10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Baru Yang Patut Diteladani

 

6. Rendah Hati (Barnabas)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang keenam adalah rendah hati.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang rendah hati adalah Barnabas.

Barnabas adalah salah satu anggota jemaat di gereja Yerusalem. Ia seorang yang kaya namun murah hati. Ia termasuk anggota jemaat yang menjual hartanya dan memberikannya kepada para rasul untuk dijual dan dibagi-bagikan kepada jemaat (Kisah Para Rasul 4:36-37).

Barnabas berperan penting dalam “karier” pelayanan rasul Paulus. Ketika jemaat di Yerusalem menolak Paulus dan mencurigai pertobatannya, Barnabas menerimanya dan membawanya kepada rasul-rasul (Kisah Para Rasul 9:26-27).

Kemudian, ketika Barnabas diutus ke gereja Antiokhia yang baru berdiri, Barnabas menjemput Paulus ke kampung halamannya di Tarsus, dan membawanya bersamanya ke Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:22-26).

Barnabas dan Paulus kemudian menjadi pemimpin gereja Antiokhia. Lalu Roh Kudus memilih mereka berdua untuk memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 13:1-3).

Di sinilah terjadi “pertukaran peran”.

Paulus semakin dominan dari Barnabas, kendati Barnabas lebih senior dan berjasa dalam membawa Paulus ke Antiokhia.

Sejak itu penyebutan nama Paulus dan Barnabas di Alkitab dibalik. Jika sebelumnya Barnabas dan Paulus, kini menjadi Paulus dan Barnabas.

Memang seterusnya nama Paulus lebih dikenal, sedangkan Barnabas hanya menjadi “pelengkap” Paulus.

Kendati demikian, kita tidak melihat protes Barnabas. Ia cukup puas menjadi orang kedua setelah Paulus. Inilah kerendahan hati Barnabas!

Dengan rendah hati Barnabas mengakui kelebihan Paulus dalam berkhotbah dan mengajar. Di mana-mana Paulus-lah yang lebih menonjol berbicara (Kisah Para Rasul 14:12).

 

7. Suka Mengampuni (Stefanus)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang ketujuh adalah suka mengampuni.

Salah satu Tokoh Alkitab yang suka mengampuni adalah Stefanus.

Stefanus adalah satu dari tujuh diaken gereja mula-mula di Yerusalem. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 6:5).

Selain itu, ia juga penuh karunia dan kuasa, sehingga ia mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8).

Dengan penuh iman, hikmat dan Roh Kudus, maka Tuhan memakai Stefanus sebagai pengkhotbah dan apologet (pembela agama) Kristen yang terkemuka.

Tugasnya tidak terbatas hanya pada pelayanan sosial (sebagai tugas utama para diaken), tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan rohani (berkhotbah).

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.

Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Akhirnya mereka pun menyeret  Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu. Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi.

Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Mendengar khotbah Stefanus, orang-orang Yahudi sangat marah. Sebab Stefanus mengecam mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus. Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Namun yang luar biasa adalah bahwa ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya.

Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut! (Kisah Para Rasul 7:54-60).

Stefanus jelas adalah seorang pengampun, orang yang suka mengampuni orang lain yang telah berbuat jahat kepadanya.

 

8. Taat Kepada Tuhan (Filipus)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kedelapan adalah taat kepada Tuhan.

Salah satu Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan adalah Filipus diaken (bukan Filipus rasul).

Suatu ketika Tuhan melalui seorang malaikatNya menyuruh Filipus untuk pergi ke sebuah jalan dari Yerusalem menuju Gaza, sebuah jalan yang sunyi.

Walaupun saat itu perintah Tuhan tidak begitu spesifik bagi Filipus, karena Tuhan tidak menyebutkan maksudNya dengan perintah tersebut, namun ia menaatinya. Filipus pergi ke jalan tersebut tanpa banyak bertanya.

Ketika Filipus tiba di tempat yang diperintahkan oleh Tuhan, ternyata seorang sida-sida Etiopia yang baru saja pulang beribadah dari Yerusalem, sedang lewat dengan keretanya di jalan tersebut.

Roh Kudus kemudian memerintahkan Filipus untuk mendekati kereta sida-sida tersebut, tanpa memberitahukan selanjutnya apa yang harus diperbuat oleh Filipus.

Tetapi kali ini pun Filipus taat! Walau ia belum tahu apa yang akan dilakukannya selanjutnya, namun ia mendekati kereta sida-sida tersebut.

Ketaatan Filipus membuahkan hasil.

Ternyata Tuhan sudah mempersiapkan jalan bagi pertobatan sida-sida itu. Jadi Filipus sudah tahu apa yang akan dilakukanya selanjutnya, walau Tuhan tidak memberitahukannya.

Ketika itu Filipus mendengar sida-sida itu sedang membaca nas Yesaya 53:7-8, tentang hamba Tuhan yang menderita, yang merupakan nubuatan tentang Tuhan Yesus.

Bertolak dari nas tersebut, Filipus pun memberitakan Injil kepada sida-sida tersebut sehingga ia bertobat dan diselamatkan! (Kisah Para Rasul 8:26-38).

 

9. Murah Hati (Tabita)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kesembilan adalah murah hati.

Salah satu Tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang murah hati adalah Tabita.

Tabita adalah nama Ibrani, sedangkan Dorkas adalah nama Yunaninya.

Ia seorang yang rajin bersedekah dan berbuat baik kepada orang banyak.

Ia juga suka membuat pakaian, dan tampaknya diberikannya secara cuma-cuma kepada orang-orang miskin seperti para janda.

Dan karena suatu penyakit, Tabita pun meninggal. Tampaknya ia masih gadis pada waktu itu.

Maka orang-orang Kristen di Yope memanggil Rasul Petrus. Saat itu Rasul Petrus sedang berada di kota Lida, di wilayah Yudea, yang cukup dekat dengan Yope.

Ketika Petrus datang ke rumah Tabita, ia pun membangkitkannya dari kematian!

Peristiwa kebangkitan Tabita ini tersiar ke seluruh Yope, akibatnya banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. (Kisah Para Rasul 9:36-42).

 

10. Mau Belajar (Apolos)

Karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani, yang kesepuluh atau terakhir adalah mau belajar.

Salah satu Tokoh Alkitab yang terus mau belajar adalah Apolos.

Apolos adalah seorang Yahudi yang berasal dari kota Aleksandria, Mesir.

Apolos seorang yang cerdas, fasih berbicara dan mahir dalam Kitab Suci orang Yahudi (Perjanjian Lama).

Ia kemudian bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, lalu pergi menginjil ke kota Efesus.

Maka dengan sangat bersemangat ia memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, teman-teman sebangsanya, bahkan di sinagoge-sinagoge mereka.

Namun saat itu pengetahuan Apolos tentang Tuhan Yesus dan kekristenan sangatlah dangkal.

Karena itu Akwila dan Priskila, suami-istri Yahudi yang aktif dalam penginjilan, membawa Apolos ke rumah mereka dan mengajar dia tentang Tuhan Yesus dan kekristenan yang benar.

Dari sini terlihat bahwa Apolos adalah orang yang selalu bersedia untuk belajar, terutama firman Tuhan.

Apolos tidak merasa bahwa ia sudah tahu segalanya, ia masih terus ingin diperlengkapi oleh pengetahuan firman Tuhan.

Dan akibatnya, ketika ia pergi ke Akhaya, tepatnya di kota Korintus, ia memberitakan Injil secara efektif kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 18:24-28).

 

Itulah 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang patut diteladani.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!