10 Janda Terkenal Di Alkitab Serta Kisah Mereka

Artikel ini membahas tentang para janda terkenal di Alkitab serta kisah mereka yang menarik untuk dipelajari.

Para janda kerap kali disebut di Alkitab. Bersama para anak yatim, para janda sering disebut sebagai kaum yang lemah yang harus dilindungi dan diperhatikan.

Di Perjanjian Lama sering kali Tuhan ingatkan agar tidak menindas para janda. Orang yang menindas para janda akan Tuhan hukum (Keluaran 22:22-24).

Baca juga: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab

Di Perjanjian Baru pun para janda sangat diperhatikan.

Dalam gereja mula-mula di Yerusalem, para rasul mengangkat secara khusus para pemimpin baru untuk melayani kebutuhan jasmani para janda (Kisah Para Rasul 6:1-7).

Mereka ini kemudian dikenal sebagai diaken, yang telah menjadi sebuah lembaga/jabatan yang resmi di berbagai  gereja Tuhan.

Baca juga: 7 Diaken Gereja Yang Pertama

Rasul Paulus juga mengingatkan agar gereja memperhatikan para janda, khususnya mereka yang sudah berusia 60 tahun ke atas dan tinggal sebatang kara tanpa anak dan kerabat.

Para janda ini diharapkan fokus dalam berdoa dan membantu pelayanan sosial jemaat seperti mengasuh anak.

Sedangkan janda yang masih punya saudara Paulus perintahkan agar diurus oleh kerabatnya tersebut.

Sementara janda yang masih muda Paulus perintahkan untuk menikah lagi agar tidak jatuh ke dalam dosa (1 Timotius 5:3-16).

Jadi dalam pandangan Kristen Perjanjian Baru, para janda sangat dihargai dan dilindungi.

Baca juga: 10 Ciri Gereja Yang Ideal Menurut Alkitab

Alkitab banyak mencatat kisah para janda, baik secara individu maupun secara kolektif.

Secara kolektif, Alkitab misalnya mencatat para janda yang menangisi Tabita yang telah meninggal (Kisah Para Rasul 9:39-41).

Sementara secara individu, terdapat banyak catatan Alkitab tentang para janda, baik yang disebut namanya maupun tidak.

Artikel kali ini akan membahas tentang 10 janda terkenal di Alkitab serta kisah mereka yang menarik untuk dibahas.

Lalu siapa sajakah para janda terkenal di Alkitab serta kisah mereka yang menarik untuk dipelajari?

Berikut pembahasannya.

 

1. Tamar

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yehuda mempunyai tiga orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Er, anak kedua bernama Onan, anak ketiga bernama Syela.

Er menikah dengan Tamar. Tetapi Er itu jahat sehingga Tuhan menghukum mati dia.

Lalu Yehuda menyuruh anaknya yang kedua, Onan, mengambil Tamar menjadi istrinya sehingga kakaknya, Er, mendapat keturunan dari Onan.

Tetapi Onan itu juga jahat, sebab setiap kali ia berhubungan dengan Tamar, ia sengaja membiarkan air maninya terbuang, sehingga ia tidak mendapat anak dari Tamar.

Karena pikirnya, dia mendapat anak tapi Er yang “menikmatinya”, anak itu akan dianggap sebagai anak Er, kakaknya yang telah meninggal.

Yehuda sebenarnya masih punya satu lagi anak laki-laki yang bisa diberikannya kepada Tamar, yakni Syela; tetapi dia masih kecil.

Di samping itu Yehuda juga takut memberikannya kepada Tamar, kalau-kalau anak itu nanti juga berlaku sama dengan abang-abangnya sehingga Tuhan menghukum mati dia.

Untuk itu Yehuda meminta Tamar kembali ke orang tuanya sebagai janda. Yehuda berjanji bahwa setelah anak bungsunya besar, ia akan menikahkannya dengan Tamar.

Tetapi ketika anak bungsunya besar, Yehuda tak kunjung memberikannya kepada Tamar, ia tetap menjanda.

Karena itu Tamar menjadi kecewa, sebab ia merasa dipermainkan oleh ayah mertuanya, Yehuda.

Jadi mulailah Tamar memikirkan sebuah ide yang “brilliant”. Ia menjebak Yehuda dengan menyamar sebagai perempuan sundal (pelacur).

Maka Yehuda, tanpa mengetahui bahwa Tamar adalah menantunya sendiri, menghampiri Tamar. Ia memberikan cap meterai, kalung, dan tongkatnya kepada Tamar sebagai jaminan. Dan Tamar pun mengandung.

Ketika Tamar menuntut Yehuda, ia tak bisa mengelak, sebab barang-barang miliknya ada pada Tamar.

Akhirnya Yehuda pun mengaku salah karena ia tidak memberikan anaknya, yang bungsu kepada Tamar. Ia pun akhirnya mengambil Tamar menjadi istrinya.

Dari Tamar Yehuda mendapat dua anak, salah satunya menjadi nenek moyang Tuhan Yesus (Kejadian 38:1-30).

Kendati Yehuda melakukan kesalahan, kasih karunia Allah tetap berlaku bagi dia. Tuhan tetap memilihnya sebagai penerus umat pilihan Tuhan.

Yehuda dan Tamar adalah nenek moyang para raja Israel, dan nenek moyang sang Mesias. (Baca: 7 Skandal Seks Terbesar Di Alkitab)

 

2. Naomi

Naomi adalah seorang perempuan Israel yang pergi bersama keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Betlehem menuju Moab, karena kelaparan yang terjadi di Israel.

Mereka pergi pada zaman hakim-hakim memerintah di Israel (ketika raja belum ada di Israel), tetapi tidak disebutkan pada zaman hakim siapa.

Naomi pergi ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan kedua anaknya laki-laki, Mahlon dan Kilyon.

Namun penderitaan Naomi justru semakin bertambah di Moab.

Di Moab suami Naomi meninggal dan menjadikan Naomi sebagai janda.

Dan kedua anak Naomi menikah, anak pertama menikahi Orpa, anak kedua menikahi Rut, keduanya orang Moab yang tidak meyembah Tuhan Israel.

Tetapi kedua anak Naomi itu pun kemudian meninggal tanpa meninggalkan anak.

Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, di Betlehem, Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Ia meminta kedua menantunya itu untuk kembali kepada orang tua mereka masing-masing.

Walau dengan berat hati, Orpa akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya (lihat poin 3 di bawah).

Tetapi Rut tidak, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel.

Akhirnya Naomi dan Rut pun pulang ke Israel.

Bersama menantunya, Rut, kisah Naomi  berlanjut dan berakhir dengan indah (lihat poin 4 di bawah).

 

3. Orpa

Seperti telah disebut sebelumnya,  Orpa adalah wanita Moab yang tidak mengenal Allah Israel.

Orpa menikah dengan anak sulung Naomi di Moab, yakni Mahlon. Tetapi mereka tidak mempunyai anak.

Mahlon kemudian meninggal serta meninggalkan Orpa sebagai janda tanpa anak.

Ketika Naomi hendak pulang ke kampungnya, Betlehem, Israel, ia meminta Orpa kembali ke orang tuanya sebagai janda.

Awalnya Orpa agak berat berpisah dari mertuanya. Namun akhirnya ia bersedia pulang ke orang tuanya.

Walau dengan berat hati, Orpa akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya (Rut 1).

Alkitab tidak mencatat asal-usul keluarga Orpa atau sifat dan karakter Orpa.

Alkitab juga tidak mencatat apa yang kemudian terjadi pada Orpa, apakah ia menikah lagi atau tetap sebagai janda.

 

4. Rut

Seperti halnya Orpa, Rut adalah wanita Moab yang tidak mengenal Allah Israel.

Rut menikah dengan anak kedua Naomi di Moab, yakni Kilyon. Tetapi mereka tidak mempunyai anak.

Kilyon kemudian meninggal serta meninggalkan istrinya, Rut, sebagai janda tanpa anak.

Ketika Naomi hendak pulang ke kampungnya, Betlehem, Israel, ia meminta Orpa dan Rut kembali ke orang tuanya sebagai janda.

Tetapi berbeda dengan Orpa, Rut tidak betsedia pulang ke orang tuanya. Rut bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel (Rut 1).

Akhirnya Naomi dan Rut pun kembali ke Betlehem, kampung halaman Naomi.

Di Betlehem Rut akhirnya dinikahkan dengan Boas, seorang pria kaya namun baik hati dan takut akan Tuhan, yang masih merupakan kerabat Naomi.

Rut melahirkan anak laki-laki bernama Obed. Dan Naomi mengasuh Obed seperti anaknya sendiri (Rut 4).

Obed adalah ayah Isai, ayah Daud, raja terbesar Israel, yang juga menjadi nenek moyang Mesias (Tuhan Yesus secara manusia).

Jadi Rut, menantu Naomi asal Moab,  adalah nenek moyang Sang Mesias.

 

5. Rizpa

Rizpa adalah gundik raja Saul.

Setelah Saul meninggal, maka Rizpa menjadi seorang janda.

Kemudian Abner, panglima raja Saul, mengambil Rizpa menjadi istrinya.  Hal ini membuat anak Saul, Isyboset, menjadi marah. Mungkin Isyboset beranggapan bahwa dengan menikahi janda Saul, Abner berusaha untuk merebut tahta raja darinya.

Isyboset saat itu memang menjadi raja atas sebagian rakyat Israel menggantikan ayahnya, Saul. Tetapi raja yang dipilih Tuhan adalah Daud. Dan sebagian besar rakyat Israel sudah mengikuti Daud.

Abner sangat tersinggung dengan Isyboset, sehingga ia berbalik mendukung raja Daud (2 Samuel 2:8; 2 Samuel 3:7-12).

Rizpa ternyata punya sifat yang baik, ia punya kasih dan pengorbanan yang begitu besar bagi anak-anaknya.

Saat itu terjadi tulah di Israel, rupanya karena Saul membunuh orang-orang Gibeon, yang sebenarnya tidak boleh dibunuh sesuai dengan janji bangsa Israel pada masa Yosua.

Akibatnya bangsa Gibeon meminta tumbal tujuh orang dari anggota keluarga Saul.

Dari antara ketujuh orang tersebut terdapat  dua anak Rizpa. Mereka dihukum gantung hingga mati.

Karena kasihnya kepada anak-anaknya itu, maka Rizpa melindungi mayat-mayat mereka dari burung-burung dan binatang buas, siang dan malam.

Ketika hal ini diberitahu kepada raja Daud, ia sangat tersentuh, sehingga ia meminta agar anak-anak Rizpa dikuburkan secara layak bersama tulang-tulang Saul dan Yonatan yang baru diambilnya setelah digantung oleh orang Filistin (2 Samuel 21:1-14).

 

6. Janda Sarfat

Janda ini tidak disebutkan namanya.

Sarfat adalah salah satu kota di wilayah Sidon, jadi tidak termasuk lagi wilayah Israel, dan janda tersebut beserta anaknya bukanlah orang Israel yang percaya kepada Tuhan.

Tuhan menyuruh nabi Elia ke sana untuk memelihara nabiNya itu, karena kelaparan parah sedang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Awalnya Elia diperintahkan oleh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Dan setiap pagi dan sore burung gagak diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.

Namun janda tersebut bukanlah seorang kaya, malahan ia sedang kritis, sebab ia beserta seorang anaknya laki-laki hanya mempunyai sedikit tepung dan minyak sebagai bahan untuk membuat roti.

Namun Elia meminta agar ia dibuatkan dahulu roti. Dan ajaib, ketika janda itu taat, maka ia punya stok roti yang tak habis-habis selama musim kelaparan.

Kemudian anak perempuan itu sakit dan akhirnya meninggal. Lalu Elia mendoakan anak tersebut.

Dan mujizat pun terjadi. Anak tersebut bangkit kembali! (1 Raja-raja 17:8-24).

Sejauh yang dapat kita ketahui, inilah kebangkitan yang pertama kali disebut di Alkitab (Baca: 7 Orang Yang Pernah Dibangkitkan Di Alkitab).

 

7. Janda Nabi Yang Dilayani Elisa

Alkisah, salah satu janda nabi mengadukan nasibnya kepada nabi Elisa.

Janda tersebut mempunyai hutang yang ditinggalkan oleh suaminya. Dia tidak sanggup membayarnya, sehingga kedua anaknya telah diambil sebagai budak.

Nabi Elisa bertanya kepada janda nabi tersebut apa saja yang dia punya di rumah.

Perempuan tersebut menjawab bahwa dia hanya mempunyai minyak dalam buli-buli.

Maka nabi Elisa meminta janda tersebut untuk mempersiapkan sebanyak mungkin bejana kosong, bahkan meminta dari para tetangganya, serta menuang minyak tersebut ke dalam bejana-bejana itu.

Dan ajaib, minyak tersebut terus-menerus mengalir hingga semua bejana yang disediakan penuh. Minyak itu baru berhenti ketika bejana terakhir telah terisi penuh.

Maka nabi Elisa memerintahkan janda nabi itu untuk menjual minyaknya, lalu membayar hutangnya dan sisanya dipakai untuk menghidupi keluarganya (2 Raja-raja 4:1-7).

 

8. Hana

Hana bukanlah seorang yang terkenal di Alkitab. Bahkan ia disinggung hanya satu kali saja di Alkitab.

Hana disebut berkenaan dengan Tuhan Yesus, yang waktu kecil dibawa ke Bait Suci di Yerusalem oleh orang tuaNya untuk diserahkan kepada Allah, seperti yang diperintahkan dalam Hukum Taurat Yahudi.

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Yesus, serta berbicara tentang Yesus kepada orang banyak yang menantikan kelepasan untuk Israel.

Namun demikian, walau hanya sekali disinggung di Alkitab, Hana diperkenalkan begitu rinci: seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, setelah menikah selama 7 tahun dengan suaminya.

Dan yang terpenting adalah catatan mengenai kesalehannya. Ia disebut sebagai seorang yang rajin beribadah dan berdoa di Bait Suci. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Suci dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa (Lukas 2:36-38).

Hana adalah seorang pendoa, orang yang tekun berdoa. Usia lanjut tidak menghalangi Hana untuk berdoa kepada Allah. Walaupun dia sudah tua (84 tahun!) Ia rajin beribadah dan berdoa.

Memang para janda biasanya bisa lebih rajin berdoa karena mereka tidak terbagi pikirannya dengan suaminya.

Para janda yang sudah tua, khususnya yang tinggal seorang diri tanpa anak-cucu, menaruh harapannya kepada Tuhan dan bisa lebih bertekun dalam berdoa siang-malam (1 Timotius 5:5).

 

9. Janda Di Nain 

Suatu ketika Tuhan Yesus dan murid-muridNya memasuki suatu kota yang bernama Nain. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

Ketika Dia berada dekat pintu gerbang kota itu, Ia melihat orang-orang membawa tandu jenazah untuk dimakamkan di luar kota.

Dalam tandu tersebut ialah seorang pemuda, anak tunggal ibunya yang sudah janda. Tidak disebutkan nama janda itu dan juga anaknya.

Janda itu menangisi kematian anak tunggalnya. Dan janda tersebut disertai oleh banyak orang dari kota Nain.

Melihat hal itu, Tuhan Yesus sangat tersentuh hatiNya, Ia berbelas kasihan kepada janda itu. Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!”

Maka Ia menghampiri usungan jenazah itu dan menyentuhnya, sementara para pengusungnya berhenti.

Lalu Ia berkata kepada jenazah anak itu, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka anak itu pun bangkit dan hidup kembali!

Ia mulai duduk dan berkata-kata.  Lalu Tuhan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Hal ini membuat orang-orang di situ sangat heran, dan mereka memuliakan Allah.

Setelah kebangkitan anak tunggal janda ini, nama Tuhan Yesus pun makin tersiar di seluruh Yudea dan di seluruh wilayah sekitarnya (Lukas 7:11-17).

 

10. Janda Yang Memberi Persembahan Di Bait Suci

Suatu ketika Tuhan Yesus sedang mengamat-amati orang-orang yang memberi persembahan di Bait Allah.

Tuhan Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan uang dalam jumlah besar ke dalam peti persembahan.

Ia juga melihat seorang janda miskin memasukkan ke peti persembahan uang yang sangat kecil jumlahnya, yakni dua peser.

Lalu Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata kepada mereka bahwa sesungguhnya janda tersebut memberi persembahan yang lebih besar ketimbang orang-orang kaya itu.

Sebab orang-orang kaya tersebut memberi  dari kelimpahan mereka.

Sedangkan janda miskin tersebut memberi  dari kekurangannya bahkan dari seluruh nafkahnya (Markus 12:41-44).

Memang, tingkat pengorbanan janda miskin ini lebih tinggi daripada orang-orang kaya tersebut.

Sebab di mata Allah, nilai persembahan seseorang diukur dari tingkat pengorbanannya dalam memberi, bukan dari jumlah nominal pemberiannya.

 

Itulah 10 janda terkenal di Alkitab serta kisah mereka yang menarik untuk dipelajari.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!