LGBT menurut Kristen adalah pandangan Kristen tentang LGBT, homoseksual, atau pasangan sejenis, berdasarkan Alkitab.

LGBT menurut Kristen tentu sangat perlu untuk kita ketahui sehingga kita sebagai orang percaya bisa mengambil sikap yang benar tentang LGBT atau penganut LGBT.

Sebab LGBT menurut Kristen merupakan hasil pemahaman terhadap Alkitab, sekalipun ada sejumlah kecil gereja Kristen yang punya pandangan yang berbeda tentang LGBT dengan mayoritas gereja-gereja Kristen.

Seperti kita tahu, isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) bukan lagi hal yang asing bagi kita saat ini.

Isu ini bukan hanya ada di luar negeri, di Indonesia pun sudah ramai dibicarakan serta menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Hal ini terutama setelah kaum LGBT mulai berani menunjukkan jati diri mereka serta menuntut hak-hak mereka dihormati.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab

Di kalangan gereja sendiri isu LGBT masih menjadi tantangan tersendiri.

Pada umumnya gereja menolak keberadaan LGBT, namun sebagian gereja justru menerimanya dengan alasan Hak Azasi Manusia. Juga, karena mereka merasa Alkitab tidak menolak keberadaan kaum LGBT.

Lalu, bagaimanakah LGBT menurut pandangan Kristen?

Bagaimanakah sebenarnya pandangan Alkitab terhadap LGBT ini?

Bagaimanakah seharusnya pandangan Gereja terhadap LGBT?

Apakah ada ayat-ayat Alkitab yang secara tegas  melarang LGBT?

Berikut penjelasannya.

1. Rancangan Tuhan Dalam Penciptaan Manusia Adalah Hetroseksual, Bukan Homoseksual

Rancangan Tuhan dalam penciptaan manusia adalah pernikahan hetroseksual, bukan hubungan sesama jenis atau homoseksual, seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:27-28.

Ayat-ayat ini memang tidak secara tegas menolak LGBT, bahkan masalah LGBT sedikit pun tidak disinggungnya. Namun demikian, makna ayat-ayat ini menyimpulkan demikian.

Dalam ayat-ayat ini dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan bahwa mereka diberkatiNya serta diperintahkanNya untuk beranak cucu dan bertambah banyak.

Jadi Tuhan hanya memberkati laki-laki dengan perempuan, bukan memberkati laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

Dalam Kejadian 2:18 juga dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan pasangan yang sepadan dengan Adam.

Dan yang diciptakanNya bagi Adam adalah Hawa, seorang perempuan.

Hal ini berarti bahwa sesuai rencana Tuhan, pasangan yang sepadan bagi seorang laki-laki adalah perempuan, bukan laki-laki.

Dan pasangan yang sepadan bagi seorang perempuan adalah laki-laki, bukan perempuan.

 

2. Tuhan Yesus Meneguhkan Kembali Rancangan Awal Allah Tentang Pernikahan Hetroseksual

Tuhan Yesus meneguhkan kembali rancangan awal Allah tentang pernikahan hetroseksual.

Hal itu ditegaskanNya tatkala Ia bertanya jawab dengan para pemimpin Yahudi tentang pernikahan dan perceraian (Markus 10:1-2).

 

3. Kasus LGBT Pertama Yang dicatat di Alkitab Adalah Dalam  Kisah  Sodom Dan Gomora

Kasus LGBT pertama yang dicatat di Alkitab terjadi dalam peristiwa Sodom dan Gomora.

Sodom dan Gomora adalah dua kota yang terkenal karena dosa mereka yang besar di hadapan Tuhan.

Karena itulah Tuhan bermaksud untuk memusnahkan kedua kota tersebut.

Abraham bersyafaat bagi kota ini agar Tuhan tidak memusnahkannya, apalagi Lot, saudara Abraham, tinggal di kota Sodom.

Tuhan berjanji tidak akan memusnahkan kota Sodom jika di kota itu didapatiNya 10 orang saja orang benar.

Tetapi di kota itu ternyata tidak ada 10 orang benar. Hanya Lot dan keluarganya (hanya 4 jiwa) yang boleh dikatakan orang benar.

Itulah akhirnya yang membuat Tuhan memusnahkan kota itu, tetapi Ia menyelamatkan Lot sekeluarga.

Tidak dijelaskan secara eksplisit di Alkitab apa dosa terbesar kota Sodom dan Gomora.

Namun dari kisah tentang dua malaikat yang bertamu ke rumah Lot dapat disimpulkan bahwa dosa Sodom dan Gomora adalah masalah homoseksual.

Tuhan mengutus dua orang malaikatNya (dalam wujud laki-laki) untuk menyelidiki keadaan kota Sodom.

Ketika mereka tiba di Sodom, mereka diterima oleh Lot dan diberi tumpangan di rumahnya.

“Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”  (Kejadian 19:4-5)

Kata yang diterjemahkan “pakai”  dalam ayat di atas berasal dari kata Ibrani, “yada”, yang berarti hubungan seksual.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Kata ini juga dipakai ketika Adam menghampiri Hawa, yang punya makna hubungan seksual (Kejadian 4:1).

Jadi para lelaki di kota Sodom memaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan dua malaikat (laki-laki) yang datang ke rumah Lot (tetapi gagal).

Di sini para malaikat itu tidak butuh lagi bukti dosa-dosa Sodom dan Gomora, mereka sudah mengalaminya sendiri.

Kemudian kedua malaikat itu segera melarikan keluarga Lot keluar dari kota Sodom.

Lalu Tuhan memusnahkan kota Sodom dan Gomora dengan menurunkan hujan belerang dan api (Kejadian 19:1-28).

Dari kata Sodom inilah berasal istilah “sodomi”, yang artinya hubungan seksual sesama laki-laki. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Di Alkitab

 

4. Kasus LGBT Pertama di Antara Umat Tuhan Adalah Gundik Lewi dan Orang-orang Benyamin 

Kasus LGBT pertama di antara orang percaya/umat Tuhan di Alkitab adalah gundik orang Lewi dan para lelaki dari suku Benyamin.

Kisah ini mirip dengan kisah Sodom dan Gomora.

Alkisah, seorang dari suku Lewi beserta pelayan dan gundiknya sedang dalam perjalanan yang jauh sehingga mereka terpaksa bermalam di perjalanan, di wilayah suku Benyamin.

Mereka rencananya bermalam di lapangan kota. Dan tidak ada seorang pun dari orang-orang Benyamin itu yang meminta mereka menginap di rumahnya.

Lalu datanglah seorang tua dari suku Yehuda, seorang perantau di tengah-tengah suku Benyamin.

Maka ia dengan ramah meminta ketiga orang tersebut (orang Lewi, pelayannya serta gundiknya) bermalam di rumahnya.

“Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia.”

Sama seperti dalam kisah Sodom dan Gomora, kata “pakai” dalam ayat di atas berasal dari kata Ibrani, “yada” yang berarti hubungan seksual.

Jadi para lelaki suku Benyamin itu ingin menyodomi orang Lewi itu.

Dan sama seperti Lot, tuan rumah menghalangi mereka, malahan ia ingin memberi anaknya perempuan kepada mereka demi mempertahankan tamunya tersebut.

Tetapi orang-orang Benyamin itu tidak mau.

Akhirnya gundik orang Lewi tersebut diberikan kepada mereka untuk diperkosa, lalu mereka memerkosanya sampai mati!

Hal ini diberitahukan oleh orang Lewi tersebut kepada seluruh orang Israel, sehingga orang Israel dari berbagai suku memerangi suku Benyamin sehingga suku Benyamin itu hampir musnah.

Dalam peperangan ini, suku-suku Israel tersebut meminta petunjuk Tuhan dan Tuhan menjawab mereka, yang berarti Tuhan setuju untuk memerangi orang Benyamin itu.

Itu artinya Tuhan menghukum dosa orang Benyamin itu melalui orang Israel.

Dosa orang Benyamin, sehingga Tuhan hokum dengan berat, adalah karena mencoba memperkosa tamu laki-laki seorang Yehuda (walau gagal, seperti kisah Sodom) serta memperkosa gundik orang Lewi itu hingga mati (Hakim-hakim 19:14-29).

 

5. LGBT Dengan Tegas Dilarang Di Alkitab

Alkitab dengan tegas melarang praktek LGBT. Alkitab tidak hanya melarangnya lewat serangkaian peristiwa/kisah dan hukuman Tuhan atasnya, seperti dalam kisah Sodom dan orang Benyamin (lihat poin 3 dan 4 di atas), melainkan juga dengan tegas diperintahkan untuk tidak dilakukan.

Ada banyak ayat Alkitab yang secara tegas melarang atau menentang LGBT, baik di Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, khususnya yang berkaitan dengan homoseksual/gay (cinta sesama laki-laki) dan lesbian (cinta sesama perempuan).

Misalnya larangan bersetubuh sesama laki-laki  dalam Imamat 18:22.

Melakukan hubungan seksual di antara laki-laki adalah kebiasaan bangsa Kanaan, sehingga mereka Tuhan lenyapkan dari negeri mereka dan memberikannya kepada bangsa Israel.

Karena itu orang Irael tidak boleh meniru kelakuan bejat bangsa Kanaan itu agar mereka pun jangan dimusnahkanNya dari negeri itu (Imamat 18:24-30).

Ayat Alkitab berikutnya yang melarang dosa LGBT khususnya homoseksual, adalah Imamat 20:13, yang mengganjarnya dengan hukuman mati.

Sama seperti ayat di atas, ayat ini juga sudah sangat jelas dalam melarang praktek homoseksual.

Bahkan hukumannya juga secara jelas disebutkan: hukuman mati!

Ayat Alkitab selanjutnya yang menentang LGBT adalah Ulangan 23:17 tentang semburit bakti atau pelacur laki-laki.

Pelacur bakti atau semburit bakti adalah praktek yang banyak dilakukan oleh para penyembah berhala di Tanah Kanaan.

Orang-orang Kanaan penyembah berhala percaya bahwa supaya tanah mereka subur dan menghasilkan panen yang baik, maka manusia perlu menyenangkan hati dewa dan melakukan ibadah kepadanya.

Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan cara pelacuran bakti atau semburit bakti. Di kuil-kuil dewa-dewa di Kanaan, para wanita atau laki-laki membuka “praktek” terhadap orang-orang yang datang beribadah kepada para dewa.

Yang terjadi dalam ritual ini adalah bahwa laki-laki berhubungan seks dengan sesama laki-laki (semburit), dan perempuan berhubungan seks dengan sesama perempuan.

Karena itulah orang Israel dilarang menjadi pelacur/pemburit bakti. Dan uang hasil dari pelacuran/pemburitan bakti tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan (Ulangan 23:18).

Dari semua ayat-ayat ini maka jelas kita akan menyimpulkan bahwa Alkitab secara tegas menolak LGBT.

 

Tinggalkan Balasan