Loading...

10 Khotbah Terbaik Untuk Tutup Tahun Dan Awal Tahun

Loading...

Artikel ini akan membahas tentang 10 khotbah terbaik untuk tutup tahun dan awal tahun atau tahun baru.

Dalam setiap akhir tahun dan awal tahun, yakni tahun baru masehi (tahun yang didasarkan pada kelahiran Yesus), sebagian besar umat kristiani di seluruh dunia mengadakan ibadah di gereja, di berbagai komunitas kristiani, atau dalam keluarga.

Hal ini sangat wajar mengingat akhir tahun/tutup tahun dan awal tahun/tahun baru adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan diri selama setahun yang lalu serta memproyeksikan diri dalam setahun ke depan.

Karena itu maka peran khotbah/renungan singkat/bahan refleksi sangat penting dalam ibadah akhir tahun/tutup tahun dan awal tahun/tahun baru.

Dan artikel di bawah ini akan menyajikan 10 khotbah terbaik untuk tutup tahun dan awal tahun/tahun baru.

Baca juga: 10 Khotbah Terbaik Tentang Natal

Kesepuluh renungan/khotbah terbaik untuk tutup tahun dan awal tahun ini diambil dari berbagai ayat Alkitab, baik ayat-ayat Perjanjian Lama, maupun ayat-ayat Perjanjian Baru.

Khotbah-khotbah terbaik untuk tutup tahun dan awal tahun ini bertujuan untuk memberi renungan-renungan seputar firman Tuhan dalam berbagai topik/tema yang relevan untuk diterapkan dalam mengakhiri dan mengawali suatu tahun.

Dengan membaca khotbah-khotbah terbaik untuk tutup tahun dan tahun baru dalam artikel ini maka pembaca seperti mendengar suatu khotbah untuk tutup tahun dan awal tahun yang mungkin hanya satu kali bisa diikutinya.

Artikel khotbah untuk tutup tahun dan awal tahun ini juga perlu bagi para pembaca yang ingin lebih banyak lagi mengetahui dan merenungkan tema-tema khotbah yang bersifat relektif, yang bisa diterapkan dalam berbagai situasi, bukan hanya saat akhir dan awal tahun.

Baca juga: 20 Pengkhotbah Terbaik Di Indonesia

Selain itu, artikel berisi khotbah-khotbah terbaik untuk tutup tahun dan tahun baru ini juga dapat dijadikan sebagai bahan khotbah/renungan dalam ibadah tutup tahun/tahun baru di berbagai gereja atau di berbagai komunitas/keluarga Kristen.

Para pengkhotbah/pembawa renungan tinggal menambahkan ilustrasi-ilustrasi atau bagian-bagian khotbah lainnya yang dianggap perlu pada kerangka khotbah (poin-poin khotbah) yang telah disediakan dalam artikel ini.

Sebab khotbah-khotbah tutup tahun/tahun baru ini hanya dibuat secara singkat saja, hanya garis besarnya. Karena itu perlu ditambahkan lagi sehingga dapat memenuhi durasi khotbah yang ideal (sekitar 20-40 menit).

Berikut 10 khotbah terbaik untuk ibadah tutup tahun dan tahun baru yang perlu kita renungkan, khususnya di akhir tahun dan awal tahun.

 

1. Pentingnya Iman Dalam Memasuki Tanah Perjanjian (Bilangan 14:1-38)

Ketika Musa mengutus 12 pengintai ke Tanah Perjanjian, 10 orang dari pengintai itu memberi kabar buruk kepada orang Israel, dan sebagian besar orang Israel mempercayainya sehingga mereka menolak pergi ke Tanah Perjanjian dan ingin kembali ke Mesir.

Padahal dua orang lagi pengintai, yakni Yosua dan Kaleb, sudah memberitahu bahwa negeri Kanaan itu begitu indah dan bahwa penduduknya bisa mereka kalahkan, sebab Tuhan menyertai mereka.

Yang penting mereka tidak boleh takut, dan jangan memberontak kepada Tuhan.

Tetapi orang-orang Israel lebih percaya kepada perkataan bohong ke-10 pengintai lainnya.

Karena itu Tuhan sangat murka terhadap bangsa Israel, Ia membunuh semua orang yang tak percaya itu, laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, kecuali Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang membawa kabar baik kepada bangsa Israel dan yang tidak ikut memberontak kepadaNya.

Jadi yang masuk ke Tanah Perjanjian hanya mereka yang berusia 20 tahun ke bawah serta perempuan dan anak-anak.

Namun mereka ini pun harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum masuk ke Tanah Perjanjian, sampai semua para pemberontak tersebut mati di padang gurun.

Jika tahun baru 2019  diibaratkan seperti memasuki Tanah Perjanjian, maka kita perlu meneladani Yosua dan Kaleb.

Mereka lebih percaya pada janji Tuhan daripada orang-orang raksasa di Tanah Kanaan. Dan mereka yakin dapat mengalahkan penduduk Kanaan karena Tuhan menyertai kita.

Kita harus percaya bahwa Tuhan telah berjanji memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya, seperti yang dapat kita baca di Alkitab.

Karena itu kita tidak boleh takut memasuki tahun baru yang masih misteri bagi kita.

Kalaupun kita harus menghadapi banyak tantangan di tahun baru ini, maka Tuhan akan menolong dan menyertai kita sehingga kita dapat mengatasi setiap tantangan hidup tersebut.

 

2. Menghitung Hari-Hari Kita Yang Singkat (Mazmur 90:10-12)

Mazmur 90 adalah salah satu mazmur paling digemari di Alkitab.

Inilah satu-satunya Mazmur karangan Musa yang ada di dalam kitab Mazmur, paling tidak yang secara jelas menyebutnya sebagai berasal dari dia.

Hal yang menarik dari mazmur Musa yang berbentuk doa ini adalah mengenai hidup manusia yang begitu singkat, yakni hanya 70-80 tahun, dibanding masa kekekalan Allah.

Lagipula dalam hidup ini banyak penderitaan yang harus kita alami.

Karena itulah Musa berdoa agar Tuhan kiranya mengajari umatNya untuk menghitung hari-hari mereka yang singkat tersebut sehingga mereka beroleh hati yang bijaksana.

Artinya Musa memohon agar Tuhan selalu menyadarkan umatNya betapa singkat hidup ini dan karenanya harus dipakai sebaik-baiknya seturut kehendak Tuhan serta untuk menyongsong masa depan/kekekalan bersama Allah.

Hal ini juga yang harus menjadi doa kita orang percaya masa kini.

Dengan demikian kita selalu menyadari betapa fananya hidup kita manusia, betapa singkat hidup kita di dunia ini; sehingga kita tidak lagi terfokus hanya pada hidup di dunia ini saja, karena semua ini hanya sementara.

Kita perlu meminta Tuhan mengajar kita untuk menghitung hari-hari kita yang sangat singkat tersebut, sehingga kita pun beroleh hati yang bijaksana, yakni hati yang mau hidup seturut kehendak Tuhan dan hati yang terfokus pada hidup kekal di surga, bukan pada hidup yang sementara di dunia ini.

 

3. Hal Yang Harus Dilakukan Yosua Memasuki Tanah Perjanjian (Yosua 1:5-9)

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati. Sebelumnya, Yosua adalah abdi Musa.

Karena ketidak-taatannya, Musa tidak Tuhan izinkan masuk ke Tanah Kanaan, Ia hanya membawa bangsa Israel dari Mesir hingga ke perbatasan Tanah Kanaan.

Tuhan memilih Yosua sebagai pengganti Musa dan Yosualah yang membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Yosua membawa bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian dan berperang melawan bangsa-bangsa asli Tanah Kanaan tersebut.

Tetapi sebelum Yosua berhasil membawa bangsa Israel ke Tanah Perjanjian, Tuhan telah terlebih dahulu memberinya dua nasihat.

Yang pertama, agar Yosua menguatkan hatinya dan tidak boleh rawar hati.

Nasihat Tuhan ini sangat penting mengingat Yosua hanyalah hamba Musa yang belum berpengalaman dalam memimpin.

Yosua bisa saja menjadi tawar hati, sebab atasannya saja, Musa, tidak berhasil memimpin bangsa Israel di padang gurun sehingga ia Tuhan hukum dengan melarangnya masuk ke Tanah Perjanjian.

Nasihat kedua Tuhan adalah agar Yosua merenungkan firman Tuhan siang dan malam serta bertindak berdasarkan Taurat Tuhan tersebut, dan tidak boleh menyimpang darinya.

Kita percaya bahwa kedua perintah/nasihat Tuhan tersebut dituruti oleh Yosua sehingga ia berhasil membawa umat Tuhan memasuki Tanah Perjanjian.

Kita juga tidak boleh tawar hati dalam memasuki tahun baru ini betapa pun tahun baru ini masih serba misteri bagi kita, dan betapa banyak pun masalah yang nanti kita hadapi di tahun baru ini.

Kita juga harus semakin mencintai firman Tuhan/Alkitab dan bertindak hati-hati berdasarkan firman Tuhan tersebut, jangan bertindak bertentangan dengan firman Tuhan.

Hanya dengan demikianlah perjalanan kita bisa berhasil di tahun baru ini.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!