10 Kisah Menarik Tentang Persahabatan Di Alkitab

 

4. Daud Dengan Hiram

Hiram, raja Tirus, dan Daud, raja Israel, bersahabat baik.

Ketika Daud membangun istananya, Hiram membantunya dalam menyediakan kayu-kayu material (2 Tawarikh 2:3).

Demikian juga setelah Daud meninggal, Hiram menunjukkan kasihnya kepada Daud dengan membantu raja Salomo, anak Daud, untuk menyediakan kayu-kayu guna membangun Bait Suci dan istana Salomo.

“Hiram, raja Tirus, mengutus pegawai-pegawainya kepada Salomo, karena didengarnya, bahwa Salomo telah diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya, sebab Hiram senantiasa bersahabat dengan Daud.” (1 Raja-raja 5:1).

Hiram membantu Salomo juga dengan mengerahkan orang-orangnya yang terampil, walau Salomo juga harus menyediakan makanan untuk seisi istana Hiram.

Persahabatan Hiram dengan Daud tidak berakhir ketika Daud meninggal.

 

5. Amnon Dengan Yonadab

Amnon anak Daud jatuh cinta kepada saudara tirinya, Tamar.

Namun Amnon tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan Tamar.

Maka ia bertanya kepada sahabatnya, Yonadab, yang masih saudara sepupunya.

Yonadab pun memberi saran kepada Amnon. Namun sarannya adalah saran yang tidak benar.

Yonadab memberi satu cara agar Tamar bisa masuk ke kamar Amnon, yakni Amnon berpura-pura sakit.

Dan Amnon menerima saran sahabatnya tersebut.

“Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. Katanya kepada Amnon: Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku? Kata Amnon kepadanya: Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu. Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.” (2 Samuel 13:3-5).

Dengan menerima saran Yonadab yang buruk ini Amnon kemudian memperkosa Tamar, saudaranya.

Akibatnya, Amnon kemudian dibunuh oleh Absalom, saudara tirinya dan saudara kandung Tamar.

Yonadab bukanlah sahabat yang baik, ia tidak memberi saran yang baik kepada sahabatnya, ketika sahabatnya merencanakan hal yang jahat; akibatnya ia harus kehilangan sahabatnya selamanya.

 

6. Daud Dengan Husai

Ketika Absalom anak Daud memberontak kepada Daud, maka Daud dan anak buahnya terpaksa mengungsi dari Yerusalem.

Sebab Absalom telah masuk ke Yerusalem, dan Daud tidak ingin berkonfrontasi secara terbuka dengan anak kandungnya itu.

Maka Daud mengutus Husai, sahabatnya, kepada Absalom sebagai mata-mata.

Husai, yang sudah tua, berpura-pura mendukung Absalom, padahal agar ia dapat menggagalkan nasihat baik dari Ahitofel, penasihat Daud yang membelot kepada Absalom.

“Ketika Husai, orang Arki, sahabat Daud itu, sampai kepada Absalom, berkatalah Husai kepada Absalom: Hiduplah raja! Hiduplah raja! Berkatalah Absalom kepada Husai: Inikah kesetiaanmu kepada sahabatmu? Mengapa engkau tidak pergi menyertai sahabatmu itu? Lalu berkatalah Husai kepada Absalom: Tidak, tetapi dia yang dipilih oleh TUHAN dan oleh rakyat ini dan oleh setiap orang Israel, dialah yang memiliki aku dan bersama-sama dengan dialah aku akan tinggal.” (2 Samuel 16:16-18).

Dengan berada di “markas” Absalom, maka Husai dapat membocorkan strategi Absalom dalam memerangi ayahnya, Daud.

Absalom akhirnya mati terbunuh karena nasihat jitu dari Ahitofel untuk menyerang Daud digagalkan oleh Husai.

 

7. Haman Dengan Sahabat-Sahabatnya

Haman adalah pejabat tertinggi di Persia yang membenci Mordekhai, seorang Yahudi, dan juga semua bangsa Yahudi.

Haman benci Mordekhai karena Mordekhai tidak pernah sujud kepada Haman seperti orang-orang lainnya.

Hal ini membuat Haman marah dan menceritakannya kepada istri dan sahabat-sahabatnya.

Istri dan sahabat-sahabat Haman memberi saran agar ia menyuruh orang mendirikan satu tiang dan menyerahkannya kepada raja Persia untuk menggantung Mordekhai.

Saran istri dan sahabat-sahabatnya ini dituruti oleh Haman.

“Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, isterinya. Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja. Lagi kata Haman: … akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja. Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu. Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.” (Ester 5:10-14)

Ini adalah saran yang tidak baik dari sabat-sahabat Haman.

Akibatnya bukan Mordekhai, tetapi Haman sendiri yang kemudian digantung raja Persia di tiang yang dibuat oleh Haman.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!