10 Gereja Pentakosta Terbesar Di Indonesia

Artikel ini membahas tentang 10 Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia berdasarkan sinode.

Aliran Pentakosta adalah aliran gereja yang berdasar pada baptisan Roh Kudus, khususnya yang disertai dengan bahasa roh/bahasa lidah sebagai bukti nyatanya.

Istilah Pentakosta, yang merupakan salah satu hari raya Israel, merujuk pada pencurahan Roh Kudus yang disertai dengan bahasa roh, yang terjadi dalam gereja mula-mula pada Hari Pentakosta, seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 2.

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Aliran Pentakosta muncul pada awal abad ke-20 di Amerika Serikat, ketika Charles Parham, seorang penginjil, mengajarkan bahwa berbicara dalam bahasa roh adalah bukti alkitabiah dari baptisan Roh Kudus.

Juga ketika William J. Seymour, seorang pengkhotbah yang dipengaruhi oleh ajaran John Wesley tentang pengudusan, memimpin “Azusa Street” revival selama tiga tahun di Los Angeles (yang disertai baptisan Roh).

Aliran Pentakosta terdapat di seluruh dunia, dan sangat berpengaruh di Amerika Serikat (tempat lahirnya aliran ini), di beberapa negara Asia, di Afrika, dan Brazil, negara mayoritas Katolik.

Baca juga: 10 Gereja Karismatik Terbesar Di Indonesia

Di Indonesia gereja-gereja beraliran Pentakosta merupakan salah satu aliran gereja terbesar, yang tersebar di seluruh Indonesia dan tergabung ke dalam berbagai sinode.

Gereja-gereja beraliran Pentakosta ini umumnya tergabung ke dalam organisasi Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), dan sebagian tergabung ke dalam Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), atau PGPI dan PGI sekaligus.

Gereja-gereja beraliran Pentakosta sebagian tumpang tindih dengan gereja beraliran Karismatik.

Baca juga: 10 Gereja Lutheran Terbesar Di Indonesia

Sebab banyak gereja beraliran Karismatik yang juga sekaligus beraliran Pentakosta.

Sebagai contoh adalah Gereja Bethel Indonesia (GBI), yang merupakan sinode gereja beraliran Pentakosta-Karismatik.

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja beraliran Pentakosta di seluruh dunia sekitar 279 juta jiwa.

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 10 Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia dari segi sinode.

Baca juga: 10 Gereja Calvinist Terbesar Di Indonesia

Terbesar yang dimaksud di sini bukan hanya dari segi jumlah anggota gereja lokal atau jumlah anggota jemaat.

Tetapi juga berdasarkan pengaruh gereja yang bersangkutan atau pengaruh para pendeta di sinode gereja tersebut terhadap penginjilan dan pertumbuhan gereja Tuhan di Indonesia dan di berbagai tempat.

Lagipula banyak dari antara 10 Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia ini yang tidak mencantumkan angka pasti jumlah gereja lokal dan jumlah anggota jemaat mereka.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

Ada yang menarik, mana istilah yang benar, Pentakosta atau Pantekosta?

Di Alkitab kata yang dipakai untuk menerjemahkan kata Yunani “Pentecoste” adalah “Pentakosta”.

Sedangkan Gereja-gereja di Indonesia umumnya memakai istilah “Pantekosta”.

Artinya sama, hanya pemakaian kata yang berbeda, Penta dan Pante.

Lalu, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia saat ini?

Berikut daftarnya dan sedikit tentang profilnya.

 

1. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI)

Sinode Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia yang pertama adalah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).

Berdirinya Gereja Pantekosta di Indonesia tidak terlepas dari kedatangan dua keluarga missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA ke Indonesia pada tahun 1921, yaitu Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren, keturunan Belanda yang berimigrasi ke Amerika.

GPdI kemudian melahirkan sinode-sinode gereja baru, antara lain, GBIS, GGP, GPPS, GIA, dan lain sebagainya (lihat poin-poin di bawah).

Kantor pusat GPdI ada di Jakarta.

Berdasarkan data 2012, jumlah gereja mandiri GPdI ada 4130 buah, gereja muda 2157 buah, gereja cabang 1892 buah, dan jumlah anggota jemaat 1,5 juta jiwa.

Jumlah Hamba Tuhan: Pendeta (Pdt) =2684 orang, Pendeta Muda (Pdm) 2189 orang, Pendeta Pembantu (Pdp) 3332 orang.

Dengan demikian, GPdI adalah sinode gereja terbesar di antara sinode-sinode gereja beraliran pentakosta di Indonesia.

GPdI terdapat di setiap provinsi di Indonesia. Tersebar di kota-kota besar, sampai ke pelosok pedalaman.

GPdI juga membuka cabang di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Australia, Korea, Singapura, Inggris, dan Belanda.

GPdI mempunyai beberapa sekolah Alkitab, antara lain di Pematangsiantar dan di Batu, Malang.

 

2. Gereja Gerakan Pentakosta (GGP)

Sinode Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia yang kedua adalah Gereja Gerakan Pentakosta (GGP).

GGP merupakan pecahan dari GPdI.

Gereja ini lahir pada tanggal 12 April 1923 di Cepu, Jawa Tengah, dan saat ini berkantor pusat di Jl. Kramat Pulo No. 22B, Jakarta.

GGP didirikan oleh Rev. Johannes Gerhard Thiessen, seorang misionaris dari Doopgezinde Kerk Belanda, yang datang ke Indonesia pada tahun 1901.

Gereja Gerakan Pentakosta sudah menyebar ke beberapa kota di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat serta Maluku.

Jumlah anggota jemaat sinode GGP saat ini adalah 450.000 jiwa.

 

3. Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA)

Sinode Gereja beraliran Pentakosta terbesar di Indonesia yang ketiga adalah Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA).
GSJA juga adalah pecahan dari GPdI.
Pusat Sinode GSJA berada di Jakarta Pusat dan gereja cabangnya menyebar di seluruh Indonesia.
Ketua sinode GSJA saat ini adalah Pdt. Budi Setiawan, yang juga gembala sidang GSJA Kelapa Gading, Jakarta dan salah satu pengurus pusat di PGLII.
Sinode GSJA mempunyai dua buah STT, yakni STT Ekklesia Jakarta dan STT Satya Bhakti Malang, serta mempunyai satu penerbit buku, yakni Gandum Mas Malang.

4. Gereja Isa Almasih (GIA)

Sinode Gereja beraliran Pentakosta terbesar di Indonesia yang keempat adalah Gereja Isa Almasih (GIA).

Gereja Isa Almasih (GIA) memisahkan diri dari GPdI pada tahun 1946.

Sinode gereja ini adalah anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dengan kantor Sinode di Jl. Pringgading 20 Semarang, Indonesia.

Gereja Isa Almasih adalah pemilik Sekolah Tinggi Theologia Abdiel (STT Abdiel) Ungaran, Jawa Tengah.

 

5. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS)

Sinode Gereja Pentakosta terbesar di Indonesia yang kelima adalah Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS).

Kelahiran GBIS diawali dengan keluarnya Pdt. F.G Van Gessel dengan beberapa pendeta lainnya dari GPdI dan membentuk Badan Persekutuan GBIS di Surabaya pada tanggal 21 Januari 1952.

Dalam waktu 15 tahun sejak kelahirannya, GBIS berkembang begitu cepat, sehingga telah memiliki kira-kira 450 gereja dengan 70.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!