10 Kisah Menarik Tentang Pasangan Suami Istri Di Alkitab

 

6. Perempuan Sunem Dan Suaminya

Seorang perempuan bersama suaminya di Sunem, yang masih termasuk wilayah Israel, juga merupakan pasangan suami istri di Alkitab yang punya kisah yang menarik.

Nama perempuan Sunem ini tidak disebutkan, pun nama suaminya. Tetapi suami-istri tersebut adalah orang kaya, juga orang yang murah hati.

Ketika nabi Elisa singgah di Sunem dalam perjalanannya, perempuan dan suaminya itu sering kali mengundangnya makan ke rumah mereka.

Mereka bahkan menyediakan sebuah kamar khusus untuk Elisa, sehingga ketika abdi Allah itu pergi ke Sunem, dia boleh menginap di kamar tersebut.

Kemurahan hati perempuan Sunem ini mendapat ganjarannya.

Waktu itu pasangan suami-istri tersebut belum mempunyai anak. Jadi Elisa berdoa dan bernubuat bahwa tahun depannya perempuan tersebut akan hamil dan punya anak. Dan hal itu benar-benar terjadi, tahun depannya mereka punya anak.

Selang beberapa tahun, anak ibu tersebut sakit lalu meninggal. Hal ini diberitahukan kepada nabi Elisa. Elisa pun mendoakan anak tersebut, dan anak itu pun bangkit kembali! (2 Raja-raja 4:8-37).

Bahkan ketika keluarga perempuan Sunem ini terpaksa mengungsi karena kelaparan di Israel, seluruh harta mereka dikembalikan oleh raja Israel, ketika mereka kembali dari pengungsian (2 Raja-raja 8:1-6).

 

7. Zakharia Dan Elisabet

Zakharia adalah seorang imam Yahudi. Ia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak mempunyai anak.

Istrinya juga seorang yang mandul. Tetapi ia beserta istrinya adalah orang benar di hadapan Tuhan.

Suatu ketika Zakharia bertugas di Bait Suci untuk membakar ukupan (berdoa). Tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata bahwa doanya sudah dikabulkan Tuhan.

Istrinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak dan hendaklah ia menamainya Yohanes.

Rupanya Zakharia sudah lama berdoa bagi kelahiran seorang anak.

Tentu sebagai imam, pada saat itu ia sedang berdoa bagi umat Allah, Israel.

Tetapi ia juga berdoa untuk dirinya sendiri saat itu, bahkan selama ini dalam doa pribadinya di rumah.

Dan tidak lama kemudian, Elisabet pun mengandung (Lukas 1:5-25).

(Baca: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib).

Meskipun Zakharia dan Elisabet sudah tua, namun mereka tetap percaya kuasa Tuhan  dan tetap berdoa untuk seorang anak.

Mereka juga tetap hidup dalam kesalehan, walau doa mereka belum Tuhan jawab.

 

8. Yusuf Dan Maria

Maria adalah perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea.

Ia masih gadis dan sedang bertunangan dengan Yusuf, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Ketika Maria mendengar bahwa ia akan mengandung, maka ia sangat terkejut.

Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dari Roh Kudus.

Jadi ia mengandung bukan dari manusia, karena Anak yang dikandungnya itu juga bukan manusia biasa, yang lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia.

Kemudian, Maria pun berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:26-38).

Sementara Yusuf adalah keturunan Daud, yang berasal dari Betlehem tetapi tinggal di kota Nazaret.

Ketika ia tahu bahwa tunangannya Maria sedang hamil, maka dengan diam-diam ia ingin membatalkan pertunangannya dengan Maria.

Pada masa itu pertunangan sudah dianggap seperti suami istri, tetapi belum hidup sebagai suami istri.

Rencana Yusuf membatalkan pertunangannya menunjukkan ketulusan hatinya, sebab ia tidak ingin mencemarkan nama Maria jika sudah mengandung padahal masih bertunangan.

Tetapi malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf agar jangan ragu menerima Maria sebagai istrinya, sebab kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Hal ini ditaati oleh Yusuf, ia mengambil Maria yang sedang mengandung sebagai istrinya (Matius 1:18-25).

Hal menarik dari Yusuf dan Maria adalah bahwa mereka rela menerima bayi Yesus yang bukan hasil hubungan mereka, merawatNya sejak dalam kandungan dan membesarkanNya.

 

9. Ananias Dan Safira

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus.

Ketika Petrus mengkonfirmasi kembali Ananias, apakah benar dengan harga sekian tanah mereka dijual, Ananias bersikeras mengatakan bahwa memang dengan harga sekianlah tanah itu dijual.

Petrus menganggap bahwa Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus!

Sekitar tiga jam setelah kematian Ananias, maka istri Ananias, Safira, datang ke perkumpulan jemaat.

Ketika dia masuk, Petrus kembali bertanya harga penjualan tanah mereka, apakah benar seperti yang dikatakan oleh suaminya. Dan Safira pun menjawab seperti yang dikatakan oleh suaminya.

Akhirnya seketika itu juga Safira meninggal di depan kaki Petrus! (Kisah Para Rasul 5).

Sebenarnya Ananias dan Safira tidak perlu berdusta mengenai harga tanah mereka yang terjual. Mereka tidak dipaksa untuk menjual tanah mereka dan menyerahkan semua uang penjualannya ke gereja.

Kesalahan mereka adalah karena mereka menahan sebagian hasil tanah tersebut dan seolah-olah telah menyerahkan semuanya.

Lagipula Petrus sudah memberi Ananias dan Safira kesempatan untuk bertobat/mengakui kesalahan mereka dengan cara mengkonfirmasi lagi jumlah hasil penjualan tanah mereka itu.

Tetapi mereka berdua bersikeras dengan kebohongan mereka. Itulah kesalahan mereka.

 

10. Priskila Dan Akwila

Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri Yahudi yang bekerja sebagai pembuat kemah.

Mereka berdua adalah rekan sepelayanan rasul Paulus di Korintus. Mereka tinggal bersama Paulus dan sama-sama bekerja sebagai pembuat kemah (Kisah Para Rasul 18:1-3).

Akwila dan Priskila berjasa dalam mengajar Apolos, seorang pemimpin di gereja Perjanjian Baru, tentang kekristenan.

Sebab saat itu Apolos, seorang yang cerdas, fasih berbicara dan mahir dalam Kitab Suci orang Yahudi (Perjanjian Lama), mempunyai pengetahuan yang dangkal tentang Tuhan Yesus dan kekristenan.

Namun setelah diajar oleh Priskila dan Akwila, Apolos pergi ke Akhaya, tepatnya di kota Korintus, dan memberitakan Injil di sana secara efektif (Kisah Para Rasul 18:24-28).

Yang menarik, Alkitab lebih dahulu menyebut nama Priskila, istri, daripada nama Akwila, suami, suatu hal yang tidak lazim pada masa itu.

Tampaknya hal ini berarti bahwa Priskila lebih dominan daripada suaminya, Akwila, secara rohani.

Mungkin Priskila lebih dahulu bertobat daripada Akwila, atau dia mempunyai semacam jabatan di dalam gereja.

 

Itulah 10 kisah menarik tentang pasangan suami istri di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!