10 Khotbah Terbaik Tentang Doa

Artikel ini akan membahas tentang 10 khotbah terbaik tentang doa.

Kita tahu bahwa doa begitu penting dalam hidup orang percaya, karena itu kita perlu banyak belajar tentang doa.

Salah satunya adalah lewat renungan-renungan atau khotbah-khotbah tentang doa.

Karena itu artikel di bawah ini akan menyajikan 10 khotbah terbaik tentang doa.

Baca juga: 10 Khotbah Terbaik Tentang Natal

Kesepuluh renungan/khotbah terbaik tentang doa ini diambil dari berbagai ayat Alkitab, baik ayat-ayat Perjanjian Lama, maupun ayat-ayat Perjanjian Baru.

Khotbah-khotbah terbaik tentang doa ini bertujuan untuk memberi renungan-renungan seputar firman Tuhan dalam berbagai topik/tema doa Kristen.

Baca juga: 10 Khotbah Terbaik Untuk Tutup Tahun Dan Tahun Baru

Dengan membaca khotbah-khotbah tentang doa dalam artikel ini maka pembaca seperti mendengar suatu khotbah tentang doa.

Selain itu, artikel berisi khotbah-khotbah terbaik tentang doa ini juga dapat dijadikan sebagai bahan khotbah/renungan dalam berbagai gereja atau di berbagai komunitas Kristen.

Baca juga: 20 Pengkhotbah Terbaik Di Indonesia

Para pengkhotbah/pembawa renungan tinggal menambahkan ilustrasi-ilustrasi atau bagian-bagian khotbah lainnya yang dianggap perlu pada kerangka khotbah (poin-poin khotbah) yang telah disediakan dalam artikel ini.

Sebab khotbah-khotbah tentang doa ini hanya dibuat secara singkat saja, hanya garis besarnya. Karena itu perlu ditambahkan lagi sehingga dapat memenuhi durasi khotbah yang ideal (sekitar 20-40 menit).

Berikut 10 khotbah terbaik tentang doa yang perlu kita pelajari.

 

1. Meneladani Ketekunan Doa Daniel 

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Namun atas anugerah Tuhan, Daniel, di usianya yang sudah tua 80 tahun!, bisa menjadi satu dari tiga orang yang menjadi pejabat tertinggi di bawah Raja Darius.

Tetapi Daniel melebihi dua pejabat tertinggi raja tersebut dan para pejabat yang lainnya. Di pembuangan Daniel mempraktekkan ibadah agama Yahudi yang menyembah Tuhan Israel, dan hidupnya tidak tercela dalam hal apa pun.

Para pejabat lain menjadi iri kepada Daniel. Mereka mencari-cari kesalahannya, namun mereka tidak mendapati satu pun perbuatan tercela dalam diri Daniel.

Karena itu mereka menghasut raja agar dikeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa/allah atau manusia lain selain kepada Raja Darius. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjerat Daniel.

Ketika Daniel mendengar hal tersebut, ia berdoa kepada Allahnya. Ketika itu tiga kali sehari ia berlutut dan berdoa kepada Tuhan seperti yang biasa ia lakukan.

“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11).

Daniel jelas adalah seorang pendoa. Ia berdoa tiga kali sehari ketika mendengar undang-undang yang dibuat untuk melarangnya beribadah kepada Allahnya.

Tetapi bukan hanya ketika itu saja ia berdoa dengan tekun (tiga kali sehari), tetapi juga pada kesempatan lain ia sudah biasa berdoa tiga kali sehari (“seperti yang biasa dilakukannya”), sebagaimana  orang-orang Yahudi yang saleh.

 

2. Doa Sebagai Gaya Hidup

Ketika datang ke dunia sebagai manusia, Tuhan Yesus juga adalah seorang pendoa.

Doa adalah gaya hidup Yesus.

“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” (Lukas 5:16).

Tuhan Yesus biasanya pergi ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa dengan maksud agar Ia tetap mempunyai waktu yang khusus dengan BapaNya.

Di tengah-tengah kesibukanNya untuk melayani orang banyak setiap hari, tentulah Ia butuh waktu yang khusus dan tempat yang tenang untuk beristirahat. Tempat yang tenang itu biasanya adalah di tempat yang sunyi.

Dari konteks kalimat kutipan ayat firman di atas, kita bisa melihat bahwa Tuhan Yesus tidak hanya satu kali saja pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa, Ia melakukannya berulang-ulang, yang kemudian menjadi kebiasaanNya.

Jadi adalah biasa bahwa Tuhan Yesus pergi mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa. (Baca: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani)

Hal ini juga dikuatkan oleh ayat-ayat lainnya di Alkitab. Ia pernah berdoa pada pagi-pagi sekali, sebelum melakukan aktivitasNya (Markus 1:35); dan pada malam hari, setelah melakukan aktivitasNya (Matius 14:23). Ia juga beberapa kali didapati murid-muridNya sedang berdoa (Lukas 9:18; 11:1).

Ini patut kita teladani.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!