10 Fakta Tentang Bahasa Roh Menurut Alkitab

Bahasa roh menurut Alkitab sangat penting untuk kita ketahui.

Istilah bahasa roh atau bahasa lidah tentu bukanlah suatu hal yang asing bagi banyak orang percaya. Sebagian di antara kita mempraktekkannya, sebagian lagi setidaknya pernah mendengarnya.

Ada sebagian orang percaya yang terlalu “mendewakan” bahasa roh atau bahasa lidah ini, seolah-olah ia setiap saat harus berbahasa roh serta menganggap seharusnya semua orang percaya harus berbahasa roh.

Di antara mereka ini bahkan ada juga yang mengajari orang lain berbahasa roh, dengan menyuruh orang tersebut menirukan kata-kata tertentu.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sabat Menurut Alkitab

Sebagian lagi orang percaya justru berpandangan sebaliknya. Bahasa roh itu hanya ada di Alkitab dan sekarang sudah tidak ada lagi. Jika ada orang Kristen yang berbahasa roh atau mengaku memiliki bahasa roh, maka mereka menganggapnya sebagai sebuah penyimpangan.

Bahkan di antara mereka ini ada yang lebih ekstrim lagi, dengan menganggap bahasa roh yang diklaim orang Kristen tertentu sebagai berasal dari iblis, dan bahwa orang yang berbahasa roh itu dipengaruhi oleh iblis.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Memang, pandangan orang Kristen tentang bahasa roh ini sangatlah beragam.

Tetapi bagaimanakah pandangan Alkitab tentang bahasa roh? Apakah itu bahasa roh menurut Alkitab? Apa fungsi bahasa roh menurut Alkitab? Haruskah semua orang percaya berbahasa roh? Benarkah bahasa roh sudah tidak ada lagi saat ini?

Semua hal ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dibahas 10 fakta penting seputar bahasa roh menurut Alkitab. Dengan demikian pemahaman kita atas bahasa roh semakin lengkap.

Fakta-fakta apa sajakah itu? Berikut pembahasannya.

 

1. Bahasa Roh Adalah Salah Satu Tanda Orang Percaya

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18)

Bahasa roh pertama kali disebut oleh Tuhan Yesus sebagai tanda-tanda yang menyertai murid-muridNya/orang percaya. Meski Tuhan Yesus tidak memakai istilah bahasa roh, melainkan bahasa-bahasa baru, namun hal itu jelas menunjuk pada bahasa roh.

Pada dasarnya orang-orang percaya di Perjanjian Baru diberi kemampuan untuk berbahasa roh.

Namun hal ini tidak bisa ditafsirkan bahwa “setiap” orang percaya harus memiliki bahasa roh atau harus berbahasa roh.

Tetapi maksudnya adalah bahwa bahasa roh itu diberikan kepada semua orang percaya tanpa membedakan latar belakang etnis, jenis kelamin, usia, dan status sosial.

Faktanya, tidak semua orang percaya berbahasa roh, hanya mereka yang dikehendaki Roh Kudus (lihat poin 2 di bawah).

 

2. Bahasa Roh Adalah Salah Satu Karunia Roh Kudus

“Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Korintus 12:10)

Di Perjanjian Baru bahasa roh juga adalah salah satu dari karunia-karunia Roh Kudus. Karunia bahasa roh ini dikelompokkan ke dalam karunia-karunia supranatural Roh Kudus, yang dibedakan dengan karunia-karunia alami atau karunia-karunia natural. (Baca: 9 Karunia Roh Kudus Dalam 1 Korintus 12)

Karena bahasa roh adalah karunia Roh Kudus, maka, sebagaimana dengan karunia-karunia Roh Kudus lainnya, tidak semua orang percaya memilikinya. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya, yakni orang-orang yang dikehendakiNya (1 Korintus 12:11).

Memang setiap orang dapat “mengusahakan” (merindukan dan mendoakan agar diberikan kepada kita) karunia-karunia Roh Kudus, termasuk karunia bahasa roh (1 Korintus 12:31; 14:1). Tetapi Roh Kudus tetaplah memberikanNya sesuai dengan kehendakNya.

 

3. Bahasa Roh Bisa Berupa Bahasa Dunia Yang Dapat Dimengerti

“Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita.” (Kisah Para Rasul 2:4-8)

Di Alkitab ada dua macam bahasa roh atau bahasa lidah. Ada bahasa roh yang merupakan salah satu dari bahasa yang ada di dunia ini, sehingga dapat dipahami oleh orang yang mendengarnya.

Ada juga bahasa roh yang tidak merupakan bahasa yang ada di dunia ini sehingga tidak bisa dipahami oleh orang yang mendengarnya, bahkan oleh orang yang mengucapkannya.

Contoh bahasa roh yang merupakan bahasa yang ada di dunia dan karenanya dapat dimengerti oleh orang yang mendengarnya adalah bahasa roh yang terjadi pada Hari Pentakosta di Yerusalem.

Saat itu para rasul dan orang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka berbahasa roh, yakni bahasa-bahasa orang-orang yang datang merayakan Paskah di Yerusalem.

Padahal para rasul dan orang percaya tidak mengerti/mempelajari bahasa-bahasa itu sebelumnya. Itulah sebabnya orang-orang yang mendengar hal itu menjadi heran.

Sedangkan contoh bahasa roh yang tidak dapat dimengerti adalah bahasa roh yang ada di jemaat Korintus, yang dibahas oleh rasul Paulus (lihat poin 4 di bawah).

 

4. Bahasa Roh Juga Bisa Merupakan Bahasa Roh Yang Tidak Dapat Dimengerti Oleh Siapa Pun

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.” (1 Korintus 14:2)

Selain bahasa roh yang merupakan bahasa yang ada di dunia ini, sehingga dapat dimengerti oleh orang yang mendengarnya, bahasa roh juga dapat merupakan bahasa yang tidak ada di dunia ini, sehingga tidak ada yang dapat mengerti, termasuk oleh orang yang mengucapkannya.

Bahasa roh seperti inilah yang sedang dibahas oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus.

Bahasa roh seperti ini merupakan doa pribadi kita kepada Tuhan sehingga tak perlu diketahui oleh orang lain.

Namun bahasa roh jenis ini merupakan pekerjaan Roh Kudus di hati kita, di mana Roh Kudus mengucapkan hal-hal yang rahasia kepada Allah. (Baca: 10 Bukti Alkitab Bahwa Roh Kudus Adalah Allah)

Karena itu kita juga, yang mengucapkan bahasa roh seperti ini, tidak dapat mengertinya.

 

5. Jika Ditujukan Untuk Jemaat, Maka Bahasa Roh Harus Ditafsirkan

“Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.” (1 Korintus 14:13, 27-28)

Karena bahasa roh seperti ini tak dapat dimengerti oleh siapa pun, termasuk oleh kita sendiri yang memakai bahasa roh itu, maka bahasa roh seperti ini harus ditafsirkan sehingga bisa dipahami oleh orang lain yang mendengarnya.

Hal ini harus dilakukan jika bahasa roh itu dipakai dalam perkumpulan jemaat, atau jika bahasa roh itu ditujukan kepada jemaat.

Tujuannya adalah agar orang lain yang mendengarnya boleh memahaminya. Jika demikian, maka bahasa roh itu akan berfungsi sebagai nubuat, yakni pesan yang disampaikan kepada jemaat.

Jika bahasa roh itu tidak ditujukan kepada jemaat, melainkan hanya untuk diri sendiri, maka tidak perlu ditafsirkan, tetapi harus “dijalankan” secara tertib (lihat poin 7 di bawah).

Bahasa roh ini dapat ditafsirkan oleh orang lain yang punya karunia menafsirkan bahasa roh, atau oleh orang yang berbahasa roh itu sendiri. Karena itu orang yang berbahasa roh perlu meminta kepada Tuhan karunia menafsirkan bahasa roh, seperti yang dinasihatkan oleh rasul Paulus (baca kutipan ayat di atas).

 

6. Kita Tidak Boleh Malarang Orang Yang Berbahasa Roh

“Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.” (1 Korintus 14:39).

Meskipun kita tidak setuju dengan orang yang berbahasa roh, kita tidak boleh melarang mereka berbahasa roh. Hal ini diperintahkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di kota Korintus.

Memang, seperti telah disebut di atas (lihat poin 5), bahasa roh itu harus ditafsirkan jika orang yang berbahasa roh itu “menjalankan” bahasa rohnya di tengah-tengah jemaat, bukan dalam ibadah pribadinya kepada Tuhan, atau bukan dengan suara yang pelan yang hanya dia dan Tuhan yang dengar.

Tetapi ada kalanya seseorang yang berbahasa roh itu “kebablasan” (mungkin saking semangatnya berdoa), sehingga mengganggu orang lain. Orang-orang seperti ini perlu dimaklumi, dan jangan sampai dilarang berbahasa roh.

 

7. Berbahasa Roh Harus Dilakukan Dengan Sopan Dan Teratur

“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera…. Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Korintus 14:33, 40)

Sekalipun seseorang tidak boleh melarang mereka yang berbahasa roh, namun orang yang berbahasa roh itu haruslah tertib dan terkendali.

Orang yang berbahasa roh tidak boleh “liar” dan menjadi seperti orang yang kesurupan.

Rasul Paulus berkata bahwa karunia nabi tunduk pada nabi (1 Korintus 14:32). Artinya, sebuah nubuat bisa dikendalikan oleh nabi atau orang yang bernubuat.

Demikianlah juga halnya dengan orang yang berbahasa roh, bahasa roh seharusnya tunduk pada orang yang berbahasa roh itu.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa ibadah Kristen harus berlangsung dengan sopan dan teratur, konteksnya adalah dalam penggunaan karunia-karunia, terutama karunia bahasa roh.

Semua  harus tertib, tidak bisa lepas kendali.

Paulus juga mengatakan bahwa Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Ini juga dalam konteks penerapan karunia-karunia Roh Kudus, yang tentu juga mencakup karunia bahasa roh.

 

8. Nubuat Lebih Penting Daripada Bahasa Roh

“Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.” (1 Korintus 14:5)

Orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berbahasa roh. Sebab orang yang bernubuat membangun jemaat, sedangkan orang yang berbahasa roh hanya membangun dirinya sendiri (1 Korintus 14:3-4).

Tetapi jika bahasa roh itu disertai dengan tafsirannya, maka ia menjadi sama nilainya dengan nubuat, sebab berfungsi untuk membangun jemaat, bukan hanya membangun orang yang berbahasa roh itu. (Baca: 10 Fakta Tentang Nubuat Menurut Alkitab)

Karena itu, karunia berbahasa roh yang tidak ditafsirkan, nilainya kurang dibanding karunia bernubuat.

 

9. Kasih Lebih Penting Daripada Bahasa Roh

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” (1 Korintus 13:1)

Kasih jauh lebih penting daripada karunia-karunia Roh Kudus, termasuk karunia bahasa roh.

Orang yang berkarunia, termasuk yang berkarunia bahasa roh, namun tidak mempunyai kasih terhadap sesama, maka tidak ada artinya.

Rasul Paulus berkata bahwa tiga hal terpenting dalam hidup orang Kristen adalah iman, pengharapan, dan kasih. Dan yang terbesar di antaranya adalah kasih (1 Korintus 13:13).

Karena itu, mempunyai kasih haruslah menjadi tujuan utama orang percaya, bukan mempunyai karunia berbahasa roh atau karunia-karunia lainnya.

 

10. Bahasa Roh Tidak Akan Berakhir Hingga Kedatangan Yesus Kembali

“Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap…. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” (1 Korintus 14:8-10, 12)

Bahasa roh akan tetap ada hingga akhir zaman, pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya.

Hal ini nyata dari 1 Korintus 1:7, yang menyatakan bahwa rasul Paulus berharap jemaat Korintus tidak kekurangan suatu karunia pun (termasuk karunia bahasa roh) hingga kedatangan Yesus Kristus kelak.

Hal ini juga nyata dari 1 Korintus 13:8-12, yang menyatakan bahwa kasih kekal adanya, tetapi karunia-karunia Roh Kudus seperti bahasa roh akan berakhir.

Kapankah bahasa roh berakhir?

Pasti bukan ketika para rasul meninggal atau ketika kanon Alkitab sudah lengkap, sebagaimana dikemukakan oleh sebagian orang.

Rasul Paulus berkata bahwa karunia-karunia Roh akan berakhir ketika “yang sempurna tiba”,  ketika “kita akan melihat muka dengan muka” dengan Tuhan, dan ketika “aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.”

Ketiga istilah ini jelas mengacu pada kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Jadi kendati para rasul telah meninggal, dan kendati kanon Alkitab sudah lengkap dan final, bahasa roh masih tetap ada.

 

Itulah 10 fakta tentang bahasa roh menurut Alkitab yang perlu kita ketahui.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!