10 Fakta Tentang Perjamuan Kudus Menurut Alkitab

 

6. Perjamuan Kudus Harus Memakai Roti Dan Anggur Sebagai Mediumnya

Orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru merayakan Paskah lewat Perjamuan Kudus, yang terdiri dari roti dan anggur.

Sebab Perjamuan Paskah yang dirayakan Tuhan Yesus juga memakai unsur roti dan anggur.

Dan kedua unsur itulah yang dipakai Tuhan Yesus sebagai sarana untuk meresmikan Paskah Kristen, yakni untuk mengingat kematianNya.

Karena itu, Perjamuan Kudus tidak boleh memakai unsur lain selain roti (tidak boleh menggantinya misalnya dengan nasi) dan anggur (tidak boleh menggantinya misalnya dengan teh manis).

(Saya pernah mengikuti “Perjamuan Kudus” di sebuah komunitas Kristen dengan memakai nasi dan teh manis! sebagai pengganti roti dan anggur).

Memang ada sebagian orang Kristen yang berpikir bahwa unsur Perjamuan Kudus (roti dan anggur) boleh diganti.

Alasannya adalah kontekstualisasi, sesuai konteks tempat pelayanan.

Mereka mengatakan bahwa orang Israel dan Tuhan Yesus dulu memakai unsur roti dan anggur dalam Perjamuan Paskah karena itulah makanan dan minuman pokok mereka (lihat poin 1 di atas).

Jadi menurut mereka kita zaman sekarang boleh memakai unsur lain sesuai konteks kita. Misalnya di Indonesia memakai nasi dan teh manis.

Namun hal ini tidak bisa dibenarkan, sebab unsur roti dan anggur, sekalipun hanya lambang, sudah “menyatu” dengan makna Perjamuan Kudus itu sendiri.

Selain itu, dalam Perjamuan Kudus kedua unsur tersebut, roti dan anggur, harus tersedia bagi semua anggota jemaat.

Tidak seharusnya bahwa salah satu dari kedua unsur Perjamuan Kudus tidak diberikan bagi jemaat, seperti yang terjadi dengan gereja Katolik.

 

7. Roti Dan Anggur Hanya Simbol Tubuh Dan Darah Kristus, Bukan Benar-benar Tubuh Dan DarahNya

Saat ini gereja-gereja Kristen tidak mempunyai pemahaman yang sama akan hakekat atau makna sesungguhnya dari roti dan anggur Perjamuan Kudus.

Sebagian gereja, seperti gereja Katolik dan gereja-gereja ortodoks, berpandangan bahwa roti dan anggur perjamuan adalah benar-benar tubuh dan darah Yesus sendiri.

Hal ini, menurut mereka, terbukti dari pernyataan Tuhan Yesus sendiri dalam perjamuan paskah dengan murid-muridNya.

Tuhan Yesus saat itu berkata tentang roti dan anggur perjamuan, “Inilah tubuhKu, inilah darahKu”.

Artinya, roti itu benar-benar tubuh Kristus dan anggur itu benar-benar darahNya, bukan hanya sekedar lambang tubuh dan darahNya.

Mereka juga mengutip Yohanes 6:55 dimana Tuhan Yesus mengatakan bahwa dagingNya adalah “benar-benar” makanan dan darahNya adalah “benar-benar” minuman.

Namun tentu roti dan anggur perjamuan hanyalah lambang tubuh dan darah Kristus.

Sebab, ketika Kristus berkata, “Inilah tubuhKu”, dan “Inilah darahKu”, Kristus juga hadir pada saat itu, sehingga tidak mungkin roti itu benar-benar tubuhNya dan anggur benar-benar darahNya.

Karena itu tidak boleh memberhalakan roti dan anggur perjamuan (lihat poin 9 di bawah).

 

8. Perjamuan Kudus Hanya Boleh Diikuti Oleh Orang Percaya

Siapakah Yang Boleh Mengikuti Perjamuan Kudus

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan telah dibaptis, diperbolehkan mengikuti Perjamuan Kudus.

Karena makna perjamuan kudus adalah mengingat kematian Tuhan Yesus, maka mereka yang tidak/belum percaya kepada Tuhan Yesus tentu tidak boleh mengikuti Perjamuan Kudus.

Orang yang tidak mengakui roti perjamuan sebagai tubuh Kristus akan terkena hukuman (1 Korintus 11:29).

Dalam kasus tertentu, anak-anak yang sudah mengerti makna Perjamuan Kudus boleh mengikutinya, sekalipun mereka belum dibaptis.

Di Perjanjian Lama, hanya orang Israel asli yang boleh makan Paskah, tidak boleh orang asing, kecuali mereka yang telah menganut agama Yahudi (proselit) dan disunat (Keluaran 12:43-49).

 

9. Orang Percaya Harus Mengikuti Perjamuan Kudus Secara Layak

Karena perjamuan kudus adalah lambang darah dan tubuh Kristus, maka kita patut menghormatinya.

Orang yang meremehkannya akan mendapat hukuman.

Beberapa anggota jemat Korintus yang menganggap remeh perjamuan Tuhan menjadi lemah, sakit, bahkan ada yang meninggal (1 Korintus 11:29-30).

Karena itu sebelum ambil bagian dalam perjamuan Tuhan, seseorang harus menyelidiki hatinya terlebih dahulu agar layak mengambil roti dan anggur yang adalah lambang tubuh dan darah Kristus (1 Korintus 11:27-28).

Tetapi kita juga tidak boleh memberhalakan roti atau anggur seolah-olah setara dengan Kristus, apalagi melebihi Kristus sendiri.

Sebab roti atau anggur hanyalah lambang atau simbol saja, bukan Tuhan Yesus sendiri (lihat poin 7 di atas).

Roti dan anggur perjamuan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang punya khasiat tertentu, atau memperlakukannya sebagai semacan jimat.

 

10. Perjamuan Kudus Boleh Dilakukan Sesering Mungkin

Alkitab tidak memberi patokan seberapa sering seharusnya gereja mengadakan Perjamuan Kudus.

Namun gereja-gereja Perjanjian Baru tampaknya mengadakan Perjamuan Kudus setiap minggunya, yakni setiap kali beribadah (lihat poin 4 di atas).

Sebab tujuannya adalah untuk mengingat kematian Tuhan Yesus, yang tentu lebih baik jika dilakukan lebih sering, bukan hanya setahun sekali.

Tetapi tentu Perjamuan Kudus juga bisa diadakan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap setengah tahun, bahkan setiap tahun.

Yang penting adalah maknanya.

Perjamun paskah Yahudi diadakan ketika mereka memperingati hari paskah, yakni setiap tahun/sekali setahun.

Karena paskah Kristen adalah peringatan akan kebangkitan Kristus, yang dilakukan setiap minggu/setiap hari minggu, maka perjamuan paskah Kristen, yakni Perjamuan Kudus, adalah wajar jika dilakukan setiap minggu, ketika beribadah.

 

Itulah 10 fakta tentang Perjamuan Kudus menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen yang perlu kita ketahui.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!