Loading...
Loading...

10 Kisah Menarik Tentang Persahabatan Di Alkitab

Artikel ini membahas tentang kisah-kisah menarik tentang persahabatan di Alkitab.

Kisah-kisah persahabatan di dunia antara dua orang atau lebih selalu menjadi sebuah kisah yang menarik untuk dipelajari.

Dan ada banyak kisah persahabatan di dunia yang menginspirasi banyak orang di segala zaman dan tempat.

Alkitab sendiri banyak membahas tentang sahabat dan kisah persahabatan.

Baca juga: 10 Kisah Tokoh Alkitab Paling Menginspirasi

Alkitab berkata bahwa, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17).

Alkitab juga mengatakan, “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” (Amsal 18:24).

Baca juga: 10 Kisah Menarik Tentang Pasangan Suami Istri Di Alkitab

Alkitab sendiri mencatat banyak kisah yang menarik tentang persahabatan, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Kisah-kisah persahabatan ini melibatkan dua pribadi atau lebih, yang mencakup persahabatan yang membangun dan persahabatan yang menghancurkan.

Baca juga: 10 Kisah Menarik Antara Mertua Dan Menantunya Di Alkitab

Tetapi semua kisah persahabatan ini menjadi kisah yang menarik untuk dipelajari, untuk diikuti dan untuk dihindari.

Artikel kali ini akan membahas tentang 10 kisah menarik tentang persahabatan di Alkitab.

Baca juga: 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Semua kisah persahabatan tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi setiap kita.

Semua kisah persahabatan tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi setiap kita.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Perempuan Yang Menginspirasi

Kisah siapa sajakah yang termasuk ke dalam 10 kisah menarik tentang persahabatan di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Ayub Dengan Elifas, Bildad, Dan Zofar

Kisah menarik tentang persahabatan di Alkitab, yang pertama adalah kisah antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya.

Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah. Selain itu, Ayub juga orang yang kaya.

Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati.

Namun sahabat-sahabat Ayub, yakni Elifas, Bildad, dan Zofar, datang menghibur Ayub dan menunjukkan rasa empati mereka.

Mereka bahkan menangis bersama dan berkabung selama tujuh hari tujuh malam.

Betapa setianya mereka kepada Ayub, sahabat yang sedang sangat menderita!

“Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Téman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. Ketika mereka memandang dari jauh, mereka tidak mengenalnya lagi. Lalu menangislah mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyak jubahnya, dan menaburkan debu di kepala terhadap langit. Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya.” (Ayub 2:11-13)

Namun sayang, ketiga sahabat Ayub ini kemudian mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Karena itulah Tuhan marah kepada mereka. Tetapi Tuhan meminta Ayub mendoakan ketiga sahabatnya itu sehingga Tuhan mengampuni mereka dan memulihkan Ayub. (Ayub 42).

 

2. Yehuda Dengan Hira

Yehuda, anak keempat Yakub dengan Lea, mempunyai seorang sahabat yang bernama Hira, orang Adulam.

Yehuda bersama Hira suatu saat pergi ke Timna.

Dan di Timna, Tamar, menantu Yehuda yang telah menjanda, menyamar sebagai perempuan sundal (pelacur) ketika ia tahu mertuanya datang ke Timna.

Lalu Yehuda, tanpa mengetahui bahwa Tamar adalah menantunya sendiri, menghampiri Tamar.

Yehuda menjanjikan seekor anak kambing dan memberikan cap meterai, kalung, dan tongkatnya kepada Tamar sebagai jaminan, melalui sahabatnya, Hira.

Tetapi Hira, sahabat Yehuda, tidak menemukan Tamar.

“Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu…. Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi.Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu? Jawab mereka: Tidak ada di sini perempuan jalang. Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.” (Kejadian 38:12, 20-22).

Ternyata Tamar menjebak Yehuda karena ia kecewa kepada mertuanya itu.

Yehuda punya satu anak laki-laki yang masih kecil (Syela) yang dijanjikannya untuk  diberikannya kepada Tamar setelah ia dewasa, untuk menggantikan dua abangnya yang pernah menikahi Tamar sebelum akhirnya mereka meninggal.

Tetapi setelah Syela dewasa, Yehuda tidak juga memberikannya kepada Tamar. Itulah sebabnya Tamar menjadi kecewa.

Ketika Tamar mengandung dan menuntut Yehuda, ia tak bisa mengelak, sebab barang-barang miliknya ada pada Tamar. Ia pun akhirnya mengambil Tamar menjadi istrinya.

 

3. Daud Dengan Yonatan

Yonatan, anak raja Saul, bersahabat karib dengan Daud.

Sekalipun ayahnya benci kepada Daud, bahkan berusaha membunuhnya, namun Yonatan sangat sayang kepada Daud dan selalu melindunginya dari niat jahat ayahnya.

Daud dan Yonatan saling mengasihi serta mengikat perjanjian persahabatan.

Baju dan barang-barang Yonatan diberikannya kepada Daud.

“Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.” (1 Samuel 18:1-4).

Ketika Saul dan Yonatan kemudian tewas dalam pertempuran, Daud sangat sedih dan berkabung serta mengarang sebuah sajak ratapan untuk mereka, khususnya untuk Yonatan (2 Samuel 1:17-27).

Setelah Daud menjadi raja atas seluruh Israel, ia tidak melupakan persahabatannya dengan Yonatan, sekalipun Yonatan telah meninggal.

Daud menunjukkan kasihnya kepada Yonatan dengan membawa anak Yonatan, Mefiboset, tinggal bersamanya di istana raja dan makan sehidangan dengannya (2 Samuel 9:1-13)

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!