10 Fakta Tentang Yerusalem Menurut Pandangan Kristen

Bagaimanakah Yerusalem menurut pandangan Kristen? Kota Yerusalem belakangan ini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia, menyusul pengakuan Amerika Serikat atas status Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel serta berencana memindahkan kedutaan besar mereka ke kota tersebut dari Tel Aviv, ibu kota Israel selama ini.

Pengakuan Amerika Serikat tersebut, yang diumumkan secara langsung oleh presiden Donald Trump, menuai kecaman dunia internasional, karena dinilai mencederai kesepakatan yang telah dibangun selama ini di antara Palestina dan Israel, di mana Yerusalem (bagian timur) merupakan ibu kota Palestina, sedangkan ibu kota Israel berada di Tel Aviv.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sabat Yang Perlu Anda Tahu

Hal ini membuat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) turun tangan dan melakukan sidang darurat untuk membahasnya. Hasilnya, sebagian besar dari negara-negara anggota PBB menolak keputusan sepihak Amerika Serikat tersebut.

Bukan hanya di antara negara-negara di dunia, di kalangan gereja sendiri pun terdapat pandangan yang berbeda atas keputusan Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Banyak gereja yang mendukung keputusan tersebut, namun tidak sedikit juga yang menolaknya.

Yerusalem memang adalah kota yang menarik untuk dibahas. Bukan hanya karena keputusan Trump tersebut, tetapi juga karena selama ini, bahkan selama dua ribu tahun terakhir, Yerusalem menjadi ajang perebutan di antara berbagai bangsa/negara yang silih berganti menguasainya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Yang Perlu Anda Tahu

Dan hingga saat ini Yerusalem masih kerap didera konflik berdarah, kendati Israel sudah berhasil menguasainya kembali sejak tahun 1948 silam.

Selain itu, Yerusalem juga unik, karena dianggap menjadi kota suci bagi tiga agama besar, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam.

Di Alkitab sendiri kota Yerusalem sangat banyak dibahas. Ada banyak ayat di Alkitab yang menyinggung atau membicarakan kota Yerusalem, sebab memang saat itu Yerusalem menjadi ibu kota Israel dan tempat peristiwa-peristiwa besar terjadi.

Itulah sebabnya membahas kota Yerusalem menurut pandangan Kristen menjadi sangat penting bagi kita.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Yang Perlu Anda Tahu

Artikel kali ini akan membahas kota Yerusalem menurut pandangan Kristen, dari perspektif Alkitab. Sebab harus diakui bahwa catatan terpercaya dan tertua tentang sejarah kota Yerusalem hanya ada di Alkitab.

Dengan demikian kita akan mempunyai pemahaman yang benar dan yang lebih lengkap tentang kota Yerusalem ini, khususnya Yerusalem menurut pandangan Kristen.

Berikut ulasan tentang kota Yerusalem menurut pandangan Kristen sebagaimana dicatat di Alkitab, yang juga dikaitkan dengan sejarah.

 

1. Yerusalem Awalnya Adalah Milik Bangsa Yebus Di Tanah Kanaan

Alkitab Perjanjian Lama mencatat bahwa awalnya kota Yerusalem merupakan milik bangsa Yebus (Yosua 15:8).

Bangsa Yebus adalah salah satu bangsa penghuni Tanah Kanaan yang dikenal kemudian sebagai Tanah Perjanjian (Kejadian 15:18-21). Jadi Yerusalem itu bukanlah milik bangsa Filistin (Palestina), yang juga salah satu bangsa penghuni Tanah Kanaan, melainkan milik bangsa Yebus, yang saat ini sudah punah.

Raja pertama Yerusalem yang disebut di Alkitab adalah Melkisedek, di mana nama Yerusalem di situ disebut sebagai Salem (Salem adalah kependekan dari Yerusalem, Mazmur 76:2).

Melkisedek ini datang menyongsong Abraham setelah Abraham mengalahkan Kedorlaomer, raja Elam, dan raja-raja sekutunya. Melkisedek memberikan roti dan anggur kepada Abraham serta memberkatinya. Lalu Abraham memberikan persepuluhan dari hasil rampasan musuh kepada Melkisedek (Kejadian 14:18-20).

 

2. Tuhan Menjanjikan Tanah Kanaan, Termasuk Yerusalem, Kepada Abraham Dan Keturunannya

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan memerintahkannya  pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya. Ia berjanji akan memberkati Abraham, membuat nama Abraham masyhur, dan oleh Abraham seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati (Kejadian 12:1-3).

Abraham menaati panggilan Tuhan tersebut. Ia meninggalkan negerinya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Dan ia menerima berkat-berkat jasmani yang Tuhan janjikan kepadanya ketika ia menjadi pendatang di negeri orang Kanaan. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang)

Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa Tanah Kanaan akan menjadi miliknya dan milik keturunannya. Tuhan juga berjanji bahwa keturunan keempatnya akan kembali dari Mesir ke Tanah Perjanjian, pada saat mana kedurjanaan/kejahatan orang Amori (bangsa-bangsa asli Tanah Kanaan) sudah genap (Kejadian 15:13-16).

Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan akan memunahkan penduduk Tanah Kanaan (salah satunya bangsa Yebus), lalu membawa bangsa Israel ke situ, sebab bangsa-bangsa Kanaan tersebut telah mencapai puncak dosanya dan tak mungkin lagi bertobat (sudah dikasih waktu 400 tahun, selama bangsa Israel masih berada di Mesir).

Karena Yerusalem merupakan bagian dari Tanah Kanaan, maka tentu Yerusalem juga termasuk tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya, bangsa Israel.

 

3. Daud Merebut Yerusalem Dari Bangsa Yebus Dan Menjadikannya Ibu Kota Israel, Dan Salomo Membangun Bait Suci Di Dalamnya

Sekitar 400 tahun setelah janji Allah kepada Abraham, nenek moyang Israel, bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Kanaan di bawah kepemimpinan Musa.

Lalu Yosua membawa bangsa Israel merebut Tanah Kanaan dan mengalahkan bangsa-bangsa Kanaan tersebut, termasuk bangsa Yebus. Tetapi mereka tidak berhasil menaklukkan kota Yerusalem secara penuh, sekalipun orang Yehuda berhasil membakar kota itu (Yosua 15:63; Hakim-Hakim 1:8, 21).

Orang Israel yang berhasil merebut Yerusalem dari bangsa Yebus adalah Daud, raja terbesar Israel sepanjang masa. Ini terjadi pada tahun 3000 SM.

Tempat pertama yang direbut Daud di Yerusalem adalah daerah perbukitan yang disebut Sion atau bukit Sion, yang juga disebut sebagai kota Daud. Di kemudian hari seluruh kota Yerusalem disebut juga sebagai Sion, sehingga Sion menjadi sinonim dengan Yerusalem (Mazmur 132:13).

Daud kemudian memindahkan ibu kota Israel dari Hebron ke Yerusalem (2 Samuel 5:5-10).

Sejak saat itu sampai seterusnya Yerusalem menjadi ibu kota Israel dan tempat raja-raja Israel/Yehuda memerintah.

Selain menjadi ibu kota Israel, Yerusalem juga menjadi pusat ibadah orang Israel. Sebab Salomo, anak Daud dan yang menggantikannya sebagai raja Israel, membangun Bait Suci di Yerusalem.

Bait Suci adalah lambang kehadiran Tuhan. Tuhan hadir dan “berdiam” di Bait Suci, itulah sebabnya Bait Suci disebut sebagai “Rumah Tuhan”.

Dengan demikian, bagi orang Israel Yerusalem bukan hanya pusat politik dan pemerintahan, tetapi juga pusat keagamaan. Yerusalem adalah kota yang sakral dan kudus, yang dalam Bahasa Ibrani disebut ir haq-qadosy, atau kota suci/kota kudus (Yesaya 52:1).

 

4. Yerusalem Adalah Kota Yang Dipilih Tuhan Untuk Diam Bersama UmatNya

Yerusalem adalah kota yang dipilih Tuhan sebagai tempatNya berdiam. Ternyata Tuhan yang memilih Yerusalem sebagai tempat kudusNya, bukan Daud atau Salomo. Daud dan Salomo hanya menggenapi pemilihan Tuhan tersebut.

Bahwa Tuhan akan memilih sebuah kota di Tanah Kanaan/Tanah Perjanjian, tempat Ia berdiam bersama umatNya, bangsa Israel, telah berulang kali disebut sebelumnya oleh Musa (Ulangan 12).

Hal ini kemudian berulang kali disebut Tuhan sendiri bahwa Yerusalem adalah kota yang dipilihNya dari antara kota-kota suku-suku Israel di Tanah Kanaan, bahkan dari antara kota di seluruh dunia. Tuhan memilih diam di Yerusalem yang nyata dari adanya Bait Suci sebagai lambang kehadiranNya.

Di samping itu, Tuhan juga memilih Daud (dan keturunannya) sebagai raja Israel/Yerusalem. Jadi pemilihan kota Yerusalem sebagai kotaNya dan Daud serta keturunannya sebagai raja Yerusalem (Israel) adalah satu paket  (1 Raja-raja 11:32, 36).

 

5. Yerusalem Dihancurkan Bangsa Babel Dan Dibangun Kembali 70 Tahun Kemudian

Ketika bangsa Israel berdosa kepada Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka kepada bangsa Babel, bangsa yang paling kuat di dunia pada masa itu.

Raja Nebukadnezar dari Babel menyerbu Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci yang dibangun oleh Salomo. Orang Israel (Yehuda) ditawan dan dibuang ke Babel selama 70 tahun, termasuk raja mereka, Zedekia (2 Raja-raja 24-25). (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia)

Setelah 70 tahun di pembuangan, Tuhan memulangkan kembali orang Israel/Yahudi ke tanah airnya, termasuk membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Hal ini terjadi melalui perintah raja Persia, Koresy (Ezra 1:1-4). Ketika itu Babel telah ditaklukkan oleh Persia.

Kendati demikian, sejak saat itu dan seterusnya, Israel dan Yerusalem, berada di bawah kendali bangsa-bangsa lain, karena sejak itu Israel tidak pernah lagi hidup merdeka sebagai sebuah bangsa hingga berdirinya Negara Israel modern pada tahun 1948 (lihat poin 7 di bawah).

Israel dan Yerusalem silih berganti dikuasai oleh bangsa-bangsa lain. Mulai dari bangsa Babel, lalu bangsa Persia, kemudian bangsa Yunani, dan terakhir bangsa Romawi.

Sejak tahun 63 SM, termasuk pada zaman Perjanjian Baru (saat Yesus hidup dan melayani di bumi), bangsa Israel dan Yerusalem telah berada di bawah kuasa bangsa Romawi, Negara super power pada masa itu. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya)

 

6. Yerusalem Membunuh Banyak Nabi Dan Menyalibkan Yesus Sehingga Tuhan Menghukumnya

Meski menjadi kota suci, tempat berdiamnya Allah di Bait Suci, namun kota Yerusalem sangat jahat di mata Tuhan. Mereka selalu keras kepala dan tegar tengkuk. Mereka melakukan banyak dosa dan kejahatan serta meninggalkan Tuhan. Terutama para rajanya, yang diam di istana raja di Yerusalem.

Berkali-kali Tuhan mengutus para nabinya untuk memperingatkan bangsa Israel dan kota Yerusalem akan kejahatannya, khususnya Yerusalem, namun mereka menolak. Mereka malah membunuh para nabi tersebut. (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab)

Tuhan Yesus sendiri mengakui kejahatan Yerusalem. Dan Ia menangisinya. Sebab mereka telah membunuh banyak nabi. Bahkan Yesus sendiri pun, sang Juruselamat dunia, mereka tolak dan mereka salibkan, sekalipun Dia terus menerus meminta mereka untuk bertobat dan percaya kepadaNya.

Karena itu, sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka itu, Tuhan Yesus menubuatkan bahwa suatu saat nanti kota Yerusalem akan dihancurkan oleh bangsa lain (Lukas 13:34-35; 21:20-24).

Bukan hanya itu, Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa Bait Suci orang Israel di Yerusalem akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah (Matius 24:1-2).

 

7. Yerusalem Dihancurkan Bangsa Romawi Dan Baru Dikuasai Bangsa Israel Kembali, 1900 Tahun Kemudian

Nubuat Yesus tentang penghancuran Yerusalem dan Bait Suci di dalamnya digenapi 40 tahun kemudian, ketika pada tahun 70 Masehi, di bawah Jenderal Titus, orang-orang Yahudi dianiaya dan dibunuh oleh orang Romawi serta Bait Suci mereka dihancurkan.

Sejarah mencatat kengerian yang dialami oleh orang Yahudi pada tahun 70 Masehi. Terjadi peperangan antara bangsa Yahudi dengan bangsa Romawi. Dan jelas bangsa Romawi jauh lebih kuat dari bangsa Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi itu dibunuh dan Bait Suci mereka dimusnahkan.

Apalagi hal ini adalah atas kehendak Tuhan karena penolakan mereka atas Sang Mesias, di mana mereka menyalibkan Yesus yang adalah Mesias, yang telah dinubuatkan dalam Kitab Suci mereka, Perjanjian Lama. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Sejak itu orang Israel/Yahudi tercerai-berai ke seluruh dunia, mereka terutama pergi ke Negara-negara Eropa.

Yerusalem sendiri kemudian silih berganti dikuasai oleh bangsa-bangsa lain. Setelah kekaisaran Romawi, Yerusalem dikuasai oleh bangsa Persia, Arab, Turki, bangsa-bangsa Eropa (tentara salib), lalu Inggris, hingga kembai dikuasai oleh bangsa Israel pasca berdirinya negara Israel modern pada 14 Mei 1948.

Hal ini berarti bahwa Israel berkuasa atas Yerusalem kembali setelah 1900 tahun! (sejak tahun 70).

Kendati demikian, Bait Suci mereka yang dihancurkan sejak itu sampai sekarang belum pernah didirikan lagi. Saat ini bangsa Israel hanya beribadah di tembok ratapan, di sekitar reruntuhan Bait Suci mereka.

Sebab di reruntuhan Bait Suci tersebut kini telah berdiri masjid, Dome of The Rock (kubah emas), dekat masjid Al Aqsa, yang dibangun oleh orang Muslim Arab pada abad 7 Masehi ketika mereka berhasil menguasai Yerusalem.

Pada masa kini orang Yahudi sedang menantikan pembangunan kembali Bait Suci mereka.

 

8. Yerusalem Adalah Kota Suci Kristen, Tempat Yesus Disalibkan Serta Tempat Gereja Lahir

Bukan hanya bagi orang Yahudi, bagi orang Kristen pun kota Yerusalem adalah kota suci dan bersejarah. Sebab di kota inilah sang Juruselamat disalibkan dan mati (Lukas 13:33; Wahyu 11:8).

Di kota Yerusalem inilah dosa manusia diampuni, manusia berdosa disucikan. Di sinilah awal keselamatan terjadi. Di sinilah rencana Allah sejak ribuan tahun lalu digenapi, yakni keselamatan kekal.

Di kota ini jugalah gereja perdana di dunia lahir, yakni gereja Yerusalem yang dipimpin oleh rasul-rasul pertama Tuhan Yesus. Dari gereja inilah seluruh gereja di dunia berasal.

Itulah sebabnya kota Yerusalem sangat penting bagi orang Kristen, serta sering dikunjungi untuk berziarah ke tempat-tempat suci yang ada di dalamnya, khususnya tempat di mana Yesus disalibkan, dimakamkan, dibangkitkan, dan naik ke sorga (beberapa gereja dibangun di situ).

 

9. Yerusalem Akan Dihancurkan Oleh Bangsa-Bangsa Lain Pada Akhir Zaman, Tetapi Tuhan Akan Menolongnya

Kendati Yerusalem telah sering menjadi wilayah peperangan yang membuat penduduknya menderita, namun penderitaannya belumlah berakhir.

Menurut nubuat nabi Zakharia, satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama, Yerusalem pada akhir zaman akan dihancurkan oleh bangsa-bangsa lain. Bukan hanya oleh satu bangsa, tetapi oleh banyak bangsa. Inilah penderitaan besar Yerusalem di akhir zaman.

Penderitaan Yerusalem ini sangat besar, Alkitab mengatakan bawa rumah-rumah dirampok, perempuan-perempuan ditiduri, dan separoh penduduk Yerusalem akan dibuang.

Namun Tuhan akan menolong Yerusalem dan mengalahkan musuh-musuh yang menyerangnya (Zakharia 14:1-20).

 

10. Yerusalem Sekarang Akan Dihancurkan Dan Digantikan Dengan Yerusalem Yang Baru, Yerusalem Sorgawi

Sekalipun kota Yerusalem adalah kota bersejarah dan kota suci, namun pada akhirnya kota itu akan dimusnahkan juga. Pemusnahan kota Yerusalem ini pada akhir zaman bersamaan dengan pemusnahan langit dan bumi yang ada sekarang ini.

Langit dan bumi yang lama itu akan diganti dengan langit dan bumi yang baru (2 Petrus 3:10-13). Dan Yerusalem lama akan digantikan dengan Yerusalem baru (Wahyu 21:1-2) atau Yerusalem sorgawi (Galatia 4:26).

Langit dan bumi yang baru itu, atau Yerusalem yang baru, lebih kita kenal sebagai sorga.

Jadi sekarang kita sedang menantikan Yerusalem baru, di mana di dalamnya tidak ada lagi kejahatan, dosa, penyakit, air mata dan penderitaan; yang ada hanya sukacita, damai sejahtera, dan kebahagiaan sampai selamanya (Wahyu 21:4). (Untuk lebih lengkapnya, silakan baca: 10 Fakta Tentang Sorga Yang Perlu Anda Ketahui)

Karena itu orientasi orang Kristen bukan lagi Yerusalem sekarang ini, tetapi Yerusalem sorgawi, Yerusalem yang baru, yang disediakan Allah bagi mereka yang percaya kepadaNya.

Itulah 10 fakta tentang kota Yerusalem menurut pandangan Kristen.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!