10 Fakta Tentang Malaikat Menurut Pandangan Kristen

angelos

Artikel ini berisi tentang malaikat menurut pandangan Kristen seperti yang dicatat di Alkitab.

Malaikat menurut pandangan Kristen sangat penting kita ketahui.

Istilah malaikat pasti sudah tidak asing lagi bagi orang Kristen. Sebab Alkitab sendiri banyak menyebut tentang malaikat.

Pada umumnya malaikat dipahami sebagai utusan Tuhan untuk menyampaikan firmanNya serta menolong manusia, khususnya umatNya.

Dengan demikian, pemahaman akan konsep malaikat menurut pandangan Kristen cukup populer.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen

Dalam budaya dunia secara umum, konsep tentang malaikat sebagai penolong juga cukup populer, tak terkecuali bagi orang-orang yang tidak “religius”.

Ketika seseorang yang tidak dikenal menolong sesamanya, maka orang akan menyebutnya sebagai malaikat, atau malaikat yang tak bersayap.

Hal ini menunjukkan bahwa ide tentang malaikat sebagai penolong begitu populer, bahkan di dunia sekuler sekalipun.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen

Artikel kali ini akan membahas seputar fakta-fakta tentang malaikat menurut pandangan Kristen sebagaimana yang dicatat di Alkitab.

Di sini akan disingkapkan 10 fakta penting tentang dunia malaikat menurut pandangan Kristen yang perlu untuk kita ketahui.

Berikut pembahasan tentang malaikat menurut pandangan Kristen.

 

1. Malaikat Adalah Makhluk Sorgawi Yang Diutus Kepada Manusia

Dalam bahasa Ibrani, bahasa asli Perjanjian Lama, malaikat disebut malakh, yang berarti suruhan.

Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, malaikat disebut angelos (bahasa Inggris: angel), yang juga berarti suruhan.

Hal ini berarti bahwa makna utama kata “malaikat” adalah suruhan Tuhan.

Malaikat itu adalah makhluk sorgawi, ia tinggal di sorga bersama Allah (Markus 12:25) serta melayaniNya.

Dia datang ke bumi hanya ketika Tuhan menyuruhnya.

Malaikat bertugas untuk menyampaikan firman Tuhan kepada manusia di bumi (termasuk memperingatkan manusia atas dosa-dosa mereka atau menghukum mereka atas dosa mereka tersebut) serta menolong umatNya dalam situasi yang sulit.

Dalam hal menyampaikan firman Tuhan, contohnya adalah ketika malaikat memberitahukan kelahiran Yohanes pembaptis kepada Zakharia, ayahnya (Lukas 1:11-17).

Dan dalam hal menolong orang percaya, contohnya adalah ketika malaikat menolong Petrus keluar dari penjara (Kisah Para Rasul 12:7-10).

 

2. Malaikat Diciptakan Abadi, Tanpa Mengalami Kematian

Sejauh yang dicatat di Alkitab, malaikat itu sifatnya abadi atau kekal, sekalipun dia hanyalah ciptaan Tuhan.

Artinya, dia tidak bisa mengalami kematian jasmani, sebagaimana halnya dengan manusia.

Tetapi malaikat bisa mengalami “kematian rohani”, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang (akhir zaman).

Artinya, malaikat bisa dihukum sehingga dijauhkan dari hadirat Tuhan, atau dihukum kekal di neraka kelak.

Hal ini terjadi tergantung pada ketaatan malaikat kepada Tuhan. Jika ia taat kepada Tuhan maka ia tidak bisa mati secara rohani.

Tetapi jika ia tidak taat kepada Tuhan dan memberontak kepadaNya, maka ia pun bisa mati secara rohani.

Faktanya, banyak malaikat yang tidak taat kepada Tuhan sehingga mereka dijauhkan dari Tuhan pada zaman sekarang (mati rohani) serta akan dihukum kekal di neraka nanti, atau mengalami kematian rohani yang kekal (lihat poin 7 di bawah).

 

3. Malaikat Tidak Berjenis Kelamin, Tetapi Selalu Menampakkan Diri Dalam Wujud Laki-laki

Malaikat itu pada dasarnya tidak berjenis kelamin, ia bukan laki-laki tetapi juga bukan perempuan.

Namun demikian, ketika ia menampakkan diri kepada manusia, ia selalu menampakkan diri dalam wujud laki-laki.

Sebagai contoh adalah malaikat yang menampakkan diri di kubur Yesus (Markus 16:5-6).

Dalam bahasa Yunani, malaikat tersebut (“orang muda”) ditulis dalam bentuk kata maskulin, yang berarti laki-laki.

Pada zaman sekarang banyak malaikat yang digambarkan dalam wujud  perempuan yang bersayap, khususnya dalam seni lukis dan seni pahat (nama angel juga semuanya perempuan!).

Mungkin karena malaikat suka menolong manusia, maka dia dianggap punya sisi kelembutan sebagaimana dengan perempuan.

Namun hal ini jelas tidak alkitabiah. Dalam catatan Alkitab, tidak pernah malaikat menampakkan dirinya kepada manusia dalam wujud perempuan.

Alkitab tampaknya lebih menonjolkan kekuatan dan ketegasan malaikat, khususnya dalam hal penghukumannya, sehingga lebih cocok digambarkan sebagai laki-laki, terlebih di tengah budaya paternalistik (mengutamakan peran laki-laki) pada zaman Alkitab.

 

4. Jumlah Malaikat Sangat Banyak, Mungkin Sebanyak Orang Percaya

Karena tidak berjenis kelamin, maka malaikat juga tidak kawin (Matius 22:30).

Jadi malaikat tidak mempunyai keturunan dan tidak bisa bertambah banyak.

Di sisi lain, tampaknya setiap orang percaya, bukan hanya anak-anak, mempunyai malaikatnya sendiri (Matius 18:10; Kisah Para Rasul 12:15).

Hal ini juga ditopang oleh tradisi Yahudi yang meyakini bahwa setiap orang percaya mempunyai malaikatnya sendiri yang melayani mereka.

Jika setiap orang percaya memiliki satu malaikatnya sendiri (dan jumlah orang percaya akan terus bertambah), sementara jumlah malaikat tidak pernah bertambah dari perkawinan dan tidak mungkin diciptakan lagi yang baru, maka jumlah malaikat itu pasti diciptakan sangat banyak.

Sebab hanya dengan jumlah malaikat yang sangat banyaklah mereka dapat “mengimbangi” jumlah orang percaya yang terus bertambah banyak, sehingga “stok” malaikat tidak pernah habis dalam melayani setiap orang percaya.

Dari banyak ayat Alkitab kita dapat mengetahui bahwa memang malaikat diciptakan sangat banyak jumlahnya, bahkan tak terhitung (Daniel 7:10; Ibrani 12:22; Wahyu 5:11).

 

5. Di Alkitab Hanya Dua Malaikat Yang Disebut Namanya

Sekalipun jumlah malaikat sangat banyak atau hingga jutaan atau ratusan juta, namun hanya dua malaikat yang disebut namanya.

Penyebutan nama kedua malaikat ini boleh jadi punya makna bahwa merekalah kepala para malaikat.

Kedua malaikat yang disebut namanya itu adalah Gabriel dan Mikhael.

Gabriel membawa firman Tuhan kepada Daniel (Daniel 8:15-17), Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis (Lukas 1:18-19), dan Maria, ibu Yesus (Lukas 1:26-27). (Baca:  7 Fakta Tentang Malaikat Gabriel Menurut Alkitab)

Sementara Mikhael secara khusus dikenal sebagai penghulu malaikat (Yudas 1:9).

Mikhael berperang melawan orang Persia bagi orang Yahudi (Daniel 10:13).

Pada akhir zaman Mikhael juga akan berperang melawan iblis dan antek-anteknya bagi umat Allah (Daniel 12:1; Wahyu 12:7).

 

8 komentar untuk “10 Fakta Tentang Malaikat Menurut Pandangan Kristen”

  1. Jika Anda menyatakan bahwa yang dimaksud dengan anak-anak Allah dalam Kejadian 6:2 adalah anak-anak Kain, jadi pertanyaan, kapan Tuhan menciptakan secara tersendiri anak-anak Kain dan dari keturunan siapa yang disebut anak-anak perempuan keturunan manusia? Bukankah Kain juga lahir dari Adam dan Hawa?

    1. Anak-anak Allah itu maksudnya keturunan Kain yang jahat, sedangkan anak-anak manusia merujuk pada keturunan Kain yang saleh dari garis Set.

      Memang banyak juga yang berpandangan bahwa anak-anak Allah di situ merujuk pada para malaikat yang jatuh, yang telah disinggung dalam artikel.

      Tetapi kami berpandangan bahwa jika anak-anak Allah dalam Kejadian 6:2 itu adalah malaikat, mengapa manusia yang dihukum dengan air bah? Bukankah para malaikat yang berdosa?

      Lagipula konteks ayat firman Tuhan itu adalah membicarakan kejahatan manusia di bumi, bukan kejahatan malaikat.

      Dan yang terpenting Tuhan Yesus berkata bahwa para malaikat tidak kawin, seperti telah disebut dalam artikel.

      Demikian, terima kasih.

  2. Shalom, saya dari Malaysia, saya ingin tanya adakah orang yang beragama lain dan tidak percaya kepada Yesus tapi sangat beriman boleh diselamatkan dan boleh masuk ke surga? TQ😊

  3. Bagaimana dengan ayat ini :
    Kej 6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
    FAYH 4 ¶ Pada zaman itu, dan bahkan sesudah itu, apabila anak-anak Allah memperistri anak-anak perempuan manusia, maka perempuan-perempuan itu melahirkan raksasa-raksasa yang gagah perkasa, yang banyak diceritakan orang pada zaman dulu.

    Apakah ini bukan indikasi bahwa malaikat itu berjenis kelamin….

    1. Seperti telah dijelaskan di dalam artikel, malaikat tidak berjenis kelamin, penyebutan “anak-anak Allah” dalam ayat itu mengacu pada manusia, keturunan Kain yang berdosa, bukan pada malaikat-malaikat. Terima kasih, GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!