10 Gereja Calvinist Terbesar Di Indonesia

Artikel ini membahas tentang 10 Gereja Calvinist terbesar di Indonesia saat ini, dari segi sinode.

Calvinist atau biasa juga disebut Reformed, merupakan aliran gereja yang berakar pada ajaran-ajaran John Calvin, salah satu reformator gereja terbesar yang berasal dari Perancis dan melakukan reformasinya di Swiss.

John Calvin, yang dipengaruhi oleh Martin Luther,  melakukan reformasi lebih jauh dari Luther, baik dalam hal doktrin, liturgi, dan organisasi gereja.

Baca juga: 10 Gereja Lutheran Terbesar Di Indonesia

Namun secara umum ajaran Luther dan Calvin mempunyai kesamaan.

Gereja Calvinist terutama berpengaruh di Inggris, Skotlandia, Belanda dan Amerika Serikat.

Menurut The World Communion of Reformed Churches (WCRC), jumlah anggota aliran Reformed, khususnya yang bergabung dengan organisasi ini, diperkirakan sekitar 100 juta jiwa.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Sebagai bangsa yang lama dijajah oleh Belanda yang notabene sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran Calvin, maka di Indonesia sangat banyak gereja yang termasuk aliran Calvinist.

Artikel ini akan membahas tentang 10 Gereja Calvinist terbesar di Indonesia, dari segi sinode.

Data-data jumlah anggota jemaat sinode-sinode gereja yang dicatat di sini, selain diambil dari situs resmi gereja yang bersangkutan ataupun dari Wikipedia, juga diambil dari berbagai sumber lain di internet.

Baca juga: 25 Gereja Kristen Terbesar Di Indonesia

(jika di situs gereja yang bersangkutan ataupun di Wikipedia data tidak tersedia, atau jika gereja yang bersangkutan tidak mempunyai situs resmi).

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 Gereja Calvinist terbesar di Indonesia saat ini?

Berikut pembahasannya.

 

1. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT): 1 Juta Jiwa

Gereja Calvinist terbesar di Indonesia yang pertama adalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

GMIT berdiri pada 31 Oktober 1947 dan berkantor pusat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gereja ini lahir dari pelayanan para misionaris Belanda.

Selain di Timor, NTT, Sinode GMIT juga hadir di pulau Flores, NTT, dan di Nusa Tenggara Barat.

Gereja ini mempunyai sebuah univeritas, yang salah satu fakultasnya adalah teologi.

Tidak terdapat data yang lengkap dan dapat dipercayai perihal jumlah anggota jemaat sinode GMIT untuk saat ini. Tetapi data tahun 1972 jumlah anggota jemaatnya sebanyak 517.779 jiwa.

Diperkirakan kini anggota jemaatnya mencapai 1 juta jiwa (beberapa pihak bahkan menyebut 1,5 juta jiwa).

 

2. Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM): 845.274 Jiwa

Gereja Calvinist terbesar di Indonesia yang kedua adalah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

GMIM didirikan di Minahasa, Sulawesi Utara pada tanggal 30 September 1934.

Kekristenan mulai diperkenalkan di tanah Minahasa oleh dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz, yang diutus oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), badan pekabaran Injil asal Belanda.

Pada tanggal 12 Juni 1831 mereka tiba di daerah ini untuk memberitakan Injil. Tanggal ini diperingati oleh GMIM sebagai Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa.

Jumlah gereja lokal GMIM ada 939 (111 klasis/wilayah), jumlah pendeta 2157 orang, dan jumlah pelayan lainnya 14.649 penatua, 10.118 syamas (data 2015).

Kantor pusat GMIM terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

 

3. Gereja Kristen Sumba (GKS): 596.500 Jiwa

Gereja Calvinist terbesar di Indonesia yang ketiga adalah Gereja Kristen Sumba (GKS).

Hari lahir GKS bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Sinode yang pertama pada 15 Januari 1947. GKS merupakan hasil Pekabaran Injil dari Zending GKN (Belanda) sejak tahun 1881.

Saat ini, gereja-gereja dari Sinode GKS sudah hadir di beberapa kota lain di luar Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

GKS tidak hanya melakukan PI, tetapi juga turut serta mengembangkan pendidikan, kesehatan, dan mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti pertanian.

Jumlah gereja lokal GKS saat ini ada 712 buah, jumlah Kelompok Kebaktian 150 buah, jumlah Pos Kebaktian 700 buah, dan jumlah anggota jemaat sebanyak 596.500 jiwa. Sedangkan jumlah pendeta ada 300 orang, jumlah pelayan lainnya 1656 orang (Guru Injil; Vicaris; Penolong Guru Injil).

Wilayah pelayanan GKS tidak begitu luas dan utamanya hanya mengemban misi di Pulau Sumba.

Kantor pusat GKS berada di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

 

4. Gereja Protestan Maluku (GPM): 504.128 Jiwa

Gereja Calvinist terbesar di Indonesia yang keempat adalah Gereja Protestan Maluku (GPM).

GPM berdiri di Ambon, Maluku, pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran GPM.

GPM berawal dari pelayanan para misionaris dari Belanda, yang melakukan ibadah perdananya di Ambon pada 27 Februari 1605.

GPM melayani di wilayah Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-pulau Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Pulau-pulau Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar, Babar, Leti-Moa-Lakor, Kisar hingga Wetar, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate, Pulau-pulau Bacan, Pulau-pulau Obi, dan Kepulauan Sula).

Jumlah anggota jemaat GPM saat ini adalah 504.128 jiwa.

 

5. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB): 500.000 Jiwa

Gereja Calvinist terbesar di Indonesia yang kelima adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

GPIB hadir di 26 Provinsi dan berada di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, serta pulau-pulau sekitarnya sesuai dengan wilayah yang ditetapkan pada waktu GPIB didirikan sebagai Gereja yang mandiri.

Kantor Majelis Sinode GPIB terletak di area komplek GPIB “Immanuel” Jalan Medan Merdeka Timur No. 10, Pejambon Jakarta Pusat.

Jumlah jemaat gereja ini sekitar 500.000 jiwa.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!