Loading...

10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Alkitab

Loading...

 

3. Makanan Halal Dan Haram Menjadi Salah Satu Ciri Khas Bangsa Israel Sebagai Umat Pilihan Allah

Sekalipun ada juga bangsa yang mengharamkan binatang tertentu dengan berbagai alasan,  namun hanya bangsa Israel yang mempunyai peraturan yang  sangat lengkap tentang hal ini, yang diberikan langsung oleh Tuhan.

Oleh karena itu, sebagai umat pilihan Allah, maka bangsa Israel menjadi sangat berbeda dari bangsa-bangsa lainnya.

Sebab ketika bangsa-bangsa di sekitar mereka umumnya memakan segala jenis makanan/binatang, orang Israel mengharamkan banyak binatang.

Terlebih lagi jika orang Israel tinggal di tengah-tengah suatu bangsa yang menghalalkan segala makanan, hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi mereka.

Dalam kasus nabi Daniel dan teman-temannya di negeri Babel, mereka dengan tegas menolak segala jenis makanan dan minuman yang haram, yang tidak sesuai dengan Hukum Taurat (Daniel 1).

Sementara dalam kasus Ester di negeri Persia, Ester terpaksa harus menyembunyikan identitasnya sebagai orang Yahudi dan melanggar aturan makanan halal dan haram ini.

Hal ini atas saran Mordekhai, saudara sepupu sekaligus orang tua angkat Ester, agar Ester tidak menemui masalah dalam usahanya mengikuti kontes kecantikan untuk menjadi ratu Persia (Ester 2).

 

4. Makanan Halal Dan Haram Mempunyai Tujuan Rohani Dan Jasmani

Mengapa Tuhan melarang bangsa Israel memakan makanan tertentu?

Paling tidak ada dua alasan.

Alasan pertama adalah alasan kesehatan.

Memang, penelitian pada zaman modern ini membuktikan bahwa binatang-binatang yang Tuhan larang untuk dimakan (binatang haram) di Perjanjian Lama mempunyai sejumlah “racun” yang merusak kesehatan.

Orang Israel pada masa itu tidak mengetahui hal tersebut, dan Tuhan dalam pengetahuanNya ingin menghindarkan umatNya dari berbagai penyakit yang pada masa itu belum ditemukan obatnya.

Tetapi tentu ada juga makna rohani di balik larangan memakan makanan haram ini.

Dengan tidak memakan makanan tertentu (yang haram) dan hanya memakan makanan yang Tuhan perintahkan (yang halal), maka bangsa Israel dibuat berbeda dari bangsa-bangsa lain.

Sebab bangsa Israel adalah umat pilihan Allah, yang dikhususkan bagiNya dan yang berbeda dari bangsa-bangsa lainnya.

Jadi sebagaimana bangsa Israel harus memakan makanan yang khusus (halal) dan tidak boleh memakan makanan yang haram, maka bangsa Israel juga harus dikhususkan bagi Tuhan dan bukan bagi dunia.

 

5. Tuhan Yesus Mengatakan Bahwa Semua Makanan Adalah Halal

Berbeda dengan di Perjanjian Lama, peraturan tentang makanan halal dan haram ini tidak berlaku lagi di Perjanjian Baru.

Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa semua makanan itu adalah halal.

Hal ini dikatakanNya ketika Ia terlibat perdebatan dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang sangat berpegang teguh pada Hukum Taurat.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  tersebut bertanya kepada Tuhan Yesus kenapa murid-muridNya tidak mencuci tangan sebelum makan.

Sebenarnya hal mencuci tangan sebelum makan tidak ada diatur dalam Hukum Taurat Yahudi. Itu merupakan aturan yang ditambahkan kemudian.

Karena itu, bagi orang-orang Yahudi, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini,  orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan maka orang tersebut menjadi najis.

Namun Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa yang membuat seseorang najis bukan apa yang masuk ke dalam seseorang (makanan), melainkan apa yang keluar dari seseorang (dosa atau kejahatan yang timbul dari dalam hatinya).

Dengan demikian Tuhan Yesus mengatakan bahwa semua makanan adalah halal atau boleh dimakan (Markus 7).

 

6. Tuhan Yesus Telah Menggenapi Seluruh Hukum Taurat, Termasuk Aturan Makanan Halal Dan Haram

Salah satu tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17; Efesus 2:15), termasuk soal makanan halal dan haram.

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna sehingga tidak perlu dilakukan lagi.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna.

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, termasuk soal makanan halal dan haram, maka kita orang Kristen tidak perlu lagi menuruti aturan-aturan makanan halal dan haram ini.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!