10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen

 

6. Yesus Telah Menggenapi Sunat, Sehingga Orang Kristen Tak Perlu Lagi Disunat

Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk sunat. Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. Karena itulah Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Yesus telah menggenapi Taurat, termasuk sunat, maka kita tak perlu lagi menyunatkan diri secara harfiah, sunat secara jasmani. Menjadi pengikut Yesus tidak berarti harus meneladani “semua” yang dilakukan oleh Yesus (kita tidak perlu disalibkan untuk meneladani Yesus, meski Dia disalibkan!), tetapi melakukan apa yang diajarkanNya.

 

7. Ketika Percaya Kepada Yesus, Orang Kristen Telah “Disunat”

Meski orang percaya tak perlu disunat secara harfiah, namun kita perlu, bahkan harus, disunat secara rohani. Dan sunat rohani itu telah terjadi melalui kematian Yesus di kayu salib. Dan ketika kita percaya kepada Yesus, maka otomatis kita telah mengalami sunat rohani, sunat di hati.

Itulah sebabnya rasul Paulus berkata bahwa sebenarnya kitalah (orang-orang percaya), orang-orang yang bersunat, bukan mereka yang bersunat secara lahiriah (Filipi 3:2-3).

Sunat itu dilambangkan oleh baptisan air. Sebagaimana sunat adalah penanggalan bagian tubuh tertentu, demikian juga baptisan air adalah penanggalan tubuh yang berdosa (Kolose 2:11-14).

Jadi jika dalam Perjanjian Lama tanda perjanjian Allah dengan umat Israel adalah sunat, maka dalam Perjanjian Baru tanda perjanjian Allah dengan gereja adalah baptisan air.

Jadi orang-orang Kristen adalah orang-orang yang bersunat, tetapi sunat secara rohani, sunat di hati, bukan sunat secara harfiah, sunat di badan.

 

8. Sunat Tidak Dapat Membenarkan/Menyelamatkan Seseorang

Sunat tidak pernah dirancang untuk menyelamatkan seseorang. Tidak ada orang yang bisa diselamatkan karena melakukan Hukum Taurat, termasuk karena menuruti perintah untuk disunat (Galatia 3:11).

Sejumlah orang Kristen Yahudi di Yudea pernah mengajarkan ajaran sesat di Antiokhia (jemaat mayoritas non-Yahudi) dengan mengatakan bahwa untuk bisa diselamatkan, maka seseorang harus disunat.

Karena itu gereja melakukan “konsili” atau rapat umum para pemimpin (rasul-rasul dan para penatua) di gereja Yerusalem. Gereja yang melakukan rapat di sini adalah perwakilan gereja Antiokhia dan gereja Yerusalem. Namun hasil sidang itu dikirimkan kepada gereja-gereja lainnya di berbagai kota.

Dan pada sidang Yerusalem ini diambil keputusan penting yang menyangkut orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain/non-Yahudi, yakni mereka “tidak harus disunat” dan melakukan Hukum Taurat Musa agar bisa diselamatkan, kendati mereka diberi beberapa aturan demi kelancaran hubungan mereka dengan orang-orang Kristen Yahudi (Kisah Para Rasul 15:1-34).

Menarik untuk disimak, keputusan tersebut ternyata bukan hanya keputusan para pemimpin gereja (yang semuanya adalah orang Yahudi yang pasti telah disunat), melainkan juga keputusan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 15:28).

Jadi bahwa sunat tidak dapat menyelamatkan manusia pada dasarnya bukanlah ketetapan manusia, tetapi ketetapan Allah.

 

9. Orang Yang Disunat Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Sunat adalah bagian tak terpisahkan dari Hukum Taurat. Karena itu barangsiapa yang bersikeras ingin disunat agar dapat diselamatkan, maka dia juga wajib melakukan seluruh Hukum Taurat (Galatia 5:2-3).

Mengapa? Karena “seluruh” isi Taurat dirancang untuk ditaati oleh manusia, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja dari Taurat. Tidak boleh melakukan peraturan yang satu (misalnya sunat) dan mengabaikan peraturan yang lain (Matius 23:23).

Jika sunat adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Taurat, maka tidak boleh manusia hanya melakukan sunat, tetapi tidak melakukan peraturan yang lain, misalnya peraturan-peraturan tentang Hari Sabat, makanan yang halal dan haram, najis dan tahir, korban-korban, hari raya-hari raya, dan sebagainya.

Tidak ada manusia yang bisa melakukan seluruh Hukum Taurat (lihat poin 6 di atas). Karena itu, tidak perlu dan tidak ada artinya melakukan sunat untuk mencapai keselamatan (karena wajib melakukan seluruh Hukum Taurat).

 

10. Dalam Konteks Keselamatan, Tidak Ada Perbedaan Antara Orang Yang Bersunat Dengan Orang Yang Tidak Bersunat

Hal bersunat atau tidak bersunat tidak berguna bagi keselamatan seseorang, sebab hanya iman dan menjadi ciptaan baru yang bisa menyelamatkannya (Galatia 5:6; 6:15).

Artinya, jika seseorang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, maka dia tidak akan diselamatkan, terlepas dari apakah ia disunat atau tidak.

Karena itu rasul Paulus mengatakan agar orang yang tidak disunat tidak berusaha untuk disunat. Maksudnya, berusaha disunat untuk tujuan rohani/mencapai keselamatan, bukan untuk tujuan kesehatan.

Demikian juga sebaliknya, orang yang disunat janganlah berusaha untuk menghilangkan tanda sunatnya (1 Korintus 7:18). Maksudnya, orang yang terlanjur disunat sebelum ia percaya kepada Tuhan Yesus tak perlu merasa bersalah pernah disunat.

 

Itulah 10 fakta tentang sunat menurut pandangan Kristen seperti yang dicatat di Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

7 komentar untuk “10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!