Loading...

10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab

Loading...

 

4. Tuhan Memberi Aturan Yang Berkaitan Dengan Poligami

Sekalipun Tuhan tidak melarang umatNya berpoligami, namun Tuhan memberi aturan atau rambu-rambu dalam berpoligami.

Setidaknya ada dua bagian ayat-ayat Alkitab Perjanjian Lama yang “mengatur” tentang praktek poligami di antara umat Tuhan.

Maksudnya adalah agar praktek pernikahan poligami tersebut tidak merugikan istri kedua atau istri-istri lainnya di luar istri pertama, serta anak-anak mereka.

Ayat pertama di Alkitab Perjanjian Lama yang mengatur praktek poligami adalah Keluaran 21:10.

Dalam ayat tersebut Tuhan memerintahkan agar para lelaki Israel yang ingin berpoligami jangan mengambil adik istrinya sebagai istrinya.

Hal seperti ini memang pernah dilakukan oleh Yakub, nenek moyang bangsa Israel, walaupun bukan dengan sengaja.

Ayat lainnya yang mengatur poligami di Alkitab Perjanjian Lama adalah Ulangan 21:15-17.

Dalam ayat-ayat tersebut Tuhan memerintahkan adanya persamaan hak antara anak sulung yang lahir dari istri pertama dengan anak sulung yang lahir dari istri kedua atau istri selain istri pertama.

 

5. Tuhan Melarang Raja Israel Berpoligami

Meskipun Tuhan pada dasarnya tidak melarang umatNya berpoligami, hanya memberikan dua aturan yang berkaitan dengan poligami, namun Tuhan melarang raja Israel berpoligami.

Ayat yang melarang poligami bagi raja Israel ini terdapat dalam Ulangan 17:17.

Bahwa Tuhan melarang raja Israel berpoligami sementara Dia tidak melarang umat/rakyat berpoligami, tidaklah terlalu sukar untuk dipahami.

Raja adalah pemimpin, dan Tuhan tidak ingin raja Israel menerima akibat buruk dari praktek poligami yang dapat berakibat pada rakyat yang dipimpinnya.

Kendati demikian, larangan berpoligami ini justru sering dilanggar oleh raja-raja Israel. Faktanya, banyak raja Israel yang kemudian berpoligami.

Raja pertama Israel (Saul), raja kedua Israel  (Daud), raja ketiga Israel (Salomo), raja keempat Israel (Rehabeam), dan banyak raja Israel/Yehuda lainnya, hidup berpoligami.

Akibat pelanggaran terhadap larangan  berpoligami ini banyak masalah yang timbul dalam keluarga raja-raja tersebut, bahkan masalah-masalah yang sangat fatal (lihat poin 6 di bawah).

 

6. Poligami Menimbulkan Banyak Masalah

Tuhan pada dasarnya memang mengizinkan poligami terjadi, namun tidak berarti poligami pilihan yang baik dalam berkeluarga.

Ada banyak masalah yang timbul akibat mempraktekkan poligami.

Salah satunya adalah timbulnya saling cemburu dan persaingan di antara istri-istri.

Sebagai contoh adalah istri-istri Yakub, kakak beradik Lea dan Rahel (Kejadian 29-30).

Kemudian poligami juga bisa menimbulkan sakit hati di antara istri-istri atau salah satu di antaranya.

Contohnya adalah istri-istri Abraham, di mana Hagar yang hamil menjadi sombong terhadap Sara yang mandul sehingga Sara menindas Hagar (Kejadian 16).

Hal yang sama terjadi pada istri-istri Elkana, di mana Penina menyakiti hati Hana yang mandul (1 Samuel 1).

Masalah lainnya yang timbul dari poligami adalah permusuhan bahkan pembunuhan di antara anak-anak dari istri-istri.

Salah satunya adalah anak-anak Gideon, di mana anak gundik Gideon, Abimelekh,  membunuh ketujuh puluh anak laki-laki Gideon, hanya satu yang terluput (Hakim-hakim 9).

Atau dalam kasus Gilead, di mana anak-anaknya dari istri tertua mengusir anak dari gundiknya, Yefta (Hakim-hakim 11).

Demikian juga dengan raja-raja Israel/Yehuda, yang dengan jelas Tuhan larang untuk berpoligami (lihat poin 5 di atas), harus menerima akibat buruk dari berpoligami.

Anak-anak Daud dari banyak istrinya saling membunuh dan juga terjadi pemerkosaan di antara mereka (2 Samuel 13; 1 Raja-raja 2).

Gundik-gundik Daud sendiri diperkosa oleh anak kandungnya, Absalom (2 Samuel 16).

Salomo juga sangat “menderita” akibat berpoligami.

Salomo, yang mempunyai 700 istri dan 300 gundik, harus membayar mahal praktek poligaminya.

Ketika ia sudah tua, istri-istrinya, yang merupakan para penyembah berhala, membawanya kepada allah-allah mereka dan meninggalkan Allah yang hidup.

Akibatnya Tuhan murka kepada Salomo dan “mengoyakkan” 10 suku Israel dari kerajaannya, sehingga keturunan Salomo hanya memerintah atas suku Yehuda dan Benyamin (1 Raja-raja 12:1-24).

 

7. Tuhan Yesus Secara Tersirat Mengajarkan Orang Kristen Bermonogami 

Injil Markus mencatat bahwa dalam sebuah tanya jawab dengan orang-orang Farisi,  Tuhan Yesus secara tersirat mengatakan bahwa rancangan awal Allah bagi manusia adalah monogami, bukan poligami (Markus 10:6-8).

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!