Loading...
Loading...

10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen

 

4. Sunat Yang Tuhan Inginkan Adalah Sunat Di Hati

Sebenarnya, sejak awal, sunat yang Tuhan kehendaki adalah sunat rohani, sunat di hati, bukan sunat jasmani (Roma 2:29). Sunat jasmani hanyalah sebagai lambang, tetapi substansinya adalah sunat rohani, yakni hidup yang berkenan kepada Tuhan.

Para nabi sering mengecam bangsa Israel yang bersunat secara lahiriah, tetapi tidak bersunat secara rohani. Mereka hanya menyunat tubuh mereka, tetapi tidak menyunat hati mereka.

Itulah sebabnya lewat nabi-nabiNya, Tuhan mengajak orang Israel untuk menyunat hati mereka (Yeremia 4:4). Dan Tuhan murka kepada umatNya yang bersunat jasmani namun tidak bersunat rohani (Yeremia 9:25).

Lewat hambaNya, Stefanus, Tuhan juga mengecam para pemimpin Yahudi yang berkeras kepala menolak Injil, yang hati dan telinganya tidak bersunat (Kisah Rara Rasul 7:51).

 

5. Sebagai Orang Yahudi, Yesus Juga Disunat

Ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, Ia juga disunat (Lukas 2:21). Hal ini terjadi karena ketika berinkarnasi menjadi manusia, Yesus lahir di dalam keluarga Yusuf dan Maria, yang adalah orang Yahudi.

Yesus adalah seorang Yahudi sejati, Dia melakukan apa yang sudah sepatutnya dilakukan oleh orang Yahudi, termasuk sunat. Dalam kapasitasNya sebagai manusia, ia menaati seluruh perintah Allah, seperti halnya sunat. Tentu saja karena kedua orang tuaNya yang membawaNya untuk disunat ketika berusia 8 hari.

Dengan memberi diriNya disunat, Yesus mengidentifikasikan diriNya dengan umat manusia, khususnya orang Yahudi, yang harus menuruti kehendak Allah untuk disunat.

 

6. Yesus Telah Menggenapi Sunat, Sehingga Orang Kristen Tak Perlu Lagi Disunat

Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk sunat. Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. Karena itulah Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Yesus telah menggenapi Taurat, termasuk sunat, maka kita tak perlu lagi menyunatkan diri secara harfiah, sunat secara jasmani. Menjadi pengikut Yesus tidak berarti harus meneladani “semua” yang dilakukan oleh Yesus (kita tidak perlu disalibkan untuk meneladani Yesus, meski Dia disalibkan!), tetapi melakukan apa yang diajarkanNya.

 

7. Ketika Percaya Kepada Yesus, Orang Kristen Telah “Disunat”

Meski orang percaya tak perlu disunat secara harfiah, namun kita perlu, bahkan harus, disunat secara rohani. Dan sunat rohani itu telah terjadi melalui kematian Yesus di kayu salib. Dan ketika kita percaya kepada Yesus, maka otomatis kita telah mengalami sunat rohani, sunat di hati.

Itulah sebabnya rasul Paulus berkata bahwa sebenarnya kitalah (orang-orang percaya), orang-orang yang bersunat, bukan mereka yang bersunat secara lahiriah (Filipi 3:2-3).

Sunat itu dilambangkan oleh baptisan air. Sebagaimana sunat adalah penanggalan bagian tubuh tertentu, demikian juga baptisan air adalah penanggalan tubuh yang berdosa (Kolose 2:11-14).

Loading...
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!