10 Fakta Tentang Nubuat Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan membahas tentang 10 fakta penting tentang nubuat menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Istilah nubuat menurut Alkitab bukanlah suatu hal yang asing bagi kebanyakan orang percaya.

Kita pasti sudah sering mendengarnya, membicarakannya, bahkan mempraktekkannya.

Nubuat sangat sering muncul di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Nubuat menurut Alkitab umumnya dipahami sebagai pesan Tuhan bagi manusia, khususnya orang percaya. Sifatnya bisa menghibur, menguatkan, menegur, bahkan menghukum.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Bahasa Roh Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan membahas 10 fakta penting tentang nubuat menurut Alkitab yang perlu kita ketahui, sehingga pemahaman kita tentang nubuat semakin lengkap.

Fakta-fakta apa sajakah yang perlu kita ketahui seputar nubuat menurut Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Nubuat Umumnya Adalah Firman Tuhan Yang Disampaikan Oleh Para Nabi

Di Alkitab nubuat umumnya adalah berita yang disampaikan oleh para nabi, baik nabi di Perjanjian Lama maupun nabi di Perjanjian Baru. Dan bernubuat adalah salah satu tugas para nabi.

Nubuat tersebut biasanya berisi pesan Tuhan bagi seseorang, sekelompok orang, satu kota, satu bangsa, bahkan untuk semua orang di dunia.

Nubuat umumnya berupa “ramalan” tentang peristiwa atau hal-hal yang akan terjadi pada masa depan (Yesaya 42:9).

“Masa depan”  itu bisa jangka pendek, misalnya dalam hitungan hari, minggu, bulan, atau tahun; dan bisa juga jangka panjang, misalnya dalam hitungan puluhan tahun, ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun.

 

2. Di Perjanjian Baru, Semua Orang Percaya Diberi Kemampuan Untuk Bernubuat

Pada dasarnya semua orang percaya di Perjanjian Baru, tanpa terkecuali, diberi kemampuan untuk bernubuat.

Hal ini sebelumnya telah dinubuatkan oleh nabi Yoel (Yoel 2:28-29) yang digenapi pada Hari Pentakosta, hari lahirnya gereja (Kisah Para Rasul 2:16-18).

Di Perjanjian Lama, biasanya hanya nabi-nabi yang bernubuat, sekalipun ada beberapa kasus di mana orang awam yang bukan nabi bernubuat.

Tetapi baru di Perjanjian Baru semua orang percaya, umat Tuhan, boleh bernubuat (1 Korintus 14:31), baik laki-laki, perempuan, orang tua, dan anak muda.

 

3. Orang Percaya Yang Bernubuat Di Perjanjian Baru Tidak Berarti Adalah Nabi

Walaupun semua orang percaya di Perjanjian Baru bisa bernubuat, tetapi tidak berarti bahwa mereka semua adalah nabi. Di Perjanjian Baru semua nabi pasti bernubuat, tetapi tidak semua orang yang bernubuat adalah nabi.

Dalam arti tertentu semua orang percaya memang adalah nabi, yang harus menyampaikan firman Tuhan kepada orang lain. Namun mereka bukanlah para nabi dalam arti khusus.

Di Perjanjian Baru, seperti halnya di Perjanjian Lama, nabi-nabi khusus tetap dibedakan dari anggota jemaat awam (1 Korintus 12:28-29).

 

4. Nubuat Adalah Salah Satu Karunia Roh Kudus

Di Perjanjian Baru nubuat juga adalah salah satu dari karunia-karunia Roh Kudus. Karunia nubuat ini dikelompokkan ke dalam karunia-karunia supranatural Roh Kudus yang dibedakan dengan karunia-karunia alami atau karunia-karunia natural.

Karena nubuat adalah karunia Roh Kudus, maka, sebagaimana dengan karunia-karunia Roh Kudus lainnya, tidak semua orang percaya memilikinya. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya, yakni orang-orang yang dikehendakiNya (1 Korintus 12:11).

Memang setiap orang dapat “mengusahakan” (merindukan dan mendoakan agar diberikan kepada kita) karunia-karunia Roh Kudus, termasuk karunia nubuat (1 Korintus 12:31; 14:1). Tetapi Roh Kudus tetaplah memberikanNya sesuai dengan kehendakNya.

Fakta bahwa semua orang percaya bisa bernubuat (lihat poin 2 di atas) dan bahwa hanya kepada orang-orang tertentu saja diberikan karunia bernubuat, bukanlah suatu hal yang bertentangan.

Hal ini harus ditafsirkan bahwa semua orang percaya memang dapat bernubuat, namun ada orang-orang tertentu yang bernubuat dalam skala yang lebih besar, yakni orang-orang yang berkarunia nubuat, di luar para nabi.

 

5. Nubuat Bukan Hanya “Ramalan”, Tetapi Juga Berita Masa Kini

Meskipun nubuat identik dengan “ramalan” akan masa depan (lihat poin 1 di atas), namun nubuat bukan hanya berita tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan, tetapi juga berita masa kini.

Pengertian seperti ini terutama terdapat di Perjanjian Baru. Nubuat juga adalah berita yang membangun, menasihati, dan menghibur jemaat Tuhan pada masa kini (1 Korintus 14:3).

Jadi bernubuat tidak hanya punya makna menyampaikan firman Tuhan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan, tetapi juga tentang hal-hal yang sedang terjadi pada masa sekarang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!