10 Hari Raya Israel Di Alkitab

 

6. Hari Raya Peniupan Serunai (Rosh Hashanah)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.” (Imamat 23:23-25)

Hari Raya Peniupan Serunai adalah hari perkumpulan kudus dengan meniup serunai. Serunai itu menurut tradisi Yahudi terbuat dari tanduk kambing jantan yang disebut Shofar.

Pada hari raya ini umat Israel melakukan perhentian penuh. Mereka tidak boleh melakukan suatu pekerjaan yang berat.

Selain itu, mereka juga harus mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan. Dalam Bilangan 29:1-6 diberi rincian tentang berbagai macam persembahan yang harus dipersembahkan oleh bangsa Israel pada Hari Raya Peniupan Serunai.

Antara lain, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun, sebagai korban bakaran yang disertai dengan korban sajian dari tepung; dan seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa.

Hari Raya Peniupan Serunai diperingati pada tanggal 1 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

Di kemudian hari, orang Yahudi menyebut hari Raya Peniupan Serunai ini sebagai Rosh Hashanah, atau awal tahun, yang kemudian menjadi tahun baru mereka.

 

7. Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. (Imamat 23:26-27)

Seperti halnya Hari Raya Peniupan Serunai, Hari Raya Pendamaian adalah hari perhentian dan perkumpulan kudus. Pada hari ini umat Israel harus berhenti dari segala aktivitas mereka.

Hari Pendamaian adalah hari di mana dosa-dosa umat Israel didamaikan dengan Allah. Mereka harus mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan. Selain itu, mereka juga harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan berpuasa. Setiap orang yang tidak merendahkan diri dengan cara berpuasa akan dibinasakan Tuhan (Imamat 23:28-32). (Baca juga: 10 Fakta Tentang Puasa Yang Perlu Anda Tahu)

Pada Hari Raya Pendamaian ini Imam Besar akan masuk ke ruang Maha Kudus dari Kemah Suci/Bait Suci dengan memercikkan darah domba ke atas tutup pendamaian di Tabut Perjanjian yang ada di ruang Maha Kudus tersebut, sebagai lambang pengampunan dosa umat Israel (Imamat 16:1-34).

Jelas upacara ini merupakan lambang darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah, yang mati di kayu salib demi pengampunan dosa manusia (Ibrani 9:1-28).

Hari Raya Pendamaian diperingati pada tanggal 10 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

 

8. Hari Raya Pondok Daun (Sukkot)

“TUHAN berfirman kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.(Imamat 23:33-36)

Seperti halnya dua hari raya sebelumnya, yang terjadi di bulan yang sama (lihat poin 6 dan 7 di atas), Hari Raya Pondok Daun diperingati oleh bangsa Israel secara khusyuk. Mereka tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat. Bahkan pada hari pertama dan hari terakhir acara tersebut, bangsa Israel harus berhenti total bekerja.

Ini adalah perkumpulan kudus selama 7 hari, di mana bangsa Israel mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan selama 7 hari tersebut. Ditambah lagi satu hari lagi, hari ke-8, sebagai puncak acara tersebut.

Hari raya Pondok Daun diperingati bangsa Israel dengan cara tinggal di dalam pondok-pondok yang terbuat dari daun-daun selama 7 hari atau seminggu penuh. Tujuannya adalah agar mereka menyadari bahwa mereka dulu tidak mempunyai rumah selama pengembaraan mereka di padang gurun, ketika mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Tetapi tidak berarti perayaan ini dilakukan secara berkabung, Tuhan justru mengatakan bahwa ini adalah hari raya yang menggembirakan. Mereka harus bersukaria di hadapan Tuhan dengan membawa berbagai macam buah-buahan dan ranting-ranting pohon (Imamat 23:37-43).

Inilah salah satu hari raya Israel terbesar dan terpenting , dan juga salah satu yang paling meriah. Bersama Hari Raya Paskah (termasuk Hari Raya Roti Tidak Beragi) dan Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Pondok Daun wajib diikuti oleh semua pria Israel di Yerusalem (Ulangan 16:16)

Hari Raya Pondok Daun diperingati pada tanggal 15-21 bulan ke-7 dalam kalender Israel atau bulan September-Oktober pada kalender internasional.

Tuhan Yesus pernah menghadiri Hari Raya Pondok Daun (Yohanes 7:2), di mana pada saat perayaan itu dan pada puncaknya (hari ke-8) Ia berseru tentang Air Hidup (Yohanes 7:37-39) dan Terang Dunia (Yohanes 8:12).

Latar belakang seruan Yesus ini adalah upacara penyalaan pelita di Bait Suci (Terang Dunia) dan pengambilan air dengan kendi-kendi dari kolam Siloam yang dilakukan oleh para imam Israel (Air Hidup), yang terdapat dalam tradisi Yahudi yang kemudian, tidak diperintahkan dalam Alkitab.

 

9. Hari Raya Purim

“Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia, supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap. Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab.” (Ester 9:30-32)

Hari Raya Purim adalah hari raya yang bertujuan untuk memperingati terlepasnya bangsa Yahudi dari pembantaian yang dirancang oleh Haman, seorang pejabat penting di kerajaan Persia.

Purim (jamak dari “pur”) artinya adalah undian. Ini merujuk pada batu yang dipakai untuk mengundi/menentukan hari (sebagaimana lazimnya pada masa itu) yang dipakai oleh Haman untuk merencanakan niat jahatnya dalam menghabisi bangsa Yahudi di kekaisaran Persia.

Tetapi melalui kerjasama dengan sepupunya yang telah menjadi ratu Persia, Ester, dan dengan kedudukan barunya sebagai pejabat tinggi di Persia, Mordekhai, berhasil menggagalkan rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Yahudi.

Hal ini bisa terjadi setelah raja Persia, Ahasyweros (yang tentu atas pengaturan Tuhan), berpihak kepada mereka. Bahkan Haman yang akhirnya dihukum mati oleh raja Persia. (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas)

Hari Raya Purim diperingati pada tanggal 14-15 bulan ke-12 dalam kalender Israel atau bulan Februari-Maret pada kalender internasional.

 

10. Hari Raya Pentahbisan Bait Allah (Hanukkah)

 “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.” (Yohanes 10:22-23)

 Hari Raya Pentahbisan Bait Allah tidak ada diperintahkan Tuhan di Alkitab. Sebab hari raya ini terjadi pada Masa Antar Perjanjian (Zaman Intertestamental), masa di antara zaman Perjanjian Lama dengan zaman Perjanjian Baru.

Hari raya ini bertujuan untuk memperingati penyucian Bait Allah di Yerusalem pada tahun 164 Masehi, dari penajisan yang dilakukan oleh Antiokhus Epifanes, raja Yunani-Siria yang jahat.

Antiokhus Epifanes adalah raja terkenal dari kaum Seleukus (Seleucid), yang beberapa kali muncul dalam penglihatan Daniel (Daniel 8:9-12). Di masa pemerintahannya, kerajaan Yunani-Siria berjaya. Pada masanya jugalah bangsa Yahudi mengalami penindasan yang berat.

Pada 25 Desember 167 SM, dia menajiskan Bait Suci orang Yahudi, dengan mempersembahkan korban ke dewa-dewa di Bait Suci, serta menaruh patungnya sendiri dan kepala babi di Bait Suci.

Hal ini menyebabkan terjadinya perang Makabe selama tiga tahun, yang dipimpin oleh Yudas Makabe. Orang Yahudi berhasil menang dalam pertempuran ini dan mereka membersihkan kembali Bait Suci.

Ini menjadi kemenangan besar yang selalu diingat oleh orang Yahudi dan dirayakan setiap tahun, yang dikenal sebagai hari raya Hanukah atau “Hari Pentahbisan Bait Allah”. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya).

Inilah satu-satunya hari raya Israel yang tidak harus dirayakan di Yerusalem, tetapi juga di berbagai negara di luar Israel dan Yerusalem. Mereka biasanya merayakannya secara meriah disertai dengan nyanyian-nyayian.

Hari Raya Pentahbisan Bait Allah diperingati pada bulan ke-9 dalam kalender Israel atau bulan Desember pada kalender internasional.

Pada masa hidupNya di dunia, Tuhan Yesus pernah menghadiri perayaan Hari Pentahbisan Bait Allah ini, sebagaiman tampak dari ayat-ayat yang dikutip di atas.

 

Itulah 10 Hari Raya Israel yang ada di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Sukai Halaman” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

6 komentar untuk “10 Hari Raya Israel Di Alkitab”

  1. Pengen tanya sedikit …. Kalau orang Kristen sudah tidak lagi terikat dengan Sabat karena itu adalah bagian dari Taurat dan sudah digenapi oleh Tuhan Yesus di penyaliban, apakah 9 hukum yang lain di 10 Hukum Taurat juga sudah tidak terikat dengan orang Kristen? Mohon pencerahan ….

  2. Shalom admin rubrikristen, selamat malam, saya mau tanya gimana ini, ini kan adalah hari raya bangsa Israel pada umumnya. Apakah jika kita mengimani kitab mereka kita juga harus turut dalam merayakannya atau ada pandangan lain dalam perspektif Perjanjian Baru?

    1. Hari raya Israel tidak mengikat orang Kristen dan tidak perlu kita rayakan, karena sudah digenapi oleh Tuhan Yesus. Tetapi perlu kita pelajari agar mengerti sejarah umat Tuhan dan penggenapannya di dalam Tuhan Yesus. Terima kasih, Gbu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!