10 Hari Raya Israel Di Alkitab

 

4. Hari Raya Buah Sulung (Sefirat HaOmer)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam, dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu.” (Imamat 23:9-11)

 Hari Raya Buah Sulung adalah hari untuk mempersembahkan persembahan kepada Tuhan dari hasil pertanian di Tanah Perjanjian.

Tuhan memerintahkan bahwa ketika bangsa Israel telah tiba di Tanah Kanaan dan mendapat hasil pertama dari pertanian di negeri itu, maka mereka harus mempersembahkannya kepada Tuhan.

Hal ini harus mereka lakukan secara terus-menerus, setiap tahunnya.

Maksudnya adalah bahwa hasil pertama pertanian dipersembahkan kepada Tuhan terlebih dahulu baru dimakan hasilnya. Hal ini punya makna bahwa seluruh hasil panen yang orang Israel dapatkan sesungguhnya berasal dari Tuhan.

Biasanya orang Israel mempersembahkan jelai (tumbuhan semacam gandum), karena tumbuhan inilah yang tumbuh pada musim semi, yakni pada waktu bangsa Israel untuk pertama kalinya menanam tumbuhan di Tanah Kanaan, setelah mereka tiba di Tanah Perjanjian tersebut.

Selain mempersembahkan hasil pertanian, pada Hari Raya Buah Sulung bangsa Israel juga diperintahkan untuk mempersembahkan seekor domba sebagai korban bakaran, korban sajian dari tepung terbaik, dan korban curahan dari anggur (Imamat 23:12-14).

Hari Raya Buah Sulung diperingati pada tanggal 16 bulan ke-1 dalam kalender Israel atau bulan Maret-April pada kalender internasional.

 

5. Hari Raya Pentakosta (Shavuot)

“Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu; sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN.(Imamat 23:15-16)

Hari Raya Pentakosta adalah hari raya untuk memperingati panen raya, khususnya gandum, yang tumbuh pada masa tersebut di Israel.

Nama asli hari raya ini di Perjanjian Lama adalah minggu-minggu (jamak) atau 7 minggu. Maksudnya 7 minggu dihitung dari Hari Raya Buah Sulung (dan Paskah). Jadi Hari Raya Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah Hari Raya Buah Sulung dan Paskah.

Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, hari raya ini dikenal sebagai Pentakosta atau hari “kelima puluh” (=7 minggu).

Dalam perayaan Pentakosta, bangsa Israel harus membawa dua buah roti yang terbuat dari tepung gandum ke hadapan Tuhan sebagai korban sajian. Juga tujuh ekor domba muda, seekor lembu muda, dan dua ekor domba jantan dewasa sebagai korban bakaran. Selain itu, juga seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa dan dua ekor domba muda sebagai korban keselamatan.

Pada hari raya ini, orang Israel juga tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan tidak boleh menyabit habis ladang, harus ditinggalkan untuk orang-orang miskin (Imamat 23:17-22).

Hari Raya Pentakosta mempunyai kemiripan dengan Hari Raya Buah Sulung, yakni sama-sama hari raya panen. Bedanya, dalam Hari Raya Buah Sulung yang dipersembahkan adalah berkas jelai, sedangkan dalam Hari Raya Pentakosta yang dipersembahkan adalah roti dari gandum.

Hari Raya Pentakosta diperingati pada tanggal 6 bulan ke-3 dalam kalender Israel atau bulan Mei-Juni pada kalender internasional.

Di Perjanjian Baru, hari raya ini dirayakan orang Yahudi ketika para murid Tuhan Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus dan ada 3000 orang yang bertobat pada hari itu (Kisah Para Rasul 2).

Sehingga bagi orang Kristen, Hari Raya Pentakosta adalah hari raya Pencurahan Roh Kudus dan hari raya panen jiwa-jiwa.

 

7. Hari Raya Peniupan Serunai (Rosh Hashanah)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.” (Imamat 23:23-25)

Hari Raya Peniupan Serunai adalah hari perkumpulan kudus dengan meniup serunai. Serunai itu menurut tradisi Yahudi terbuat dari tanduk kambing jantan yang disebut Shofar.

Pada hari raya ini umat Israel melakukan perhentian penuh. Mereka tidak boleh melakukan suatu pekerjaan yang berat.

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!