10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

heavnenly

Artikel ini berisi tentang surga menurut pandangan Kristen seperti yang dicatat di Alkitab.

Banyak orang dari berbagai agama di dunia ini yang percaya akan adanya surga dan kehidupan setelah kematian. Namun sebagian orang tidak mempercayainya, contohnya adalah para ateis.

Dalam pandangan Kristen ajaran tentang surga sangat penting. Surga banyak dibahas di Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru. Dan surga akan menjadi tujuan akhir dari hidup orang percaya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen

Surga ini disebut juga sebagai kehidupan kekal, yang terutama banyak ditemukan di dalam Injil Yohanes (Yohanes 3:15-16). Dan mereka yang masuk surga disebut juga sebagai orang-orang yang diselamatkan (Roma 10:9-10).

Karena ajaran tentang surga merupakan suatu hal yang sangat penting di Alkitab, dan menjadi tujuan akhir hidup kita sebagai orang Kristen, maka sangatlah perlu bagi kita untuk mempelajarinya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Malaikat Menurut Pandangan Kristen

Ada banyak hal yang bisa kita orang kristen pelajari dari ajaran tentang surga. Di sini akan dicantumkan 10 fakta penting perihal surga yang dapat membantu kita untuk lebih memahami konsep surga dalam pandangan Kristen.

Fakta-fakta apa sajakah yang perlu kita ketahui seputar surga menurut pandangan Kristen?

Berikut ini 10 fakta penting tentang surga menurut pandangan Kristen, sebagaimana dicatat di Alkitab dan dalam tradisi Yahudi.

 

1. Di Perjanjian Lama, Surga Sebagai Tujuan Akhir Orang Percaya Masih Samar-samar

Fakta pertama tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga sebagai tujuan akhir orang percaya masih samar-samar di Alkitab Perjanjian Lama.

Sama seperti konsep neraka, konsep sorga sebagai tempat kekal bagi orang percaya setelah kematian masih belum begitu jelas di Perjanjian Lama.

Bagi orang Israel di Perjanjian Lama, sorga memang adalah tempat kediaman Allah (1 Raja-raja 8:30). Tetapi mereka tidak berpikir bahwa mereka akan pergi ke sana setelah mati.

Di dalam Hukum Taurat sendiri tidak ada sedikit pun disinggung tentang kebangkitan orang mati dan kehidupan setelahnya (sorga atau neraka).

Namun dalam perjalanannya, orang-orang Israel di Perjanjian Lama telah punya kepercayaan akan kehidupan setelah kematian, terutama bagi orang percaya. Salah satunya adalah nubuat nabi Daniel.

”Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.” (Daniel 12:13)

Selain kebangkitan orang mati, ide tentang sorga juga sebenarnya sudah ada di beberapa ayat Perjanjian Lama. Misalnya istilah langit yang baru dan bumi yang baru dalam nubuat Nabi Yesaya.

“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.” (Yesaya 66:22).

Namun demikian, konsep sorga ini masih samar-samar dalam Perjanjian Lama, dan orang Israel belum begitu banyak yang membahasnya.

 

2. Konsep Surga Berkembang Pada Zaman Intertestamental Dalam Konsep Firdaus

Fakta kedua tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa konsep surga berkembang dalam konsep firdaus pada zaman intertestamental.

Pada zaman intertestamental (zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), orang Yahudi punya keyakinan bahwa ketika mereka meninggal mereka akan dibawa ke dalam firdaus.

Mereka juga menyebut firdaus sebagai “pangkuan Abraham” (Lukas 16:22), sebab Abraham adalah nenek moyang mereka, bapa orang percaya.

Istilah firdaus sebenarnya mengacu pada sebuah taman yang indah. Kata ini berasal dari bahasa Persia, yang dalam bahasa Yunani (bahasa asli Perjanjian Baru) disebut paradeisos, dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai paradise.

Dan itulah arti kata itu di Perjanjian Lama, yang hanya disebut tiga kali, yakni dalam Nehemia 2:8, Pengkhotbah 2:5 dan Kidung Agung 4:13.

Dalam Septuaginta (Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani), kata “firdaus” dipakai untuk menerjemahkan Taman Eden di Kitab Kejadian.

 

3. Konsep Firdaus Di Zaman Intertestamental Selaras Dengan Pandangan Perjanjian Baru Tentang Surga

Fakta ketiga tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa konsep firdaus dalam zaman intertestamental selaras dengan konsep surga di Alkitab Perjanjian Baru.

Konsep orang Yahudi tentang firdaus sebagai tempat orang percaya yang telah mati berkembang dalam Perjanjian Baru.

Rasul Yohanes di dalam kitab Wahyu menyamakan firdaus dengan sorga atau kehidupan kekal.

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” (Wahyu 2:7)

 

4. Surga Akan Dialami Secara Sempurna Setelah Kebangkitan Dan Pengadilan

Fakta keempat tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga akan dialami setelah kebangkitan dan pengadilan.

Dalam tradisi Yahudi, ketika seseorang meninggal, maka ia akan dibawa ke suatu tempat khusus, yang dalam bahasa Ibrani disebut syeol (bahasa Yunani: hades) atau dunia orang mati. Di syeol itu tempatnya terbagi dua: satu untuk orang percaya dan satu lagi untuk orang yang tidak percaya.

Orang yang ada di syeol sudah ditentukan nasib akhirnya, apakah ia masuk sorga atau neraka, karena di syeol tempat mereka pun sudah berbeda.

Artinya, orang mati sebenarnya tidak langsung dibawa ke sorga atau ke neraka. Sebab ia masih akan dibangkitkan dari kematian atau syeol. Namun di syeol setiap orang sudah bisa “mencicipi” nasib akhir mereka, yakni api neraka atau kebahagiaan sorga.

Konsep orang Yahudi ini didukung oleh Perjanjian Baru. Hal ini misalnya tampak dari Wahyu 6:9-11.

“Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

Orang-orang percaya (para martir) yang telah mati dalam ayat di atas belum berada di sorga, karena mereka masih perlu “beristirahat”. Setelah mereka selesai “beristirahat” dan jumlah martir telah genap, barulah mereka dibangkitkan dan masuk ke sorga.

 

5. Iman Kepada Yesus Kristus Akan Menentukan Masuk-Tidaknya Seseorang Ke Surga

Fakta kelima tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa iman kepada Yesus akan menentukan masuk tidaknya seseorang ke surga.

Alkitab mengatakan bahwa iman kepada Yesus Kristus akan menentukan apakah seseorang akan masuk ke sorga atau tidak.

Tentu, dalam setiap agama pasti mengatakan bahwa yang masuk ke sorga adalah orang-orang yang menganut agama mereka. Hal ini sangat wajar dan patut kita hormati.

Tetapi kita juga tak bisa mengabaikan penegasan Alkitab bahwa mereka yang percaya kepada Tuhan Yesuslah yang akan masuk ke sorga.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10)

Kata “dibenarkan” dan “diselamatkan” dalam ayat di atas artinya adalah masuk sorga.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang pada zaman Perjanjian Lama, apakah mereka semua binasa? Tentu saja tidak. Sejak zaman Tuhan Yesus, keselamatan atau masuk ke sorga ditentukan oleh imannya kepadaNya. Tetapi sebelum zaman itu, orang masuk sorga ditentukan oleh imannya kepada Allah Israel dan hidupnya yang berkenan kepadaNya.

 

6. Nasib Manusia Di Surga Ditentukan Semasa Hidup Di Dunia Dan Tak Bisa Diubah Lagi

Fakta keenam tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa nasib manusia di surga ditentukan selagi ia masih hidup di dunia. dan tidak bisa diubah lagi.

Nasib seseorang apakah ia ada di sorga atau tidak, ditentukan ketika ia masih hidup di dunia ini. Setelah ia mati maka tempatnya tidak dapat lagi diubah. Tidak mungkin orang yang sudah ada di syeol atau dunia orang mati dapat berpindah tempat lagi, apakah ke sorga atau neraka.

Hal ini dapat kita lihat misalnya dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31).

Lazarus (bukan Lazarus yang pernah dibangkitkan dari kematian, baca: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian) adalah seorang miskin yang hanya mengharapkan remah-remah yang jatuh dari meja si orang kaya. Ia selalu berbaring di depan pintu orang kaya itu untuk menghilangkan laparnya. Bahkan anjing-anjing pun datang menjilati boroknya.

Tetapi orang kaya itu tidak pernah mempedulikan Lazarus, sekalipun ia orang kaya dan punya banyak makanan.

Kemudian orang kaya itu mati dan masuk ke syeol, karena ia sudah pasti masuk neraka maka ia digambarkan berada dalam api. Lazarus juga mati dan masuk ke syeol, tetapi karena dipastikan sudah masuk sorga maka dibayangkan dia dibawa ke pangkuan Abraham atau firdaus, yakni sorga. (lihat poin 4 di atas).

Orang kaya itu merasa tersiksa dalam api. Sementara ia memandang Lazarus bahagia bersama Abraham. Ia minta agar Lazarus memberinya air, tetapi Abraham menjawab bahwa ia sudah bahagia di dunia. Dan jarak mereka juga tak terseberangi.

“Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.(Lukas 16:22-23)

Karena itulah, satu-satunya kesempatan bagi manusia untuk masuk sorga adalah ketika ia masih hidup di dunia ini, dengan percaya kepada Yesus Kristus. Ketika sudah mati, semuanya sudah terlambat.

 

7. Surga Sebenarnya Berada Di Bumi Ini

Fakta ketujuh tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga sebenarnya berada di bumi.

di dalam Wahyu pasal 21-22 bahwa akan ada langit dan bumi yang baru. Tatanan bumi yang lama akan dihancurkan. Inilah penggenapan dari nubuat nabi Yesaya tentang langit dan bumi yang baru (lihat poin 1 di atas).

Sorga digambarkan dalam bentuk kota atau taman, seperti arti kata firdaus pada zaman intertestamental itu (lihat poin 2), juga menyerupai Taman Eden sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Sorga itu disebut sebagai kota Yerusalem sorgawi yang turun dari sorga. Tentu ini adalah sebuah kiasan, untuk mengkontraskannya dengan Yerusalem duniawi yang tidak sempurna.

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:1-3)

Jadi hidup kekal itu sebenarnya ada di bumi ini. Ketika Tuhan bersama umatNya di langit dan bumi yang baru sampai selamanya, itulah sorga bagi manusia.

 

8. Surga Adalah Tempat Paling Membahagiakan

Fakta kedelapan  tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga merupakan tempat paling membahagiakan.

Dalam kitab wahyu, sebagai penutup Alkitab, digambarkan secara rinci tentang gambaran fisik sorga. Hal ini menggambarkan bahwa sorga itu seperti Taman Eden, taman yang permai sebelum manusia jatuh ke dalam dosa.

Sorga juga digambarkan sebagai tempat yang paling membahagiakan, tempat yang belum pernah ditemui di dunia sebelumnya. Dan di dalamnya tidak ada lagi kejahatan, dosa, penyakit, air mata dan penderitaan; yang ada hanya sukacita, damai sejahtera, kebahagiaan dan kegembiraan sampai selamanya.

“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4)

Kita bisa membaca gambaran sorga yang agak rinci di dalam Wahyu pasal 21-22. Di situ digambarkan bahwa dasar dan jalannya terdiri dari emas dan batu-batu berharga. Ada pohon yang selalu berbuah dan sungai yang mengalir.

Digambarkan juga bahwa dalam kehidupan kekal nanti, orang-orang percaya akan memandang wajah Tuhan secara langsung, berlawanan dengan natur mereka ketika hidup di dunia ini.

Dikatakan juga bawa Allah dan Anak Domba (Yesus Kristus), akan senantiasa bersama umatNya. Karena itu Bait Allah tidak dibutuhkan lagi, karena mereka akan langsung berhadapan muka dengan muka, dengan Allah dan Tuhan Yesus. Bahkan matahari dan bulan tidak ada lagi, karena sinar kemuliaan Allah dan Tuhan Yesus akan menyertai umatNya sampai selamanya.

 

9. Orang Di Surga Akan Mengenakan Tubuh Kemuliaan, Tetapi Masih Punya Jati Diri

Fakta kesembilan tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa orang di surga akan mengenakan tubuh kemuliaan, tetapi masih mempunyai jati diri.

Banyak orang yang bertanya apakah nanti kita di sorga masih seperti di dunia ini atau benar-benar berbeda. Sebenarnya, kita masih seperti waktu hidup di dunia sekarang. Hanya, kita punya tubuh kemuliaan yang berbeda dengan tubuh kita sekarang. Tubuh kemuliaan tak bisa sakit atau mati/binasa, sebagaimana tubuh jasmani kita sekarang.

“Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.” (1 Korintus 15:40)

“Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.” (1 Korintus 15:44)

“Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.” (1 Korintus 15:49)

“…. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” (Filipi 3:21)

Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana tubuh kemuliaan itu, yang jelas sangat berbeda dengan tubuh kita sekarang.

Namun demikian, kita masih punya jati diri. Kita tidak punya tubuh dan wajah yang sama sekali berbeda sampai orang tak lagi mengenali kita sebagaimana kita dikenal pada masa kini. Kita masih bisa mengenali orang-orang yang kita kenal pada zaman sekarang (mereka yang juga sama-sama masuk sorga dengan kita).

Dalam perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang dikutip di atas, Lazarus masih dikenali oleh orang kaya itu (walau ini hanya kiasan, karena dari neraka orang tak dapat melihat ke sorga).

 

10. Tidak Semua Orang Akan Masuk Surga

Fakta pertama tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa tidak semua orang akan masuk surga.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa sorga sebenarnya disediakan bagi semua manusia. Semua manusia pada akhirnya akan diselamatkan dan masuk sorga. Inilah kepercayaan universalisme.

Pandangan ini bukan hanya terdapat pada orang yang bukan Kristen, di antara orang Kristen sendiri pun ada pandangan seperti ini.

Namun Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa sorga diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Dan mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan masuk ke tempat ini. Jadi pendapat sebagian orang yang menganggap bahwa pada akhirnya semua orang akan diselamatkan dan masuk sorga tidak mendapat dukungan Alkitab.

Lagipula neraka adalah sebuah fakta, dan banyak orang yang masuk ke sana, seperti kisah Lazarus dan orang kaya itu. Jika seandainya semua orang masuk sorga maka tentu tidak ada orang di neraka.

 

Itulah 10 fakta penting tentang surga menurut pandangan Kristen.

 

Harus diakui bahwa masih banyak misteri bagi kita yang berkaitan dengan sorga. Tuhan hanya menjelaskan sorga kepada kita sejauh kita perlu mengetahuinya. Tuhan tidak menjelaskan semua secara terperinci bagi kita. Di luar itu, hanya Tuhan yang tahu.

Namun demikian hal itu sudah lebih daripada cukup. Kita tak perlu lagi pengajaran yang lain di luar Alkitab agar kita mengerti sorga. Juga tak perlu menyandarkan iman kita perihal sorga (dan neraka) pada kesaksian mereka yang mengaku pernah dibawa ke sorga (atau neraka).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!