10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Baru Yang Patut Diteladani

Artikel ini membahas tentang 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani.

Ada banyak jenis karakter tokoh Alkitab yang dicatat di Alkitab, baik yang namanya disebutkan maupun yang tidak.

Karakter tokoh-tokoh Alkitab tersebut dicatat baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Karakter tokoh-tokoh Alkitab yang dimaksud di sini adalah dalam arti luas, bukan hanya sekedar sifat atau watak mereka.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani

Akan tetapi karakter di sini juga mencakup sikap hati, pendirian, nilai-nilai, prinsip hidup, dan ciri-ciri khas mereka; baik yang positif maupun yang negatif.

Ada banyak pelajaran yang bisa didapat dari karakter tokoh-tokoh Alkitab. Baik karakter yang negatif maupun karakter yang positif.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Doanya Dikabulkan

Karakter tokoh Alkitab yang positif dipelajari untuk diteladani, sedangkan karakter tokoh Alkitab yang negatif dipelajari untuk dihindari.

Artikel kali ini akan membahas 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya

Kesepuluh karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru ini kerap muncul di Alkitab. Namun hanya satu tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang diberikan sebagai contoh dari orang yang memiliki masing-masing karakter tersebut.

Lalu apa sajakah 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani? Berikut pembahasannya.

 

1. Berserah Kepada Tuhan (Maria)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang pertama adalah berserah kepada Tuhan.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang berserah kepada Tuhan adalah Maria, ibu Tuhan Yesus.

Maria merupakan perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea. Ia masih gadis dan sedang bertunangan dengan Yusuf, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Ketika Maria mendengar bahwa ia akan mengandung, maka ia sangat terkejut.

Tentu hal ini sangat wajar sebab Maria saat itu belum menikah. Hamil di luar nikah adalah aib besar yang sangat memalukan. Bahkan dalam hukum Taurat Yahudi dapat diganjar dengan hukuman mati.

Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dari Roh Kudus.

Jadi Maria mengandung bukan dari manusia, karena Anak yang dikandungnya itu juga bukan manusia biasa, yang lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia.

Hal yang luar biasa adalah respons Maria.

Maria percaya kepada ucapan Gabriel dengan berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:26-38).

Perkataan Maria ini menggambarkan sikap seseorang yang berserah penuh kepada kehendak Allah, tanpa ada bantahan.

 

2. Tekun Berdoa Dan Beribadah (Hana)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kedua adalah tekun berdoa dan beribadah kepada Allah.

Salah tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang tekun berdoa dan beribadah adalah Hana.

Hana bukanlah seorang yang terkenal di Alkitab.

Bahkan ia disinggung hanya satu kali saja di Alkitab, berkenaan dengan Tuhan Yesus, yang waktu kecil dibawa ke Bait Suci di Yerusalem oleh orang tuaNya untuk diserahkan kepada Allah, seperti yang diperintahkan dalam Hukum Taurat Yahudi.

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Yesus, serta berbicara tentang Yesus kepada orang banyak yang menantikan kelepasan untuk Israel.

Namun demikian, walau hanya sekali disinggung di Alkitab, Hana diperkenalkan begitu rinci: seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, setelah menikah selama 7 tahun dengan suaminya.

Dan yang terpenting adalah catatan mengenai kesalehannya.

Hana disebut sebagai seorang yang tekun beribadah dan berdoa di Bait Suci. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Suci dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa (Lukas 2:36-38).

Usia lanjut rupanya tidak menghalangi Hana untuk tekun berdoa dan beribadah kepada Allah.

 

3. Rela Berkorban Dalam Melayani Tuhan (Maria Magdalena)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang ketiga adalah rela berkorban dalam melayani Tuhan.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang rela berkorban dalam melayani Tuhan adalah Maria Magadalena.

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang berasal dari Magdala, dan darinya Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat. Setelah dibebaskan dari roh jahat, Maria Magdalena setia mengikut Yesus dalam pelayananNya.

Bukan hanya itu, dia juga, bersama perempuan-perempuan lainnya, dengan bermurah hati mempergunakan hartanya untuk membantu pelayanan Tuhan Yesus dan murid-muridNya (Lukas 8:1-3).

Maria Magdalena juga termasuk di antara perempuan-perempuan yang pergi ke kubur Yesus pada pagi-pagi di hari Minggu untuk merempahi mayatNya (Markus 16:1).

Perbuatan tersebut, yang merupakan tradisi sebelum pemakaman pada masa itu, namun belum sempat dilakukan para murid waktu itu, adalah suatu perbuatan baik, dan bentuk penghormatan kepada seseorang yang telah meninggal.

Jadi ini adalah salah satu bentuk pengorbanan dan pengabdian Maria Magdalena kepada Yesus, Gurunya.

 

4. Peduli Kepada Orang Lain (Perwira Romawi)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang keempat adalah peduli kepada orang lain.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang peduli kepada orang lain adalah perwira Romawi.

Perwira ini adalah perwira Romawi yang bertugas di kota Kapernaum, markas tentara Romawi di wilayah Galilea.

Ia datang kepada Yesus melalui tua-tua Yahudi.

Tua-tua tersebut bersedia menolong perwira ini sebab ia ternyata adalah seorang yang peduli kepada orang lain.

Hal itu terbukti dari fakta bahwa ia membantu pendirian rumah ibadah (sinagoge) orang Yahudi, walau belum tentu ia seorang penganut Agama Yahudi (proselit).

Dia datang kepada Yesus dengan bantuan tua-tua Yahudi mungkin karena ia merasa bahwa seorang rabi Yahudi tidak akan mau menolong perwira Romawi (perwira Romawi biasanya jahat dan membenci orang Yahudi serta dibenci oleh orang Yahudi).

Perwira ini mempunyai seorang hamba yang sedang sakit keras. Dan dia meminta Yesus untuk menyembuhkannya.

Tampaklah di sini kepedulian perwira tersebut, yang sangat perhatian kepada hambanya. Sampai ia rela datang dan merendahkan dirinya di hadapan rabi Yahudi (Yesus), walau ia sadar bahwa belum tentu rabi tersebut mau menolongnya.

Dan ketika Yesus sudah dekat ke rumahnya, ia mengutus sahabat-sahabatnya kepada Yesus untuk mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Jadi dia memohon agar Yesus mengucapkan sepatah kata saja agar hambanya itu sembuh.

Ini adalah iman yang luar biasa, yang dipuji oleh Tuhan Yesus. Dan akhirnya hamba perwira ini pun sembuh (Lukas 7:1-10).

 

5. Tidak Mudah Menyerah (Perempuan Kanaan)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kelima adalah tidak mudah menyerah atau tekun.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang tidak mudah menyerah adalah perempuan Kanaan.

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita, dan dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut. Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel.

Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, selama Ia ada di bumi).

Tetapi perempuan Kanaan ini tidak menyerah, ia kembali memohon sambil menyembah Yesus.

Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing.

Ini adalah sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar. Maksud Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Tetapi mendengar hal tersebut perempuan Kanaan ini tidak putus asa.

Perempuan ini belum menyerah. Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya. Ini adalah bentuk iman sekaligus ketegaran hati yang luar biasa!

Melihat iman dan sikap yang pantang menyerah dari perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya. Seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:21-28).

 

6. Rendah Hati (Barnabas)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang keenam adalah rendah hati.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang rendah hati adalah Barnabas.

Barnabas adalah salah satu anggota jemaat di gereja Yerusalem. Ia seorang yang kaya namun murah hati. Ia termasuk anggota jemaat yang menjual hartanya dan memberikannya kepada para rasul untuk dijual dan dibagi-bagikan kepada jemaat (Kisah Para Rasul 4:36-37).

Barnabas berperan penting dalam “karier” pelayanan rasul Paulus. Ketika jemaat di Yerusalem menolak Paulus dan mencurigai pertobatannya, Barnabas menerimanya dan membawanya kepada rasul-rasul (Kisah Para Rasul 9:26-27).

Kemudian, ketika Barnabas diutus ke gereja Antiokhia yang baru berdiri, Barnabas menjemput Paulus ke kampung halamannya di Tarsus, dan membawanya bersamanya ke Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:22-26).

Barnabas dan Paulus kemudian menjadi pemimpin gereja Antiokhia. Lalu Roh Kudus memilih mereka berdua untuk memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 13:1-3).

Di sinilah terjadi “pertukaran peran”.

Paulus semakin dominan dari Barnabas, kendati Barnabas lebih senior dan berjasa dalam membawa Paulus ke Antiokhia.

Sejak itu penyebutan nama Paulus dan Barnabas di Alkitab dibalik. Jika sebelumnya Barnabas dan Paulus, kini menjadi Paulus dan Barnabas.

Memang seterusnya nama Paulus lebih dikenal, sedangkan Barnabas hanya menjadi “pelengkap” Paulus.

Kendati demikian, kita tidak melihat protes Barnabas. Ia cukup puas menjadi orang kedua setelah Paulus. Inilah kerendahan hati Barnabas!

Dengan rendah hati Barnabas mengakui kelebihan Paulus dalam berkhotbah dan mengajar. Di mana-mana Paulus-lah yang lebih menonjol berbicara (Kisah Para Rasul 14:12).

 

7. Suka Mengampuni (Stefanus)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang ketujuh adalah suka mengampuni.

Salah satu Tokoh Alkitab yang suka mengampuni adalah Stefanus.

Stefanus adalah satu dari tujuh diaken gereja mula-mula di Yerusalem. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 6:5).

Selain itu, ia juga penuh karunia dan kuasa, sehingga ia mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8).

Dengan penuh iman, hikmat dan Roh Kudus, maka Tuhan memakai Stefanus sebagai pengkhotbah dan apologet (pembela agama) Kristen yang terkemuka.

Tugasnya tidak terbatas hanya pada pelayanan sosial (sebagai tugas utama para diaken), tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan rohani (berkhotbah).

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.

Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Akhirnya mereka pun menyeret  Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu. Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi.

Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Mendengar khotbah Stefanus, orang-orang Yahudi sangat marah. Sebab Stefanus mengecam mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus. Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Namun yang luar biasa adalah bahwa ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya.

Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut! (Kisah Para Rasul 7:54-60).

Stefanus jelas adalah seorang pengampun, orang yang suka mengampuni orang lain yang telah berbuat jahat kepadanya.

 

8. Taat Kepada Tuhan (Filipus)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kedelapan adalah taat kepada Tuhan.

Salah satu Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan adalah Filipus diaken (bukan Filipus rasul).

Suatu ketika Tuhan melalui seorang malaikatNya menyuruh Filipus untuk pergi ke sebuah jalan dari Yerusalem menuju Gaza, sebuah jalan yang sunyi.

Walaupun saat itu perintah Tuhan tidak begitu spesifik bagi Filipus, karena Tuhan tidak menyebutkan maksudNya dengan perintah tersebut, namun ia menaatinya. Filipus pergi ke jalan tersebut tanpa banyak bertanya.

Ketika Filipus tiba di tempat yang diperintahkan oleh Tuhan, ternyata seorang sida-sida Etiopia yang baru saja pulang beribadah dari Yerusalem, sedang lewat dengan keretanya di jalan tersebut.

Roh Kudus kemudian memerintahkan Filipus untuk mendekati kereta sida-sida tersebut, tanpa memberitahukan selanjutnya apa yang harus diperbuat oleh Filipus.

Tetapi kali ini pun Filipus taat! Walau ia belum tahu apa yang akan dilakukannya selanjutnya, namun ia mendekati kereta sida-sida tersebut.

Ketaatan Filipus membuahkan hasil.

Ternyata Tuhan sudah mempersiapkan jalan bagi pertobatan sida-sida itu. Jadi Filipus sudah tahu apa yang akan dilakukanya selanjutnya, walau Tuhan tidak memberitahukannya.

Ketika itu Filipus mendengar sida-sida itu sedang membaca nas Yesaya 53:7-8, tentang hamba Tuhan yang menderita, yang merupakan nubuatan tentang Tuhan Yesus.

Bertolak dari nas tersebut, Filipus pun memberitakan Injil kepada sida-sida tersebut sehingga ia bertobat dan diselamatkan! (Kisah Para Rasul 8:26-38).

 

9. Murah Hati (Tabita)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kesembilan adalah murah hati.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang murah hati adalah Tabita.

Tabita adalah nama Ibrani, sedangkan Dorkas adalah nama Yunaninya.

Ia seorang yang rajin bersedekah dan berbuat baik kepada orang banyak.

Ia juga suka membuat pakaian, dan tampaknya diberikannya secara cuma-cuma kepada orang-orang miskin seperti para janda.

Dan karena suatu penyakit, Tabita pun meninggal. Tampaknya ia masih gadis pada waktu itu.

Maka orang-orang Kristen di Yope memanggil Rasul Petrus. Saat itu Rasul Petrus sedang berada di kota Lida, di wilayah Yudea, yang cukup dekat dengan Yope.

Ketika Petrus datang ke rumah Tabita, ia pun membangkitkannya dari kematian!

Peristiwa kebangkitan Tabita ini tersiar ke seluruh Yope, akibatnya banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. (Kisah Para Rasul 9:36-42).

 

10. Mau Belajar (Apolos)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kesepuluh atau terakhir adalah mau belajar.

Salah satu Tokoh Alkitab yang terus mau belajar adalah Apolos.

Apolos adalah seorang Yahudi yang berasal dari kota Aleksandria, Mesir.

Apolos seorang yang cerdas, fasih berbicara dan mahir dalam Kitab Suci orang Yahudi (Perjanjian Lama).

Ia kemudian bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, lalu pergi menginjil ke kota Efesus.

Maka dengan sangat bersemangat ia memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, teman-teman sebangsanya, bahkan di sinagoge-sinagoge mereka.

Namun saat itu pengetahuan Apolos tentang Tuhan Yesus dan kekristenan sangatlah dangkal.

Karena itu Akwila dan Priskila, suami-istri Yahudi yang aktif dalam penginjilan, membawa Apolos ke rumah mereka dan mengajar dia tentang Tuhan Yesus dan kekristenan yang benar.

Dari sini terlihat bahwa Apolos adalah orang yang selalu bersedia untuk belajar, terutama firman Tuhan.

Apolos tidak merasa bahwa ia sudah tahu segalanya, ia masih terus ingin diperlengkapi oleh pengetahuan firman Tuhan.

Dan akibatnya, ketika ia pergi ke Akhaya, tepatnya di kota Korintus, ia memberitakan Injil secara efektif kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 18:24-28).

 

Itulah 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!