6. Dosa Orang Israel Yang Tidak Mau Masuk Ke Tanah Perjanjian

Dosa terbesar menurut Alkitab yang keenam adalah dosa sebagian besar bangsa Israel yang tidak mau masuk ke Tanah Perjanjian.

Di padang gurun menuju Tanah Perjanjian bangsa Israel memberontak kepada Tuhan.

Sebab ketika Musa mengutus 12 pengintai ke Tanah Perjanjian, 10 orang dari pengintai itu memberi kabar buruk kepada orang Israel.

Sebagian besar orang Israel mempercayainya sehingga mereka menolak pergi ke Tanah Perjanjian dan ingin kembali ke Mesir.

Karena itu Tuhan sangat murka terhadap bangsa Israel, Ia membunuh semua orang yang tak percaya itu, laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, kecuali Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang membawa kabar baik kepada bangsa Israel dan yang tidak ikut memberontak kepadaNya.

Jadi yang masuk ke Tanah Perjanjian hanya mereka yang berusia 20 tahun ke bawah serta perempuan dan anak-anak.

Namun mereka ini pun harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum masuk ke Tanah Perjanjian, sampai semua para pemberontak tersebut mati di padang gurun (Bilangan 13-14).

 

7. Dosa Bangsa-Bangsa Kanaan 

Dosa terbesar menurut Alkitab yang ketujuh adalah dosa bangsa-bangsa Kanaan.

Tuhan telah berjanji kepada Abraham bahwa keturunan keempatnya akan kembali dari Mesir ke Tanah Perjanjian dengan membawa banyak harta benda, sebab pada saat itu kedurjanaan orang Amori di Tanah Kanaan sudah genap (Kejadian 15:13-16).

Hal ini menunjukkan bahwa dipunahkannya penduduk Tanah Kanaan (salah satunya bangsa Amori), dan dibawanya bangsa Israel ke situ, adalah karena bangsa-bangsa Kanaan tersebut telah mencapai puncak dosanya dan tak mungkin lagi bertobat (sudah dikasih waktu 400 tahun!).

Jadi bukan karena sikap Tuhan yang semena-mena memusnahkan manusia ciptaanNya.

Ada tujuh bangsa penghuni asli Tanah Kanaan atau Tanah Perjanjian, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus (Ulangan 7:1).

Dan istilah Kanaan dan Amori sering kali mencakup ketujuh bangsa tersebut.

 

8. Dosa Bangsa Israel Utara

Dosa terbesar menurut Alkitab yang kedelapan adalah dosa bangsa Israel utara.

Ketika raja Israel, Salomo, jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka Tuhan murka kepadanya.

Tuhan “mengoyakkan” 10 suku Israel dari pemerintahannya dan memberikannya kepada Yerobeam, yang ketika itu seorang pimpinan di bawah pemerintahan Salomo.

Yerobeam akan menjadi raja atas 10 suku Israel, kecuali suku Yehuda dan Benyamin yang tetap di bawah keturunan Salomo.

Jadi Tuhan akan membagi dua kerajaan Israel, yakni kerajaan Israel di utara, yang akan dipimpin oleh Yerobeam dan kerajaan Yehuda di selatan, di mana terdapat kota Yerusalem, yang akan dipimpin oleh keluarga Daud.

Tetapi hal ini baru akan terjadi pada masa pemerintahan anak Salomo, Rehabeam (1 Raja-raja 11).

Akhirnya kerajaan Israel pun pecah menjadi dua, kerajaan Israel di utara (terdiri dari 10 suku) dengan Yerobeam sebagai rajanya, dan kerajaan Yehuda di selatan (terdiri dari dua suku, yakni Yehuda dan Benyamin), dengan Rehabeam sebagai rajanya (1 Raja-raja 12).

Namun ternyata Yerobeam kemudian sangat jahat di mata Tuhan.

Tuhan berharap Yerobeam tidak mengikuti dosa Salomo, dengan menjauh dari Tuhan dan menyembah dewa baal, tetapi ternyata Yerobeam justru lebih jahat dari Salomo.

Yerobeam mendirikan banyak patung berhala dan beribadah kepadanya. Akhirnya Tuhan pun menghukum Yerobeam.

Kemudian Tuhan mengangkat raja lain di Israel utara untuk menggantikan Yerobeam, tetapi raja itu pun sangat jahat seperti halnya Yerobeam.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Lalu diganti dengan raja-raja yang lain, tetapi semua raja tersebut juga jahat, sehingga rakyat Israel ikut  terseret dengan kejahatan mereka yang meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala.

Akhirnya Tuhan pun menghukum bangsa Israel utara.

Atas seizinNya, bangsa Asyur menyerbu Israel serta menawan mereka, lalu membawa mereka ke pembuangan di Asyur.

Hanya orang-orang yang lemah yang ditinggalkannya tetap di Israel, itu pun hanya sedikit jumlahnya (2 Raja-raja 17).

 

9. Dosa Bangsa Yehuda (Israel Selatan)

Dosa terbesar menurut Alkitab yang kesembilan adalah dosa bangsa Yehuda (Israel Selatan).

Setelah Tuhan membuang bangsa Israel utara ke Asyur, maka Ia berharap bahwa bangsa Yehuda akan memetik pelajaran darinya.

Dengan demikian mereka bertobat dari dosa-dosa mereka sehingga tidak Tuhan buang seperti halnya bangsa Israel utara.

Namun orang-orang Yehuda juga melakukan kejahatan seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel di utara.

Bukan hanya rakyatnya, tetapi juga para pemimpinnya, para raja, para imam dan para nabinya.

Akibatnya Tuhan pun menghukum mereka dengan membuang mereka ke Babel.

Raja Nebukadnezar dari Babel menyerbu Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci yang dibangun oleh Salomo.

Orang Yehuda ditawan dan dibawa ke Babel, termasuk raja mereka, Zedekia (2 Raja-raja 24-25).

Pembuangan ini berlangsung secara bertahap, mulai tahun 597 SM hingga 538 SM.

Tetapi berbeda dengan bangsa Israel di utara yang akhirnya “hilang” setelah dibuang, bangsa Yehuda Tuhan kembalikan ke negeri mereka di Israel ketika masa hukuman mereka selesai. Mereka dibuang ke Babel “hanya” selama 70 tahun.

 

10. Dosa Bangsa Yahudi Pada Zaman Tuhan Yesus

Dosa terbesar menurut Alkitab yang kesepuluh adalah dosa Dosa Bangsa Yahudi Pada Zaman Tuhan Yesus.

Bangsa Israel/Yahudi sejak dulu selalu memberontak kepada Tuhan.

Puncaknya adalah ketika mereka menolak dan menyalibkan Yesus yang adalah Mesias, yang telah dinubuatkan dalam Kitab Suci mereka, Perjanjian Lama.

Akibatnya Tuhan pun menghukum mereka, sesuai nubuat Tuhan Yesus (Matius 24:34).

Mereka mengalami penganiayaan dan pembunuhan, serta penghancuran Bait Suci mereka (Matius 24:1-2).

Hal ini digenapi dan benar-benar terjadi 40 tahun kemudian, ketika pada tahun 70 Masehi, di bawah Jenderal Titus, orang-orang Yahudi dianiaya dan dibunuh oleh orang Romawi serta Bait Suci mereka dihancurkan.

 

Itulah 10 dosa terbesar menurut Alkitab dan akibatnya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

This Post Has 2 Comments

  1. Susanto

    Apakah pembantaian orang-orang keturunan Yahudi yg dilakukan oleh NAZI pimpinan Adolf Hitler pada era Perang Dunia II merupakan hukuman Tuhan terhadap bangsa Yahudi ?

  2. Rubrik Kristen

    Mungkin ya tapi mungkin juga tidak. Alkitab tidak menyebutnya dan menubuatkannya secara khusus seperti halnya pembantaian orang Yahudi pada tahun 70 M, seperti yg disebut dalam artikel.

Tinggalkan Balasan