Loading...

10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

Loading...

 

4. Surga Akan Dialami Secara Sempurna Setelah Kebangkitan Dan Pengadilan

Fakta keempat tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga akan dialami setelah kebangkitan dan pengadilan.

Dalam tradisi Yahudi, ketika seseorang meninggal, maka ia akan dibawa ke suatu tempat khusus, yang dalam bahasa Ibrani disebut syeol (bahasa Yunani: hades) atau dunia orang mati. Di syeol itu tempatnya terbagi dua: satu untuk orang percaya dan satu lagi untuk orang yang tidak percaya.

Orang yang ada di syeol sudah ditentukan nasib akhirnya, apakah ia masuk sorga atau neraka, karena di syeol tempat mereka pun sudah berbeda.

Artinya, orang mati sebenarnya tidak langsung dibawa ke sorga atau ke neraka. Sebab ia masih akan dibangkitkan dari kematian atau syeol. Namun di syeol setiap orang sudah bisa “mencicipi” nasib akhir mereka, yakni api neraka atau kebahagiaan sorga.

Konsep orang Yahudi ini didukung oleh Perjanjian Baru. Hal ini misalnya tampak dari Wahyu 6:9-11.

“Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

Orang-orang percaya (para martir) yang telah mati dalam ayat di atas belum berada di sorga, karena mereka masih perlu “beristirahat”. Setelah mereka selesai “beristirahat” dan jumlah martir telah genap, barulah mereka dibangkitkan dan masuk ke sorga.

 

5. Iman Kepada Yesus Kristus Akan Menentukan Masuk-Tidaknya Seseorang Ke Surga

Fakta kelima tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa iman kepada Yesus akan menentukan masuk tidaknya seseorang ke surga.

Alkitab mengatakan bahwa iman kepada Yesus Kristus akan menentukan apakah seseorang akan masuk ke sorga atau tidak.

Tentu, dalam setiap agama pasti mengatakan bahwa yang masuk ke sorga adalah orang-orang yang menganut agama mereka. Hal ini sangat wajar dan patut kita hormati.

Tetapi kita juga tak bisa mengabaikan penegasan Alkitab bahwa mereka yang percaya kepada Tuhan Yesuslah yang akan masuk ke sorga.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10)

Kata “dibenarkan” dan “diselamatkan” dalam ayat di atas artinya adalah masuk sorga.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang pada zaman Perjanjian Lama, apakah mereka semua binasa? Tentu saja tidak. Sejak zaman Tuhan Yesus, keselamatan atau masuk ke sorga ditentukan oleh imannya kepadaNya. Tetapi sebelum zaman itu, orang masuk sorga ditentukan oleh imannya kepada Allah Israel dan hidupnya yang berkenan kepadaNya.

 

6. Nasib Manusia Di Surga Ditentukan Semasa Hidup Di Dunia Dan Tak Bisa Diubah Lagi

Fakta keenam tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa nasib manusia di surga ditentukan selagi ia masih hidup di dunia. dan tidak bisa diubah lagi.

Nasib seseorang apakah ia ada di sorga atau tidak, ditentukan ketika ia masih hidup di dunia ini. Setelah ia mati maka tempatnya tidak dapat lagi diubah. Tidak mungkin orang yang sudah ada di syeol atau dunia orang mati dapat berpindah tempat lagi, apakah ke sorga atau neraka.

Hal ini dapat kita lihat misalnya dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31).

Lazarus (bukan Lazarus yang pernah dibangkitkan dari kematian, baca: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian) adalah seorang miskin yang hanya mengharapkan remah-remah yang jatuh dari meja si orang kaya. Ia selalu berbaring di depan pintu orang kaya itu untuk menghilangkan laparnya. Bahkan anjing-anjing pun datang menjilati boroknya.

Tetapi orang kaya itu tidak pernah mempedulikan Lazarus, sekalipun ia orang kaya dan punya banyak makanan.

Kemudian orang kaya itu mati dan masuk ke syeol, karena ia sudah pasti masuk neraka maka ia digambarkan berada dalam api. Lazarus juga mati dan masuk ke syeol, tetapi karena dipastikan sudah masuk sorga maka dibayangkan dia dibawa ke pangkuan Abraham atau firdaus, yakni sorga. (lihat poin 4 di atas).

Orang kaya itu merasa tersiksa dalam api. Sementara ia memandang Lazarus bahagia bersama Abraham. Ia minta agar Lazarus memberinya air, tetapi Abraham menjawab bahwa ia sudah bahagia di dunia. Dan jarak mereka juga tak terseberangi.

“Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.(Lukas 16:22-23)

Karena itulah, satu-satunya kesempatan bagi manusia untuk masuk sorga adalah ketika ia masih hidup di dunia ini, dengan percaya kepada Yesus Kristus. Ketika sudah mati, semuanya sudah terlambat.

 

7. Surga Sebenarnya Berada Di Bumi Ini

Fakta ketujuh tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga sebenarnya berada di bumi.

di dalam Wahyu pasal 21-22 bahwa akan ada langit dan bumi yang baru. Tatanan bumi yang lama akan dihancurkan. Inilah penggenapan dari nubuat nabi Yesaya tentang langit dan bumi yang baru (lihat poin 1 di atas).

Sorga digambarkan dalam bentuk kota atau taman, seperti arti kata firdaus pada zaman intertestamental itu (lihat poin 2), juga menyerupai Taman Eden sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!