Loading...
Loading...

10 Fakta Tentang Hukum Taurat Menurut Alkitab

Artikel ini berisi 10 fakta tentang Hukum Taurat menurut Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, atau menurut pandangan Kristen.

Hukum Taurat masih menjadi bahan perbincangan yang hangat di antara gereja/orang percaya hingga saat ini.

Baca juga: 10 Perintah Allah Dan Maknanya

Terutama menyangkut relevansinya pada masa kini, bagi orang percaya/Kristen.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan adalah: Apakah Hukum Taurat masih relevan bagi orang Kristen Perjanjian Baru?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Alkitab

Apakah orang Kristen Perjanjian Baru masih terikat dengan Hukum Taurat?

Apakah orang Kristen Perjanjian Baru harus mengikuti/melakukan peraturan-peraturan Hukum Taurat?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Gereja-gereja memang tidak punya pandangan yang seragam perihal apakah Hukum Taurat masih relevan bagi orang Kristen atau tidak.

Sebagian gereja menganggap bahwa Hukum Taurat tidak relevan lagi bagi orang Kristen Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen

Dan sebagian menganggap bahwa Hukum Taurat masih relevan bagi orang Kristen Perjanjian Baru.

Sedangkan sebagian lagi menganggap bahwa hanya beberapa bagian Hukum Taurat yang masih relevan bagi gereja masa kini.

Baca juga: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab

Artikel ini akan membahas tentang hal-hal penting seputar Hukum Taurat menurut Alkitab Perjanjian Lama dan relevansinya bagi orang Kristen Perjanjian Baru atau gereja Tuhan pada zaman sekarang.

Berikut pembahasan tentang Hukum Taurat menurut Alkitab dan pandangan Kristen.

 

1. Hukum Taurat Tuhan Berikan Kepada Bangsa Israel Melalui Musa, Sehingga Disebut Juga Sebagai Hukum Musa

Hukum Taurat secara resmi diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel melalui Musa.

Tetapi beberapa bagian telah ada sebelumnya, seperti sunat yang Tuhan berikan pertama kali kepada Abraham, 400 tahun sebelumnya (Kejadian 17:10).

Hukum Taurat secara umum mengacu pada lima kitab pertama dari Perjanjian Lama, yang biasa disebut sebagai Pentateukh.

Namun Hukum Taurat sebenarnya hanya tercatat dalam Kitab Keluaran, Imamat, dan Bilangan, yang kemudian dipertegas lagi dalam Kitab Ulangan.

Karena Tuhan memberikan Hukum Taurat melalui Musa, pemimpin Israel, maka Hukum Taurat juga disebut dengan istilah Hukum Musa, yang pertama kali muncul dalam Yosua 8:31-32.

 

2. Hukum Taurat Terdiri Dari Ratusan Peraturan Dalam Berbagai Bidang

Hukum Taurat terdiri dari ratusan peraturan, baik perintah maupun larangan.

Menurut perhitungan para rabi Yahudi, ada 613 perintah dan larangan dalam Hukum Taurat.

Ke-613 perintah ini biasa disebut dengan istilah Taryag Mitzvot atau 613 Mitzvot.

Perintah dan larangan tersebut mencakup peraturan-peraturan di bidang sipil kemasyarakatan dan peraturan-peraturan di bidang keagamaan.

Dan terdiri dari hukum moral (larangan untuk mencuri, berzinah, membunuh, dll) dan hukum seremonial (hari-hari raya, korban-korban, dll).

Yang terpenting dari peraturan-peraturan tersebut adalah 10 Perintah Allah (Keluaran 20:1-17), yang boleh dikatakan merupakan inti sari dan garis besar dari seluruh  Hukum Taurat.

Lalu peraturan-peraturan tentang Sabat, sunat, hari-hari raya, korban-korban, makanan halal dan haram, najis dan tahir, dll.

 

3. Hukum Taurat Diberikan Sebagai Pedoman Dan Penuntun Bagi Bangsa Israel Sebagai Umat Pilihan Allah

Tujuan Tuhan memnerikan Hukum Taurat kepada bangsa Israel adalah sebagai penuntun/pedoman bagi mereka untuk hidup sesuai dengan kehendakNya.

Selain itu, juga agar terjadi ketertiban di tengah-tengah mereka.

Tuhan telah memilih bangsa Israel dari antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Dan Ia mau agar umat Israel, yang dikhususkan bagiNya, hidup berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia (Keluaran 19:5-6).

Dengan demikian mereka bisa menjadi saksi bagi bangsa-bangsa tersebut serta membawa mereka kepada Tuhan.

 

4. Hukum Taurat Merupakan Hak Istimewa Bangsa Israel Sebagai Umat Pilihan Allah

Hukum Taurat hanya diberikan kepada bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan.

Dengan demikian Hukum Taurat menjadi salah satu ciri khas bangsa Israel, serta keistimewaan mereka dibanding bangsa-bangsa lainnya di dunia (Roma 3:1-2; 9:4).

Dan, Hukum Taurat menjadi salah satu “pembeda utama” antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain.

Itulah sebabnya bangsa Israel sangat bangga dengan Hukum Taurat yang mereka miliki.

Sejak Abraham, setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, Tuhan memang mengkhususkan diriNya hanya kepada sekelompok kecil manusia di bumi, yakni keturunan Abraham atau bangsa Israel.

Tuhan seolah-olah mengabaikan bangsa-bangsa lain di luar Israel.

Tetapi hal ini hanya sementara, pada akhirnya Tuhan akan kembali merangkul seluruh manusia ciptaanNya, lewat kedatangan Yesus Kristus di bumi.

 

5. Tidak Ada Manusia Yang Mampu Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Meskipun Tuhan memberikan Hukum Taurat untuk ditaati/dilakukan, namun faktanya tidak ada manusia yang mampu melakukan seluruh Hukum Taurat.

Orang-orang Israel/Yahudi tidak mampu melakukan Hukum Taurat yang diberikan kepada mereka (Yohanes 7:19).

Manusia dengan keberdosaannya, yang diwariskannya dari nenek moyangnya, Adam, tidak berdaya melakukan segala peraturan Hukum Taurat (Roma 8:3a).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!