Loading...
Loading...

10 Fakta Tentang Perjamuan Kudus Menurut Alkitab

Artikel ini membahas seputar fakta-fakta tentang Perjamuan Kudus menurut Alkitab.

Perjamuan Kudus adalah salah satu liturgi atau tata ibadah gereja yang sangat penting bagi gereja dari seluruh denominasi atau aliran.

Bahkan bagi gereja-gereja tertentu, seperti gereja Katolik, Perjamuan Kudus merupakan inti ibadah mereka.

Perjamuan Kudus merupakan satu dari tujuh sakramen gereja Katolik, dan satu dari dua sakramen yang diakui oleh gereja-gereja Kristen Protestan.

Baca juga: 4 Makna Perjamuan Kudus Menurut Alkitab

Dalam tradisi Kristen Protestan, sakramen diartikan sebagai “tanda lahiriah yang nampak, yang ditetapkan oleh Kristus, untuk menyatakan dan menjanjikan suatu berkat rohani.”

Memang, gereja-gereja Kristen mempunyai sedikit perbedaan akan hakekat atau makna sesungguhnya dari Perjamuan Kudus, khususnya roti perjamuan.

Baca juga: 4 Pandangan Tentang Perjamuan Kudus Dan Penjelasannya

Namun seluruh aliran/denominasi gereja Kristen melakukan Perjamuan Kudus serta meyakini bahwa roti perjamuan melambangkan tubuh Tuhan Yesus dan anggur melambangkan darahNya.

Perjamuan Kudus mempunyai makna yang sangat dalam. Itulah sebabnya hal ini diperintahkanNya untuk dilakukan oleh murid-muridNya/gereja.

Baca juga: 7 Unsur Ibadah Kristen Menurut Alkitab Dan Maknanya

Artikel kali ini akan membahas tentang fakta-fakta tentang Perjamuan Kudus menurut Alkitab, khususnya Perjanjian Baru.

Apa sajakah kesepuluh fakta tentang Perjamuan Kudus menurut Alkitab tersebut?

Berikut penjelasannya.

 

1. Perjamuan Kudus Berawal Dari Perjamuan  Paskah Yahudi

Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan, atau juga disebut Ekaristi, berawal dari perjamuan paskah orang Yahudi untuk memperingati peristiwa ketika malaikat maut melewati rumah-rumah orang Israel yang telah dibubuhi darah di Mesir serta memunahkan anak-anak sulung di rumah orang-orang Mesir.

Kemudian juga mengenang keluarnya mereka dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian, tanah yang telah dijanjikan oleh Allah kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub.

Orang-orang Yahudi melakukan perjamuan paskah setiap tahunnya di setiap keluarga, yakni pada hari raya Paskah. (Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab)

Menyembelih anak domba dan memakannya setelah dipanggang adalah unsur utama dari perayaan Paskah Israel.

Anak domba tersebut dimakan bersama roti yang tidak beragi dan sayur pahit (Keluaran 12:1-11).

Dalam perkembangannya kemudian (tidak diketahui kapan secara pasti), unsur anggur ditambahkan dalam Paskah orang Israel. (Baca: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab)

Roti adalah makanan pokok orang Israel, dan anggur adalah minuman pokok mereka.

 

2. Perjamuan Kudus Ditahbiskan Oleh Tuhan Yesus Sendiri

Selama Tuhan Yesus hidup dan melayani di dunia, sebagai orang Yahudi secara manusia, Ia beberapa kali merayakan Paskah Yahudi (misalnya, Yohanes 2:23).

Dan sehari sebelum Dia wafat, Yesus dan murid-muridNya juga merayakan Paskah dengan memakan roti dan meminum anggur.

Tetapi di hari Paskah ini jugalah Yesus menahbiskan Perjamuan Kudus dengan makna baru, di mana roti melambangkan tubuhNya dan anggur melambangkan darahNya. (Baca: 7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya)

Tuhan Yesus menyebut hal ini sebagai Perjanjian Baru, yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh Nabi Yeremia (Yeremia 31:31-34).

 

3. Perjamuan Kudus Diperintahkan Oleh Tuhan Yesus Untuk Dilakukan Murid-muridNya

Tuhan Yesus memerintahkan 12 muridNya untuk melakukan Perjamuan Kudus.

Perjamuan Kudus tersebut bertujuan untuk mengingat Dia (Lukas 22:14-20).

Perintah yang sama diberikanNya kepada rasulNya yang lain, Paulus (1 Korintus 11:23-26).

Jadi di sini Paskah Yahudi telah digenapi oleh Yesus dan digantiNya dengan Paskah Kristen.

Dengan demikian, orang Kristen merayakan Paskah dengan Perjamuan Kudus tidak lagi dalam rangka memperingati keluarnya umat Israel dari perbudakan Mesir, tetapi memperingati keluarnya orang percaya dari perbudakan dosa melalui kematian Yesus. (Baca: 7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya)

 

4. Perjamuan Kudus Adalah Perayaan Paskah Kristen

Di atas telah disebut bahwa Perjamuan Kudus adalah untuk memperingati kematian Kristus, bukan lagi memperingati keluarnya orang Israel dari Mesir.

Maka dapatlah dikatakan bahwa Perjamuan Kudus adalah bentuk perayaan paskah Kristen.

Sekalipun Paskah Kristen awalnya adalah untuk mengingat kematian Yesus, Paskah Kristen di Perjanjian Baru ternyata juga untuk memperingati kebangkitanNya.

Hal ini tampak dari hari ibadah gereja mula-mula yang diadakan pada hari Minggu, di mana Perjamuan Kudus diadakan (Kisah Para Rasul 20:7).

Hari Minggu adalah hari kebangkitan Yesus (Matius 28:1). Sedangkan hari kematian Yesus adalah hari Jumat (Markus 15:42).

Jika orang Kristen Perjanjian Baru hanya ingin mengingat kematian Yesus, maka tentu mereka akan melakukan Perjamuan Kudus pada hari Jumat, yakni hari kematian Yesus, bukan hari Minggu.

Faktanya mereka melakukan Perjamuan Kudus pada hari Minggu, hari kebangkitan Yesus.

Orang Kristen sendiri mengadakan ibadah pada hari Minggu karena Yesus bangkit pada hari Minggu, artinya, untuk memperingati kebangkitan Yesus.

Jadi orang Kristen Perjanjian Baru menggabungkan peringatan kematian Yesus dan peringatan kebangkitanNya dalam satu hari ibadah (yang disertai Perjamuan Kudus), yakni pada hari Minggu.

Hal ini berarti bahwa orang Kristen di Perjanjian Baru (yang menjadi acuan kita orang percaya masa kini) menganggap bahwa Perjamuan Kudus juga memperingati kebangkitan Yesus, bukan hanya memperingati kematianNya.

 

5. Perjamuan Kudus Adalah Lambang Kesatuan Gereja Tuhan

Meskipun makna utama Perjamuan Kudus adalah sebagai peringatan akan kematian (dan kebangkitan) Yesus, namun ternyata juga punya  makna sebagai lambang kesatuan tubuh Kristus/orang percaya (1 Korintus 10:17).

Lewat Perjamuan Kudus, khususnya roti yang kita makan bersama, maka kita orang percaya mengakui kesatuan kita dengan orang lain/anggota jemaat, sebagai sesama anggota tubuh Kristus.

Itulah sebabnya Perjamuan Kudus selalu diadakan secara bersama-sama, dengan anggota jemaat.

Kita tidak melakukan Perjamuan Kudus seorang diri/sendirian.

Dan setiap kali kita melakukan Perjamuan Kudus, kita sedang diingatkan akan kesatuan kita dengan anggota jemaat Tuhan, sebagai sesama tubuh Kristus.

Kita mungkin saat ini tidak memakan roti yang sama secara harfiah seperti pada zaman Alkitab (zaman Alkitab rotinya sama/hanya satu, lalu dipecah-pecahkan dan dibagikan kepada anggota jemaat).

Tetapi dengan memakan roti perjamuan secara bersama-sama, kita sedang menjalin/mempererat persekutuan dengan sesama tubuh Kristus.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!