10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani

Artikel ini membahas tentang 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang patut diteladani.

Ada banyak jenis karakter tokoh Alkitab yang dicatat di Alkitab, baik yang namanya disebutkan maupun yang tidak.

Karakter-karakter tokoh-tokoh Alkitab tersebut dicatat baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Karakter tokoh-tokoh Alkitab yang dimaksud di sini adalah dalam arti luas, bukan hanya sekedar sifat atau watak mereka.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya

Akan tetapi karakter di sini juga mencakup sikap hati, pendirian, nilai-nilai, prinsip hidup, dan ciri-ciri khas mereka; baik yang positif maupun yang negatif.

Ada banyak pelajaran yang bisa didapat dari karakter tokoh-tokoh Alkitab. Baik karakter yang negatif maupun karakter yang positif.

Karakter tokoh Alkitab yang positif dipelajari untuk diteladani, sedangkan karakter tokoh Alkitab yang negatif dipelajari untuk dihindari.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang

Artikel kali ini akan membahas 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang patut diteladani.

Kesepuluh karakter tokoh Alkitab Perjanjian Lama ini kerap muncul di Alkitab. Namun hanya satu tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang diberikan sebagai contoh dari orang yang memiliki masing-masing karakter tersebut.

Baca juga: 7 Tokoh Alkitab Yang Mati Bunuh Diri

Lalu apa sajakah 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang patut diteladani? Berikut pembahasannya.

 

1. Bergaul Dengan Allah (Nuh)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang pertama adalah hidup yang bergaul dengan Allah.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter hidup bergaul dengan Allah adalah Nuh.

Nuh adalah orang yang benar di hadapan Allah. Ia hidup bergaul dengan Allah, di tengah-tengah dunia yang moralnya bobrok (Kejadian 6:9).

Pada masa Nuh kejahatan manusia di bumi semakin besar dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan.

Karena itu Tuhan sangat marah dan berencana untuk menghukum manusia dengan mendatangkan air bah ke bumi.

Tetapi Tuhan ingin menyelamatkan Nuh sekeluarga, sebab hidupnya benar serta bergaul dengan Tuhan.

Karena itu Tuhan menyuruhnya untuk membuat sebuah bahtera, sehingga ia sekeluarga selamat dari air bah yang melanda bumi.

 

2. Taat Kepada Allah (Abraham)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kedua adalah taat kepada Allah.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter taat kepada Allah adalah Abraham.

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Ia memanggilnya keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Abraham taat pada panggilan Allah ini, sekalipun saat itu Abraham belum mengetahui tempat yang ia tuju (Kejadian 12:1-9).

Karakter Abraham yang taat kepada Allah juga tampak ketika ia dicobaiNya untuk mempersembahkan anaknya, Ishak.

Abraham percaya dan taat pada perintah Allah untuk mempersembahkan Ishak (membunuh Ishak), walau akhirnya Tuhan membatalkannya (Kejadian 22:1-19).

Padahal Tuhan telah berjanji bahwa lewat Ishak-lah Abraham akan mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Namun demikian, Abraham lebih memilih untuk taat kepada Tuhan, sebab Ia percaya pada janji Tuhan.

Karena itulah ia disebut bapa orang beriman.

 

3. Cinta Damai (Ishak)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang ketiga adalah cinta damai serta menghindari permusuhan.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter cinta damai adalah Ishak.

Ketika terjadi kelaparan di tanah Kanaan, Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Di Gerar penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sungguh nyata dalam hidup Ishak. Ishak mulai menabur di situ dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat!

Ishak mempunyai banyak ternak dan anak buah. Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang.

Hal ini membuat orang-orang Filistin iri hati kepada Ishak sehingga mereka mengusirnya dari negeri mereka. Maka pergilah Ishak ke lembah Gerar.

Namun di sini Ishak masih mendapat perlawanan dari orang-orang Gerar. Sebab ketika hamba-hamba Ishak menggali sumur, para gembala Ishak bertengkar dengan para gembala orang Gerar.

Gembala-gembala Gerar berkata bahwa sumur itu adalah milik mereka. Hal itu terjadi sampai dua kali, dan Ishak selalu mengalah.

Akan tetapi Tuhan memberi Ishak sumur yang lebih baik.

Bahkan kemudian Raja Abimelekh dan kepala pasukannya datang kepada Ishak setelah mereka mengusirnya. Sebab mereka telah melihat Tuhan menyertai dan memelihara hidup Ishak.

Mereka hendak mengadakan perjanjian damai dengan Ishak serta tidak saling bermusuhan.

Dan Ishak bersedia mengadakan perjanjian dengan orang-orang yang memusuhinya ini (Kejadian 26:1-31).

 

4. Berintegritas Tinggi (Yusuf)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang keempat adalah punya integritas tinggi.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter berintegritas tinggi adalah Yusuf. (Baca: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab).

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel. Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Karena itulah Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar.

Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya.

Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan serta punya karakter yang baik, karena itu istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan ia berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan dan tidak mau melakukan dosa di hadapanNya (Kejadian 39:1-23).

Lalu Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, sehingga Yusuf dimasukkan ke penjara.

Tetapi oleh campur tangan Tuhan, Yusuf akhirnya keluar penjara dan menjadi pemimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun.

 

5. Suka Menolong (Musa)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kelima adalah suka menolong orang lain.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter suka menolong orang lain adalah Musa.

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir.

Musa kemudian menjadi anak angkat putri Firaun hingga ia berusia 40 tahun. Setelah itu ia keluar istana Firaun untuk menemui teman sebangsanya.

Ketika ia melihat seorang Mesir membunuh orang Israel, ia membelanya dengan membunuh orang Mesir tersebut dan menyembunyikan mayatnya.

Lalu ketika dua orang sesama Israel berkelahi, Musa melerai mereka. Ia menegur orang yang bersalah, yang memukul temannya.

Tetapi orang tersebut tidak mendengarkan Musa, malahan ia menyinggung pembunuhan yang dilakukan oleh Musa terhadap orang Mesir tersebut.

Mendengar hal itu, takutlah Musa lalu ia pergi ke Midian. Ia duduk-duduk di dekat sebuah sumur.

Lalu Musa bertemu dengan perempuan-perempuan dari seorang imam yang akan menimba air untuk ternak mereka.

Ketika para gembala di tempat itu mengusir perempuan-perempuan itu, maka Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum ternak mereka (Keluaran 2:11-22).

Karena karakter Musa yang suka menolong ini, salah satu dari perempuan yang ditolongnya tersebut kemudian menjadi istrinya.

Musa tinggal di Midian dan bekerja sebagai gembala kambing-domba mertuanya selama 40 tahun, hingga Tuhan memanggilnya untuk membawa umatNya, Israel, keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

 

6. Pemberani (Daud)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang keenam adalah pemberani.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter pemberani adalah Daud.

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul dan raja terbesar Israel sepanjang masa.

Awalnya Daud hanyalah seorang gembala kambing domba ayahnya.

Namun, ketika Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel, maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja Israel menggantikan Saul.

Saat itu Daud masih sangat muda, diperkirakan sekitar 20 tahun.

Tetapi Daud belum bisa langsung duduk di tahta kerajaan, sebab Saul masih enggan lengser dari jabatannya.

Lalu Daud menjadi hamba Saul di istana.

Daud kemudian tampil sebagai pembela bagi Israel, tatkala Goliat, pahlawan Filistin, datang menakut-nakuti bangsanya.

Saat itu tidak ada seorang pun dari antara prajurit Israel, termasuk raja Saul, yang berani menghadapi ancaman Goliat.

Namun Daud, seorang gembala kambing domba yang masih belia, dengan gagah berani maju menghadapi Goliat.

Dan dengan sebuah pengumban di tangan, serta keyakinan akan pertolongan Tuhan, Daud pun berhasil mengalahkan Goliat (1 Samuel 17:1-58).

Sejak itu Daud menjadi terkenal dan mendapat simpati dari rakyat Israel. Hal ini membuat Saul iri hati kepadanya. Bahkan Saul berusaha untuk membunuh Daud .

Namun Daud selalu luput dari tangan Saul, hingga ia berhasil duduk sebagai raja Israel ketika Saul telah mati.

 

7. Mengandalkan Tuhan (Yosafat)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang ketujuh adalah mengandalkan Tuhan.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter mengandalkan Tuhan adalah Yosafat.

Yosafat adalah seorang raja yang (hampir) selalu bersandar pada Tuhan. Dan selama ia mengandalkan Tuhan, ia melihat mujizat Tuhan terjadi di dalam hidupnya.

Ketika orang Moab, orang Amon dan orang Meunim datang menyerbu Yehuda, Yosafat mengandalkan Tuhan, bukan tentaranya,  dengan berdoa dan berpuasa bersama seluruh rakyat Yerusalem.

Akhirnya Tuhan pun bertindak, sehingga secara ajaib bangsa Yehuda dapat mengalahkan musuh-musuhnya tanpa berperang! (2 Tawarikh 20:1-30).

Demikian juga ketika ia akan berperang melawan orang Moab, bersama raja Israel dan raja Edom, ketika tentara dan hewan mereka tidak ada air, Yosafat menyarankan meminta petunjuk Tuhan ke salah satu nabiNya.

Dan melalui nabi Elisa, mujizat pun terjadi, sehingga mereka bisa mendapatkan air untuk diminum, bahkan  mereka beroleh kemenangan menghadapi orang Moab! (2 Raja-raja 3:11-18).

 

8. Setia Kepada Tuhan (Elia)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kedelapan adalah setia kepada Tuhan.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter setia kepada Tuhan adalah nabi Elia.

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal. Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Elia merupakan salah satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Pada masa pemerintahan raja Ahab, terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Hal ini terjadi karena dosa Ahab dan bangsa Israel kepada Tuhan, di mana mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah dewa baal.

Tetapi Elia tetap setia kepada Tuhan, bahkan di tengah perlawanan nabi-nabi palsu.

Karena itu nabi Elia diperintahkan oleh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Dan setiap pagi dan sore burung gagak diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat, negeri Sidon, untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.

Menjelang akhir hukuman Israel, Elia mengajak bangsa Israel ke gunung Karmel beserta nabi-nabi baal, 450 orang banyaknya.

Di sini Elia menunjukkan kepada bangsa Israel siapa sesungguhnya Allah, apakah Allah Yahwe, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yang selama ini mereka tinggalkan ataukah allah baal.

Elia juga menantang nabi-nabi baal siapa sesungguhnya Allah, Allah yang disembah Elia atau baal, yang mereka sembah.

Oleh karena itu Elia dan nabi-nabi baal harus memanggil Allah/allah mereka masing-masing, Elia memanggil Allah Yahwe dan nabi baal memanggil baal.

Jika siapa yang datang ketika mereka memanggilnya maka itulah Allah yang benar.

Elia menyuruh mereka terlebih dulu memanggil allah mereka, namun tidak ada jawaban hingga mereka kerasukan dan melukai diri mereka sendiri seperti yang biasa mereka lakukan.

Kemudian Elia berdoa dan memanggil Allah. Dan saat itu Allah menjawab doa Elia. Allah Yahwe menunjukkan bahwa Dialah Allah yang benar. Hal ini membuat orang Israel sujud sembah dan kembali kepada Allah mereka dengan meninggalkan baal (1 Raja-raja 17-19).

 

9. Rendah Hati (Yesaya)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kesembilan adalah rendah hati.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter rendah hati adalah Yesaya, salah satu nabi terbesar di Perjanjian Lama.

Pada tahun matinya Uzia, raja Yehuda, Nabi Yesaya melihat suatu penglihatan spektakuler tentang kemuliaan Tuhan. Ia melihat Tuhan duduk di tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahNya memenuhi Bait Suci.

Yesaya juga melihat para Serafim, yakni para malaikat, berdiri di sebelah atasNya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka, dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.

Dan mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan oleh suara para Serafim tersebut, dan ruangan itu pun penuh dengan asap.

Mendapat penglihatan tentang kemuliaan dan kekudusan Tuhan yang spektakuler tersebut, Yesaya pun menjadi takut. Ia menganggap dirinya celaka dan binasa, sebab dia telah melihat Tuhan, padahal tidak ada seorang manusia pun yang boleh melihat Tuhan.

Di sisi lain, Yesaya juga menyadari keberadaan dirinya yang tidak kudus, apalagi jika dibandingkan dengan kekudusan Tuhan, seperti yang diserukan oleh para Serafim tersebut.

Yesaya merasa dirinya adalah seorang yang berdosa, orang yang najis bibir serta tinggal di antara orang-orang yang najis bibir.

Tentu hal ini tidak berarti bahwa Yesaya adalah seorang yang jahat secara moral. Dia hanya menyadari kekudusan Tuhan yang luar biasa serta membandingkannya dengan kekudusan dirinya sendiri (Yesaya 6:1-7).

Kesadaran Nabi Yesaya akan keberdosaannya adalah bentuk kerendahan hatinya di hadapan Tuhan.

Perlu diketahui bahwa ketika melihat penglihatan ini Yesaya sudah melayani sebagai nabi Tuhan.

Sebab ia sudah melayani pada masa pemerintahan raja Uzia (Yesaya 1:1) atau sebelum Uzia meninggal. Sementara penglihatan ini dilihatnya pada tahun kematian Uzia, atau setelah Uzia meninggal (Yesaya 6:1).

Sebagai seorang nabi Tuhan, sudah pasti Yesaya dekat dengan Tuhan serta sering mendapat pesan dariNya untuk disampaikan kepada umat.

Namun hal itu tidak membuatnya menjadi sombong rohani, merasa lebih dekat dengan Tuhan dibanding orang-orang lainnya. (Baca: 7 Fakta Tentang Nabi Yesaya Di Alkitab)

 

10. Tekun Berdoa (Daniel)

Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kesepuluh atau terakhir adalah tekun berdoa.

Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter tekun berdoa adalah Daniel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Allah.

Karena Daniel berhasil menafsirkan mimpi raja Babel, Nebukadnezar, ia kemudian diangkat sebagai penguasa atas seluruh wilayah Babel di bawah raja Nebukadnezar.

Setelah beberapa lama (di usianya yang sudah tua, 80 tahun!), Daniel menjadi satu dari tiga orang yang menjadi pejabat tertinggi di bawah raja Darius.

Tetapi Daniel melebihi dua pejabat tertinggi raja tersebut dan para pejabat yang lainnya.

Para pejabat lain menjadi iri kepada Daniel. Mereka mencari-cari kesalahannya, namun mereka tidak mendapati satu pun perbuatan tercela dalam diri Daniel.

Karena itu mereka menghasut raja agar dikeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa/Allah atau manusia lain selain kepada raja Darius.

Dengan demikian mereka dapat menjerat Daniel. Sebab Daniel mempraktekkan ibadah agama Yahudi yang menyembah Allah Israel serta dengan tekun berdoa kepadaNya.

Ketika Daniel mendengar hal tersebut, ia pun berdoa kepada Allahnya. Ia berdoa tiga kali sehari, seperti yang biasa dilakukannya (Daniel 6:11). (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab)

Tetapi justru ketika berdoa itulah Daniel dijerat oleh lawan-lawan politiknya dan mengadukannya kepada raja sehingga Daniel dilemparkan ke gua singa.

Namun Tuhan menyertai Daniel sehingga singa-singa itu tidak memakannya, hingga akhirnya raja Darius menyelamatkan Daniel dari gua singa tesebut.

 

Itulah 10 karakter tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang patut diteladani.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!