10 Hari Raya Israel Di Alkitab

Di Alkitab, bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan, mempunyai banyak hari raya. Hari raya-hari raya tersebut diperingati secara khusyuk atau dirayakan dengan hati yang gembira untuk suatu tujuan tertentu. Sering juga dengan mempersembahkan korban-korban atau persembahan-persembahan.

Ada 10 hari raya Israel yang terdapat di Alkitab.

Delapan dari 10 hari raya itu diperintahkan langsung oleh Tuhan – melalui Musa – kepada umat Israel, dan terdapat dalam satu pasal Alkitab, secara berurutan, yakni dalam Kitab Imamat pasal 23. Namun, di bagian-bagian lain Alkitab juga dicatat hari raya-hari raya tersebut, baik secara keseluruhan atau sebagian, maupun secara tersendiri.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Yang Perlu Anda Tahu

Sementara dua dari antara 10 hari raya tersebut tidak diperintahkan langsung oleh Tuhan, tetapi ditetapkan sendiri oleh bangsa Israel (yang tentu atas seijin Tuhan), yang bertujuan untuk mengingat perbuatan Tuhan yang besar dalam hidup mereka.

Hari raya-hari raya itu diperingati secara rutin, umumnya setiap tahun; kecuali satu hari raya, yang diperingati setiap minggu atau sekali dalam tujuh hari.

Hari raya-hari raya ini umumnya diperingati dan dirayakan di kota Yerusalem. Dan orang-orang Israel di luar Yerusalem datang ke Yerusalem untuk merayakan hari raya-hari raya tersebut. Kecuali satu hari raya, yang boleh diperingati di luar Yerusalem.

Beberapa dari hari raya tersebut terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan, dalam bulan yang sama. Sebagian ada yang hanya beda beberapa hari saja, bahkan ada yang terjadi di hari yang sama.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang

Hari raya-hari raya ini biasanya diadakan di dalam Bait Suci. Tetapi sejak Bait Suci Israel sudah tidak ada lagi, maka hari raya-hari raya itu umumnya dirayakan di rumah-rumah ibadat atau Sinagoge.

Hari raya-hari raya ini juga muncul di Perjanjian Baru, dalam singgungan dengan orang-orang Yahudi. Tetapi semua hari raya ini sudah digenapi di dalam Tuhan Yesus (Ibrani 10:1-18). Karena itu tidak lagi mengikat orang Kristen untuk merayakannya.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Kendati demikian, hal ini perlu kita ketahui agar kita mengerti latar belakang dan makna dari semua hari raya tersebut dan penggenapannya di dalam Tuhan Yesus.

Lalu, hari raya apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 Hari Raya Israel di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Hari Raya Sabat (Shabbat)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut. Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.” (Imamat 23:1-3)

Inilah satu-satunya hari raya Israel yang dirayakan sekali seminggu, bukan sekali setahun. Sabat dirayakan setiap hari ketujuh atau hari Sabtu.

Hari Raya Sabat pertama kali muncul dalam 10 Firman Allah (Baca: 10 Firman Allah Dan Maknanya).

Kata “sabat” berasal dari bahasa Ibrani, syabbat, yang artinya “berhenti”. Maksudnya, berhenti atau beristirahat dari segala pekerjaan atau aktivitas.

Sabat pertama kali diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel, umat pilihanNya. Mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Mereka hanya boleh bekerja selama enam hari dalam seminggu, yakni hari pertama hingga hari keenam (Minggu sampai Jumat).

Tetapi pada hari ketujuh, yakni hari Sabtu atau hari Sabat, mereka harus beristirahat. Mereka tidak boleh beraktivitas.

Namun Sabat bukan sekedar hari untuk beristirahat dari kesibukan beraktivitas, tetapi juga merupakan hari untuk beribadah kepada Tuhan. Inilah hari perkumpulan kudus (Imamat 23:1-3).

Sabat itu didasarkan pada prinsip penciptaan, di mana Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, setelah Ia selesai menciptakan alam semesta dan isinya pada hari pertama sampai hari keenam (Kejadian 2:1-3).

Karena Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat, maka Sabat sudah digenapi oleh kematian Yesus di kayu salib, sehingga tidak lagi mengikat orang Kristen. Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk Sabat.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel berjudul: 10 Fakta Tentang Sabat Yang Perlu Anda Tahu.

 

2. Hari Raya Paskah (Pesakh)

“Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.” (Imamat 23:4-5)

Paskah adalah memperingati keluarnya bangsa Israel, umat pilihan Allah, dari tanah perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian, yakni Tanah Kanaan.

Hari Raya Paskah secara rinci dibahas dalam Keluaran 12:1-13.

Waktu itu Tuhan melepaskan umatNya dengan terlebih dahulu menulahi bangsa Mesir sampai sepuluh kali. Tulah terakhir, yakni kematian anak-anak sulung bangsa Mesir, membuat Firaun terpaksa membiarkan umat Israel keluar dari tanah mereka setelah sebelumnya memperbudak bangsa Israel itu selama 430 tahun.

Untuk mengenang peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir ini, maka Tuhan memerintahkan agar mereka merayakan Paskah. Dengan demikian mereka selalu mengingat perbuatan Tuhan tersebut turun-menurun (Keluaran 12:1-42).

Hari Raya Paskah diperingati pada tanggal 14 bulan pertama/ke-1 dalam kalender Israel atau bulan Maret-April pada kalender internasional.

Tuhan Yesus telah menggenapi Paskah Yahudi dan menggantinya dengan Paskah Kristen. Dengan demikian, orang Kristen merayakan Paskah tidak lagi dalam rangka memperingati keluarnya umat Israel dari perbudakan Mesir, tetapi memperingati keluarnya orang percaya dari perbudakan dosa melalui kematian Yesus.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel berjudul: 10 Fakta Tentang Paskah Yang Perlu Anda Tahu.

 

3. Hari Raya Roti Tidak Beragi (Hag Hammassot)

“Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.” (Imamat 23:6-8)

Hari Raya Roti Tidak Beragi masih terkait dengan Hari Raya Paskah. Hari raya ini diperingati sehari setelah Paskah, dan dirayakan selama 7 hari atau seminggu penuh.

Hari Raya Roti Tidak Beragi secara rinci dibahas dalam Keluaran 12:14-20.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka keluar secara terburu-buru. Mereka tidak sempat lagi membuat roti yang beragi, di mana membakar roti dengan ragi akan memakan waktu hingga roti mengembang. Jadi mereka hanya memakan roti yang tidak beragi.

Karena itu terburu-burunya bangsa Israel keluar dari Mesir diperingati dengan memakan roti tidak beragi. Inilah Hari Raya Roti Tidak Beragi.

Hari Raya Roti Tidak Beragi diperingati pada tanggal 15-21 bulan ke-1 dalam kalender Israel atau bulan Maret-April pada kalender internasional.

Di kemudian hari, Hari Raya Roti Tidak Beragi digabungkan dengan Hari Raya Paskah dan dirayakan secara bersama-sama. Sehingga kedua Hari Raya ini sering dianggap satu Hari Raya saja (misalnya Lukas 22:1).

 

4. Hari Raya Buah Sulung (Sefirat HaOmer)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam, dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu.” (Imamat 23:9-11)

 Hari Raya Buah Sulung adalah hari untuk mempersembahkan persembahan kepada Tuhan dari hasil pertanian di Tanah Perjanjian.

Tuhan memerintahkan bahwa ketika bangsa Israel telah tiba di Tanah Kanaan dan mendapat hasil pertama dari pertanian di negeri itu, maka mereka harus mempersembahkannya kepada Tuhan.

Hal ini harus mereka lakukan secara terus-menerus, setiap tahunnya.

Maksudnya adalah bahwa hasil pertama pertanian dipersembahkan kepada Tuhan terlebih dahulu baru dimakan hasilnya. Hal ini punya makna bahwa seluruh hasil panen yang orang Israel dapatkan sesungguhnya berasal dari Tuhan.

Biasanya orang Israel mempersembahkan jelai (tumbuhan semacam gandum), karena tumbuhan inilah yang tumbuh pada musim semi, yakni pada waktu bangsa Israel untuk pertama kalinya menanam tumbuhan di Tanah Kanaan, setelah mereka tiba di Tanah Perjanjian tersebut.

Selain mempersembahkan hasil pertanian, pada Hari Raya Buah Sulung bangsa Israel juga diperintahkan untuk mempersembahkan seekor domba sebagai korban bakaran, korban sajian dari tepung terbaik, dan korban curahan dari anggur (Imamat 23:12-14).

Hari Raya Buah Sulung diperingati pada tanggal 16 bulan ke-1 dalam kalender Israel atau bulan Maret-April pada kalender internasional.

 

5. Hari Raya Pentakosta (Shavuot)

“Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu; sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN.(Imamat 23:15-16)

Hari Raya Pentakosta adalah hari raya untuk memperingati panen raya, khususnya gandum, yang tumbuh pada masa tersebut di Israel.

Nama asli hari raya ini di Perjanjian Lama adalah minggu-minggu (jamak) atau 7 minggu. Maksudnya 7 minggu dihitung dari Hari Raya Buah Sulung (dan Paskah). Jadi Hari Raya Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah Hari Raya Buah Sulung dan Paskah.

Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, hari raya ini dikenal sebagai Pentakosta atau hari “kelima puluh” (=7 minggu).

Dalam perayaan Pentakosta, bangsa Israel harus membawa dua buah roti yang terbuat dari tepung gandum ke hadapan Tuhan sebagai korban sajian. Juga tujuh ekor domba muda, seekor lembu muda, dan dua ekor domba jantan dewasa sebagai korban bakaran. Selain itu, juga seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa dan dua ekor domba muda sebagai korban keselamatan.

Pada hari raya ini, orang Israel juga tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan tidak boleh menyabit habis ladang, harus ditinggalkan untuk orang-orang miskin (Imamat 23:17-22).

Hari Raya Pentakosta mempunyai kemiripan dengan Hari Raya Buah Sulung, yakni sama-sama hari raya panen. Bedanya, dalam Hari Raya Buah Sulung yang dipersembahkan adalah berkas jelai, sedangkan dalam Hari Raya Pentakosta yang dipersembahkan adalah roti dari gandum.

Hari Raya Pentakosta diperingati pada tanggal 6 bulan ke-3 dalam kalender Israel atau bulan Mei-Juni pada kalender internasional.

Di Perjanjian Baru, hari raya ini dirayakan orang Yahudi ketika para murid Tuhan Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus dan ada 3000 orang yang bertobat pada hari itu (Kisah Para Rasul 2).

Sehingga bagi orang Kristen, Hari Raya Pentakosta adalah hari raya Pencurahan Roh Kudus dan hari raya panen jiwa-jiwa.

 

7. Hari Raya Peniupan Serunai (Rosh Hashanah)

 “TUHAN berfirman kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.” (Imamat 23:23-25)

Hari Raya Peniupan Serunai adalah hari perkumpulan kudus dengan meniup serunai. Serunai itu menurut tradisi Yahudi terbuat dari tanduk kambing jantan yang disebut Shofar.

Pada hari raya ini umat Israel melakukan perhentian penuh. Mereka tidak boleh melakukan suatu pekerjaan yang berat.

Selain itu, mereka juga harus mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan. Dalam Bilangan 29:1-6 diberi rincian tentang berbagai macam persembahan yang harus dipersembahkan oleh bangsa Israel pada Hari Raya Peniupan Serunai.

Antara lain, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun, sebagai korban bakaran yang disertai dengan korban sajian dari tepung; dan seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa.

Hari Raya Peniupan Serunai diperingati pada tanggal 1 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

Di kemudian hari, orang Yahudi menyebut hari Raya Peniupan Serunai ini sebagai Rosh Hashanah, atau awal tahun, yang kemudian menjadi tahun baru mereka.

 

8. Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. (Imamat 23:26-27)

Seperti halnya Hari Raya Peniupan Serunai, Hari Raya Pendamaian adalah hari perhentian dan perkumpulan kudus. Pada hari ini umat Israel harus berhenti dari segala aktivitas mereka.

Hari Pendamaian adalah hari di mana dosa-dosa umat Israel didamaikan dengan Allah. Mereka harus mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan. Selain itu, mereka juga harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan berpuasa. Setiap orang yang tidak merendahkan diri dengan cara berpuasa akan dibinasakan Tuhan (Imamat 23:28-32). (Baca juga: 10 Fakta Tentang Puasa Yang Perlu Anda Tahu)

Pada Hari Raya Pendamaian ini Imam Besar akan masuk ke ruang Maha Kudus dari Kemah Suci/Bait Suci dengan memercikkan darah domba ke atas tutup pendamaian di Tabut Perjanjian yang ada di ruang Maha Kudus tersebut, sebagai lambang pengampunan dosa umat Israel (Imamat 16:1-34).

Jelas upacara ini merupakan lambang darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah, yang mati di kayu salib demi pengampunan dosa manusia (Ibrani 9:1-28).

Hari Raya Pendamaian diperingati pada tanggal 10 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

 

8. Hari Raya Pondok Daun (Sukkot)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.(Imamat 23:33-36)

Seperti halnya dua hari raya sebelumnya, yang terjadi di bulan yang sama (lihat poin 6 dan 7 di atas), Hari Raya Pondok Daun diperingati oleh bangsa Israel secara khusyuk. Mereka tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat. Bahkan pada hari pertama dan hari terakhir acara tersebut, bangsa Israel harus berhenti total bekerja.

Ini adalah perkumpulan kudus selama 7 hari, di mana bangsa Israel mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan selama 7 hari tersebut. Ditambah lagi satu hari lagi, hari ke-8, sebagai puncak acara tersebut.

Hari raya Pondok Daun diperingati bangsa Israel dengan cara tinggal di dalam pondok-pondok yang terbuat dari daun-daun selama 7 hari atau seminggu penuh. Tujuannya adalah agar mereka menyadari bahwa mereka dulu tidak mempunyai rumah selama pengembaraan mereka di padang gurun, ketika mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Tetapi tidak berarti perayaan ini dilakukan secara berkabung, Tuhan justru mengatakan bahwa ini adalah hari raya yang menggembirakan. Mereka harus bersukaria di hadapan Tuhan dengan membawa berbagai macam buah-buahan dan ranting-ranting pohon (Imamat 23:37-43).

Inilah salah satu hari raya Israel terbesar dan terpenting , dan juga salah satu yang paling meriah. Bersama Hari Raya Paskah (termasuk Hari Raya Roti Tidak Beragi) dan Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Pondok Daun wajib diikuti oleh semua pria Israel di Yerusalem (Ulangan 16:16)

Hari Raya Pondok Daun diperingati pada tanggal 15-21 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

Tuhan Yesus pernah menghadiri Hari Raya Pondok Daun (Yohanes 7:2), di mana pada saat perayaan itu dan pada puncaknya (hari ke-8) Ia berseru tentang Air Hidup (Yohanes 7:37-39) dan Terang Dunia (Yohanes 8:12).

Latar belakang seruan Yesus ini adalah upacara penyalaan pelita di Bait Suci (Terang Dunia) dan pengambilan air dengan kendi-kendi dari kolam Siloam yang dilakukan oleh para imam Israel (Air Hidup), yang terdapat dalam tradisi Yahudi yang kemudian, tidak diperintahkan dalam Alkitab.

 

9. Hari Raya Purim

“Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia, supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap. Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab.” (Ester 9:30-32)

Hari Raya Purim adalah hari raya yang bertujuan untuk memperingati terlepasnya bangsa Yahudi dari pembantaian yang dirancang oleh Haman, seorang pejabat penting di kerajaan Persia.

Purim (jamak dari “pur”) artinya adalah undian. Ini merujuk pada batu yang dipakai untuk mengundi/menentukan hari (sebagaimana lazimnya pada masa itu) yang dipakai oleh Haman untuk merencanakan niat jahatnya dalam menghabisi bangsa Yahudi di kekaisaran Persia.

Tetapi melalui kerjasama dengan sepupunya yang telah menjadi ratu Persia, Ester, dan dengan kedudukan barunya sebagai pejabat tinggi di Persia, Mordekhai, berhasil menggagalkan rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Yahudi.

Hal ini bisa terjadi setelah raja Persia, Ahasyweros (yang tentu atas pengaturan Tuhan), berpihak kepada mereka. Bahkan Haman yang akhirnya dihukum mati oleh raja Persia. (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas)

Hari Raya Purim diperingati pada tanggal 14-15 bulan ke-12 dalam kalender Israel atau bulan Februari-Maret pada kalender internasional.

 

10. Hari Raya Pentahbisan Bait Allah (Hanukkah)

 “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.” (Yohanes 10:22-23)

 Hari Raya Pentahbisan Bait Allah tidak ada diperintahkan Tuhan di Alkitab. Sebab hari raya ini terjadi pada Masa Antar Perjanjian (Zaman Intertestamental), masa di antara zaman Perjanjian Lama dengan zaman Perjanjian Baru.

Hari raya ini bertujuan untuk memperingati penyucian Bait Allah di Yerusalem pada tahun 164 Masehi, dari penajisan yang dilakukan oleh Antiokhus Epifanes, raja Yunani-Siria yang jahat.

Antiokhus Epifanes adalah raja terkenal dari kaum Seleukus (Seleucid), yang beberapa kali muncul dalam penglihatan Daniel (Daniel 8:9-12). Di masa pemerintahannya, kerajaan Yunani-Siria berjaya. Pada masanya jugalah bangsa Yahudi mengalami penindasan yang berat.

Pada 25 Desember 167 SM, dia menajiskan Bait Suci orang Yahudi, dengan mempersembahkan korban ke dewa-dewa di Bait Suci, serta menaruh patungnya sendiri dan kepala babi di Bait Suci.

Hal ini menyebabkan terjadinya perang Makabe selama tiga tahun, yang dipimpin oleh Yudas Makabe. Orang Yahudi berhasil menang dalam pertempuran ini dan mereka membersihkan kembali Bait Suci.

Ini menjadi kemenangan besar yang selalu diingat oleh orang Yahudi dan dirayakan setiap tahun, yang dikenal sebagai hari raya Hanukah atau “Hari Pentahbisan Bait Allah”. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya).

Inilah satu-satunya hari raya Israel yang tidak harus dirayakan di Yerusalem, tetapi juga di berbagai negara di luar Israel dan Yerusalem. Mereka biasanya merayakannya secara meriah disertai dengan nyanyian-nyayian.

Hari Raya Pentahbisan Bait Allah diperingati pada bulan ke-9 dalam kalender Israel atau bulan Desember pada kalender internasional.

Pada masa hidupNya di dunia, Tuhan Yesus pernah menghadiri perayaan Hari Pentahbisan Bait Allah ini, sebagaiman tampak dari ayat-ayat yang dikutip di atas.

 

Itulah 10 Hari Raya Israel yang ada di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Sukai Halaman” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!