Loading...
Loading...

10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen

neraka

Artikel ini berisi tentang neraka menurut pandangan Kristen seperti yang dicatat di Alkitab.

Dalam berbagai agama ditemukan ajaran tentang neraka. Dalam pandangan Kristen sendiri istilah neraka sama sekali bukan lagi hal yang asing. Kebanyakan dari kita orang Kristen pasti sudah sering membacanya di Alkitab, mendengarnya dari khotbah-khotbah atau pengajaran-pengajaran di gereja.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

Satu hal yang pasti adalah bahwa neraka itu menurut pandangan Kristen sungguh nyata, bukan hanya sebuah hayalan belaka. Neraka itu nyata bukan karena kesaksian orang yang pernah ke neraka, ataupun penglihatan orang tentang neraka, tetapi karena Alkitab sendiri yang mengatakannya.

Alkitab, terutama Perjanjian Baru, berulang kali menyebut tentang adanya neraka, terutama dalam pengajaran Tuhan Yesus sendiri. Hal ini membuktikan bahwa ajaran tentang neraka merupakan hal yang sangat penting dalam pandangan Kristen.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen

Fakta-fakta apa sajakah yang harus kita ketahui seputar neraka menurut pandangan Kristen?

Dalam artikel kali ini akan dibahas 10 fakta penting tentang neraka menurut pandangan Kristen, sebagaimana dicatat di Alkitab ataupun dalam tradisi Yahudi. Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan kita seputar neraka dari sudut pandang Kristen. Berikut uraiannya.

 

1. Konsep Neraka Di Perjanjian Lama Berasal Dari Istilah Lembah Hinom

Fakta pertama tentang neraka menurut pandangan Kristen adalah bahwa konsep neraka di Alkitab Perjanjian Lama berasal dari istilah Lembah Hinom.

Di Perjanjian Lama, konsep tentang neraka masih samar-samar. Namun orang Yahudi sudah punya semacam keyakinan bahwa akan ada pembalasan yang setimpal terhadap perbuatan-perbuatan manusia di bumi.

Konsep ini terdapat dalam istilah “Ge Hinnom” atau Lembah Hinom, sebuah tempat di dekat Yerusalem, di mana orang Kanaan mempersembahkan anak-anak mereka kepada dewa Molokh, yang kemudian ditiru oleh orang Israel, yang membuat Tuhan murka.

“Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.” (Yeremia 7:31).

Kemudian, Lembah Hinom atau gehinom menjadi tempat pembunuhan dan penghukuman Tuhan.

“Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi “Tofet” dan “Lembah Ben-Hinom“, melainkan “Lembah Pembunuhan“; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat.” (Yeremia 7:32).

Istilah Tofet berasal dari bahasa Aram, yang berarti “tempat berapi”.

 

2. Konsep Neraka Belum Terlalu Jelas Di Perjanjian Lama Sekalipun Sudah Ada Ayatnya

Fakta kedua tentang neraka menurut pandangan Kristen adalah bahwa konsep neraka belum terlalu jelas di Alkitab Perjanjian Lama, sekalipun sudah ada ayatnya.

Sekalipun ayat di atas menyebut bahwa akan ada penghukuman atau penguburan mayat di Lembah Hinom, namun orang Yahudi tidak melihat hal itu sebagai neraka atau penghukuman kekal.

Namun demikian, sudah ada juga ayat di Perjanjian Lama yang mengacu pada hukuman kekal atau neraka.

“Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.” (Yesaya 66:24)

 Ulat-ulat yang tidak akan mati dan api yang tak kunjung padam tentu menunjuk pada penghukuman kekal atau neraka. Sebab api yang tak kunjung padam tidak akan kita temukan dalam penghukuman di dunia ini. Jadi penghukuman seperti itu pasti ada pada zaman yang akan datang, yakni penghukuman neraka.

Sekalipun demikian, orang Yahudi belum menjadikan hal ini sebagai doktrin tentang penghukuman kekal di neraka. Bagaimanapun juga, pada zaman Perjanjian Lama ayat ini belum begitu dikenal sebagai ayat tentang hukuman neraka.

 

3. Konsep Neraka Baru Jelas Pada Zaman Intertestamental

Fakta ketiga tentang neraka menurut pandangan Kristen adalah bahwa konsep neraka baru jelas pada zaman intertestamental.

Pada zaman intertestamental (zaman antara Perjanjian Lama dengan zaman Perjanjian Baru), doktrin tentang neraka bagi orang Yahudi semakin jelas. Menurut keyakinan orang Yahudi pada zaman tersebut, gehinom adalah tempat hukuman kekal bagi orang-orang berdosa.

Hal ini misalnya terdapat dalam kitab-kitab apokrifa (kitab-kitab yang tidak termasuk ke dalam Alkitab orang Kristen Protestan) seperti kitab Yudith dan Psalms of Solomon.

Dalam Targum (ulasan Perjanjian Lama dalam bahasa Aram), ayat terakhir dari kitab Yesaya, yakni Yesaya 66:24 yang telah dikutip di atas (poin 2), ditafsirkan sebagai neraka atau penghukuman kekal.

Dengan demikian, konsep orang Yahudi tentang neraka sudah mendapat bentuk yang pasti. Neraka mereka pahami sebagai tempat penghukuman kekal bagi orang-orang yang memberontak/tidak percaya kepada Tuhan.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!