Categories: GEREJA

10 Gereja Injili Terbesar Di Indonesia

Artikel ini berisi tentang 10 Gereja Injili terbesar di Indonesia saat ini dari segi sinodenya.

Ada 10 sinode Gereja Injili terbesar di Indonesia saat ini yang perlu kita ketahui.

Aliran injili atau evangelikal adalah aliran gereja yang lahir sebagai protes terhadap gereja yang pada saat itu dianggap telah menjadi liberal.

Antara lain dengan mengatakan bahwa Alkitab itu bisa salah dan bahwa keselamatan terdapat di luar Kristus.

Injili artinya adalah sesuai dengan Injil, yang terutama menyangkut kehidupan, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Baca juga: 10 Gereja Beraliran Pentakosta Terbesar Di Indonesia

Aliran Injili juga menekankan perlunya pengalaman lahir baru (born again), otoritas Alkitab sebagai firman Allah, serta pentingnya memberitakan Injil kepada mereka yang belum percaya.

Aliran Injili sudah ada sejak tahun 1738, yang dipengaruhi oleh kaum Metodis Inggris, gereja Moravia Jerman, dan kaum pietisme Jerman.

Aliran Injili kini telah berkembang ke seluruh dunia, dan terutama sangat berpengaruh di Amerika Serikat.

Berbeda dengan umumnya aliran gereja Protestan yang lain, aliran Injili terdapat di berbagai denominasi dan aliran gereja Kristen, sehingga tumpang tindih dengan berbagai aliran gereja Protestan tersebut.

Sebagai contoh, semua gereja beraliran Pentakosta dan Karismatik adalah aliran Injili.

Baca juga: 10 Gereja Beraliran Karismatik Terbesar Di Indonesia

Karena itulah jumlah anggota jemaat gereja-gereja beraliran Injili sangat besar.

Menurut data dari CNRS tahun 2017, jumlah anggota jemaat gereja-gereja Injili di seluruh dunia ada sekitar 630 juta jiwa.

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 10 Gereja Injili terbesar di Indonesia dari segi sinode.

Terbesar yang dimaksud di sini bukan hanya dari segi jumlah anggota gereja lokal atau jumlah anggota jemaat.

Tetapi juga berdasarkan pengaruh gereja yang bersangkutan atau pengaruh para pendeta di sinode gereja tersebut terhadap penginjilan dan pertumbuhan gereja Tuhan di berbagai tempat.

Baca juga: 10 Gereja Beraliran Calvinist Terbesar Di Indonesia

Lagipula banyak dari antara 10 Gereja Injili terbesar di Indonesia ini yang tidak mencantumkan angka pasti jumlah gereja lokal dan jumlah anggota jemaat mereka.

Dan meskipun semua gereja beraliran Pentakosta dan Karismatik pada dasarnya adalah gereja beraliran Injili, namun artikel ini hanya memuat gereja Injili non Pentakosta dan non Karismatik.

Lalu, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia saat ini?

Berikut daftarnya dan sedikit tentang profilnya.

1. Gereja Injili Di Indonesia (GIDI)

Sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia yang pertama adalah Gereja Injili Di Papua (GIDI).

GIDI berdiri sejak tanggal 12 Februari1962, dan berkantor pusat di Sentani, Jayapura, Papua.

Sistem Pemerintahannya adalah Presbiterian-Kongregasional.

Setelah berkiprah selama setengah abad di Papua, Anggota Jemaat GIDI tercatat 976.000 jiwa. Semuanya terdaftar dalam Surat Baptisan.

Gereja GIDI secara keseluruhan terdiri dari delapan Wilayah Pelayanan di seluruh Indonesia. Terdiri atas 61 Klasis, 11 Calon Klasis.

GIDI juga memiliki dua buah rumah sakit swasta, Klinik Kalvari di Wamena dan rumah sakit Immanuel di Mulia.

Selain itu, GIDI juga berkiprah di bidang pendidikan, lewat sekolah Tingkat Atas: STAKIN, SAID dan STT GIDI di Sentani.

Sekolah Alkitab berbahasa daerah (Lokal) ada 7 buah. TK-PAUD 5 buah, SMP dan SMU sebanyak 9 buah tersebar di seluruh wilayah GIDI.

Tidak hanya masyarakat sipil biasa, bahkan pejabat pemerintahan, termasuk anggota DPR dan Gubernur Papua, juga merupakan jemaat GIDI. (Baca: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia)

 

2. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)

Sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia yang kedua adalah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).

GKII berdiri pada 10 September 1930 di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui penginjilan Robert Alexander Jaffray dari Kanada.

Namun kantor pusat sinode gereja ini berada di Jakarta.

GKII mempunyai 90 Daerah Pelayanan, 2.455 gereja lokal, 998 Pos Penginjilan.

Sedangkan pekerja aktifnya ada 3.161 orang (Pendeta 2.187, Vicaris 216 orang, Evangelis 2.758 orang). Jumlah angota jemaatnya adalah 507.083 jiwa.

Badan Pengurus Pusat sinode gereja saat ini adalah: Pdt. Dr. Daniel Ronda (ketua umum), Pdt. Sebinus Luther, M.Th (sekretaris umum), Drs. Arie Moningka (bendahara umum).

Gereja ini memiliki sekolah Alkitab di Makassar dan Jakarta, serta penerbit buku, yakni Kalam Hidup di Bandung.

 

3. Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)

Sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia yang ketiga adalah Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI).

Gereja Kristen Setia Indonesia berdiri sebagai hasil pekabaran Injil dan pelayanan mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) yang dimotori oleh Matheus Mangentang, Willem Frans Ansanay, mampe Tua Mangunsong, Paul Jayadi Amirullah.

GKSI didirikan pada Sabtu, 21 November 1998.

Jumlah total anggota jemaat GKSI adalah 126.328 jiwa, dan rohaniwan sebanyak 1324 orang.

 

4. Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID)

Sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia yang keempat adalah Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID).

Sejarah Gereja KIBAID dimulai pada tanggal 4 Juli 1936, pada waktu siswa-siswa Sekolah Alkitab Makassar (SAM) yang tinggal di Makassar membentuk suatu persekutuan yang diberi nama “Keperloean Indjil Bangsa Toradja” disingkat “KIBAT”.

Siswa–siswa inilah dengan beberapa orang Toraja yang ada di Makassar (pernah disebut Ujung Pandang), memutuskan untuk mengadakan pertemuan secara rutin dan teratur, untuk mengadakan pembaharuan dalam gereja.

Sejalan dengan perkembangan zaman, nama KIBAT diubah menjadi KIBAID (Kerapatan Injil Bangsa Indonesia)

Sampai sekarang ini Gereja KIBAID telah menjangkau 22 provinsi, 75 kabupaten/kota, yang tediri dari 35 klasis, 264 jemaat lokal, 64 pos PI dengan 8.812 KK atau sekitar 32.679 jiwa.

 

5. Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI)

Sinode Gereja beraliran Injili terbesar di Indonesia yang kelima adalah Kerapatan Gereja Protestant Minahasa (KGPM).

Pada tahun 1940-an, beberapa pemuda KGPM (Kerapatan Gereja Protestant Minahasa) berangkat ke Makasar untuk mengikuti Sekolah Alkitab.

Tahun 1951 KGPM melaksanakan Kongres di Sonder, Minahasa.

Hari pertama kongres tersebut (16 Oktober 1951) menjadi hari terakhir dan terjadilah perpisahan karena lima alasan usulan peserta kongres (1) Pengajaran kelahiran baru (Pertobatan dan iman), (2) Pembaptisan selam bagi orang yang telah percaya, (3) Kehidupan Rohani, Bukti hidup sebagai orang percaya, (4) Ketaatan sepenuhnya pada Alkitab dan (5) Pemberitaan Injil dan penanaman gereja di suku-suku lain.

Kelompok pemuda, lulusan Sekolah Alkitab Makasar, yang memang banyak berbeda dalam ajaran (terutama karena bersifat evangelical/Injili) dan cita-cita menjangkau suku-suku lain di Indonesia ini, menghendaki KGPM meninggalkan ciri kesukuan ‘Minahasa’.

Kelompok ini (14 Gereja Setempat dan 35 pendeta) memisahkan diri dan mengganti kata ‘Minahasa’ pada nama gereja KGPM dengan kata ‘Indonesia’, (KGPM menjadi KGPI).

Hari itu, 16 Oktober 1951 menjadi hari jadi KGPI/KGBI.

Kongres Khusus KGPI 1979 memutuskan untuk menggabungkan KGPI ke dalam rumpun Gereja Baptis dan mengganti nama ‘Protestan’ menjadi ‘Baptis’ (KGPI menjadi KGBI).

Saat ini KGBI telah ada di 24 Provinsi di Indonesia.

 

Page: 1 2