Loading...

10 Jenis Doa Kristen Menurut Alkitab

Loading...

Artikel ini akan membahas tentang 10 jenis doa Kristen menurut Alkitab.

Tidak bisa dipungkiri bahwa doa sangat penting bagi orang Kristen. Karena itu kita perlu untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang doa Kristen sebagaimana yang dicatat dalam Alkitab.

Salah satunya adalah kita perlu mengetahui tentang jenis-jenis doa Kristen menurut Alkitab.

Baca juga: 7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

Jika kita perhatikan, ada banyak jenis doa Kristen yang dicatat di Alkitab. Dan paling tidak, ada 10 jenis doa Kristen menurut Alkitab yang terpenting dan paling umum. Tetapi pembagian jenis doa ini bukanlah suatu hal yang baku, sehingga dalam beberapa hal bersifat tumpang tindih.

Namun demikian, pembagian jenis doa Kristen ini setidaknya membuat kita bisa lebih memahami doa Kristen dan mempraktekkannya dalam doa-doa kita.

Baca juga: 7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

Lalu, jenis-jenis doa apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 jenis doa Kristen menurut Akitab?

Berikut pembahasannya.

 

1. Doa Pribadi

Jenis doa Kristen menurut Alkitab, yang pertama adalah doa pribadi.

Doa pribadi adalah doa yang dilakukan bagi diri sendiri/bagi si pendoa. Jadi ini adalah doa untuk kepentingan pribadi.

Doa pribadi umumnya dilakukan dengan seorang diri/sendirian (lihat poin 2 di bawah).

Namun kadang juga dilakukan bersama orang lain dalam jangka waktu tertentu, di mana setiap orang yang berdoa bersama diberi kesempatan untuk berdoa bagi dirinya masing-masing (lihat poin 3 di bawah).

Kebanyakan dari kita, orang Kristen, mempraktekkan doa pribadi ketika berdoa.

Doa pribadi sebenarnya bukanlah wujud keegoisan. Sebaliknya, Allah senang dengan doa seperti ini, sebab kita datang membawa hidup dan pergumulan kita pribadi kepadaNya, serta berharap pada pertolonganNya.

Contoh doa seperti ini adalah doa Yabes, ketika ia berdoa untuk dirinya sendiri kepada Allah.

“Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: Kiranya Engkau memberkati Aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tanganMu menyertai aku, dan melindungi aku daripada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku! Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.” (1 Tawarikh 4:10)

Dalam kutipan ayat firman Tuhan di atas, Yabes berdoa kepada Allah untuk dirinya sendiri. Ia berdoa agar Allah memberkatinya berlimpah-limpah dan memperluas daerahnya.

Ia juga berdoa agar tangan Allah menyertainya dan melindunginya dari malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpanya. Dan Allah mengabulkan doa Yabes tersebut!

 

2. Doa Seorang Diri

Jenis doa Kristen menurut Alkitab yang kedua adalah doa seorang diri.

Doa seorang diri (bisa juga disebut “doa pribadi” dalam arti berdoa sendirian) adalah doa yang dilakukan dengan seorang diri. Ada kalanya kita berdoa sendirian, tetapi ada kalanya juga kita berdoa bersama-sama dengan orang lain.

Dalam doa seorang diri terdapat doa pribadi, yaitu doa untuk diri sendiri, maupun doa syafaat, yaitu doa untuk orang lain (lihat poin 4 di bawah).

Contoh doa seperti ini adalah doa Tuhan Yesus, seperti dalam kutipan ayat firman Tuhan di bawah ini.

“Dan setelah orang banyak itu disuruhNya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” (Matius 14:23)

Saat itu Tuhan Yesus berdoa seorang diri di atas bukit, setelah Ia selesai melakukan pelayananNya, termasuk memberi makan 5000 orang laki-laki, menjelang malam tiba.

 

3. Doa Bersama

Jenis doa Kristen menurut Alkitab yang ketiga adalah doa bersama.

Doa bersama/doa kelompok adalah doa yang dilakukan oleh beberapa orang percaya secara bersama-sama. Pada umumnya doa seperti ini dilakukan oleh para anggota jemaat dari gereja setempat atau anggota gereja-gereja yang berbeda dalam suatu persekutuan/komunitas. Biasanya bentuk doa seperti ini adalah doa syafaat, yaitu berdoa untuk kepentingan orang lain.

Contoh doa seperti ini adalah doa yang dilakukan sekelompok orang Kristen/murid-murid Tuhan Yesus yang pertama di Yerusalem. Saat itu mereka berdoa kepada Tuhan untuk minta petunjuk siapa yang dipilihNya di antara dua orang yang diusulkan sebagai rasul/pemimpin baru pengganti Yudas Iskariot, yang mengkhianati Tuhan Yesus dan yang telah gantung diri.

“Mereka semua berdoa dan berkata: Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini.” (Kisah Para Rasul 1:24)

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!