10 Gereja Lutheran Terbesar Di Indonesia

Artikel ini membahas tentang 10 Gereja Lutheran terbesar di Indonesia.

Lutheran adalah sebuah aliran gereja yang berakar pada ajaran-ajaran Martin Luther, reformator utama gereja pada abad ke-16 yang berasal dari Jerman.

Luther melakukan protes (akar kata protestan), terhadap gereja Katolik yang pada saat itu dianggap telah jauh menyimpang dari Alkitab.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Jadi Luther menolak keselamatan sebagai hasil perbuatan/amal baik manusia, menolak tradisi di luar Alkitab, menolak supremasi Paus, menolak sebagian besar Sakramen Katolik, kecuali sakramen Baptisan air dan Perjamuan Kudus.

Hal ini kemudian menjadi ajaran dasar dari para pengikut Luther (gereja-gereja Lutheran).

Luthreran adalah kelompok agama terbesar di Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Eslandia, Latvia, Kepulauan Faroe, Greenland, dan Namibia.

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Selain itu, Lutheran juga menjadi aliran gereja Kristen yang sifnifikan di banyak negara, seperti di Amerika Serikat dan Australia.

Menurut data dari The Lutheran World Federation (LWF), jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Lutheran di seluruh dunia, khususnya yang tergabung dengan organisasi tersebut, adalah 75,5 juta jiwa.

Sedangkan gereja Lutheran Selandia Baru menyebut jumlah anggota gereja-gereja Lutheran di seluruh dunia mencapai 80 juta jiwa.

Baca juga: 17 Gereja Dengan Jumlah Jemaat Terbanyak Di Indonesia

Di Indonesia gereja-gereja aliran Lutheran umumnya adalah gereja yang berasal dari misi Jerman yang dipengaruhi Lutheran, terutama yang berada di Sumatera Utara.

Artikel ini akan membahas 10 Gereja aliran Lutheran terbesar di Indonesia.

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 Gereja Lutheran terbesar di Indonesia saat ini? Berikut pembahasannya.

 

1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP): 4,5 Juta Jiwa

Aliran Gereja Lutheran terbesar di Indonesia yang pertama adalah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Seperti namanya, gereja ini merupakan gereja etnis Batak (Toba).

Gereja ini merupakan sinode gereja terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, HKBP memiliki sekitar 4,5 juta anggota jemaat.

HKBP merupakan hasil penginjilan I.L. Nommensen dari lembaga misi RMG (Rheinische Missionsgesellschaft), Jerman. Karena itu gereja ini beraliran Lutheran, sebagaimana umumnya gereja Protestan di Jerman.

HKBP resmi berdiri pada hari Senin, 7 Oktober 1861 dan berkantor pusat di Pearaja, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota Tarutung, ibu kota kabupaten Tapanuli Utara.

Selain di Indonesia, HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, antara lain di Singapura, Malaysia dan Amerika serikat.

Ephorus (Ketua Sinode) HKBP saat ini adalah Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, sementara Sekretaris Jenderalnya adalah Pdt. David Farel Sibuea, MTh, D.Min.

Gereja ini memiliki banyak bidang pelayanan, seperti pendidikan dan kesehatan. Di antaranya: Universitas di Medan, Sekolah Teologi di Pematangsiantar, dan rumah sakit di Balige.

Sampai April 2012, HKBP mempunyai 1.519 Pendeta, 175 Calon Pendeta, 428 Guru Jemaat, 36 Calon Guru Jemaat, 408 Bibelvrouw (penginjil wanita), 43 Calon Bibelvrouw, 284 Diakones, 29 Calon Diakones. Keseluruhan pelayan dan calon pelayan berjumlah 2.922 orang.

 

2. Banua Niha Keriso Protestan (BNKP): 486.802 Jiwa

Aliran Gereja Lutheran terbesar di Indonesia yang kedua adalah Banua Niha Keriso Protestan (BNKP).

BNKP lahir pada tanggal 27 September 1865 melalui penginjil Jerman, E. Ludwig Denninger dari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Kantor pusat sinode gereja ini berada di Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara.

BNKP aktif dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sosial. Gereja ini menerbitkan majalah Turia Röfa (Berita Salib).

Selain di Nias, gereja ini juga hadir hampir di seluruh Indonesia, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya.

Pengurus pusat yang disebut BPHMS BNKP saat ini adalah: Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (ketua atau Ephorus), Pdt. Dorkas Orienti Daeli, MTh (sekretaris umum), dan Pdt. Helu’aro Zega, STh (bendahara umum).

 

3. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI): 360.000 Jiwa

Aliran Gereja Lutheran terbesar di Indonesia yang ketiga adalah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).

GKPI adalah gereja yang memisahkan diri dari sinode HKBP karena adanya keinginan untuk adanya pembaharuan di tubuh gereja HKBP pada waktu itu, awal tahun 1960-an.

Gereja ini berdiri pada tanggal 30 Agustus 1964 di Pematangsiantar dengan Pdt. Dr. Andar Lumbantobing, seorang dosen dan rektor Universitas HKBP Nommensen sebagai ketua sinode (disebut Bishop) dan Pdt. Dr. Sutan M. Hutagalung, juga dosen di Universitas HKBP Nommensen, sebagai Sekretaris Jenderal. Mereka memimpin GKPI hingga tahun 1988.

Kantor Pusat GKPI berkedudukan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jemaat-jemaat GKPI tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Saat ini Bishop (ketua sinode) GKPI adalah Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th, dan Sekjen dijabat oleh Pdt. Ro Sininta Hutabarat, M.Th.

GKPI mempunyai beberapa pelayanan sosial seperti panti asuhan, dan lembaga pendidikan (SD-SMP di Rawamangun, Jakarta).

 

4. Huria Kristen Indonesia (HKI): 355.000 Jiwa

Aliran Gereja Lutheran terbesar di Indonesia yang keempat adalah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Gereja ini lahir pada tahun 1927, setelah memisahkan diri dari sinode HKBP. Itulah sebabnya mayoritas anggota jemaat sinode gereja ini berasal dari etnis Batak Toba, seperti halnya sinode HKBP.

Sinode HKI berkantor pusat di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka HKI juga termasuk ke dalam aliran Lutheran, sebagaimana umumnya dengan gereja protestan di Jerman.

Kini HKI sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa. Anggota jemaatnya kurang lebih berjumlah 355.000 jiwa.

Gereja ini terdiri dari 674 gereja lokal, 103 Resort, dan 8 Distrik/wilayah. Pelayannya berjumlah 130 orang pendeta, 78 orang guru jemaat penuh waktu dan 596 orang guru jemaat paruh waktu, 8 orang bibelvrow (penginjil wanita), dan 4 orang diakones.

 

5. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS): 213.042 Jiwa

Aliran Gereja Lutheran terbesar di Indonesia yang kelima adalah Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

GKPS lahir pada tanggal 1 September 1963, sebagai pecahan dari sinode HKBP. Gereja ini merupakan gereja dari etnis Batak Simalungun. Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka tentu GKPS beraliran Lutheran.

Kantor Pusat GKPS berada di Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang beroperasi sejak 2 Maret 1992.

Dan pada periode 2015-2020, GKPS dipimpin oleh Ephorus Pdt. Rumanja Purba, M.Th. dan Sekjennya Pdt. Paul Ulrich Munthe.

GKPS membagi wilayah pelayanannya ke dalam 7 distrik. Setiap Distrik terdiri atas beberapa Resort, dan tiap Resort terdiri atas beberapa Gereja lokal. Jumlah Resort keseluruhannya ada 106 buah, dengan 614 gereja lokal.

Ada 2 rumah sakit yang dikelola oleh GKPS, yaitu: RS GKPS Bethesda Saribudolok, didirikan tanggal 15 September 1953, dan RS GKPS Pematang Raya. Keduanya di kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kini Badan Pendidikan GKPS mengelola beberapa asrama dan sekolah GKPS, yang terdiri atas: 3 Taman Kanak-kanak, 20 Sekolah Dasar, 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 5 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA dan SMK), termasuk 2 Asrama GKPS.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!