Loading...
Loading...

10 Khotbah Terbaik Tentang Doa

 

6. Sesuaikan Dengan Kehendak Tuhan

Dalam berdoa kita harus menyesuaikan permintaan kita dengan kehendak Tuhan. Karena Tuhan tidak mendengar doa yang egois, yang bertentangan dengan kehendakNya.

“Dan inilah keberanian kepercayaan kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”  (1 Yohanes 5:14).

Ada dua macam kehendak Tuhan. Yang pertama adalah kehendak Tuhan yang umum, yang mudah untuk kita kenali, seperti yang tertulis di Alkitab. Misalnya: berbuat baik kepada orang lain, beribadah, hidup kudus, dan sebagainya.

Jadi ketika kita meminta Tuhan memberkati kita agar kita bisa mengkonsumsi narkoba, pergi ke klub malam, mabuk-mabukan, dan sebagainya, jelas tidak akan Tuhan kabulkan. Sebab Tuhan menghendaki agar kita hidup kudus.

Yang kedua adalah kehendak Tuhan yang khusus, yang tidak tertulis di Alkitab dan yang karenanya perlu kita cari tahu.

Misalnya, setelah lulus SMU apa yang akan kita lakukan, apakah kita kuliah atau langsung bekerja/buka usaha saja.

Hal ini jelas tidak tertulis di Alkitab. Karena itu kita perlu mencari-tahu terlebih dahulu mana kehendak Tuhan bagi kita, baru kemudian mendoakannya.

Jadi kita harus cari tahu dulu (terutama melalui doa juga!) apakah Tuhan ingin kita melanjutkan studi ke universitas atau langsung bekerja/membuka usaha sendiri saja.

Dua-duanya memang sama-sama baik. Tetapi kita perlu tahu yang mana kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Setelah kita mengetahui mana kehendak Tuhan dalam hidup kita, maka kita bisa dengan lebih yakin mendoakan hal tersebut.

Jika kita merasa yakin bahwa Tuhan menghendaki kita melanjutkan studi misalnya, kita bisa mulai berdoa tentang universitas yang akan kita tuju, biaya studi kita, kelulusan ujian masuk ke universitas tersebut, dan sebagainya.

Dan jika kita mendoakan hal-hal tersebut, yang adalah kehendak Tuhan bagi kita, maka Ia akan mengabulkanNya.

 

7. Tujuan Doa

Salah satu alasan mengapa doa penting bagi orang Kristen adalah karena doa dapat memberikan kita ketenteraman batin, ketenangan hati dan pikiran.

Ketika kita menghadapi masalah hidup, sering kali kita menjadi begitu khawatir dan tertekan. Kita khawatir dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup kita.
Terlebih lagi jika itu adalah masalah yang sulit bagi kita. Pada saat itulah doa memberikan kesejukan bagi jiwa kita.

Ketika kita datang kepada Bapa dalam doa, menyerahkan semuanya ke dalam tangan pengasihanNya, maka hati dan pikiran kita akan menjadi tenang. Sebab damai-sejahtera yang dari Allah itu, yang tidak bisa kita pikirkan sebagai manusia, akan menyejukkan hati dan pikiran kita.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Fliipi 4:6-7).

Berdoa bukan hanya agar kita mendapatkan apa yang kita minta, tetapi juga agar kita mendapat ketenteraman hati dan pikiran, sementara kita belum mendapat apa yang kita minta. (Baca: 7 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Berdoa)

Semakin kita sering berdoa, semakin tenanglah hati dan pikiran kita, sehingga kita tidak cepat panik, takut dan khawatir ketika masalah-masalah hidup ini datang menimpa kita.

Sebab damai-sejahtera yang dari Allah itulah (bukan dari dunia ini, seperti mengunjungi tempat-tempat hiburan malam, mengkonsumsi narkoba, dan hal-hal lain yang dibenci Tuhan) yang akan menjadi penghiburan bagi kita.

 

8. Doa Sebagai Sumber Kekuatan

Doa dapat menumbuhkan iman kita. Doa membuat kita mendapat kekuatan baru dari Tuhan.

Dalam Yesaya 40:31 dikatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dalam doa, akan mendapat kekuatan baru dariNya.

Mereka akan seperti burung rajawali yang naik terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya (ketika menghadapi badai). Berlari pun mereka tidak akan lesu dan berjalan tidak akan lelah, sebab mereka mendapat energi baru dari kuasa Tuhan dalam doa-doa mereka.

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Ketika kita menanti-nantikan Tuhan dalam hidup kita, yang antara lain dapat kita lakukan ketika kita berdoa, kita ibarat sebuah baterai yang dicas ke sumber listrik untuk mendapatkan energi baru.

Ketika baterai telah “bekerja” beberapa lama, ia akan makin kehabisan tenaga/daya sampai akhirnya redup dan mati. Supaya dia dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya, ia harus mendapat “kekuatan baru” dari sumber listrik, ia harus dicas.

Demikian juga dengan kita. Agar kuat menjalani hidup ini dengan berbagai masalahnya, kita butuh kekuatan baru dari sumber “listrik” kita, yaitu Tuhan. Kita menjadi “lemah”, bahkan “mati”. Karena itu kita butuh untuk “dicas” melalui doa agar kuat lagi dalam menjalani hidup ini.

Dan karena kita terus-menerus kehabisan “energi” oleh berbagai masalah hidup, maka kita pun harus terus-menerus menanti-nantikan Tuhan dalam doa, “dicas”, agar “energi” kita tetap penuh.

 

9. Menghindari Pencobaan

Doa membuat kita terhindar dari pencobaan dan dosa.

Tuhan Yesus menegur murid-muridNya di taman Getsemani ketika mereka tertidur di saat mereka seharusnya berdoa. Untuk itu, Ia memerintahkan mereka untuk berdoa.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah.” (Matius 26:41).

Jika kita lalai dalam berdoa, kita bisa jatuh ke dalam dosa dan pencobaan. Itulah sebabnya kita perlu berdoa dan berjaga-jaga secara rohani.

Seperti dikatakan Tuhan Yesus dalam kutipan ayat di atas, memang pada dasarnya roh kita penurut, tetapi daging kita lemah, sehingga kita mudah dibawanya jatuh dalam dosa dan pencobaan.

Melalui doa kita bisa mengalahkan kedagingan kita yang cenderung untuk berbuat dosa.

Semakin jarang kita berdoa semakin mudah kita jatuh ke dalam pencobaan.

Sebaliknya, semakin sering kita berdoa, semakin kecil kemungkinannya kita untuk jatuh ke dalam pencobaan dan dosa. Alasannya adalah karena doa membuat kita berjaga-jaga secara rohani.

Seperti orang yang selalu berjaga-jaga secara jasmani tidak akan kecolongan oleh pencuri, demikian juga orang yang berjaga-jaga secara rohani dalam doa tidak akan kecolongan oleh pencobaan atau godaan iblis dan dosa.

Oleh karena itu, supaya kita bisa terhindar dari pencobaan iblis, maka kita harus selalu waspada dalam doa kita.

Iblis tidak akan pernah berdiam diri untuk mencobai orang-orang percaya, tanpa terkecuali. Bahkan mereka yang lebih “rohani” justru biasanya menjadi sasaran utama iblis.

 

10. Doa Untuk Membuka Mata Rohani

“Lalu berdoalah Elisa: Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.” (2 Raja-raja 6:17)

Elisa adalah nabi pengganti Elia. Ia adalah salah seorang nabi Israel paling terkenal, terutama karena mujizat-mujizat yang dilakukannya. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama )

Ketika bangsa Aram akan menyerang bangsa Israel, raja Israel dapat mematahkan serangan Aram tersebut, sebab nabi Elisa memberi nasihat-nasihat kepadanya.

Karena itu raja Aram sangat marah terhadap nabi Elisa sehingga ia ingin menangkapnya. Ia menyuruh orang untuk memata-matai Elisa, untuk mengetahui di mana ia tinggal.

Setelah mereka tahu kota di mana ia tinggal, mereka mengepung kota tersebut dengan kuda, kereta dan tentara yang besar.

Ketika pelayan Elisa melihat orang-orang Aram tersebut beserta kereta-kereta berkudanya, takutlah ia dan ia memberitahukannya kepada Elisa.

Namun nabi Elisa tidak takut sedikitpun, sebab ia yakin penyertaan Tuhan dalam hidupnya.

Ia melihat secara rohani bahwa yang menyertainya lebih banyak dari yang menyertai orang-orang Aram tersebut, walaupun tidak terlihat secara mata jasmani.

Maka Elisa berdoa untuk pelayannya agar Allah membuka mata rohaninya sehingga dapat melihat penyertaan Tuhan.

Allah mengabulkan doa Elisa, sehingga pelayannya melihat gunung penuh kuda dan kereta berapi mengelilingi Elisa.

Dan akhirnya orang-orang Aram tersebut tidak jadi lagi menangkap Elisa dan memasuki Israel.

Kita perlu berdoa untuk membuka mata rohani kita, untuk menghalau setiap tantangan dan mendatangkan pertolongan Tuhan.

 

Itulah 10 khotbah terbaik tentang doa.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!