10 Fakta Tentang Hukum Taurat Menurut Alkitab

 

6. Hukum Taurat Tidak Dapat Membenarkan/Menyelamatkan Seseorang

Tidak ada orang yang bisa diselamatkan karena melakukan Hukum Taurat (Galatia 3:11).

Sebab memang Hukum Taurat tidak pernah dirancang untuk menyelamatkan seseorang.

Manusia bukan saja tidak mampu melakukan seluruh Hukum Taurat, bahkan jika dia mampu pun, dia tetap tidak bisa dibenarkan/diselamatkan.

Manusia hanya dapat dibenarkan/diselamatkan melalui iman, bukan melalui kepatuhan pada perintah-perintah Hukum Taurat.

Hal ini tidak hanya berlaku di Perjanjian Baru, tetapi juga di Perjanjian Lama.

Sebagai contoh adalah Abraham, nenek moyang bangsa Israel, yang dibenarkan Tuhan karena imannya, bukan karena melakukan Hukum Taurat yang baru terbit 430 tahun kemudian! (Galatia 3:5-9).

 

7. Sebagai Orang Yahudi, Tuhan Yesus Juga Melakukan Hukum Taurat

Ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, sebagai orang Yahudi, Ia juga menuruti peraturan-peraturan Hukum Taurat.

Misalnya ketika masih bayi, Yesus disunat dan diserahkan kepada Allah sebagai anak sulung, menurut peraturan Hukum Taurat (Lukas 2:21-24).

Tentu saja hal ini terjadi karena kedua orang tuaNya, sebab Yesus masih bayi saat itu.

Yesus juga mengikuti hari raya-hari raya Israel, sebagaimana tertulis dalam Hukum Taurat, seperti hari raya Paskah dan hari raya Pondok Daun (Yohanes 2:23; 7:2,10).

Yesus menuruti peraturan-peraturan Hukum Taurat sebab ketika berinkarnasi menjadi manusia, Ia lahir di dalam keluarga Yusuf dan Maria, yang adalah orang Yahudi.

Yesus adalah seorang Yahudi sejati, Dia melakukan apa yang sudah sepatutnya dilakukan oleh orang Yahudi, yakni menaati peraturan-peraturan Hukum Taurat.

Dengan menaati peraturan-peraturan Hukum Taurat, Yesus mengidentifikasikan diriNya dengan umat manusia, khususnya orang Yahudi.

 

8. Yesus Telah Menggenapi Seluruh Hukum Taurat

Selain melakukan Hukum Taurat, Tuhan Yesus juga menggenapinya.

Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17).

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna (lihat poin 5 di atas).

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Yesus juga telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat.

Sebab orang yang tidak dapat melakukan seluruh Hukum Taurat berada di bawah kutuk (Galatia 3:10,13).

Padahal tidak ada orang yang dapat melakukan seluruh Hukum Taurat.

Dan kematian Yesus di kayu salib telah membatalkan Hukum Taurat (Efesus 2:15).

 

9. Orang Kristen Tidak Lagi Terikat Dengan Hukum Taurat

Karena Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, maka orang percaya tidak perlu lagi melakukan peraturan-peraturan Hukum Taurat.

Hukum Taurat adalah penuntun bagi manusia hingga Kristus datang untuk menggenapinya.

Setelah Kristus datang, mati di kayu salib untuk menggenapi Hukum Taurat, maka kita terlepas dari tuntunannya (Galatia 3:23-25).

Kita tidak perlu lagi melakukan Hukum Taurat.

Kita orang percaya tidak lagi terikat dengan peraturan-peraturan Hukum Taurat.

 

10. Kasih Adalah Penggenapan Hukum Taurat

Meskipun orang Kristen tidak lagi terikat dengan Hukum Taurat, namun kita terikat dengan “Hukum Kasih”.

Memang kita tidak lagi menaati hukum seremonial dari Hukum Taurat, tetapi kita harus menaati hukum moral dari Hukum Taurat tersebut (lihat poin 2 di atas).

Rasul Paulus berkata bahwa kasih adalah kegenapan Hukum Taurat.

Jika kita berbuat kasih, khususnya kepada sesama, maka kita telah melakukan Hukum Taurat (Roma 13:8-10).

Memang, inti seluruh Hukum Taurat adalah kasih, yakni kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Matius 22:37-40).

 

Itulah 10 fakta tentang Hukum Taurat menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, serta menurut pandangan Kristen.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!