Loading...

10 Khotbah Terbaik Tentang Doa

Loading...

 

3. Pentingnya Iman Dalam Doa

Salah satu syarat agar doa dikabulkan adalah doa kita harus disertai dengan iman.

Artinya, kita harus percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita. Tidaklah ada artinya berdoa kepada Tuhan jika kita sendiri tidak yakin bahwa Ia akan mengabulkan doa kita.

Kepada murid-muridNya, Tuhan Yesus mengajarkan, “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22).

Kepercayaan atau iman adalah dasar utama kita berdoa kepada Tuhan. Kita berdoa kepada Tuhan karena kita percaya bahwa Ia “mampu dan bersedia” menolong kita.

Tuhan tidak mungkin mengabulkan doa kita jika kita tidak percaya bahwa Ia mampu dan bersedia menolong kita. Ketika berdoa, kita harus yakin terlebih dahulu bahwa doa kita akan dikabulkanNya.

Memang, tidak setiap doa kita pasti dikabulkan oleh Tuhan ketika kita berdoa dengan penuh kepercayaan/iman. Namun Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk percaya kepadaNya ketika kita mendatangiNya dalam doa.

Doa orang percaya berkuasa hanya jika didoakan dengan penuh keyakinan/kepercayaan (Yakobus 5:16b).

 

4. Merendahkan Diri Di Hadapan Tuhan

Dalam doa sangat penting kerendahan hati. Kita harus senantiasa menyadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dosa, yang diselamatkan hanya oleh anugerahNya semata.

Oleh karena itu tidaklah pantas bagi kita meninggikan diri di hadapanNya. Apa pun yang telah kita lakukan, yang telah kita capai dan telah kita miliki dalam hidup ini, kita harus sadar bahwa semuanya itu dari Tuhan asalnya.

Inti doa adalah bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita menggantungkan harapan dan keinginan kita kepadaNya. Dengan kata lain, kita mengakui keberadaan kita yang penuh kelemahan dan kekurangan.

Allah senang jika kita menghadapNya dengan mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita serta memohon anugerahNya untuk melayakkan kita menghadapNya di dalam doa kita.

Dalam perumpamaanNya tentang seorang farisi dan seorang pemungut cukai yang sama-sama berdoa di Bait Allah, pemungut cukai itu mengakui ketidak-layakannya di hadapan Tuhan. Ia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dengan memohon belas kasihanNya.

“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13).

Karena itu, pemungut cukai itu dibenarkan oleh Allah, doanya dikabulkan. Sedangkan doa orang farisi yang menyombongkan diri tidak dikabulkan.

 

5. Dibutuhkan Ketekunan

Doa membutuhkan ketekunan. Artinya, kita harus berdoa secara tekun agar Tuhan menhawabnya.

“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu…. Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” (Lukas 18:1,7)

Tuhan Yesus suatu kali memberikan suatu perumpamaan kepada murid-muridNya tentang pentingnya ketekunan dalam berdoa.

DiceritakanNya bahwa dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim tersebut untuk memintanya membela haknya.

Beberapa waktu lamanya hakim tersebut tidak mau mengabulkan permintaan si janda. Tetapi karena janda itu terus-menerus mengganggunya, walaupun hakim tersebut tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, maka akhirnya ia mengabulkan permintaannya juga.

Tuhan Yesus berkata bahwa jika hakim yang tidak benar saja mau mendengar seorang janda karena ketekunannya, bukankah Allah, sebagai Bapa yang baik, akan mendengar anak-anakNya yang berseru kepadaNya siang-malam (dengan tekun)?

Inti perumpamaan ini adalah bahwa kita harus tekun, tidak jemu-jemu, atau tidak bosan dalam berdoa, seperti seorang janda yang tekun/tidak jemu-jemu meminta si hakim untuk membela haknya. Sebab, akan tiba waktunya Tuhan mendengar doa kita.

Jika doa kita belum dikabulkan sekarang, kita berdoa lagi besok; jika besok belum dikabulkan juga, kita berdoa lagi besoknya; demikian seterusnya hingga tiba waktunya Tuhan mengabulkan doa kita.

Memang hal seperti ini tidaklah mudah untuk dijalani, namun kita harus tetap bertekun di dalam doa kita. Tuhan Yesus berkata bahwa Allah tidak pernah mengulur-ulur waktu dalam menjawab doa kita anak-anakNya, yang berseru siang-malam kepadaNya.

Jika kita bertekun dalam doa kita, maka Ia akan mengabulkan doa kita.

 

6. Sesuaikan Dengan Kehendak Tuhan

Dalam berdoa kita harus menyesuaikan permintaan kita dengan kehendak Tuhan. Karena Tuhan tidak mendengar doa yang egois, yang bertentangan dengan kehendakNya.

“Dan inilah keberanian kepercayaan kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”  (1 Yohanes 5:14).

Ada dua macam kehendak Tuhan. Yang pertama adalah kehendak Tuhan yang umum, yang mudah untuk kita kenali, seperti yang tertulis di Alkitab. Misalnya: berbuat baik kepada orang lain, beribadah, hidup kudus, dan sebagainya.

Jadi ketika kita meminta Tuhan memberkati kita agar kita bisa mengkonsumsi narkoba, pergi ke klub malam, mabuk-mabukan, dan sebagainya, jelas tidak akan Tuhan kabulkan. Sebab Tuhan menghendaki agar kita hidup kudus.

Yang kedua adalah kehendak Tuhan yang khusus, yang tidak tertulis di Alkitab dan yang karenanya perlu kita cari tahu. Misalnya, setelah lulus SMU apa yang akan kita lakukan, apakah kita kuliah atau langsung bekerja/buka usaha saja. Hal ini jelas tidak tertulis di Alkitab. Karena itu kita perlu mencari-tahu terlebih dahulu mana kehendak Tuhan bagi kita, baru kemudian mendoakannya.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!