab secara jelas menyatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia bukanlah untuk menyatakan diriNya sebagai Tuhan, meskipun Ia memang adalah Tuhan. Namun Ia datang 2000 tahun lalu untuk mengemban misi khusus sebagai Juru Selamat. Oleh karena itu, Ia tidak berkepentingan dan tidak pernah berikhtiar untuk menyatakan KetuhananNya, karena memang itu bukan tujuan Ia datang. Bahkan dalam banyak kesempatan Ia memerintahkan iblis untuk tidak mengatakan jati diriNya, sebab iblis tahu pasti bahwa Yesus adalah Tuhan.

    Meski demikian, Ia juga tidak pernah menyangkal jika ada orang yang percaya bahwa Ia adalah Tuhan, Mesias, dan Anak Daud. Ia juga berkali-kali menyatakan KetuhananNya melalui berbagai cara: bahwa Ia ada sebelum Abraham, bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa, bahwa Ia berubah wujud dan berbicara dengan Elia dan Musa, dsb. Bahkan saat Ia dihadapan Mahkamah Agama setelah Ia ditangkap, Ia menyatakan dengan terus-terang penggenapan nubuat Nabi Daniel mengenai “Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit”.

    Jadi singkatnya, karena Ia tengah menjalankan misi sebagai Juru Selamat, yakni sebagai Anak Domba untuk menebus dosa manusia, maka Ia tidak merasa perlu menyatakan KetuhananNya saat itu, meskipun Ia juga tidak pernah menyangkalNya. Barulah setelah kebangkitanNya Ia secara terbuka mulai menyatakan KetuhananNya. Ketika Ia akan naik ke Sorga, kepada beberapa murid yang masih ragu-ragu untuk menyembahNya, Ia berkata bahwa kepadaNya telah diberikan kuasa di bumi dan di Sorga, dan Ia memerintahkan untuk membaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus (Tuhan Tritunggal). Di kitab Wahyu, Ia secara jelas menyatakan diriNya sebagai Alfa dan Omega, Firman Tuhan, Yang Maha Kuasa, Yang Hidup (telah mati namun hidup sampai selama-lamanya), yang memegang segala kunci maut dan kerajaan maut, dst.

    Kelak ketika Ia datang kembali ke dunia ini barulah Ia akan secara terus-terang menyatakan KetuhananNya, karena memang tujuan Ia datang untuk kali kedua adalah untuk menjadi Raja atas semua ciptaanNya. Pada saat itulah setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku –dan bukan mempertanyakan—bahwa Yesus adalah Tuhan.

  3. Kalau kita mau mempelajari Alkitab dengan teliti ada banyak sekali pernyataan Yesus. Contoh ketika Yesus berkata “Akulah Gembala yang baik” (Yohanes 10:11) dan barang siapa percaya padaNya akan keluar masuk dan mendapati padang rumput dengan selamat (Yohanes 10:9). Selama 900 tahun orang2 Yahudi menghafal Mazmur Daud pasal 23, baik di sinagoge hingga di meja makan bahwa hanya YHVH-lah gembala yang baik yang akan membawa umatNya ke padang rumput yang hijau. Tidak heran ketika orang2 Yahudi mendengar perkataan Yesus ini mereka marah.

    Pernyataan lainnya Yesus sumber Air hidup. Dalam kitab Yerima pasal 17 kita temukan ayat yang menyatakan bahwa YHVH-lah sumber air hidup.
    Pernyataannya tentang kemahahadirannya “Di mana dua orang berkumpul dalam namaKu di situ aku ada” juga jelas bahwa Yesus bukan manusia biasa.

  4. Aku beriman kepada Allah Bapa yang di surga, kepada Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, tidak akan ragu dan luntur imanku karena Roh Kudus menemaniku sampai aku mati.

  5. Yesus adalah Tuhan dengan 10 keterangan tadi ada tertulis di Alkitab. Masalah ayat Alkitab bahwa Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dia Tuhan, tapi dengan orang buta, orang mati, dan yang lainnya semua sembuh itu tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah. Bukankah itu keilahian Tuhan Yesus berarti Yesus adalah Tuhan juga, anak Allah juga.
    Masalah dia lahir dari Perawan anak manusia (Maria) itu perendahan diri ilahi karena manusia tidak menyadari akan keTuhanan. Yang namanya Tuhan itu sesukaNya apa Yang mau dilakukan, jadi kita tidak bisa mengukur keesaanNya.
    Sebelum ada nabi Dia sudah ada, itu tertulis di Perjanjian Lama tentang Mesias.
    Apakah Kita tidak mengerti untuk menjawab pertanyaan orang-orang yang belum percaya?
    Tuhan Yesus memberkati saya dan saudara semuanya. Amin.

      1. Siapa bilang Yesus tidak ada di Alkitab menyatakan dan memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan, baca saja di Injil Yohanes Pasal 13:13, yang berbunyi :
        “Kamu menyebut aku guru dan Tuhan dan katamu itu tepat, sebab akulah Guru dan Tuhan”.

  6. Yesus pernah berkata: Yang disuruh tidak lebih tinggi dari pada yang menyuruh? Dan ada tertulis di Alkitab, Yesus tidak tahu kapan akhir jaman.

    1. Kedua pernyataan Yesus itu tidak bisa dipakai untuk menyangkal keilahianNya sehingga tidak bertentangan dengan klaim-klaim keilahianNya dalam artikel di atas. Karena pernyataan-pernyataan tersebut adalah dalam konteks kehadiranNya di bumi sebagai manusia.

      Yesus adalah Allah (Anak) yang kedudukanNya setara dengan Allah Bapa, tetapi ketika datang ke dunia Ia “mengosongkan” diriNya (Filipi 2:5-8).

      Artinya Ia membatasi diriNya sedemikian rupa dan tunduk sepenuhnya kepada Allah Bapa.

      Dalam konteks itulah Ia menyebut Allah yang mengutusNya ke bumi lebih besar daripada Dia.

      Demikian juga ketika Dia berkata “tidak tahu” akhir zaman, bukan dalam pengertian harfiah, tidak tahu secara intelektual, melainkan dalam arti bahwa Ia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada BapaNya.

  7. Jika Yesus terlahir di dunia tanpa Ayah dan Dia di definisikan sebagai Tuhan, lalu Adam yg hidup di dunia tanpa adanya Ayah dan Ibu di definisikan sebagai apa? Dan Hawa yg terlahir di dunia tanpa adanya seorang wanita (Ibu) di kala itu ada Adam saja di dunia, lalu di definisikan sebagai apa pula?

    1. Halo Danur, Yesus disebut sebagai Tuhan bukan karena Dia lahir tanpa ayah, tetapi karena Dia memang adalah Tuhan sejak mulanya, yang kemudian datang ke dunia sebagai manusia (Yohanes 1:1-3,14). Yesus bukanlah manusia yang menjadi Tuhan, tetapi sebaliknya, Tuhan yang menjadi manusia. Yesus sendiri mengakui diriNya sebagai Tuhan, seperti yang dicatat di artikel di atas. Untuk ayat-ayat lainnya di Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, silakan baca, 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan.
      Terima kasih, GBU.

  8. Dalam Bible bukan hanya Yesus yg dikatakan sebagai anak Allah. Berikut beberapa:

    Israel ialah anakKu, anakKu yang sulung (KELUARAN 4:22)

    Efraim adalah anak sulungKu (YEREMIA 31:9)

    Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. (AYUB 1:6)

    Pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai. (AYUB 38:7)

    Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir kupanggil anakKu itu (HOSEA 11:1)

    1. Benar, di Alkitab bukan hanya Yesus yang disebut sebagai anak Allah, manusia biasa juga disebut anak-anak Allah. Orang Israel sebagai umat pilihan Allah sering disebut anak-anak Allah, seperti yang telah Anda kutip ayatnya. Demikian juga orang-orang Kristen disebut anak-anak Allah (Yohanes 1:12).

      Namun Yesus sebagai Anak Allah berbeda, unik,karena itulah Dia disebut Anak Tunggal Allah (Yohanes 1:18; 3:16), artinya Anak Allah yang satu-satunya, yang berbeda dengan manusia pada umumnya.

      Semua manusia yang disebut anak-anak Allah adalah karena adopsi/pengangkatan (Yohanes 1:12), sementara Yesus Anak Allah sejak kekekalan (Yohanes 1:1-3, 14, 18).

      Yesus tidak pernah berkata kepada murid-muridNya, “Allah kita”, tetapi “AllahKu” atau “Allahmu”. Ini menunjukkan bahwa Yesus berbeda dari manusia sekalipun sama-sama disebut sebagai anak Allah.

      Sebagai contoh, Yohanes 20:17.

      Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

      Dalam pengertian anak tunggal Allah inilah orang Yahudi menganggap seseorang menghujat Allah, karena menyamakan diri dengan Allah, sehingga patut dihukum mati, seperti yang mereka lakukan kepada Yesus. (silakan baca kembali poin 2 artikel di atas).

      Terima kasih, GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!