10 Fakta Tentang Persepuluhan Menurut Alkitab

 

6. Persepuluhan Adalah Bagian Dari Sistem Hukum Taurat Yahudi Yang Wajib Ditaati

Persepuluhan adalah bagian integral dari sistem Hukum Taurat Israel, yang sejajar dengan korban-korban dan persembahan-persembahan lainnya dalam ritual ibadah Israel.

Karena itu aturan tentang persepuluhan wajib ditaati oleh orang Israel, seperti halnya aturan-aturan Hukum Taurat lainnya.

Seperti aturan-aturan Hukum Taurat lainnya, aturan tentang persepuluhan diperintahkan langsung oleh Tuhan kepada Musa di gunung Sinai agar ditaati oleh orang Israel, umat pilihan Tuhan (Imamat 27:30, 34).

 

7. Seperti Peraturan-Peraturan Hukum Taurat Lainnya, Peraturan Tentang Persepuluhan Sering Tidak Ditaati Oleh Orang Israel

Sekalipun membayar persepuluhan adalah suatu kewajiban bagi orang Israel, namun sering juga dilanggar oleh mereka.

Akibatnya Tuhan murka kepada mereka.

Hal ini tampak dari teguran keras Tuhan kepada umatNya melalui nabi Mikha.

Tuhan berjanji bahwa jika orang Israel setia memberikan persembahan perpuluhan kepadaNya, maka Ia akan membuka tingkap-tingkap langit dan memberkati mereka (Maleakhi 3:6-12).

Pada zaman Nehemia pun, pemimpin Israel pasca pembuangan, orang-orang Israel tidak setia membayar persepuluhan mereka.

Akibatnya orang-orang Lewi terpaksa meninggalkan tugas mereka di Bait Suci untuk bekerja mencari nafkah.

Hal ini membuat Nehemia marah.

Ia memerintahkan orang Israel membayar persepuluhan mereka serta memerintahkan orang-orang Lewi kembali pada pekerjaan mereka di Bait Suci. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM )

 

8. Tuhan Yesus Telah Menggenapi Persepuluhan, Sehingga Tidak Lagi Mengikat Orang Kristen

Tuhan Yesus telah menggenapi seluruh Hukum Taurat, termasuk persepuluhan.

Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk persepuluhan, yang merupakan bagian integral sistem Hukum Taurat (lihat poin 6 di atas).

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, termasuk persepuluhan, maka kita orang Kristen tidak lagi terikat untuk melakukannya.

Orang percaya sebenarnya tidak lagi wajib membayar persepuluhan.

Tentu membayar persepuluhan juga tidak salah, apalagi jika kita bernaung dalam gereja yang menerapkan peraturan persepuluhan.

 

9. Persepuluhan Tidak Pernah Diajarkan Dan Dipraktekkan Di Perjanjian Baru

Alkitab Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan bahwa orang Kristen harus membayar persepuluhan.

Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan murid-muridNya untuk membayar persepuluhan.

Demikian juga para rasul, yang merupakan para penerus ajaran-ajaran Tuhan Yesus, mereka tidak pernah mengajarkan anggota jemaat untuk membayar persepuluhan.

Gereja-gereja pada zaman Alkitab Perjanjian Baru juga tidak pernah mempraktekkan pembayaran persepuluhan.

Di Perjanjian Baru hanya ada persembahan-persembahan sukarela, termasuk untuk para hamba Tuhan dan orang-orang miskin, bukan persembahan yang sifatnya wajib.

Dan persembahan-persembahan tersebut tidak disebut persepuluhan, sebab mereka memberi sesuai kemampuan mereka (2 Korintus 8:1-15).

Jadi persembahan-persembahan yang diajarkan dan dipraktekkan oleh Gereja-gereja pada zaman Alkitab Perjanjian Baru adalah persembahan-persembahan sukarela (bukan wajib), dan yang sesuai dengan kemampuan mereka (tidak harus 10 %, bisa kurang dan bisa lebih).

 

10. Persepuluhan Hanya Disebut Satu Kali Di Perjanjian Baru

Persepuluhan hanya disebut satu kali dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Singgungan tentang persepuluhan tersebut adalah kecaman Tuhan Yesus terhadap ahli-ahli Taurat Yahudi dan orang-orang Farisi yang rajin memberi persepuluhan tetapi tidak mengindahkan kesetiaan, belas kasih, dan keadilan (Matius 23:23).

Jadi persepuluhan di sini adalah dalam konteks persepuluhan orang Yahudi di Perjanjian Lama, yang dilakukan oleh orang-orang Farisi, bukan dalam konteks persepuluhan orang Kristen Perjanjian Baru.

 

Itulah 10 fakta tentang persepuluhan menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!