Loading...

10 Kisah Menarik Tentang Pasangan Suami Istri Di Alkitab

Loading...

Artikel ini berisi tentang 10 pasangan suami istri di Alkitab dan kisah mereka yang menarik untuk dipelajari.

Ada banyak pasangan suami istri yang disebut di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Dari sejumlah pasangan suami istri di Alkitab tersebut, ada banyak hal yang bisa dipelajari, baik hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif.

Baca juga: 10 Kisah Menarik Antara Mertua Dan Menantunya Di Alkitab

Artikel ini akan membahas tentang 10 kisah menarik dari 10 pasangan suami istri di Alkitab.

Kesepuluh pasangan suami istri di Alkitab ini terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Lama, maupun tokoh-tokoh Alkitab Perjanjian Baru.

Baca juga: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Sebagian dari mereka adalah pasangan suami istri yang takut akan Tuhan dan yang perlu diteladani, dan sebagian lagi pasangan suami istri yang tidak percaya kepada Tuhan atau pasangan suami istri yang jahat.

Sebagian merupakan tokoh-tokoh Alkitab yang terkenal, sebagian lagi tokoh-tokoh Alkitab yang tidak begitu terkenal.

Baca juga: 17 Tokoh Alkitab Yang Menjomblo Seumur Hidup

Lalu, siapa sajakah 10 pasangan suami istri di Alkitab yang kisahnya menarik untuk dipelajari?

Berikut pembahasannya.

 

1. Adam Dan Hawa

Kisah menarik tentang pasangan suami istri di Alkitab yang pertama adalah kisah Adam dan Hawa.

Setelah Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam, dan istrinya, Hawa, serta memberkati mereka, Ia menempatkan mereka di Taman Eden.

Ia memberi perintah kepada mereka bahwa semua yang ada di taman itu boleh mereka makan buahnya.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang terdapat di tengah-tengah taman itu tidak boleh mereka makan. Sebab pada waktu mereka memakannya, mereka pasti akan mati.

Peringatan Tuhan ini ternyata tidak ditaati oleh Adam dan Hawa. Iblis dalam bentuk ular datang untuk menggoda Hawa.

Hawa tergoda dengan perkataan iblis, ia melihat buah pohon itu sangat menarik, sedap dilihat. Lalu ia mengambil buah pohon itu, memakannya dan memberikannya kepada suaminya, Adam.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam membuat mereka jatuh ke dalam dosa serta mendapat hukuman dari Tuhan.

Yang menarik di sini adalah bahwa dosa  dimulai dari istri, lalu ke suami. Tetapi karena Adam ikut dosa Hawa dan tidak menegur istrinya, maka Adam juga ikut Tuhan hukum.

 

2. Abraham Dan Sara

Abraham dan Sara adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Ia berjanji akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi Sara, istri Abraham, adalah seorang perempuan mandul dan sudah tua.

Karena itu, Sara meminta suaminya, Abraham, untuk menghampiri pembantunya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak dan dianggap sebagai anak Sara.

Hal ini dituruti oleh Abraham. Ia menikahi Hagar dan mendapatkan seorang anak, Ismael (Kejadian 16).

Menarik, ide untuk menikahi pembantu justru datang dari sang istri, Sara, bukan dari Abraham.

Pernikahan Abraham dengan Hagar adalah bentuk ketidakpercayaan dan ketidaksabaran Abraham dan Sara pada janji Tuhan.

Kendati demikian, janji Tuhan tetap digenapi dalam hidup Abraham dan Sara, bahwa keturunan mereka sangat banyak, yang dimulai dari anak kandung mereka, Ishak; bukan dari Ismael.

 

3. Ishak Dan Ribka

Salah satu hak menarik dari pasangan Ishak dan Ribka adalah cara memperlakukan kedua anak mereka yang berbeda.

Ishak dan istrinya masing-masing punya “anak kesayangan”. Ishak lebih mengasihi Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi Yakub (Kejadian 25:28).

Hal ini semakin jelas terlihat tatkala Ishak sudah tua dan hendak memberkati Esau sebagai anak sulung (Kejadian 27:1-45). Hal ini adalah wujud kecintaannya kepada Esau.

Dan hal itu jelas adalah salah, sebab Tuhan sudah berfirman bahwa Yakublah yang akan lebih berkuasa daripada Esau, karena itu Yakublah yang berhak mewarisi berkat Tuhan kepada Abraham dan Ishak.

Demikian juga Ribka, sekalipun Yakub adalah pilihan Tuhan, namun cara yang Ribka pakai untuk mendapatkan berkat Ishak adalah salah, sebab ia hendak mengalihkan berkat tersebut dengan cara menipu Ishak yang sudah tua.

Dan hal itu terutama bukan karena kesadarannya akan firman Tuhan bahwa Yakub akan lebih berkuasa daripada Esau, tetapi karena ia lebih sayang kepada Yakub ketimbang Esau.

Jadi Ishak dan istrinya bersaing untuk mendapatkan berkat Tuhan secara tidak benar. Dan Ribkalah yang menang. Dengan demikian rencana Tuhan bagi keluarga Ishak tetap digenapi, bahwa Yakub lebih berkuasa daripada Esau.

Sekalipun dengan cara menipu Ishak, akhirnya Yakub diberkati Ishak juga sebagai anak sulung (karena mengira Yakub adalah Esau) dan Yakub berhak mewarisi janji-janji Tuhan kepada Abraham, seperti yang telah difirmankan Tuhan sebelum kelahiran Esau dan Yakub.

Kendati demikian, semua anggota keluarga Ishak harus menerima akibat buruk dari cara Ishak dan Ribka memperlakukan Esau dan Yakub.

Ishak kemudian sadar bahwa yang dia berkati adalah Yakub, bukan Esau. Ishak telah ditipu oleh istri dan anaknya. Ishak merasa dikhianati oleh istri dan putra bungsunya.

Esau, karena merasa sebagai anak sulung lebih berhak untuk diberkati oleh Ishak, menjadi benci kepada Yakub dan ingin membunuhnya. Karena itu Ribka terpaksa menyuruh Yakub melarikan diri dari Esau ke rumah saudaranya, Laban.

Yakub sendiri kelak akan mengalami banyak kesusahan dalam perjalanan hidupnya, bahkan akan ditipu oleh mertuanya sendiri.

Ribka sendiri tidak akan melihat lagi anak kesayangannya itu. Ketika Yakub kembali dari pelariannya 20 tahun kemudian, Ribka telah tiada! (Kejadian 49:31).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!