10 Fakta Tentang Kelahiran Yesus Menurut Alkitab

 

6. Kelahiran Yesus Diberitakan Kepada Para Gembala, Bukan Kepada Orang-Orang  Besar

Fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab, yang keenam adalah: kelahiran Yesus diberitakan kepada para gembala, bukan kepada orang-orang besar.

Setelah Yesus lahir di Betlehem, seorang malaikat memberitahukannya kepada para gembala yang sedang menggembalakan domba mereka di padang Efrata.

Para gembala tersebut sangat ketakutan ketika melihat malaikat Tuhan mendatangi mereka.

Namun malaikat itu menenangkan mereka serta berkata bahwa ia membawa kabar baik kepada mereka tentang kelahiran Juruselamat dunia.

Malaikat itu juga memberitahukan bahwa Juruselamat itu lahir di dalam palungan.

Kemudian sejumlah balatentara surga (para malaikat) bersorak-sorai memuji Allah di padang Efrata tersebut,

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah para malaikat kembali ke surga, para gembala itu pergi ke Betlehem dan bertemu dengan bayi Yesus di dalam palungan bersama kedua orang tuaNya.

Dan mereka menceritakan apa yang mereka lihat di padang, dan semua orang yang mendengarnya menjadi heran.

Para gembala itu pun pulang dengan sukacita.(Lukas 2:8-20).

Para gembala adalah orang-orang sederhana. Mereka biasanya bukanlah para pemilik kambing domba, tetapi orang-orang upahan yang bekerja untuk menggembalakan kambing domba tersebut.

Namun justru kepada orang-orang seperti inilah Allah pertama sekali memberitahukan kelahiran Kristus, Juruselamat, bukan kepada para pejabat atau orang-orang terpelajar.

 

7. Kelahiran Yesus Juga Diberitakan Kepada Orang Asing, Orang-Orang Majus Dari Timur

Fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab, yang ketujuh adalah: selain kepada para gembala, kelahiran Yesus juga diberitakan kepada orang-orang asing, orang non-Yahudi, yakni orang-orang majus dari timur.

Orang-orang majus adalah sekelompok ahli perbintangan dari timur (mungkin Persia/Iran sekarang), yang datang ke Israel setelah dituntun oleh sebuah bintang.

Mereka adalah orang-orang terpelajar dan terhormat.

Dalam tradisi mereka, ketika sebuah bintang besar muncul maka akan ada seorang raja yang lahir.

Kendati demikian, bintang itu jelas bukan bintang biasa, pastilah ada campur tangan ilahi di situ.

Ketika tiba di Yerusalem mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya.

Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung dan rakyatnya.

Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan, mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1).

Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar ia juga datang menyembahNya.

Tetapi ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut dengan kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem dan bintang itu, yang menuntun mereka dari negeri mereka, muncul lagi serta menuntun mereka hingga tiba di Betlehem dan berhenti tepat di atas rumah di mana Yesus dan orang tuaNya tinggal.

Lalu mereka menyembah Yesus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepadaNya.

Kemudian orang-orang majus pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali lagi kepadanya di Yerusalem (Matius 2:1-12).

Kedatangan orang majus untuk menyembah Yesus menunjukkan bahwa Injil adalah untuk segala bangsa, bukan hanya untuk orang Israel saja.

Untuk pembahasan selanjutnya, silakan baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu.

 

8. Kelahiran Yesus Membuat Herodes  Merasa Terancam Sehingga Berusaha MembunuhNya, Tetapi Ia Diungsikan Ke Mesir

Fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab, yang kedelapan adalah: raja Herodes merasa terancam akan kelahiran Yesus sehingga ia berusaha membunuhNya.

Tetapi Yesus luput dari rencana pembunuhan Herodes.

Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:13-15).

Ketakutan berlebihan Herodes Agung kepada Yesus adalah karena ketakutannya kehilangan kekuasaan.

Istilah “raja orang Yahudi” sangat menghantuinya.

Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia.

Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab).

 

9. Setelah Diperdaya Orang Majus, Raja Herodes Membunuh Semua Bayi Di Betlehem

Fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab, yang kesembilan adalah: raja Herodes tak bisa membunuh Yesus secara langsung sehingga membunuh semua bayi di Betlehem.

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus (sehingga tak bisa langsung membunuh Yesus), maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko.

Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Bayi-bayi yang tak berdosa (dalam pengertian umum, bukan secara teologis) menjadi korban kebiadaban raja Herodes.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka. (Matius 2:16-18).

Padahal Yesus luput dari pembunuhan Herodes, karena sebelumnya telah dibawa orang tuaNya ke Mesir (lihat poin 8 di atas).

 

10. Setelah Herodes Mati, Yesus Pulang Dari Mesir Dan Dibawa Kembali Ke Nazaret 

Fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab, yang kesepuluh adalah: setelah raja Herodes mati, Yesus kembali dari Mesir ke Nazaret.

Setelah raja Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir, tetapi ia tidak kembali lagi ke Betlehem, melainkan ke Nazaret di Galilea.

Sebab di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem) memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim, dan Yusuf takut ke sana (Matius 2:19-23).

Di Nazaret-lah Yesus dibesarkan, sehingga Ia digelari Yesus orang Nazaret.

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan.

 

Itulah 10 fakta tentang kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!