Loading...
Loading...

10 Fakta Tentang Yesus Menurut Alkitab

Artikel ini membahas tentang 10 fakta tentang Yesus menurut Alkitab.

Tak bisa disangkal, Yesus adalah tokoh sejarah yang paling banyak menyita perhatian manusia, selain tokoh paling berpengaruh di dunia.

Banyak orang yang membicarakan Yesus, baik yang percaya kepadaNya maupun yang tidak percaya kepadaNya.

Baca juga: 10 Gelar Yesus Terpopuler Di Alkitab

Selain itu, banyak juga orang yang menyukai Yesus, tanpa percaya kepadaNya atau menjadi muridNya.

Mereka hanya kagum pada pribadiNya yang bersahaja dan pada kedalaman ajaranNya.

Mahatma Gandhi, tokoh perdamaian dari India, adalah salah satu contoh orang seperti ini.

Baca juga: 10 Tokoh Besar Alkitab Tetapi Lebih Kecil Dari Yesus

Ada banyak tafsiran tentang figur Yesus, tentang siapakah Dia yang sesungguhnya.

Ada yang berpandangan bahwa Yesus adalah seorang nabi, pahlawan, pemimpin agama, dan guru moral.

Di sisi lain, banyak juga orang yang menganggap bahwa Yesus adalah seorang penyesat rakyat, seperti yang dipercayai oleh orang-orang Yahudi yang menyalibkanNya.

Baca juga: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani

Lalu, siapakah Yesus itu sebenarnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu kembali ke Alkitab.

Sebab Alkitab adalah sumber terlengkap dan tertua tentang riwayat hidup Yesus; juga karena Alkitab adalah firman Allah yang tak mungkin salah.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab

Siapakah Yesus sesungguhnya menurut Alkitab? Apa yang dilakukan dan diajarkanNya semasa hidupNya? Apa yang terjadi pada diriNya kemudian?

Artikel kali ini akan mencoba menjawabnya secara komprehensif dengan menyajikan 10 fakta tentang Yesus menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Yesus Lahir Di Betlehem Pada Masa Pemerintahan Herodes Agung Dan Kaisar Agustus

Yesus dilahirkan di Betlehem, Yudea, Israel.

Nama “Yesus” berasal dari kata Ibrani “Yeshua” atau Yosua, yang artinya: Allah menyelamatkan.

Dalam bahasa Yunani, “Yeshua” ditransliterasi menjadi “Iesous” atau Yesus.

Orang tua Yesus adalah Yusuf dan Maria.

Tetapi Yesus bukanlah anak biologis Yusuf dan Maria. Sebab Yesus lahir bukan karena hubungan Yusuf dengan Maria, melainkan dari Roh Kudus (Lukas:1:34-35).

Yesus mempunyai beberapa saudara laki-laki dan perempuan, anak-anak Yusuf dan Maria. (Baca: 7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Pelayanan)

Yusuf adalah seorang tukang kayu yang berasal dari suku Yehuda, dari keturunan raja Daud.

Yusuf berasal dari Betlehem, wilayah Yudea, Israel bagian selatan,  tetapi tinggal di Nazaret, wilayah Galilea, Israel bagian utara.

Yesus lahir di Betlehem ketika orang tuaNya sedang pulang kampung ke Betlehem untuk mendaftarkan diri dalam sensus yang diadakan pemerintah Romawi.

Yesus lahir di dalam palungan, atau di tempat makan ternak; sebab tidak ada lagi penginapan bagi mereka di Betlehem akibat banyaknya orang yang “mudik” untuk mengikuti sensus (Lukas 2:1-7).

Pada masa Yesus lahir, raja Israel adalah Herodes Agung (Matius 2:1), yang berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, bangsa adikuasa pada masa itu.

Pada saat itu bangsa Israel memang sedang berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya).

Kaisar Romawi yang memerintah ketika Yesus lahir adalah Kaisar Agustus (Lukas 2:1).

Ia merupakan kaisar Romawi pertama dan salah satu kaisar Romawi terbesar. Nama aslinya adalah Octavianus, Agustus adalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya. (Baca: 10 Pemeran Utama Dalam Peristiwa Natal Di Alkitab).

Diperkirakan Yesus lahir pada tahun 4 Sebelum Masehi, bukan tahun 1 Masehi. Sebab kalender kita yang bertarikh Masehi meleset 4 tahun.

 

2. Yesus Dibesarkan Di Kota Nazaret, Galilea

Ketika Yesus lahir di Betlehem, maka Herodes berusaha membunuh Yesus, sebab ia takut Yesus akan merebut tahta kerajaan Israel darinya.

Maka malaikat Tuhan memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus dan Maria, istrinya,  mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:13-15).

Saat itu diperkirakan bayi Yesus sudah berusia sekitar 2 tahun.

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan, walau Alkitab tidak menyebut hal ini.

Setelah Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir.

Awalnya Yusuf hendak pergi ke wilayah Yudea (di mana Yerusalem dan Betlehem, tempat Yesus lahir, berada). Tetapi ia takut, sebab di Yudea memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim.

Lalu, Yusuf kembali ke Nazaret, di Galilea. Di Nazaret-lah kemudian Yesus bertumbuh dan dibesarkan. Itulah sebabnya Ia disebut orang Nazaret (Matius 2:23).

Alkitab tidak menyebut tentang Yesus sejak Ia berusia 2 tahun (ketika mengungsi ke Mesir) hingga disebut lagi pada usia 12 tahun, tatkala orang tuaNya membawaNya merayakan Paskah di Yerusalem.

Yang jelas, Yesus ada dalam pengasuhan orang tuaNya, Yusuf dan Maria di Nazaret, serta bertumbuh secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual (Lukas 2:41-52).

Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi, Yesus tentu belajar Taurat, sebagaimana umumnya dengan  anak laki-laki Israel/Yahudi.

Selain itu, sebagai seorang anak tukang kayu, Yesus di masa kanak-kanak dan pemudaNya tentu juga membantu ayahNya bekerja.

Bahkan tampaknya Yusuf sudah meninggal ketika Yesus masih remaja/pemuda, sebab namanya tidak pernah lagi muncul setelah mereka merayakan Paskah di Yerusalem saat Yesus berusia 12 tahun, seperti disebut di atas.

Jika demikian, maka Yesus sebagai anak sulung tentu menjadi tulang punggung keluarga dan meneruskan usaha ayahNya.

Setelah berusia 12 tahun, Yesus tidak pernah disebut lagi di Alkitab, hingga Ia berusia 30 tahun (lihat poin 3 di bawah).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!