10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Alkitab

Artikel ini berisi tentang makanan halal dan haram menurut Alkitab, yang menjadi dasar bagi pandangan Kristen.

Masalah makanan halal dan haram terdapat dalam sejumlah agama dan kepercayaan, bahkan dalam berbagai budaya tertentu.

Dalam konteks agama, peraturan tentang makanan halal dan haram ini tertulis dalam kitab suci agama yang bersangkutan.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sabat Menurut Alkitab

Sedangkan dalam berbagai budaya peraturan tersebut merupakan tradisi turun-temurun.

Dalam agama Kristen, peraturan tentang makanan yang halal dan haram umumnya tidak berlaku.

Sebagian besar gereja dari berbagai aliran atau denominasi berpandangan bahwa semua makanan itu halal.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen

Namun ada sebagian kecil denominasi/aliran gereja yang masih berpegang pada aturan-aturan makanan halal dan haram ini, karena memang peraturan ini ada dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Sebenarnya, bagaimanakah pandangan Alkitab tentang makanan halal dan haram?

Apakah bagi orang Kristen masa kini masih berlaku aturan makanan halal dan haram?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

Bagaimana pandangan Tuhan Yesus tentang makanan halal dan haram

Bagaimana pula ajaran para rasul di Perjanjian Baru yang menjadi norma baku bagi orang Kristen dalam segala zaman dan tempat?

Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini, dan banyak pertanyaan lain seputar makanan halal dan haram menurut Alkitab, akan diberikan dalam artikel ini.

Artikel ini akan menguraikan secara jelas tentang fakta-fakta penting seputar makanan halal dan haram menurut Alkitab.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen

Ayat-ayat Alkitab tentang makanan halal dan haram di Alkitab akan dibahas, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Dan dari ayat-ayat Alkitab tentang makanan halal dan haram tersebut akan diambil kesimpulan yang berlaku bagi orang Kristen.

Fakta-fakta apa sajakah yang perlu kita tahu tentang makanan halal dan haram menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen? Berikut pembahasannya.

 

1. Makanan Halal Dan Haram Pertama Sekali Disebut Pada Zaman Nuh

Ayat Alkitab tentang makanan halal dan haram pertama kali kita jumpai dalam Kejadian 7:2.

Dalam ayat tersebut makanan halal dan haram yang dimaksud adalah hewan-hewan/binatang-binatang.

Ini adalah kisah tentang Nuh yang Tuhan perintahkan untuk memasukkan binatang yang tidak haram (halal) dan binatang yang haram ke dalam bahtera.

Tetapi dari binatang-binatang yang dimasukkan ke dalam bahtera tersebut, binatang yang tidak haram lebih banyak daripada binatang yang haram.

Lalu diceritakan juga bahwa Nuh, setelah air bah surut mempersembahkan binatang yang tidak haram kepada Tuhan (Kejadian 8:20).

Namun ayat-ayat tentang binatang halal/tidak haram tersebut tidak berarti bahwa pada zaman Nuh sudah ada  pemahaman umum tentang binatang yang halal dan yang haram (dan makanan yang halal dan haram).

Ayat-ayat tentang hewan yang halal dan haram dalam kisah Nuh ini adalah dalam terang pengertian bangsa Israel pada zaman Musa dan sesudahnya (lihat poin 2 di bawah).

Kitab Kejadian, yang mencakup zaman Nuh, ditulis oleh Musa untuk bangsa Israel yang telah memiliki pengetahuan tentang hewan/makanan yang halal dan haram, sebagaimana dicatat dalam Hukum Taurat mereka.

Jadi yang dimaksud dengan binatang yang tidak haram dalam Kejadian 7:2 dan Kejadian 8:20 adalah domba, kambing, sapi, dan binatang-binatang halal lainnya, seperti yang tertulis dalam Hukum Taurat Israel.

Dan yang dimaksud dengan binatang yang  haram di situ adalah kuda, unta, babi, dan binatang-binatang haram lainnya, seperti yang tertulis dalam Hukum Taurat Israel.

 

2. Peraturan Tentang Makanan Halal Dan Haram Tuhan Perintahkan Kepada Bangsa Israel Melalui Musa

Peraturan tentang makanan halal dan haram serta korban persembahan binatang yang halal dan haram pertama kali Tuhan perintahkan kepada Musa.

Bersama peraturan-peraturan lainnya, seperti sunat, hari-hari raya, hal najis dan tahir, dll, peraturan tentang makanan yang halal dan haram menjadi bagian dari sistem Hukum Taurat Israel dan merupakan salah satu hukum yang terpenting.

Ayat-ayat Alkitab tentang makanan halal dan haram di Perjanjian Lama dicatat secara terperinci dalam kitab Imamat 11 dan Ulangan 14.

Sedangkan ayat-ayat Alkitab tentang persembahan korban/binatang yang halal dan haram dicatat secara panjang lebar dalam kitab Imamat 1.

Dalam ayat-ayat tersebut secara umum dijelaskan bahwa binatang yang halal harus memenuhi dua kriteria, yakni memamah biak dan berkuku belah.

Binatang-binatang/hewan-hewan yang masuk kategori ini sehingga halal, antara lain adalah domba, kambing, dan sapi.

Sedangkan binatang-binatang/hewan-hewan yang tidak memenuhi kedua kriteria tersebut antara lain adalah babi, unta, dan kuda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!